Ms. Perfect

Ms. Perfect
Kesempatan Kedua


__ADS_3

Paginya Michelle begitu senang dan bersemangat karena hari ini dia mulai kembali bekerja.


“Inget ya vitaminnya jangan lupa” ucap Nicholas


“Aye aye kapten” jawab Michelle dengan riangnya


“Jangan capek-capek juga biarin Emily yang selesaiin kerjaan kamu” ucap Dominico


“Laksanakan” jawab Michelle melebarkan senyumnya sambil hormat


“Makan makanan yang sehat ya, jangan aneh-aneh” ucap Corradeo


“Oke Dadddyyyy” jawab Michelle penuh semangat


“Ayo berangkat” ajak Axel dengan tenangnya


“Gue dijemput Emily, lo pergi aja sana, lagian arahnya beda” tolak Michelle


“Kata siapa ? aku kerja di ruangan kamu juga” ucap Axel


“Nggak bisa !” protes Michelle


“Udah ayo” ajak Axel merangkul bahu Michelle


Michelle berjalan seperti anak kecil ngambek sambil mengerucutkan bibirnya dan meninggalkan para lelaki itu.


..


Sepanjang jalan wajah Michelle ditekuk dan semangat kerjanya pun hilang begitu saja, siapa lagi kalau bukan karena laki-laki yang tengah duduk di sampingnya ini.


“Jangan bete dong baby, nanti aku beliin es cream ya” rayu Axel


“Nggak butuh” ketus Michelle


“Yakin nih ?” goda Axel


“Hem” gumam Michelle


“Ya udah” ucap Axel menahan senyumnya


..


Sampai di perusahaannya, Michelle berusaha bersikap profesional sampai masuk ke dalam ruangannya.


Di dalam ruangannya itu sudah ada tambahan satu set meja kerja membuat Michelle makin kesal karena persiapan Axel itu.


Michelle berjalan ke mini bar nya dan membuat secangkir mint tea. Dia sengaja membuatnya dengan dentingan suara yang kesal sebagai sindirian untuk Axel kalau dia kesal padanya.


Axel mendekat dan berdiri menghadap Michelle.


“Aku black coffee ya” ucap Axel dengan tenangnya


“Bikin sendiri” ketus Michelle


“Baby, biasanya kan kamu yang bikinin, aku kangen kopi bikinan kamu” ucap Axel dengan manjanya


Michelle sudah mengepalkan kedua tangannya yang gemetar geram di depan Axel sementara Axel malah tersenyum dan kembali ke tempat duduknya.


“Nggak tahu diri banget ! udah diusir, tetep aja nggak mau pergi, sekarang malah kerja disini, niat banget lagi, udah numpang, ngerepotin, nggak tahu diri, nyebelin, malah nyuruh gue bikin kopi, dia tuh makhluk jenis apaan sih ?” gumam Michelle menggerutu


Axel yang mendengarnya cuma terkekeh pelan dan merasa senang karena Michelle memberikannya kesempatan lagi.


Danke baby.. aku tahu marahnya kamu itu diem bukan cerewet kayak gini.. lagian cara kamu ngusir aku juga nggak serius, dan di kantor, bisa aja kamu nyuruh pengawal langsung seret aku keluar dari sini, mereka udah pasti nurutin perintah kamu, tapi aku tahu kamu nggak mau aku pergi.. I miss you so much Michelle.. -batin Axel lirih


Tak..


Michelle menaruh secangkir kopi di atas meja Axel sedikit kasar dan langsung ke tempat duduknya.


“Danke meine Frau (terima kasih istriku)” ucap Axel dengan senyum lembutnya


Michelle memicingkan matanya menatap Axel yang dibalas kedipan mata Axel.

__ADS_1


“Lo tuh ya !” bentak Michelle bangun dari duduknya


“Aku kenapa ?” tanya Axel dengan tenangnya


Michelle berjalan ke pintu ruangannya dan membukanya lebar-lebar.


“Keluar” ucap Michelle tajam


Axel bangun dari duduknya lalu berjalan menghampiri Michelle. Dengan lembutnya dia menutup pintu ruangan Michelle dan merapatkan tubuh Michelle ke dinding.


“Kamu yakin mau aku pergi dari sini ?” tanya Axel dengan lembutnya


“Hem” ketus Michelle


Axel mendekatkan wajahnya dan mencium lembut bibir Michelle sampai Michelle membuka mulutnya dan membiarkan lidah Axel mengabsen rongga mulutnya.


Axel melanjutkannya sampai pertahanan Michelle habis dan membalas ciuman Axel.


Tangannya sudah melingkar di leher Axel sementara tangan Axel sendiri memegang tengkuk dan pinggul Michelle.


“Do you miss me baby ?” bisik Axel


“I do” jawab Michelle lirih


Axel tersenyum dan kembali ******* bibir Michelle yang selama ini dia rindukan.


Tiba-tiba Michelle mendorong tubuh Axel dan langsung berlari ke kamar mandi.


Axel terkekeh sambil mengelap bibirnya yang basah dan kembali duduk.


Michelle kembali dan tidak berani menatap Axel, dia fokus ke pekerjaannya dan berharap waktu cepat berlalu.


..


Jam makan siang pun tiba, Michelle dilarang mengganti sepatunya dan cuma duduk manis di sofa ruangannya bersama Axel karena Axel sudah menyuruh Roy untuk membelikan makan siang mereka.


Saat makan siang mereka datang, Axel mengajak Michelle ke kamar, mereka makan di atas tempat tidur sambil nonton film.


“Gue di kamar, kesini aja” teriak Michelle


Emily pun masuk setelah Michelle menyuruhnya masuk.


“Nona, mengenai Tuan Sylvester..” ucap Emily menggantung melirik Axel


“Lanjutin aja, gue mau tahu apa yang dia lakuin” ucap Axel


Emily menatap Michelle meminta persetujuan dan Michelle cuma mengangkat kedua bahunya.


“Tuan Sylvester meminta jawabannya sekarang Nona” ucap Emily


“Bilang sama dia kalau Michelle nolak, urusan dia sama gue, kalau dia mau bales dendam ya sama gue, jangan ganggu Michelle lagi” ucap Axel tegas


“Nona ?” tanya Emily


“Terserah” jawab Michelle sekenanya


“Baik Nona.. pekerjaan hampir selesai semua, Nona bisa beristirahat” lapor Emily


“Kok lo curang sih ?” gerutu Michelle


“Hei, masalahnya, kalian tuh kerja apa setengah hari udah mau selesai ?” tanya Axel


“Tuan, percayalah.. sekertaris Roy lebih mahir dari saya, sebelum jam istirahat tiba dia sudah tidur dan menyisakan sedikit pekerjaannya untuk nanti” ucap Emily


“What ?!!!” tanya Axel tercengang


“Lo boleh pergi” ucap Michelle


“Terima kasih Nona, permisi” pamit Emily


“Baby, mereka bukan robot kan ?” tanya Axel

__ADS_1


“Roy minumnya apa ?” tanya Michelle balik


“Kopi sih” jawab Axel


“Ya udah berarti bukan robot” ucap Michelle


Michelle hendak merangkak turun dari tempat tidur tapi tangan Axel berhasil menangkapnya dan menariknya ke dalam pangkuannya.


“Please kasih aku kesempatan baby” pinta Axel menyandarkan kepalanya di bahu Michelle


“Kita bukan orang yang saling kenal” ucap Michelle datar


“Maafin aku.. aku bener-bener cinta mati sama kamu, aku salah baby, aku minta maaf, maafin aku udah nyakitin dan ngecewain kamu” ucap Axel sungguh-sungguh


“Kenapa saat itu nggak selesaiin masalah dan malah lari dari masalah ? kenapa mutusin sepihak ?” tanya Michelle


“Aku berpikiran sempit baby, saat itu yang aku pikirin cuma kamu selingkuh dan bahagia sama cowok lain” jawab Axel


“Lo kenapa bego banget sih Xel ? emang gue pernah cekek cewek yang megang-megang Simon ? gue benci banget, apa selama ini gue masih kurang bikin lo yakin sama perasaan gue ? gue lewatin batas yang kakak kasih ke gue demi lo, apa itu masih kurang ?” tanya Michelle menitikkan air matanya


“Maafin aku..” ucap Axel mempererat pelukannya


Michelle menyandarkan tubuhnya disamping Axel dengan tangan Axel sebagai bantalnya dan tangan lainnya merapihkan rambut Michelle.


“Michelle, will you marry me ?” tanya Axel sungguh-sungguh


“Nggak” jawab Michelle tegas


“Serius ? kenapa ?” tanya Axel sedih


“Emang lo serius ? nggak kan ?” gerutu Michelle


Axel langsung mengecup bibir Michelle.


“Jangan ngomong gue lo lagi” ucap Axel


“Apa hak lo ?” tanya Michelle


“Aku ini calon suami kamu Michelle” jawab Axel menarik tubuh Michelle ke dalam pelukannya


“Siapa juga yang mau nikah sama lo” gerutu Michelle


“Kamu beneran nggak mau ?” tanya Axel


“Hem” gumam Michelle


“Kalau aku nikah sama cewek lain jangan nangis lagi ya” ledek Axel


“Nggak ada yang nangis” elak Michelle


“Yakin nih ?” goda Axel


“Iya !” ketus Michelle tegas


Axel terkekeh lalu mengelitiki perut Michelle membuat pemiliknya menggeliat kesana kemari sambil tertawa dan memohon ampun.


“Lepasin..” pinta Michelle disela tertawanya


“Jawab dulu kalau kamu mau nikah sama aku” ucap Axel


“Nggak mau” jawab Michelle sambil tertawa dan berusaha menahan tangan Axel


“Ayolah Ms. perfect senior, kamu nggak kasihan lihat cowok ganteng, pinter, gagah kayak gini ditolak terus-terusan ?” tanya Axel sedih


“Nggak peduli” ketus Michelle


Michelle turun dari tempat tidur dan ke kamar mandi.


Sekembalinya, Michelle berjalan sambil merapihkan ikat rambutnya dan duduk di tepi tempat tidur.


**

__ADS_1


__ADS_2