Ms. Perfect

Ms. Perfect
Otak Licik Jack


__ADS_3

Michelle membawa Axel ke satu ruangan pribadinya, di dalam ruangan itu ada banyak hasil lukisan pribadi Michelle yang tersusun rapih di sisi ruangan.


Michelle menarik Axel duduk di sofa yang dia pakai untuk istirahat sejenak.


Cup..


Michelle mengecup lembut pipi Axel.


“Iceberg, you good ?” tanya Michelle memegang kedua pipi Axel


“Kamu.. kamu orang jahat Michelle !” ucap Axel memicingkan matanya menatap Michelle


“Kamu udah sadar ? maaf baby” ucap Michelle langsung membenamkan wajahnya di dada Axel


Pinter banget bikin luluhnya ! -batin Axel mengeluh


“Jangan lakuin hal yang tadi lagi, kamu hampir bikin aku mati di tempat” keluh Axel


“Im so sorry baby, kamu maafin aku kan ?” tanya Michelle dengan manjanya


“Ada syaratnya” ucap Axel tersenyum licik


“Apa ?” tanya Michelle mendongakkan wajahnya


Axel menarik dagu Michelle lembut lalu mencium bibir Michelle sampai Michelle membalasnya.


“Apa aku udah memenuhi syarat ?” tanya Michelle disela ciumannya


“Belum, itu kan aku yang mulai, aku mau kamu yang mulai” jawab Axel


“Licik banget” gerutu Michelle memicingkan matanya


“Ayo buruan, aku nungguin” ledek Axel


Michelle melingkarkan kedua tangannya di leher Axel lalu ******* bibir Axel sampai terdengar decitan nikmat membuat keduanya memperdalam ciuman mereka.


“I love you so much baby” bisik Axel lirih


“Love you too baby” jawab Michelle


**


Michelle membiarkan beritanya makin viral dan menduduki posisi pertama pencarian di internet padahal orang-orang terdekat yang mengenal tentang dirinya sudah geram dan rasanya mau mencabik-cabik para netizen yang kontra.


Hari ini Michelle sengaja menerima ajakan Jack untuk makan malam bersama karena jengah laki-laki itu selalu menghubunginya membuat hidupnya tidak tenang dan berniat mau menyelesaikan pertemuan terakhirnya dengan Jack. Kedua Kakaknya dan Axel sudah melarangnya tapi Michelle tetap bersikeras pada pendiriannya.


Di tengah jalan, orang suruhan Jack berhasil menghalang mobil pengawal Michelle tanpa sepengetahuan Michelle yang duduk di mobil yang sama dengan Jack.


..


Sampai di sebuah restoran yang sudah Jack pesan khusus untuk mereka berdua, Michelle terus saja memasang raut wajah malasnya.


Seorang pelayan menuangkan segelas wine tapi Michelle langsung menolak, bisa dikulitin dia kalau sampai Kakaknya tahu.


Akhirnya Michelle meminta segelas sparkling water sebagai gantinya.


“Kamu nggak minum minuman beralkohol ?” tanya Jack dengan lembutnya


“Nggak” ketus Michelle


Selesai makan malam, Michelle yang sudah malas meladeni Jack dan minta mengakhiri pertemuannya malah disuguhkan secangkir kopi seperti kopi milik Jack karena setiap kali Michelle memulai pembicaraan Jack akan mengelak dan tidak memperdulikan keluhan Michelle.


“Ayo kita ngobrol dari awal lagi, aku nggak mau perkenalan kita sia-sia” ucap Jack


“Apa rencana lo ?” tanya Michelle tanpa basa basi


“Rencana apa sih sayang ?” goda Jack tersenyum licik


“Gue udah selesai, kalau lo nggak mau anter gue pulang nggak apa-apa, gue bisa pulang sama pengawal gue” ucap Michelle

__ADS_1


“Ayolah kita ngobrol sebentar” ucap Jack menyulangkan cangkirnya ke cangkir Michelle


Michelle menyeruput sedikit kopinya dengan malas.


“Rumah kamu dimana Cel ? kenapa aku harus jemput kamu di restoran lain ?” tanya Jack


“Jauh” jawab Michelle ketus


Kok panas banget ya ? yaa daritadi juga panas sih lihat si sialan ini, tapi kenapa sekarang panasnya beda ya ? -batin Michelle gelisah


Okay come on baby, tonight you will be mine ! -batin Jack tersenyum licik


..


Di tempat lain, Alec baru bisa menghubungi Nicholas karena sedari tadi orang suruhan Jack menggiring mereka ke tempat sepi dan berkelahi, syukurnya Alec dan ketiga pengawal Michelle berhasil mengalahkan orang suruhan Jack.


Nicholas yang mendengarnya langsung menghubungi Xavier dan Axel. Mereka segera melacak keberadaan Michelle dari ponselnya lalu berangkat ke lokasi.


..


Michelle merasa makin panas, dia duduk tidak tenang dan semakin lama Michelle mulai mengipas wajahnya dengan tangannya sendiri sementara Jack tersenyum licik melihat obat perangsangnya sudah semakin bereaksi di dalam tubuh Michelle.


Michelle bangun dari duduknya dan mau pergi meninggalkan Jack tapi Jack langsung menahannya dan merapatkan tubuh mereka berdua.


“Mau kemana sayang ?” tanya Jack


“Shit !! pasti lo dalangnya kan ? cepet kasih tahu gue kenapa gue kayak gini ?!” bentak Michelle menjauhkan tubuhnya dari Jack


“Ayolah kita main-main malam ini” ucap Jack


Michelle memundurkan langkah kakinya perlahan saat Jack melangkahkan kakinya ke arah Michelle dengan senyum mesumnya.


Goosshhh !! panas banget ! -batin Michelle


“Aku bisa bantu kamu sayang, tapi kamu harus di deket aku” ucap Jack


“Nggak sudi !” ketus Michelle


“Sayang, kamu ngelukain diri kamu sendiri.. ayo sini sama aku, aku bakalan lakuin selembut mungkin” ucap Jack


Sebelum itu terjadi, Nicholas langsung memukul punggung Jack dengan kursi disana.


Dia geram saat mendengar ucapan terakhir Jack, cukup sekali baginya mendengar ucapan laki-laki brengsek yang mau melecehkan adik kesayangannya.


Jack meringis kesakitan, saat dia berbalik dan hendak membalasnya, Xavier langsung memukul rahang Jack sampai terjatuh.


Axel melepaskan jaketnya dan memakaikannya untuk menutupi punggung dan dada Michelle.


Dilihatnya bibir Michelle berdarah, tapi bukan itu fokusnya, wajah Michelle merah padam dan tatapannya sendu seperti mengharapkan sesuatu yang tidak mungkin Axel lakukan terlebih nafas Michelle yang begitu menggoda gairah Axel.


“Baby” panggil Michelle lirih


“Im here baby..” ucap Axel memeluk erat Michelle


Para pengawal sudah datang, Nicholas memerintahkan mereka untuk menyekap Jack lalu menyuruh Xavier dan Axel membawa Michelle.


“Kak, Daddy pasti marah besar kalau lihat Michelle kayak gini” ucap Xavier


“Sial ! coba kamu cium aromanya” ucap Nicholas memberikan cangkir kopi Michelle tadi


“Kenapa Nick ? Vie ?” tanya Axel sambil merangkul Michelle


“Shit !! Michelle minum obat perangsang ! aku yakin Kak dosis obat ini tinggi, tapi kalau dilihat dari banyak kopinya kayaknya Michelle baru minum sedikit” ucap Xavier kesal


“What !! ayo buruan kita bawa Michelle pulang, gue nyetir deh” ucap Axel panik


Sebelum keluar, Nicholas sudah memberikan kunci mobilnya dan kunci mobil Xavier ke pengawal mereka masing-masing.


..

__ADS_1


Sepanjang jalan Michelle terus mengoceh kepanasan ditambah dia menggeliat kesana kemari membuat Nicholas dan Xavier terpaksa memegang tangan Michelle kencang.


“Gue bakalan kubur si Jack hidup-hidup !” ucap Nicholas dengan aura gelapnya


“Sebelum itu kasih aku kesempatan buat pakai tubuhnya jadi kelinci percobaanku di rumah sakit Kak” ucap Xavier yang juga mengeluarkan aura gelap


“Sorry ganggu, bisa kita fokus ke Michelle dulu ? gue takut Michelle kenapa-napa” ucap Axel


“Lo nyetir aja buruan !” perintah Xavier


..


Sampai rumah, Nicholas terpaksa menggendong Michelle seperti mengangkat karung beras karena Michelle makin tidak terkendali.


Mereka langsung berlari dan membawa Michelle ke kamar mandi kamar Michelle diikuti kedua orang tuanya yang panik dan khawatir melihat anak-anaknya itu.


Michelle didudukkan di lantai lalu Xavier langsung menyalakan shower air dingin agar pikiran Michelle jadi netral.


“Michelle kenapa ?!!” tanya Leonore dengan mata berkaca-kaca


“Paannassss !! please Kak.. Axel.. tolong akuuu.. panas banget” keluh Michelle dengan nafas terengah-engah dibawah guyuran air shower


“Jangan bilang..” ucap Corradeo pucat


“Jack kasih obat perangsang ke Michelle, Dad, Mom, dan dosisnya cukup tinggi, walaupun Michelle baru minum sedikit tapi reaksinya kayak gini, berat” jawab Xavier


Leonore langsung pingsan dan Nicholas segera menggendongnya dan memindahkannya ke kamar orang tuanya lalu kembali meninggalkan Corradeo yang menemani Leonore.


Corradeo meraih ponselnya yang berada di atas nakas karena berdering.


“Spiegare perché con il mio giovane Michelle !!


(Jelasin kenapa sama Young Michelle ku !!)”


“Scusa, ho abbassato la guardia


(maaf, aku lengah)”


“Questa è l’ennesima volta che non ti sei preso cura del nostro Michelle, Corre !!


(Ini udah kesekian kalinya kamu gagal jaga Michelle kita, Corre !!)”


“Lo so, ma ti prego .. papà ha già promesso a me, Daniel e zio Hugo


(aku tahu, tapi aku mohon.. Daddy udah janji sama aku, Daniel, dan Uncle Hugo)”


“Ma se è così papà verrà con Hugo a conoscervi tutti


(tapi kalau seperti ini Daddy akan datang bersama Hugo menemui kalian semua)”


“papà, per favore .. i nemici di papà e lo zio Hugo sono molti là fuori, se scoprono dove si trovano la mia famiglia e Daniel potrebbe essere pericoloso.


(Daddy, aku mohon.. musuh Daddy sama Uncle Hugo banyak di luar sana, kalau mereka sampai tahu keberadaan keluarga aku sama Daniel bisa bahaya)”


“papà e Hugo in viaggio per l’Indonesia, domani ci incontreremo a casa tua, Corre


(Daddy sama Hugo dalam perjalanan ke Indonesia, besok kita bertemu di rumah kamu, Corre)”


Telefon pun langsung dimatikan begitu saja membuat Corradeo semakin gelisah memikirkan keadaan putrinya dan juga Daddynya yang akan menunjukkan dirinya di depan keluarganya.


..


“Apa Michelle masih kayak gitu juga ?” tanya Nicholas


“Masih Kak” jawab Xavier sedih


Michelle menarik tangan Axel yang tengah jongkok di dekatnya lalu mencium dan ******* bibir Axel dengan agresifnya.


“Cel, sorry.. nggak gini caranya” ucap Axel melepaskan ciumannya

__ADS_1


“Please baby.. its so hot” ucap Michelle sendu


**


__ADS_2