
Mobil mereka sampai di restoran milik Michelle. Para karyawan sudah berbaris di luar dan di dalam ruangan menyambut kedatangan mereka.
“Selamat datang Nona Michelle” sapa Bayu membungkukkan setengah badannya
“Thanks.. kenalin, ini Nonno gue, maksudnya Grandpa, Nonno Dom” ucap Michelle
“Selamat datang Tuan Besar, perkenalkan saya Bayu manager operasional di Black Gold Restaurant ini” sapa Bayu membungkukkan setengah badannya
“Thanks” ucap Dominico tegas
Mereka pun di antar ke tempat duduk mereka dan para pelayan dengan cekatannya menghidangkan makan siang mereka mulai dari appetizer, maincourse, sampai dessert tanpa kesalahan sedikitpun.
“Ms. Michelle, may I ask one thing ?” tanya seorang CEO
“Just ask” jawab Michelle dengan tenangnya
“What is the name of this appetizer ?” tanyanya
“This is batagor, there is flour dough, dumpling crackers, fish otak-otak, and tofu, all are fried and continue used with peanut sauce, soy sauce, and sauce
(ini batagor, ada adonan tepung, kerupuk pangsit, otak-otak ikan, dan tahu, semuanya digoreng dan diberikan saus kacang, kecap manis, dan saus)” jawab Michelle
“Its delicious food Ms. Michelle” puji seorang CEO
“This is my best friend favorite food” ucap Michelle
Setelahnya maincourse sampai dessert pun dihidangkan, mereka semua makan dengan lahap dan tentunya melihat cara Michelle memakan makanan di depannya itu.
“Michelle, can you describe about our main course and dessert ?” tanya Dominico
“Easy !! the main meal was oxtail soup, roasted beef tail, while the dessert is fried bananas
(gampang !! hidangan utamanya adalah sop buntut, ekor sapi yang dibakar, sedangkan makanan penutupnya adalah pisang goreng)” jelas Michelle
“Ox-ox-oxtail ?” tanya Dominico tercengang
Michelle menganggukkan kepalanya.
“Its dirty Michelle, cow tail, TAIL” ucap Dominico menekankan kata terakhirnya
“Oh god Nonno, of course its well cleaned and treated
(tentu saja itu udah dibersihkan dan di olah dengan baik)” ucap Michelle
“Jangan kasih Nonno makan itu lagi” ucap Dominico
“Nonno nggak asik, like father like son” sindir Michelle
“Ly, minta nomor ponsel mereka dong terus bikin grup ya” ucap Michelle
“Sudah siap Nona” jawab Emily menunjukkan layar ponselnya
“Ihhh makin seneng otak lo sepemikiran sama gue, tapi fotonya nggak ada” keluh Michelle
“Nona duduklah bersama Tuan Besar, saya akan meminta mereka untuk merapat dan foto bersama” ucap Emily
“Great idea !! come on hurry up” ucap Michelle penuh semangat
Banyak foto dan video singkat yang berhasil Emily abadikan.
“Bayu” panggil Michelle
“Ya Nona muda” jawab Bayu dengan sigapnya
“Habis ini kalian bisa ambil libur khusus dari gue” ucap Michelle
“Terima kasih banyak Nona muda” jawab Bayu melebarkan senyumnya
“Sei cosi gentile (kamu baik banget)” goda Dominico
“Iya dong, Kak Nicho sama Kak Vier yang ajarin aku buat saling berbagi kebahagiaan dan baik sama setiap orang” ucap Michelle
“Oh ya ? terus kamu lakuin ?” tanya Dominico penasaran
“Eum, beda dikit sih, aku nggak baik ke semua orang, aku cuma baik sama orang yang menurut aku emang baik aja” jawab Michelle
__ADS_1
“Itu bagus, kamu harus pertahanin hal itu” ucap Dominico
..
Malam harinya sesuai permintaan Michelle, dia makan malam bersama Dominico di warung pecel lele.
“Michelle, nggak salah ?” tanya Dominico mengedarkan pandangannya
“Nggak, ayo duduk Nonno” ajak Michelle
“Nonno mau ayam apa ikan ?” tanya Michelle
“Ikan apa ?” tanya Dominico
“Ikan lele, enak loh” jawab Michelle
“Aneh, Nonno mau ayam aja” ucap Dominico
“Di bakar aja ya biar tambah enak” ucap Michelle
“Iya sayang” jawab Dominico
“Mbak, aku mau pesen nasi putih satu, nasi uduk satu, ayam bakar dua, lele goreng dua, tahu tempe, kol nya di goreng, satenya juga ya, minumnya es jeruk aja dua” jelas Michelle
“Sip, tunggu dulu ya neng” ucap si pedagang
“Michelle, nasi uduk itu nasi apa ?” tanya Dominico mengernyitkan dahinya
“Itu nasi gurih, nasi yang ada rasa santan dan wangi daun pandan gitu Nonno” jawab Michelle
“Enak ?” tanya Dominico
“Enak, nanti Nonno makan nasi uduknya aja kalau mau” jawab Michelle
“Kenapa tempat makan kamu selalu aneh sih ?” tanya Dominico
“Nggak aneh Nonno.. aku lebih suka makan kayak gini, seringnya sama temen-temen aku, kalau sama Kakak apa Emily jarang sih, kalau Mommy sama Daddy anti makan kayak gini” jawab Michelle
“Guarda la situazione, questo posto è igienico? (lihat keadaannya, apa tempat ini higienis) ?” tanya Dominico
“Nonno nggak akan ngerti kalau aku jelasin, sekarang kita makan aja” ucap Michelle
“Look Nonno” ucap Michelle
Michelle mencelupkan tangannya disana lalu mengambil tisu untuk mengeringkannya.
“Jangan diminum ya, ini buat cuci tangan” ucap Michelle
“Cuci tangan pakai ini ?” tanya Dominico tercengang
“Iya Nonno, ayo makan” ajak Michelle
“Sendoknya mana ?” tanya Dominico lagi
“Without spoon and fork, makan kayak aku nih pakai tangan langsung” ucap Michelle
“Oh no !!” keluh Dominico
Terpaksa Dominico memakannya dengan jemari tangannya langsung. Seumur hidupnya baru kali ini dia menahan malu dan menurunkan derajat seorang Melviano demi cucunya sendiri.
“Nonno, ini sambel, pedes, Nonno suka pedes nggak ?” tanya Michelle
“Apa rasanya enak ?” tanya Dominico penasaran
“Enak, kalau Nonno colek pakai potongan ayam Nonno atau kol goreng ini” jawab Michelle mencontohkan
Terlihat menggiurkan membuat Dominico mengikuti Michelle, tidak tanggung-tanggung Dominico langsung mengambil sambal cukup banyak membuat wajah putih tegas dan tampannya langsung memerah.
“Minum Nonno” ucap Michelle menyodorkan es jeruk milik Dominico
Dominico langsung menghabiskannya dan memesannya lagi.
“Im died !” keluh Dominico
Michelle terkekeh pelan melihat Dominico kepedasan dibuatnya.
__ADS_1
“Makannya sedikit-sedikit Nonno, ayo makan daun kemangi ini” ucap Michelle menunjuk daun kemangi
“Is it grass ?” tanya Dominico
“Bukanlah Nonno, ayo dimakan terus makan satenya juga biar pedesnya hilang” ucap Michelle
“You first” ucap Dominico
Michelle pun mencontohkan lalu dia mengambil sepotong ikan lele dan menyodorkannya ke dalam mulut Dominico bersama nasi uduk yang dia makan.
“Enak kan ?” tanya Michelle
“Hei, kenapa yang kamu makan selalu enak ?” gerutu Dominico
“Hehehe.. aku pisahin daging ikannya dulu ya Nonno, biar nanti Nonno makan nggak ada duri ikannya” ucap Michelle
Michelle memesan dua porsi nasi uduk lagi karena nasi uduknya dia makan berdua Dominico.
Dominico tidak merasa geli saat Michelle memisahkan daging ikan lele untuknya, malah makannya makin lahap ditambah sate dan lalapan di depannya.
Michelle tersenyum sambil meneruskan makannya karena sekian puluhan tahun tanpa mengenal seorang Kakek kini dia bisa dekat bersama Kakeknya sendiri dan bahkan cepat dekat.
“Cuci tangannya dimana ?” tanya Dominico
“Pakai ini lagi” jawab Michelle menunjuk ke dalam wadah kobokannya
“Oh no” keluh Dominico
“Jangan dirasain Nonno, ayo cepetan” ajak Michelle
Akhirnya Dominico melakukannya tanpa melihatnya karena merasa jijik.
..
Di dalam mobil, Michelle mengambil selembar tisu basah lalu menarik tangan Dominico dan membersihkan kedua tangannya.
“Tahan dulu ya Nonno, paling nggak sekarang udah nggak lengket dan bau, nanti di rumah Nonno cuci tangan lagi aja ya” ucap Michelle
Dominico merasa terharu mendapatkan perhatian dari cucunya, selama ini dia selalu mengalah dari anaknya karena musuh-musuhnya itu, tapi kini dia bertekad mau menyudahi masa lalunya yang kelam demi bersatu bersama keluarganya.
..
Sampai rumah, Dominico memamerkan senyum lebarnya sepanjang jalan ke kamarnya.
“Apa yang bikin Nonno jadi kayak gitu ?” tanya Nicholas
“Nggak tahu Kak, aku mandi dulu ya” jawab Michelle sambil berjalan menaiki anak tangga rumahnya
“Dad ?” tanya Nicholas curiga
“Nggak mungkin Nonno kalian minta Michelle jadi mafia” jawab Corradeo
“Terus ?” tanya Nicholas lagi
“I dont know, coba panggil Alec” ucap Corradeo
Arya segera memanggil Alec untuk menghadap Corradeo dan Nicholas.
“Apa yang mereka lakuin ?” tanya Corradeo
“Semuanya berjalan normal Tuan, siang hari Nona makan siang bersama Tuan Besar Dom dan para CEO nya, dan makan malam Nona bersama Tuan Besar Dom juga tidak ada hal yang mencurigakan Tuan” lapor Alec
“Ini aneh Dad.. dimana mereka makan ?” tanya Nicholas
“Makan siang di restoran milik Nona muda sementara makan malam di warung pecel lele pinggir jalan Tuan” jawab Alec
“Hah ?!!!!” ucap Nicholas dan Corradeo terkejut
“Nggak mungkin Daddy mau makan makanan pinggir jalan” ucap Corradeo
“Nyatanya Tuan Besar Dom terlihat sangat menikmati makan malamnya Tuan” ucap Alec
“Oh god, Daddy, kayaknya Nonno nggak cocok makan selain di restoran sama di rumah kayak Daddy sama Mommy deh” ucap Nicholas
“Besok kita tanyain mereka langsung, kamu boleh istirahat” ucap Corradeo melirik Alec
__ADS_1
“Terima kasih banyak Tuan Besar, saya permisi” jawab Alec
**