Ms. Perfect

Ms. Perfect
Kecurigaan Axel, Fares, & Joshua


__ADS_3

Hari ini Michelle sudah mempersiapkan dirinya untuk memimpin meeting kali ini bersama semua perusahaan yang bekerjasama dengan perusahaan Melviano Corp. menggantikan Nicholas yang sedang di tugaskan Corradeo ke perusahaan di Inggris.


..


Michelle masuk ke ruang meeting diikuti Emily dengan gagahnya lalu duduk di bagian kepala bersama Corradeo.


Michelle membuka meeting hari ini, walaupun lelah karena harus bolak balik menjenguk Kyra terlebih kalau dia harus bertemu dengan klien setelah pulang kerja dan menyiapkan pekerjaan lainnya karena dia juga menghandle beberapa pekerjaan Nicholas di perusahaan yang Kakaknya pimpin.


Nona Michelle terlihat lelah sekali -batin Emily


Michelle sampai menyiapkan coffee break agar dia bisa istirahat sebentar.


Saat coffee break Michelle melangkah keluar ruang meeting sambil memegang kepalanya lalu masuk ke dalam ruangannya sendiri.


Michelle duduk lemas menyandarkan kepalanya di sofa lalu memejamkan matanya.


..


Di dalam ruang meeting Joshua celingak celinguk mencari Michelle.


“Permisi sekertaris Emily, Michelle kemana ya ?” tanya Joshua ramah


“Nona Michelle istirahat sebentar di ruangannya Tuan” jawab Emily


“Boleh tanya sesuatu ? nggak biasanya Michelle siapin coffee break gini” tanya Joshua curiga


Emily tersenyum sopan tanpa menjawab pertanyaan Joshua karena Michelle melarangnya untuk buka suara tentang keadaannya sekarang ini.


..


Sekembalinya Michelle ke dalam ruang meeting, dia memamerkan wajah cerah seperti biasanya dan melanjutkan meetingnya sampai jam istirahat tiba.


Kenapa tuh si bar-bar ? -batin Axel


Kayak ada yang beda dari Michelle -pikir Fares


..


Saat jam istirahat makan siang tiba, Michelle langsung pamit undur diri keluar ruangan.


Michelle masuk ke dalam kamar tidur yang berada di balik ruangannya sendiri.


Dia merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur seperti orang kelelahan dengan jas yang sudah dia lempar ke sofa dan heelsnya yang berserakan di lantai.


Pintu terbuka, Michelle yang sudah memejamkan matanya mengira kalau itu Emily.


“Ly, tolong pesenin gue makan siang ya, ugh kayaknya gue tumbang nih nggak bisa nemenin Kyra dulu” oceh Michelle


“Michelle, lo sakit ?” tanya Fares khawatir


Fares langsung duduk di tepi tempat tidur Michelle lalu memegang dahi Michelle dengan punggung tangannya.


Michelle langsung membelalakkan matanya dan duduk melihat kenyataan kalau yang masuk ternyata Axel, Fares, dan Joshua.


“Lo sakit gara-gara nemenin Kyra ?” tanya Axel dengan dinginnya


“Nggak nggak, gue nggak sakit” jawab Michelle mengelak


Michelle turun dari tempat tidur lalu berjalan keluar sambil merapihkan pakaiannya.


Dengan cepat Fares memegang tangan Michelle.


“Cerita kalau ada apa-apa, kalau kenapa-napa, jangan dipendam sendiri Michelle” ucap Fares lembut

__ADS_1


“Iya iya gue nggak apa-apa, thanks” jawab Michelle seadanya


Michelle mendorong ketiga tubuh kekar itu keluar dari ruangannya lalu menutup pintu ruangannya.


..


Di depan lift Axel berdiri bersama Fares dan Joshua untuk makan siang diluar.


Mereka masih khawatir dengan keadaan Michelle namun memilih mengalah dan membiarkan Michelle menenangkan pikirannya sendiri.


Ada hubungan apaan Michelle sama Kyra ? -batin Axel curiga


..


Sementara itu Michelle memilih kembali berbaring di ruangannya menunggu Emily yang sudah dia perintahkan untuk membelikan makan siangnya.


..


Selesai istirahat meeting pun berlanjut sampai petang tiba. Michelle cukup kuat menahan tubuhnya agar tidak tumbang berkat vitamin dan istirahat tadi.


Dion mendekati Michelle yang sedang merapihkan beberapa file di atas meja meeting.


“Nona, Tuan Besar menunggu Nona untuk pulang bersama” bisik Dion


“Ya udah” jawabnya pelan


“Tuan Besar menunggu di ruangannya Nona” bisik Dion mengingatkan


“Iya, lo temenin Daddy dulu aja” jawab Michelle


“Baik Nona” ucap Dion


“Ly, nanti lo langsung pulang aja, gue pulang sama Daddy” ucap Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


..


Di belakangnya ada Emily dan Dion yang berjalan mengikuti langkah kaki atasannya.


Baru sampai di lobby, ada beberapa pasang mata yang dibuat terkejut melihat kedekatan Michelle dengan Corradeo itu, siapa lagi kalau bukan ketiga teman Nicholas dan para sekertaris mereka yang sengaja mengumpat di lorong samping lift dengan niat mencari tahu tempat tinggal Michelle.


“Gue nggak salah lihat kan ?” tanya Axel tidak sangka


“Gue nggak nyangka sih Michelle ternyata kayak gitu” ucap Joshua kecewa


Tanpa basa basi lagi mereka membuntuti mobil Corradeo pulang sekalipun ada pengawal Michelle dan Corradeo yang mengikutinya.


..


Saat sudah di dekat kediaman Melviano, ketiga teman Nicholas menghentikan mobilnya dan keluar dari dalam mobil masing-masing.


“Ini gila !” ucap Fares menjambak rambutnya sendiri


“Uncle Corradeo bawa Michelle ke rumahnya sendiri ? ngapain ?!!” tanya Axel tidak habis pikir


“Besok Nicho pulang, mendingan kita ceritain ke dia, siapa tahu dia nggak tahu kejadiannya apa malah sebaliknya” usul Joshua


**


Pagi ini Michelle ijin ke Corradeo untuk telat masuk kantor karena mau menjemput Nicholas di landasan pribadinya.


Sepanjang jalan mengantar Nicholas pulang, Michelle tidak hentinya dihujani ciuman dan pelukan erat dari Kakaknya itu sampai Michelle yang awalnya memberontak jadi pasrah menanggapi sikap Kakaknya yang tingkat kerinduan padanya melebihi level tertinggi.

__ADS_1


..


Pulang kerja, Michelle ke rumah sakit, menjenguk teman perempuan satu-satunya itu agar sadar dari tidur panjangnya.


Michelle selalu menceritakan kejadian yang setiap hari dia alami ke Kyra dengan banyak bumbu menyebalkan berharap Kyra membuka matanya karena kesal mendengar ocehan Michelle yang menyebalkan setiap hari.


Michelle juga selalu menanyakan keadaan Kyra ke para pengawal Kyra yang berjaga, dan sebelum pulang dia akan mengingatkan untuk menjaga ketat temannya itu.


..


Sampai rumah, Michelle mandi dan makan malam sendirian mengingat jam makan malamnya sudah lewat.


Setelahnya dia masuk kamar dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur membiarkan tubuhnya rileks dengan sendirinya.


Tok.. Tok.. Tok..


Michelle bangun dari tidurannya lalu membukakan pintu kamarnya.


“Kak Nicho, sini masuk” ajak Michelle lembut


Nicholas masuk kamar Michelle lalu duduk di sofa disusul dengan Michelle yang ikut duduk di sofa samping Nicholas.


“Nih Kakak bawain hadiah buat kamu” ucap Nicholas tersenyum lembut


Michelle menerima sebuah paper bag kecil yang isinya sebuah kotak. Michelle membuka kotak itu..


“Wuahh Kak, bagus banget jam tangannya, aku suka banget, makasih ya Kak” ucap Michelle dengan senangnya


“Sama-sama, kamu kan pecinta jam tangan, pas Kakak lihat jam tangan ini langsung suka dan beliin buat kamu deh” ucap Nicholas tersenyum lembut


Michelle langsung memakainya dan memamerkannya di depan Nicholas.


“Lihat Kak, aku keren banget kan pakai jam tangan ini, Kakak tahu nggak ? jam tangan ini tuh udah mulai langka” ucap Michelle menggebu-gebu


“Oh ya ? pantes aja mahal banget” keluh Nicholas


“Kakak jangan nyesel ya, adik kesayangan Kakak ini suka banget soalnya sama hadiahnya” ucap Michelle melepaskan jam tangan barunya


Michelle berjalan ke etalase kaca di samping ruang pakaiannya dimana disana sudah berjajar banyak jam tangan langka dan mewah koleksi Michelle.


Michelle kembali duduk sambil memeluk Nicholas dari samping.


“Michelle, apa kamu masih nggak enak badan ?” tanya Nicholas


“Aku nggak kenapa-napa Kak” jawab Michelle


“Maaf ya Kakak bikin kamu drop” ucap Nicholas khawatir


“Kakak, udah aku bilang aku nggak kenapa-napa” kekeuh Michelle


“Kali ini Kakak ngalah, tapi jangan nutupin kesehatan kamu dari Kakak lagi” ucap Nicholas penuh penekanan


“Michelle, mereka lihat kamu pulang bareng sama Daddy” ucap Nicholas tiba-tiba


“Maksud Kakak siapa ?” tanya Michelle bingung


“Axel, Fares, Josh, sama sekertaris mereka, mereka lihat kamu megang tangan Daddy sambil senyum seneng gitu, dan mereka juga buntutin kalian sampai mereka tahu kalau kamu dibawa pulang kesini sama Daddy, mereka curiga kamu simpenan Daddy, tadi Kakak ketemu mereka karena mereka minta ketemu dan minta penjelasan ini, Kakak masih ngalihin dan nggak kasih jawaban ke mereka” jelas Nicholas panjang lebar


“Serius Kak ? astaga, aku mesti gimana Kak ?” tanya Michelle gelisah


“Kamu tetep kayak biasa aja ya honey, jangan jelasin apa-apa ke mereka” ucap Nicholas serius


“Kakak yakin nggak apa-apa ?” tanya Michelle khawatir

__ADS_1


“Berdoa aja semoga mereka nggak fokus mikirin hal ini” jawab Nicholas tersenyum tipis


**


__ADS_2