Ms. Perfect

Ms. Perfect
Michelle Murka


__ADS_3

“Kalian mau tahu gue udah ngapain aja sama Nicho ?” tanya Michelle dengan senyum sinisnya


“Iya, apa ?” tanya Anisa dengan semangatnya


“Semuanya udah gue lakuin bareng-bareng sama Nicho” jawab Michelle dengan tenangnya lalu meminum minumannya


“Jadi kalian udah pernah tidur bareng ?” tanya Anisa penasaran


Michelle cuma mengangguk malas.


“Gimana Nicho kalau di ranjang ?” tanya Alya tanpa rasa malunya


“Buat apaan gue kasih tahu.. terus kalian daritadi ngomongin nafsu itu apa ?” tanya Michelle mengalihkan pembicaraannya


“Gini loh Cel.. ini rahasia kita aja ya” ucap Anisa sedikit khawatir


“Gue nggak bilang siapa-siapa” jawab Michelle dengan tenangnya


“Gue sama Anisa punya pacar lain.. dan pacar kita itu sama-sama model kayak gue sama Anisa, mereka selalu bisa bikin kita puas di ranjang” jelas Alya dengan bangganya


“Oh ya ? siapa ? kasih tahu dong ? kali aja gue tertarik” pancing Michelle


“Bisa aja sih, tapi.. kenapa nggak lo bantuin kita buat main-main sama Nicho ?” goda Anisa dengan senyum mesumnya


“Iya.. gue penasaran banget sama tubuh Nicho” ucap Alya membayangkan tubuh Nicholas


Braakk !!


Meja di pukul keras oleh Michelle, membuat semua yang ada di ruangan itu bergidik takut.


Nicholas sudah mengisyaratkan ke para sekertaris dan para pelayan kafe untuk tetap tenang dan tetap ditempatnya.


“Michelle, lo nggak apa-apa ?” tanya Alya takut


“Boleh gue minta sesuatu dari kalian ? mumpung gue masih minta baik-baik” tanya Michelle mengeluarkan gelap dengan tatapan dinginnya


“Apa ?” tanya Anisa bingung


“Putusin Axel sama Fares, jauhin mereka, dan jangan pernah ganggu orang-orang yang gue kenal lagi” jawab Michelle dengan tenangnya tapi tatapannya dingin


“Michelle ! lo apa-apaan sih ?” bentak Alya kesal


“Gue nggak bakalan putusin Fares sebelum gue berhasil rayu dia buat investasi sama pacar gue, dengan begitu gue bisa kuasain perusahaan Fares” ucap Anisa kesal


“Cih.. murahan !” gerutu Michelle dengan senyum sinisnya


“Apa lo bilang !” bentak Anisa kesal


“Mbak, tolong bill nya ya” panggil Michelle dengan ramahnya


“Silahkan Nona” ucap pelayan itu takut-takut


“Makasih Mbak” ucap Michelle menerima bill dari tangan pelayan itu


“Heh, bayar tuh” ucap Michelle dingin melempar papan bill ke tengah meja


“Hah !!” ucap Alya dan Anisa terkejut


“Gue nggak minta hah.. gue minta lo berdua bayar.. duit lo kan banyak dari sana sini” ucap Michelle dengan datarnya


Dengan terpaksa Anisa membayar semua pesanannya tadi.


“Mbak, kembaliannya masih banyak kan ? sumbangin aja” ucap Michelle dengan ramahnya memberikan papan bill ke pelayan tadi


“Terima kasih banyak Nona” jawab pelayan tadi membungkukkan kepalanya lalu berlalu


“Cewek brengsek !” bentak Alya hendak menampar pipi Michelle


Michelle langsung memegang tangan Alya. Anisa mencoba menampar pipi Michelle tapi Michelle langsung menarik tangan Alya dan menghindar sehingga tangan Anisa melayang mengenai pipi Alya.


“Anisa !” bentak Alya memegang pipinya

__ADS_1


“Sorry gue nggak sengaja Al” ucap Anisa


“Sekali lagi gue minta baik-baik, turutin semua ucapan gue tadi” ucap Michelle dengan tenangnya


“Kalau nggak apa ? lo mau apa kalau kita nggak turutin ?” tantang Anisa


“Kalau nggak, kalian bisa pilih.. ngerasain neraka dunia ? apa mau gue bantuin ke neraka yang asli ?” tanya Michelle dengan tatapan membunuhnya


“Lo udah gila ! gue bakalan laporin ini semua ke Nicho biar lo diputusin” bentak Alya mengancam


“Hemm.. I cant wait *****.. hahahahahahaha !!” jawab Michelle dengan tawa jahatnya


Alya maupun Anisa langsung pergi dari sana tanpa menoleh ke Michelle lagi karena kesal sekaligus takut.


“Brengsek ! Nicho tuh punya gue, setan !!” teriak Michelle kesal


Michelle bangun dari duduknya dan berjalan ke arah pintu keluar tanpa menoleh ke sekitarnya.


“Bayu !” panggil Michelle menghentikan langkahnya


Bayu segera berjalan mendekati Michelle.


“Rahasiain kejadian tadi dari keluarga gue, terutama Kakak gue.. kalian boleh istirahat sebentar sebelum buka kafe lagi” ucap Michelle tegas


“Baik Nona, terima kasih banyak” jawab Bayu


“Hemm, selamat bekerja semuanya” ucap Michelle sedikit berteriak


“Hati-hati dijalan Nona muda” ucap Bayu membukakan pintu untuk Michelle


..


Ke empat sekertaris itu memasang wajah kecewanya mendekati atasan mereka.


“Tuan, saya merekam setiap percakapan Nona Michelle bersama Nona Alya dan Nona Anisa tadi, sepertinya Tuan harus mendengarnya juga” ucap Gery


“Oke, putar rekamanannya” ucap Nicholas menyandarkan punggungnya ke kursi


Gery memutar rekaman percakapan Michelle tadi dari ponselnya yang ditaruh di tengah meja lalu berdiri berjajar bersama sekertaris lainnya.


..


“Cewek brengsek !” ucap Fares mengepalkan tangannya


“Siapa yang lo maksud brengsek ?” tanya Nicholas tajam


“Anisa lah” jawab Fares ketus


“Nick, sorry gue sempet kesel sama Michelle” ucap Joshua


“Nggak apa-apa, gue ngerti” ucap Nicholas


“Tapi Xavier juga lakuin itu Nick ! gue lihat sendiri Vier peluk dan cium-cium Michelle di rumah sakit” ucap Axel menggebu-gebu


“Apa ?!!” ucap Fares dan Joshua terkejut


“Nanti biar gue tegur dia” ucap Nicholas dengan tenangnya


“Lo sama sekali nggak marah Nick ?” tanya Joshua


“Marah, tapi nggak disini” jawab Nicholas


“Sorry, gue punya pertanyaan sama lo” ucap Fares menatap tajam Nicholas


“Lo beneran udah tidur sama Michelle ?” tanya Fares


Axel dan Joshua ikut serius mendengarkan sementara Nicholas tersenyum tipis dan memperlihatkan isi galeri di ponselnya ke atas meja.


Joshua langsung mengambilnya membuat Axel dan Fares menggeser kursinya mendekat ke Joshua dan melihat banyaknya foto-foto Michelle disana.


“Nge gym bareng ?” gumam Joshua

__ADS_1


“Berenang bareng ?” gumam Fares mulai tidak percaya


“Tidur bareng ?!!” gumam Axel membelalakkan matanya


“Nggak usah kaget, gue udah biasa lakuin hal itu sama Michelle” ucap Nicholas dengan tenangnya


Ketiga temannya langsung membelalakkan matanya menatap Nicholas.


“Sejak kapan lo pacaran sama Michelle ?” tanya Axel


“Udah lama sebelum kalian kenal sama Michelle” jawab Nicholas


“Terus lo nggak kasih tahu kita ?” tanya Fares menahan kesalnya


“Hemm, belum mau aja, udahlah sekarang kalian udah tahu hubungan gue sama Michelle, anggap aja yang kalian lihat tentang Michelle sama Daddy bentuk perhatiannya sama anak sendiri” jelas Nicholas


“Terus masalah Vier ?” tanya Axel kesal


“Yaa kayak Kakak beradik, Michelle gue emang selalu bikin gue jatuh cinta setiap harinya” ucap Nicholas membayangkan wajah Michelle


Pantes aja waktu itu Michelle seneng banget godain Nicho padahal baru dikenalin, ternyata.. -batin Axel, Fares, dan Joshua


..


Di kantor, Michelle memanggil Emily ke ruangannya.


“Ly, cari tahu tentang Anisa, pacarnya Fares, temennya Alya.. buruan.. terus cetak dan kirim datanya ke email gue sama data Alya juga” ucap Michelle sedikit tegas


“Tapi buat apa Nona ?” tanya Emily bingung


“Eum.. hampir mirip kayak kasusnya Clara, hahahaha !!” jawab Michelle dengan tawa jahatnya


“Apa perlu saya bantu ?” tanya Emily


“No, thanks Ly” jawab Michelle dengan ramahnya


“Baik Nona” ucap Emily


Emily kembali ke ruangannya sementara Michelle menelefon Saddam.


“Miss me girl ?” goda Saddam


“Sialan lo, hahaha.. gue punya kerjaan buat lo nih” ucap Michelle


“Oke apaan ?” tanya Saddam bersemangat


“Gue bakalan kirim data dua cewek ke email lo, gue minta banyak bukti tentang kebejatan mereka selama ini” jawab Michelle tajam


“Wih wiihhh ada masalah apaan lagi Cel ?” tanya Saddam


“*Mereka cari gara-gara sama gue” jawab Michel*le


“Tenang Cel, gue bakalan cari tahu tentang mereka yang udah ngusik ketenangan lo, kasih gue waktu tiga hari” ucap Saddam sungguh-sungguh


“Oke, thanks Dam” ucap Michelle


“Sama-sama” jawab Saddam


Telefon pun Michelle matikan dan menelefon Ezra.


“Whats up Mi ?” tanya Ezra


“Hahaha, Jumat ketemu bisa nggak ? sama Saddam juga, gue mau minta tolong sama pengacara gue ini” pinta Michelle


“Nona Michelle Melviano ada masalah apa ?” tanya Ezra mendadak sopan


“Sialan lo Zra, nggak pantes manggil kayak gitu” protes Michelle


“Hahahaha, oke oke tapi ketemunya malem ya” ucap Ezra


“*Iya, gue atur waktu dan tempatnya nanti nyusul ya” ucap Michel*le

__ADS_1


“Oke” jawab Ezra


**


__ADS_2