Ms. Perfect

Ms. Perfect
Rasa Kehilangan


__ADS_3

Satu bulan kemudian..


Kehidupan tanpa adanya Michelle membuat banyak perubahan suram untuk keluarga dan teman-temannya.


Sekalipun mereka percaya kalau Michelle belum mati namun selama hampir dua bulan ini pencarian mereka akan Michelle masih nihil.


Bahkan untuk mencari keberadaan Liboria maupun Jack gagal karena mereka berdua bersembunyi dan memalsukan identitas diri mereka dengan orang lain agar tidak terlacak.


Setiap harinya keluarga Michelle terutama Leonore akan masuk ke kamar Michelle, mengingat dan mengenang kembali saat-saat adanya Michelle disana sampai air matanya berhasil membanjiri wajah cantiknya.


Sementara Axel, Nicholas, dan Xavier memilih ruang pribadi Michelle. Menonton setiap lukisan dan alat musik disana. Merekam momen saat Michelle melakukan kegiatannya disana dari wajah cantik dan seriusnya.


**


Akhir pekan ini akan menjadi penentu masa depan Michelle dan yang lainnya karena ini adalah bagian terbesar dari rencana Liboria dan Jack.


Dominico dan Hugo terpaksa harus membuat pesta atas meningkat pesatnya bisnis mereka, dan selain itu mereka berharap keluarganya sejenak menghilangkan rasa sedih dan kehilangannya atas kematian Michelle.


Mereka berdua pun sebenarnya sangat bersedih sekalipun mereka berdua baru mengenal pribadi Michelle secara langsung.


Namun selama ini mereka sudah cukup banyak mendapatkan cerita tentang kehidupan Michelle yang membuat mereka begitu dekat dengan Michelle.


..


Hugo masuk ke dalam kamar Axel.


“Axel, ayo kita berangkat” ajak Hugo


“Aku nggak mau pergi kemana-mana tanpa Michelle” ucap Axel dengan tatapan kosong


“Axel..” panggil Daniel


Axel memilih diam dan tetap berdiri membelakangi mereka di balkon kamarnya.


“Daddy yakin Michelle baik-baik aja di satu tempat sana” ucap Daniel


“Sekalipun dia baik-baik aja tapi dia sama anakku Dad, Michelle sendirian diluar sana dan seharusnya aku lindungin dia dan anakku” ucap Axel


“Daddy ngerti, tapi coba kamu pikirin lagi, our Michelle is perfect, dia nggak akan biarin dirinya kenapa-napa, dan dia akan segera kembali lagi sama kita” bujuk Daniel


“Your Daddy is right.. Axel, kalau kamu sangat mencintai Young Michelle, ayo keluar dari kamar ini, kamu yang tahu akan istrimu, kamu bisa menemukannya dengan cara kamu sendiri” bujuk Hugo


“Kita pergi Xel, Daddy harap kamu berubah pikiran dan dateng ke pesta itu” ucap Daniel


Daniel dan Hugo pun keluar kamar meninggalkan Axel yang tidak bergeming dari tempatnya.


Namun hatinya berkata lain, seakan ingin membawanya pergi ke gedung tempat pesta itu berlangsung.


..


Di tempat lain, Michelle sudah cantik dengan gaun yang akan dipakainya malam ini. Dia akan datang ke pesta itu bersama Sylvester, sementara Liboria akan datang bersama Jack dan memantau rencananya yang menggunakan Michelle sebagai pion mereka.


Mereka sudah tiba di Berlin beberapa jam yang lalu sebelum pesta dimulai.


..


Dalam acara itu Dominico dan Hugo membuat dresscode memakai topeng yang menutupi bagian mata untuk semua yang berada di acara pesta itu untuk menyamarkan raut kesedihan di keluarga mereka.

__ADS_1


Para tamu juga diwajibkan membawa undangan yang mereka sebar agar tidak ada tamu undangan gelap yang menyelinap masuk.


Keluarga Agustine dan Jing tidak termasuk ke dalam daftar undangan namun Liboria dan Jack berhasil mendapatkan undangan palsu agar bisa masuk ke dalam pesta itu.


..


Michelle pun melangkahkan kakinya memasuki gedung acara bersama Sylvester di sampingnya.


Walaupun semuanya memakai topeng mata, namun hatinya langsung tertuju dan mendapatkan sosok yang dia rindukan selama ini, keluarganya.


Kakak, aku kangen banget sama kakak.. -batin Michelle lirih


Deg..


Nicholas merasakan sesak di dadanya, darahnya yang mengalir di dalam tubuh Michelle membuatnya begitu dekat dan dapat merasakan adik kesayangannya itu.


“Michelle..” gumam Nicholas celingak celinguk


Melihat kakaknya dapat merasakan kehadirannya, Michelle segera berpaling dan bersembunyi di balik lautan para tamu undangan.


“Kak, kenapa ?” tanya Xavier


“Kakak bisa ngerasain ada Michelle disini Vie” ucap Nicholas


“Kak..” ucap Xavier lirih


“Kalian ayo ikut Nonno” ucap Dominico


“Tapi..” ucap Nicholas terputus


Terpaksa Nicholas mengikuti langkah Dominico dan Xavier menemui beberapa anak buah dunia bawah setianya.


..


“Michelle, maintenant nous devons dire au revoir, nous nous reverrons plus tard


(Michelle, sekarang kita harus berpisah, nanti kita ketemu lagi ya)” ucap Sylvester


Michelle cuma tersenyum tipis dan kembali meminum segelas mint tea di tangannya.


Sylvester pun pergi meninggalkan Michelle sendirian disana.


Michelle melirik kesana kemari mencari Axel namun nihil.


Sebuah suara yang tidak asing baginya terdengar tepat di belakangnya.


“Nona Michelle” panggilnya


Tanpa menoleh pun Michelle tahu siapa orangnya, dia berjalan sambil melirik keberadaan Liboria maupun Jack kalau-kalau mereka mengetahui pergerakan Michelle namun ternyata mereka menikmati pesta itu.


..


Michelle masuk ke satu ruangan diikuti pemilik suara yang memanggilnya tadi.


“Nona Michelle..” panggilnya sekali lagi


Tanpa aba-aba Michelle langsung memeluknya erat membuat pemilik suara itu bergetar menahan tangisannya.

__ADS_1


“Gue kangen banget sama lo Ly” ucap Michelle lirih


Emily pun langsung membalas pelukan Michelle sama eratnya.


“Saya juga sangat merindukan Nona, saya sangat yakin Nona masih hidup dan baik-baik saja diluar sana” ucap Emily


Michelle melepaskan pelukannya pada Emily lalu melepaskan topengnya.


“Ly, Axel mana ?” tanya Michelle


“Sejak tragedi itu Tuan Axel sangat memprihatinkan Nona, Tuan tidak pernah keluar dari kamarnya, dan selama ini keluarga maupun teman-teman Nona berada di Berlin untuk mencari keberadaan Nona” jelas Emily


“Tapi, bukannya di berita gue diganti sama mayat ?” tanya Michelle


“Tentu saja mereka tidak percaya Nona, selain mereka, saya sendiri pun tahu itu jelas bukan Nona Michelle” jawab Emily


“Iya juga sih” gumam Michelle


“Selama ini Nona berada dimana ? kenapa tidak kembali ?” tanya Emily khawatir


“Sorry, selama ini gue jadi artis, keren kan gue ?” tanya Michelle dengan bangganya


“Astaga Nona, dalam situasi seperti ini Nona sempat menyebalkan seperti Nona Kyra” keluh Emily


“Hahahaha, lo kok jadi nyebelin ? oh ya kok gue cuma lihat Daddy, kakak, Nonno, sama Grandpa doang ya ? yang lain mana ?” tanya Michelle


“Nyonya Besar bersama Nona dan teman-teman Nona Michelle ada di kediaman Tuan Besar Hugo, mereka masih begitu sedih dan tidak mau hadir tanpa Nona Michelle” jawab Emily


“Gue kangen banget sama mereka semua Ly.. dan, gue ngehilangin cincin nikah dari Axel, dia pasti marah kalau tahu” lirih Michelle


“Cincin itu ada di tangan Tuan Axel, Nona.. saat dilakukan penyisiran, anggota Tuan Besar berhasil menemukan cincin itu di sekitar lokasi” ucap Emily


Michelle pun menghela nafas lega.


“Ly, jangan kasih tahu keberadaan gue ya, buat saat ini gue harus nutupin keberadaan gue dari mereka semua karena rencana busuk Liboria sama si Jack bajingan itu” pinta Michelle


“Jadi benar mereka yang mau membunuh Nona ? kami semua sudah menduganya namun gagal mencari keberadaan mereka berdua Nona” ucap Emily sedikit kesal


“Iya itu karena mereka ganti identitas mereka sama identitas palsu dan alatnya juga lumayan canggih, padahal selama ini mereka ada di satu atap sama gue, di kediaman Agustine” jawab Michelle


“Selama ini Nona berada di rumah mereka ? apa Nona disakiti oleh mereka ? ijinkan saya menghabisi mereka semua Nona” ucap Emily sungguh-sungguh


“Boleh aja, kalau kakak sama Axel nggak larang” jawab Michelle


“Ly, gue mesti balik ke pesta sebelum mereka curiga kalau gue gagalin rencana mereka” ucap Michelle memakai topengnya lagi


“Baiklah Nona, saya akan menjaga Nona dri kejauhan” ucap Emily


“Thanks, dan.. Sylvester orang yang baik Ly, selama ini dia yang mau bantu gue, dia pakai jas hitam metalic, Liboria pakai gaun merah dan selalu sama Jack yang pakai jas merah juga” ucap Michelle


“Baik Nona, saya akan memantau pergerakan mereka juga” ucap Emily


“Thanks Ly, see ya..” ucap Michelle tersenyum lembut


Michelle keluar lebih dulu disusul Emily selang beberapa menit kemudian ke arah yang berlawanan.


**

__ADS_1


__ADS_2