
“Good morning my belove familyyyy..” sapa Michelle dengan riangnya
Michelle duduk di samping Nicholas di meja makan lalu mengambil selembar roti tawar dan mengolesinya dengan selai kacang sambil bersenandung riang sementara keluarganya tersenyum melihatnya ceria.
“Seneng banget, apa kencannya kemarin lancar sama Axel ?” goda Leonore
“Pantes aja nggak mau sama Mario, ternyata udah punya pilihan sendiri” sindir Corradeo
“Mana ada.. aku cuma seneng karena kerja lagi” elak Michelle
“Aku jadi cemburu” keluh Nicholas cemberut
“Nggak Kak nggak, Kakak tetep nomor satu di hati aku, periksa sendiri deh” ucap Michelle penuh keyakinan
“Nanti juga Axel gantiin posisi kamu Nick” ledek Corradeo
“Daddy jangan ngomong sembarangan ya, Kak Nicho tetep nomor satu” protes Michelle sambil memeluk Nicholas dari samping yang sudah cemberut kesal
..
Pekerjaan rutin yang menyibukkan Michelle tapi rasanya sama sekali tidak membebani Michelle, malah membuatnya tersenyum sepanjang bekerja.
“Nona, sepertinya hati Nona hari ini lagi bagus ?” tanya Emily
“Lo sama aja kayak keluarga gue, gue emang kayak gini” gerutu Michelle
“Beda Nona, biasanya Nona akan memasang wajah tegas dan serius pas kerja, tapi hari ini Nona tersenyum sepanjang hari” jelas Emily
“Bodo ah” ketus Michelle
**
“Michelle” panggil Axel mengirim pesan ke Michelle
“Kenapa ?” tanya Michelle
“Udah pulang ?” tanya Axel
“Belum, baru mau pulang” jawab Michelle
“Gue mau ke rumah lo, mau ketemu Nicho, udah janjian juga sih sama Fares dan Josh, mau gue bawain sesuatu ?” tanya Axel lagi
“*Nggak, makasih” jawab Michel*le
“Tapi monyet yang kemarin yang di bagasi masih ada loh, gue bawain itu aja gimana ?” ledek Axel
“*Gila ya ! gue bakalan suruh penjaga buat usir lo sekalian !” bentak Michel*le
“Hahahahahahaha.. Michelle.. Michelle.. lucu banget, pasti mukanya sekarang lagi kesel, ish gemes” ucap Axel gemas
..
Sampai rumah, Michelle menekuk wajahnya memasuki rumahnya. Di mini bar sudah duduk berjajar empat laki-laki tampan dengan secangkir minuman di depannya masing-masing.
“Kok baru pulang Cel ?” tanya Joshua
“Bukan Kakak aja yang pulangnya kecepetan ?” tanya Michelle balik
“Pftt, Kakak, hahahahahaha..” ledek Fares
“Loh Kak Fares kenapa ketawa ?” tanya Michelle
“Mi.. Michelle.. panggil Fares aja kayak biasanya” ucap Fares tercengang
“Kenapa ? kalian disini kan tamunya Kak Nicho, aku sebagai adik kesayangannya Kak Nicho harus sopan sama tamunya” ucap Michelle penuh kebanggaan
“Nona, di depan gerbang ada mobil Tuan Mario” lapor Arya
“Hah !!! Pak buruan suruh Alec sama yang lainnya ke rumah belakang, jangan sampai Rio tahu aku udah pulang” ucap Michelle panik
“Tapi Nona, penjaga sudah membukakan gerbang untuk Tuan Mario” ucap Arya
__ADS_1
“Ishh, gawat ! ya udah pokoknya bilang aku belum pulang” ucap Michelle makin panik
“Michelle, masuk kamar” perintah Nicholas
“Tapi nanti Daddy..” ucap Michelle mencoba protes
“Masuk kamar Kakak, Kakak yang urus si Mario itu” ucap Nicholas tegas
Michelle langsung berlari naik tangga dan masuk ke kamar Nicholas.
“Mario ? orang yang deket sama Michelle ?” tanya Joshua
“Hem, lo pasti tahu orangnya” jawab Nicholas
Nicholas bangun dari duduknya saat Arya mengantar Mario ke mini bar.
Mario menjabat tangan Nicholas dan ketiga temannya yang sudah berdiri berjajar itu.
“Sepertinya saya langsung pulang saja” ucap Mario
“Duduk dulu aja, kita ngobrol bareng” ajak Nicholas basa basi
“Terima kasih banyak, mungkin lain kali” ucap Mario sopan
“Mario.. udah lama ? ayo duduk dulu” ajak Corradeo yang baru melangkah turun dengan senyum ramahnya
“Terima kasih banyak Tuan Melviano, tapi saya langsung pulang saja” pamit Mario
“Loh kenapa ? duduk dulu aja.. Michelle mana ya ?” tanya Corradeo melihat Arya
“Nona Michelle belum pulang Tuan Besar” jawab Arya
“Ayo Mario duduk dulu, biar saya telefon Michelle suruh pulang” ajak Corradeo lagi
“Mungkin lain kali Tuan Melviano, sebenarnya kedatangan saya kesini mau mengajak Michelle menemui keluarga saya, mereka sudah menunggunya, tidak sopan kalau saya meninggalkan keluarga saya” jelas Mario membuat Nicholas dan ketiga temannya tercengang
“Haduhh, saya jadi merasa bersalah, biar saya hubungi Michelle ya” pinta Corradeo
Mario tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya kecil ke arah Nicholas dan ketiga temannya lalu pamit undur diri.
Sepeninggal Mario, Corradeo mendengus kesal.
“Kemana itu anak” gerutu Corradeo berkacak pinggang
“Udahlah Dad, paling main sama Kyra sama yang lainnya” ucap Nicholas
“Kamu denger sendiri kan tadi..” ucap Corradeo terputus
“Kita udah bicarain sebelumnya Dad, hargain pilihan Michelle, apa Daddy nggak seneng lihat Michelle sebahagia minggu lalu ?” tanya Nicholas datar
Corradeo melirik Axel yang menundukkan kepalanya menatap isi minumannya lalu menghela nafas panjang.
Masalahnya emang itu keinginan duo Pak Tua itu Nicho.. Daddy juga seneng lihat Young Michelle bahagia sama Axel, tapi Daddy khawatir duo Pak Tua itu punya rencana lain yang bisa celakain mereka.. -batin Corradeo gelisah
“Daddy nggak usah khawatir, aku tanggung jawab penuh sama kebahagiaan adik kesayangan aku sendiri” ucap Nicholas tegas
Corradeo berjalan naik tangga meninggalkan Nicholas yang mengusap kasar wajahnya.
“Ada masalah apaan sih Nick ?” tanya Joshua
“Kenapa Mario bisa deket sama Michelle ? bukannya dia nggak suka cewek tomboy dan tentang seni ? dan lagi kenapa bisa tahu kalau Michelle itu adik lo ?” tanya Fares menyelidik
“Daddy yang kasih tahu, Mario udah beberapa kali kesini nemuin Michelle tapi kayak yang kalian tahu, Michelle nggak suka sama Mario makannya menghindar.. gue sama Vier bikin perjanjian sama Daddy kalau Daddy berhenti bikin Michelle deket sama orang yang dia nggak suka” jelas Nicholas sedih
“Tapi tadi Uncle Corre.. ?” ucap Fares bingung
“Nggak tahu, nanti gue bicarain lagi, sama Vier kalau perlu” jawab Nicholas
“Udah ah, biarin itu jadi pikiran gue sendiri, kalian jadi nginep kan ?” tanya Nicholas
“Jadi dong” jawab Joshua penuh semangat
__ADS_1
“Oke.. gue ke kamar dulu ya temuin Michelle” ucap Nicholas
“Ikut dong Nick” pinta Fares
“Mau ngapain ? lo udah janji ya Res” ucap Nicholas tajam
“Iya gue janji, emang nggak boleh gue temenan sama Michelle ?” tanya Fares
“Ya udah temenan aja, ayo” ajak Nicholas
“Jadi lo ditolak jadi adik iparnya Nicho sama Vier ?” ledek Joshua
“Berisik lo” ketus Fares
“Lo berdua ngapain ?” tanya Nicholas yang melihat Axel dan Joshua bangun dari duduknya
“Ikutlah” jawab Axel dan Joshua
“Nggak boleh banget gue berdua jalan sama Kakak ipar gagal” gerutu Fares
Nicholas berjalan naik tangga bersama ketiga temannya memasuki kamarnya.
..
Semuanya langsung duduk di tepi tempat tidur melihat Michelle yang tertidur seperti bayi memakai piyama kebesaran Nicholas.
Imut banget Cel -batin Axel tersenyum lembut
“Nick, gue poto sekali sama Michelle ya kayak biasa lo poto sama dia” pinta Fares
Nicholas langsung menatap tajam Fares lalu beralih ke Michelle.
“Honey, bangun..” ucap Nicholas mengelus pipi Michelle
“Honey.. mereka nginep, ayo bangun dulu” ucap Nicholas menepuk-nepuk pelan pipi Michelle
“Aaaaa.. dua jam lagi” gumam Michelle mengeluh
“Mereka ada di kamar Kakak loh honey” ucap Nicholas
Michelle terduduk mengucek kedua matanya.
“Pagi cantik” sapa Joshua
“Udah pagi Kak ? serius ? aku baru tidur lima menit” ucap Michelle panik
“Nggak honey, masih malem” jawab Nicholas mengecup lembut kening Michelle
“Huhh Kak Josh ini mulai ketularan ngeselin kayak..” ucap Michelle terputus
“Kayak siapa Cel ?” tanya Joshua
“Gunung es” jawab Michelle ketus
Michelle bangun lalu menenggak habis air mineral di atas nakas.
“Aku pindah ke kamar ya Kak” ucap Michelle
“Sini” panggil Nicholas
Michelle mendekat membuat Nicholas bangun dari duduknya lalu mengecup lembut kening dan kedua pipi Michelle.
“Sini sama Kakak belum” goda Axel
“Di kamar yang biasa lo tempatin udah gue sebar rambutan, hahaha !” ucap Michelle dengan tawa jahatnya
Michelle berjalan keluar kamar meninggalkan ke empat laki-laki tampan itu dengan Axel yang masih tercengang.
“Gue tidur disini ya Nick” pinta Axel pucat
“Michelle bohongan, udah sana kalian ke kamar, gue mau tidur” usir Nicholas
__ADS_1
**