
Karir Alya dan Anisa hancur, ditambah lagi Axel dan Fares sudah memutuskan hubungan mereka sejak mendengar rekaman percakapan mereka bersama Michelle sehingga Alya maupun Anisa tidak punya dukungan kuat karena selain Axel dan Fares, pacar lain mereka menolak membantu mereka karena bisa menghancurkan reputasi mereka juga.
Alya dan Anisa mencurigai Michelle. Mereka mengajak Michelle bertemu beberapa kali tapi Michelle tolak.
Entah sudah berapa kali sampai akhirnya Michelle menyetujuinya.
Mereka bertemu di salah satu kamar hotel. Michelle sengaja masuk sendiri tapi membutuhkan bantuan Jeremy.
Michelle duduk memasang wajah takutnya sementara Alya dan Anisa menatap kesal ke Michelle.
“Kenapa lo lakuin ini semua ? dari mana lo kenal sama Arnold dan Hans ?” tanya Alya kesal
“Iya ! dan gimana caranya lo bisa rencanain ini sama Jeremy dan Riley juga ?” tanya Anisa menjambak rambut Michelle
“Sorry.. gue nggak tahu apa-apa” jawab Michelle memegang rambutnya yang dijambak
“Bohong !” bentak Alya kesal
“Beneran, gue nggak tahu apa-apa..” ucap Michelle lirih
“Terus maksud lo ini semua rencana mereka ? gitu !” bentak Anisa makin menjambak rambut Michelle
“Gue nggak tahu Anisa..” jawab Michelle mulai menangis dan masih memegang rambutnya yang dijambak Anisa
Anisa menghempaskan jambakannya membuat Michelle terjatuh ke lantai.
Michelle berlutut sambil menangis lirih di depan Alya dan Anisa.
“Sekarang lo harus tahu gimana rasanya aib lo kebongkar !” bentak Alya menampar pipi Michelle
Dua orang laki-laki masuk ke kamar hotel itu dengan senyum mesumnya atas perintah Alya dan Anisa.
Mereka berjalan mendekati Michelle yang sudah berdiri ketakutan memeluk tubuhnya sendiri.
Seorang laki-laki memegang rahang Michelle dan mendekatkan wajahnya ke wajah Michelle sambil terus mengeluarkan kata-kata mesumnya.
Sementara Alya dan Anisa menepi dan merekam kejadian itu di ponsel mereka dengan senyum puasnya.
Kedua laki-laki itu membuka kemejanya, meninggalkan dada sixpacknya terlihat di depan wajah Michelle.
Michelle tertunduk ketakutan, tubuhnya sudah gemetar dan menangis berharap tidak ada kejadian mengerikan setelahnya.
..
Kesal karena belum sampai di puncak panasnya, Alya dan Anisa menghentikan rekamannya dan berjalan mendekati mereka.
“Lo yang bener dong ! kan gue suruh perkosa dia !” bentak Anisa kesal
“Maaf Nona, tapi kalian cuma membayar kami untuk melakukan sampai sejauh ini” jawab laki-laki tadi
“Gila ya ! itu udah banyak kita bayar lo berdua ! lagian emang lo nggak nafsu lihat cewek di depan lo ?” bentak Alya setengah berteriak
“Itu terlalu sedikit Nona” jawab laki-laki lainnya
Kesal, Alya dan Anisa memaki Michelle dan dua laki-laki itu sebelum akhirnya memutuskan mengambil tas nya dan keluar kamar hotel meninggalkan mereka bertiga disana.
..
__ADS_1
“Apa mereka punya kartu kamarnya ?” tanya Michelle mengelap air matanya setelah pindah ke ruangan lain
“Tidak Nona.. pemesan kamar ini sudah dipindah atas nama Tuan Jeremy jadi mereka tidak bisa meminta seenaknya ke bagian reservation agent” jawab laki-laki tadi sambil memakai kemejanya lagi
Belum sempat Michelle menanyakan hal lainnya, bel kamar hotel berbunyi. Seorang laki-laki tadi berjalan membukakan pintu kamarnya dan masuklah beberapa laki-laki ber jas hitam diikuti Emily dan Jeremy.
Para laki-laki ber jas hitam itu langsung melakukan tugasnya, yaitu menghentikan dan mengambil kamera tersembunyi yang Jeremy sudah pasang di beberapa titik kamar hotel itu.
“Nona Michelle.. akting anda sangat luar biasa” puji Jeremy menjabat tangan Michelle
“Ayolah Tuan Jeremy, saya nggak suka pujian” jawab Michelle tersenyum ramah
“Hahahaha.. saya nggak punya kata lain selain pujian buat Nona Michelle” ucap Jeremy dengan senyum lebarnya
“Ya baiklah.. terima kasih atas bantuannya Tuan Jeremy” jawab Michelle sambil memakai jas nya lagi dan merapihkan rambutnya
“Nggak perlu berterima kasih, saya sangat senang membantu Nona Michelle” ucap Jeremy masih dengan senyum lebarnya
Michelle tersenyum tipis lalu bicara ringan dengan Jeremy sambil menunggu pekerjaan anak buah Jeremy selesai.
Kedua laki-laki yang tadi berakting bersama Michelle adalah pengawal pribadi Michelle yang sengaja menyamar sebagai laki-laki biasa dan disewa oleh Alya dan Anisa untuk memperkosa Michelle, kini mereka tetap berdiri di belakang Emily menjaga Michelle.
**
Di internet, sudah tersebar luas video amatir aib Michelle di kamar hotel itu. Michelle maupun Jeremy sengaja menunggu mereka berdua melakukan apa yang mereka inginkan sepuas mereka.
Tentu saja semua orang yang mengenal Michelle marah besar, termasuk Corradeo.
Michelle menjelaskan semuanya secara detail dibantu Emily dan kedua pengawal Michelle yang hampir dipecat karena ulahnya itu.
Michelle mendapatkan banyak dukungan, terlebih dari perusahaan X. Mario sampai datang langsung ke perusahaan Melviano Corp. saking khawatirnya.
..
Jeremy menyebarkan video yang sebenarnya setelah video Michelle yang Alya dan Anisa sebar kurang lebih enam jam.
Semua langsung memberikan komentar pedas bahkan langsung menghakimi Alya dan Anisa.
Saat ini Alya maupun Anisa tidak berani keluar dari apartemennya yang mereka dapat dari hasil menggoda laki-laki kaya.
Keduanya pucat dan mengutuk Michelle karena telah dipermainkan olehnya.
..
Saat ini Michelle tengah duduk di sofa ruang kerja Corradeo di rumahnya dengan Corradeo duduk tegas didepannya dan Dion berdiri di sisi Corradeo.
“Dont do this again if you didnt want I give you a punishment !” ucap Corradeo tegas
“Yes Dad.. I promise” jawab Michelle bersungguh-sungguh
“Apa yang mau kamu lakukan sekarang ?” tanya Corradeo melembut
“Aku mau menuntut mereka atas pencemaran nama baik dan pelecehan seksual” jawab Michelle serius
“Apa kamu yakin ? gimana sama video yang Tuan Jeremy sebar ?” tanya Corradeo khawatir
“Daddy nggak usah khawatir, posisinya disitu aku nggak tahu apa-apa kalau Tuan Jeremy ngerekam, pihak hotel juga udah disuap sama Tuan Jeremy buat nggak ngebocorin hal ini, dan pasti ada ancamannya juga” jawab Michelle dengan tenangnya
__ADS_1
“Kenapa kamu senekat ini ? oke, Daddy tahu kamu bisa lakuin hal sesempurna diri kamu sendiri, but why ?” tanya Corradeo penasaran
“Daddy beneran mau tahu ? Daddy, you know I love my first handsome boy so much, I will protect him from anything that bothers him even though my life is at stake” jelas Michelle sungguh-sungguh
“Kapan kamu bakalan lakuin itu buat Daddy ? kenapa Daddy selalu diurutan belakang kalau soal Kakak-kakak kamu itu ?” tanya Corradeio sedih
“Sorry Dad.. aku juga cinta mati sama Daddy, tapi aku lebih cinta mati sama kedua Kakakku yang ganteng-ganteng” jawab Michelle memeluk Corradeo dari samping
“Udahlah, Daddy nyerah.. mending kamu nikah aja sana biar cuma suami kamu yang bisa milikin kamu dan Daddy nggak cemburu lagi sama anak-anak Daddy sendiri” jelas Corradeo kecewa
“Astaga Daddy.. aku belum maauuu” rengek Michelle merayu Corradeo
“Kenapa akting kamu berbakat banget ? apa kamu mau jadi artis aja ?” ledek Corradeo menahan tawa
“Ddaaddyyy..” rengek Michelle cemberut
“Hahahahahaha.. Young Michelle, apapun yang kamu lakuin Daddy bakalan dukung kamu asal Daddy harus tahu alesan sebenernya, jangan kayak gini ya, Daddy khawatir sama kamu” jelas Corradeo memeluk erat Michelle
“Yes Daddy, Im so sorry” ucap Michelle merasa bersalah
“Iya, sekarang apa yang kamu butuhin ? Daddy bakalan bantu kamu” tanya Corradeo serius
“Eum.. nggak usah Dad, aku bisa sendiri kok.. eh nggak deh, aku banyak dibantuin sama temen-temen aku” jawab Michelle dengan polosnya
“Anak Daddy kenapa pinter banget sih ? harusnya dulu Daddy bikin yang banyak kayak kamu” goda Corradeo mencubit gemas pipi Michelle
“Jangan dong Daddy.. nanti cinta matinya Kak Nicho sama Kak Vier berkurang ke aku karena ada yang lainnya” protes Michelle mengerucutkan bibirnya
“Cih, selalu aja Kakak kamu yang kamu pikirin” ucap Corradeo iri
“Hehehe.. love you Daddy” ucap Michelle memeluk Corradeo lagi
Sementara itu, Nicholas dan Xavier sibuk bolak balik di depan ruang kerja Corradeo dengan wajah gelisah karena sebelum masuk terlihat wajah Corradeo begitu serius dan tegas.
Mereka takut Corradeo akan menghukum adik kesayangannya itu.
..
Saat Dion membukakan pintu untuk Michelle, Nicholas dan Xavier langsung memeluk Michelle erat membuat Corradeo menatap kesal ke ketiga anaknya itu.
“Kamu nggak apa-apa kan honey ?” tanya Nicholas memegang kedua pipi Michelle dengan wajah khawatirnya
“Daddy bilang apa sama kamu ? kamu dihukum apa honey ?” tanya Xavier memegang kedua tangan Michelle yang tidak kalah khawatirnya seperti Nicholas
“Kakak-kakak ku sayang.. mending kalian ganti seragam kalian itu terus mandi” jawab Michelle dengan tenangnya dan berjalan masuk ke kamarnya
Ya, Nicholas maupun Xavier masih memakai seragam kerjanya masing-masing, lengkap dengan dasi yang masih terpasang rapih di kemeja Nicholas dan stetoskop melingkar di leher Xavier ke saku jas dokternya.
Betapa malunya mereka melihat penampilannya masing-masing. Dengan cepat mereka masuk kamar, mandi, dan setelahnya langsung menemui Corradeo.
..
Sementara itu, Michelle menghubungi Ezra di kamarnya meminta melancarkan serangan selanjutnya besok pagi.
Sampai sekarang Michelle belum menceritakan kejadian video itu ke ketiga temannya maupun ke ketiga teman Nicholas beserta sekertaris mereka, apalagi Kyra.
**
__ADS_1