Ms. Perfect

Ms. Perfect
Akhir Dari Laurent


__ADS_3

Michelle dan Axel melawan Kakak beradik itu.


Tapi sedari tadi Michelle lebih banyak menangkis dan menahan pukulan.


“Si Michelle itu kenapa sih ?” tanya Hugo bingung


“Percayalah Tuan Besar Hugo, lebih baik melihat sisi malaikat Nona Michelle daripada harus melihat iblis merasukinya” ucap Roy


“Apa kamu takut ?” tanya Dominico


“Iya Tuan Besar Dom” jawab Roy


“Switch !” ucap Axel


Kali ini Michelle berhadapan sama Mario.


“Hei girl.. miss me ?” tanya Mario


“Mungkin gue bakalan kangen satu tim di game sama lo lagi greeny” ucap Michelle tersenyum sinis


“Kita bisa satu tim sekarang, gimana ?” tawar Mario


“Ogah banget” tolak Michelle


..


“Axel, switch ! dia nggak seru, seruan di game” keluh Michelle


“Haha, tapi cewek ini seru Cel, lawan yang imbang” ucap Axel


“Axel !!” ketus Michelle


“Aku nggak selingkuh baby” ucap Axel tersenyum menggoda


“Oh, jadi dia pacar lo ? wow gue sempet megang barangnya loh tadi” pancing Maria


Michelle melompat dan menendang wajah Maria.


“Brengsek lo !!” ucap Michelle


“Oh no, Nona Michelle mulai dirasukin iblis” gumam Roy


“Apa pemicunya ?” tanya Dominico


“Biasanya Nona Michelle tidak suka musuh menjelekkan Tuan Nicholas dan Tuan Xavier, tapi sepertinya Tuan Axel masuk ke dalam daftar pentingnya sekarang” jawab Emily


“Baby, dia bohong !” ucap Axel


“Dam, siapa yang bener ?” tanya Michelle


“Maria, Cel, sorry” jawab Saddam


“Axeellllll !!” teriak Michelle geram


“Tapi nggak banyak kok, sumpah” ucap Axel panik


“Cuma nggak sengaja kena aja Cel, tapi, yaa, berasa” lapor Saddam


Michelle mendekati Maria dan langsung menangkap kepalan tangannya dan mematahkan jari tangannya.


“Jangan pernah sentuh punya gue !” ucap Michelle dengan aura gelapnya


“Cel, tapi tangan kirinya yang megang” lapor Kyra


Michelle menendang Maria sampai terjatuh dan langsung menggilas tangan kiri Maria membuat pemiliknya mengerang kesakitan.


“Mariaa !!” teriak Mario


“Ups, lawan lo disini” ucap Axel mengunci pergerakan Mario


Michelle sudah berbalik dan hendak melepaskan rantai di keluarganya namun terhenti saat Maria membangunkan iblis di dalam dirinya.


“Perlu lo tahu, gue yang jemput mereka langsung dari Indonesia, lo tahu ? oas mereka masih dalam pengaruh obat bius, sepanjang jalan gue puas lihat barang dua Kakak lo itu, parah sih, rasanya pengen gue bawa kabur mereka buat gue jadiin **** doll, hahahaha !!” ucap Maria


“O’ow..” gumam Nicholas dan Xavier menelan salivanya susah payah

__ADS_1


“Pertunjukan dimulai Tuan Besar” ucap Roy


“Michelle..” ucap Axel menahan bahu Michelle


“Lepas Xel” ucap Michelle datar


“Apa yang mau kamu lakuin ?” tanya Axel khawatir


“Bunuh dia !” jawab Michelle menatap tajam Maria


“Biar aku aja ya” ucap Axel


Michelle menatap tajam Axel membuat Axel mengalah dan membiarkan Michelle melakukan apa yang dia inginkan.


“Emily, Porta via gli ostaggi, non lasciare che la mia famiglia mi veda uccidere di nuovo le persone


(Emily, bawa para sandera kabur, jangan sapai keluarga gue lihat gue bunuh orang lagi)” perintah Michelle


“Tapi Nona..” ucap Emily terputus


“Saddam, aiuta Emily e Roy a uscire di qui (Saddam, bantu Emily sama Roy keluar dari sini)” ucap Michelle


“Sorry, bukan nggak mau, tapi gue nggak ngerti bahasa lo” ucap Saddam


“Please selamatin mereka dari sini, gue nggak mau keluarga gue lihat gue bunuh orang lagi” ucap Michelle


“Wow !! jadi lo mau bunuh gue ya jalang ? hahaha !! nggak segampang itu” ucap Maria tersenyum licik


“Iya, nggak gampang, karena masih ada keluarga gue yang lihat kelakuan gue disini” ucap Michelle dengan tenangnya


“Hahahaha, lo tahu Young Michelle ? gue sempet cium bibir Kakak lo itu dan nyentuh milik mereka” ucap Maria


Michelle langsung mendekati Maria dan mencekik lehernya, menariknya ke atas sampai kedua kaki Maria jinjit.


“Lo bilang apa tadi ?” tanya Michelle


“Lepasin !” berontak Maria


“Lepasin Maria !” teriak Mario


Michelle mengambil pistol lainnya dari kantong celana kargonya lalu menembak tangan Mario dengan tangan kirinya tanpa membidik.


“Oh-my-god !!” ucap Dominico dan Hugo tercengang


“Michelle, udah honey.. semua udah kejadian” ucap Nicholas memohon


“My Michelle, Mommy sama Daddy lihat kelakuan kamu, apa kamu nggak kasihan lihat mereka ?” bujuk Xavier


“Dia sama kayak Clara, Kak !! Clara mata-matain Kak Nicho ! dia harus dikasih tahu gimana cara Clara mati” ucap Michelle dengan mata tajamnya yang berkaca-kaca


“Michelle.. nggak akan ada habisnya kalau kamu kayak gini, udah biar polisi yang selesaiin masalah ini” bujuk Corradeo


“Nggak akan ada polisi Dad ! apa waktu Nonno nya Daddy mati ada polisi yang lakuin penelusuran ? nggak ! apa waktu Nonna diperkosa dan dibunuh, polisi langsung sigap cari pelaku ? nggak Dad” jelas Michelle geram


Michelle menjatuhkan Maria yang terbatuk-batuk.


“Biar gue congkel mata lo !” ucap Michelle mengambil pisau belatinya


“Nggak Cel” ucap Axel menahan Michelle


Di sudut lain Mario terkekeh sambil meringis kesakitan memegang tangannya yang kena tembakan Michelle.


“Lo terlalu fokus kesini sampai lupa kalau gue udah kirim orang buat bunuh keponakan dan temen lo itu” ucap Mario


Mata Michelle membelalak mendengar ucapan Mario.


“Zeira..” ucap Amber lirih dengan air matanya yang sudah membanjiri pipinya


Melihat Kakak iparnya menangis membuat Michelle merasa gagal menjaga keponakan cantiknya itu.


Dia segera berjalan ke arah Mario dan menyumpal mulut Mario dengan cincin yang pernah Mario berikan padanya.


Belum puas, Michelle meraih akuarium sedang yang berada tidak jauh darinya lalu memaksa Mario menelan air itu.


“Udah Cel” ucap Axel menarik tangan Michelle menjauh dari Mario

__ADS_1


“Semua aman Cel, emang ada penyusup tapi pengawal Nonno Dom berhasil bunuh mereka semua” lapor Saddam


“Gimana keadaan Zeira sama Kyra ?” tanya Michelle khawatir


“Mereka baik-baik aja, Kyra langsung ke kamar buat nemenin Zeira dan sengaja pakaiin headphone dan dengerin lagu buat Zeira” jawab Simon


Michelle dan Axel bernafas lega mendengarnya.


Charlie berusaha mengambil pistol yang berada paling dekat darinya mengira Michelle dan yang lainnya tidak fokus padanya.


“Nih” ucap Axel memberikan sebuah pistol ke tangan Charlie


Charlie langsung mengambilnya dan menarik pelatuk ke arah Axel.


“Anda pikir saya bodoh ?” tanya Axel tersenyum sinis


Tentu saja pistol yang Axel berikan tanpa satupun peluru membuat wajah Charlie memucat.


Axel langsung mengikat tangan Charlie agar dia tidak bisa kabur dan melakukan hal bodoh lainnya.


Sementara itu, Michelle menggunakan waktunya untuk menghampiri keluarganya.


“Cepet buka rantai ini dan bawa mereka pergi” perintah Michelle


Emily dan Roy segera melepaskan rantai di keluarga Melviano dan Oliver untuk membawa mereka ke landasan dimana Ezra dan Daffin sudah menunggu mereka disana.


“Michelle” panggil Corradeo


“Kakak nggak akan pergi tanpa kamu Michelle” ucap Nicholas


“Please Kak” ucap Michelle lirih


“Gue bakalan nemenin Michelle, Nick” ucap Axel


“Michelle..” panggil Leonore lirih


“Im okay Mom, please leave me, setelah ini selesai aku bakalan nyusul Mommy pulang” pinta Michelle


Terpaksa mereka pergi meninggalkan Michelle dan Axel yang masih berada disana bersama Mario dan Maria.


“Cel” panggil Axel terkejut


Michelle menoleh setelah menonton kepergian keluarganya bersama keluarga Oliver ke landasan.


Charlie sudah mati dengan belati menancap di jantungnya dan itu ulah Mario dan Maria sebelum Kakak beradik itu berhasil kabur dari Michelle dan Axel saat fokus ke keluarga mereka.


Michelle dan Axel segera mengejar Mario dan Maria dengan mengandalkan jejak darah Mario.


..


Terdengar suara mesin mobil dari garasi membuat Michelle dan Axel langsung berlari keluar rumah.


Mario mengendarai mobilnya bersama Maria keluar dari sana.


Boommmm !!


Axel menembakkan bazooka ke arah mobil yang ditumpangi Mario dan Maria mengingat para sekutunya sudah bergegas masuk ke kendaraan masing-masing untuk menghilangkan jejak dari sana.


“Thats my iceberg” ucap Michelle mengecup lembut bibir Axel


Axel tersenyum bangga lalu membawa Michelle ke landasan menyusul yang lainnya.


..


“Siapa yang tadi gunain senjata itu ?” tanya Corradeo menatap curiga ke Michelle


“Bukan aku Dad, itu Axel” jawab Michelle cemberut kesal


“Serius itu kamu ?” tanya Daniel tidak percaya


“Sorry Dad, aku tetep anak baiknya Daddy” jawab Axel


Michelle pun segera naik ke helikopter bersama Axel, dan kedua pasang Kakaknya, sementara kedua orang tua mereka satu helikopter bersama Dominico dan Hugo.


Di helikopter lain teman-temannya bersama Emily dan Roy.

__ADS_1


**


__ADS_2