Ms. Perfect

Ms. Perfect
Permohonan Maaf Axel


__ADS_3

Sore harinya, Michelle pulang dengan wajah tanpa semangatnya memasuki rumahnya.


“Michelle, sini.. ada temen-temen kamu dateng kok malah ninggalin gitu aja” ucap Leonore


Michelle menoleh datar dan melihat keluarganya tengah berkumpul bersama keluarga Oliver.


“Aku mau mandi” ucap Michelle kembali melanjutkan jalannya


..


Selesai mandi Michelle memilih mengunci dirinya di dalam kamar membuat Arya datang menjemputnya atas perintah Corradeo.


Dengan langkah malas Michelle menuruni anak tangga lalu duduk sambil melipat kedua kakinya di atas sofa.


“Sombong banget sih lo Cel” ketus Kyra


“Gue emang kayak gini” ucap Michelle datar


“Nonno, aku bakalan pulang malem ini, aku udah minta Emily buat temenin Nonno disini” ucap Michelle


“Kenapa tiba-tiba ?” tanya Corradeo


“Aku harus temuin seseorang disana” jawab Michelle


“Siapa ?” tanya Hugo


“Syl..” jawab Michelle terputus


Dominico langsung berdiri dengan wajah memerah kesalnya.


“Jangan berani-beraninya kamu Michelle !” bentak Dominico


“Dad, maksudnya apa ?” tanya Corradeo


“Michelle, jelasin ada apa disana ?” tanya Xavier


“Aku mesti temuin seseorang disana Kak, mungkin aku bakalan nggak pulang ke sini lagi, dan Nonno bakalan tinggal sama kalian” jawab Michelle datar


“Michelle, lo bisa cerita sama gue” ucap Kyra


“Ini bukan dongeng Ra, dan lagi ini nggak pantes buat di pamerin” ucap Michelle datar


“Michelle !! dia bukan laki-laki baik-baik !! dia itu..” bentak Dominico terputus


“Kita udah bicarain ini sebelumnya Nonno, ini keputusan aku sendiri” ucap Michelle bangun dari duduknya


“Michelle..” panggil Axel lirih


Michelle berjalan menjauh dari sana tapi langkahnya terhenti.


“Sampai matipun Nonno nggak akan restuin hubungan kalian !” bentak Dominico memegang dadanya


“Nonno, tenang dulu, jangan marah-marah, sini duduk biar Vier periksa” ucap Xavier


Corradeo dan Nicholas berjalan mendekati Michelle.


“Apa maksud semuanya Michelle ? apa yang kamu rencanain sekarang ?” tanya Nicholas khawatir


“Anak itu.. dia mau menikah..” ucap Dominico lirih


“Nonno !!” teriak Michelle dengan tubuhnya yang bergetar


“Michelle, apa maksudnya kamu mau menikah ?” tanya Corradeo tajam


“Dia mau menikah sama Sylvester Agustine” ucap Dominico


Deg !


“Michelle, apa orang itu..?” tanya Axel menggantung


“Ya, dia orang yang kamu putus kerjasamanya gitu aja dan kamu tolak lamaran adiknya..” jawab Dominico


“Nonno, please” ucap Michelle memohon dengan menitikkan air matanya


“Anak itu, dia tahu kalau Sylvester mau bales dendam sama kamu tapi dia berusaha baik di delan Sylvester yang suka sama dia sampai Sylvester kasih dia penawaran” ucap Dominico


“Nonno..” ucap Michelle lirih


“Dan penawaran itu Michelle harus menikah sama dia kalau mau dia batalin pembalasannya sama kamu karena dia tahu kalian pernah berhubungan” ucap Dominico


Michelle terduduk lemas dan menangis terisak mendengar rahasianya yang terbongkar.


Bug !!


“Brengsek lo Xel !!” bentak Nicholas memukul rahang Axel


Kyra mendekat dan memeluk Michelle.


“Jangan lakuin itu Cel, please” pinta Kyra


“Sayang, mending kamu bawa Michelle ke kamarnya” ucap Ezra


Kyra mengangguk pelan lalu membantu Michelle bangun.


“Kalau itu mau kamu Daddy akan ijinin kamu menikah sama laki-laki itu” ucap Corradeo tiba-tiba


“Dad !” teriak Nicholas dan Xavier tercengang


“Jangan bodoh Corre” bentak Dominico


“Kalau dengan begitu Michelle bisa bahagia, aku cuma bisa mendukungnya Dad” ucap Corradeo

__ADS_1


Corradeo mendekat dan memeluk Michelle. Michelle memecahkan tangisannya dalam pelukan Corradeo dan langsung pingsan.


“Xavier ! periksa Michelle” perintah Corradeo


“Yang aku takutin beneran kejadian, aku ambil peralatan di mobil” ucap Xavier


“Sini Dad, biar aku yang gendong Michelle ke kamar” ucap Nicholas


“Nick, boleh gue aja ?” tanya Axel dengan mata berkaca-kaca


“Lo mati aja Xel !” ketus Nicholas


..


Xavier kembali dari luar membawa peralatan medis didalam tas hitamnya.


“Vier, apa maksud ucapan kamu tadi ?” tanya Corradeo


“Michelle kelelahan, buang semua tenaganya buat nangis dari semalem, terlebih dia minum enam botol wine semalem.. Nonno pasti tahu kadar alkohol di Campo alla Sughera Arnione 2007” jawab Xavier buru-buru ke kamar Michelle


Dominico kembali merasakan sakit di dadanya begitu juga dengan Corradeo dan Hugo.


Kyra dan Ezra membantu menenangkan ketiga laki-laki itu sementara Axel masih berusaha meyakinkan kedua kakak Michelle dan menyusulnya ke kamar Michelle.


“Aku mau telefon Nathan buat bawain vitamin infus kesini kak” ucap Xavier


“Apa selain itu Michelle baik-baik aja ?” tanya Nicholas khawatir


“Michelle harus tinggal disini biar kita lebih deket pantau keadaannya kak, dilihat dari kondisinya ini bukan pertama kalinya Michelle minum berbotol-botol wine dan nangis kayak gini, terlebih tubuhnya kurang istirahat karena dia sengaja cari kesibukan diluar sana” jelas Xavier


Nicholas menitikkan air matanya melihat kondisi adik kesayangannya, selama dua tahun terakhir ini Michelle selalu menutupi kondisi sebenarnya dan selalu mengatakan kalimat kalau dia baik-baik saja disana.


Axel berjalan dengan langkah gontai menatap Michelle. Hatinya terasa teriris pisau mendengar setiap ucapan Xavier tadi, dia sadar itu semua kesalahannya, karena dia Michelle jadi seperti sekarang.


“Apa lo udah puas sekarang ? setelah lo cemburu buta dan anggap Michelle selingkuh kayak mantan lo dan sekarang, lihat Xel !! adik kesayangan gue jadi kayak gini gara-gara lo !!” bentak Nicholas meremas kerah kemeja Axel


“Kak, please jangan teriak-teriak, Michelle butuh istirahat” ucap Xavier


“Ijinin gue buat rawat Michelle dan balikin Michelle kayak dulu lagi” ucap Axel lirih


“Gue bunuh lo kalau sampai lo nyakitin Michelle lagi” ucap Nicholas tajam


“Gue rela, nggak apa-apa, please kasih gue kesempatan sekali lagi” pinta Axel


..


“Tuan muda, Tuan Nathan sudah datang” lapor Arya


“Suruh kesini aja pak” ucap Xavier


“Baik Tuan muda” jawab Arya


..


Michelle diinfus, tubuhnya terlihat lemah dan pucat.


Nicholas dan Xavier merebahkan tubuhnya di samping Michelle sambil sesekali mengelus pipi adiknya sementara Axel cuma bisa duduk di sofa menonton Michelle tanpa bisa menyentuhnya.


**


Pagi menyapa, Michelle sudah membuka kedua matanya dan melihat kedua Kakaknya tertidur di sampingnya, tangannya diinfus, kepalanya terasa pusing, dan di sofa kamarnya ada Axel yang tertidur menunggunya.


“Kak..” panggil Michelle lirih


Ketiga laki-laki itu bangun lalu Xavier memeriksa keadaan Michelle sementara Axel duduk di tepi tempat tidur.


“Janji jangan nyakitin diri kamu lagi” ucap Xavier


“Aku nggak apa-apa kak” ucap Michelle tersenyum lirih


Michelle melihat jam di atas nakas lalu mencoba duduk membuat kedua kakaknya sigap membantunya duduk.


“Kakak kerja gih” ucap Michelle


“Kakak di rumah aja, jagain kamu” ucap Nicholas


“Kamu bisa nyakitin diri kamu lagi kalau kakak tinggal” ucap Xavier


“Nggak, aku janji kak” ucap Michelle


“Kalian kerja aja, gue bakalan jagain Michelle” ucap Axel


“Kamu mau dijaga sama dia ?” tanya Nicholas tajam


“Ada yang mau aku bicarain juga sama dia kak” jawab Michelle


“Kamu yakin ?” tanya Xavier


“Iya kak” jawab Michelle


“Inget ucapan gue semalem !” ucap Nicholas tajam menatap Axel


“Nanti siang kakak kirim dokter buat periksa kamu lagi ya” ucap Xavier setelah melepaskan alat infus di tangan Michelle


Kedua kakaknya pun mengecup lembut kening dan kedua pipi Michelle sebelum keluar kamar.


Axel menggeser duduknya di samping Michelle.


“Permisi, gue mau minum” ucap Michelle


Axel langsung mengambil segelas air mineral di atas nakas dan membantu Michelle minum.

__ADS_1


“Thanks, bisa minggir ? gue mau ke kamar mandi” ucap Michelle


“Biar aku bantu ya” ucap Axel lembut


“Gue nggak kenal sama lo, gue bisa sendiri” ucap Michelle


Michelle mencoba berjalan tapi kepalanya masih pusing dan kehilangan keseimbangan membuat Axel segera menggendongnya dan membawanya ke kamar mandi.


Axel juga dengan sabarnya menunggu dan membantu Michelle menyelesaikan hajatnya lalu menggendongnya lagi ke tempat tidur.


Tidak lama Arya masuk bersama beberapa pelayan yang membawakan sarapan untuk Michelle beserta Corradeo, Leonore, dan Dominico.


“Gimana keadaan kamu darling ?” tanya Leonore mengelus lembut rambut Michelle


“Aku nggak apa-apa Mom” jawab Michelle


“Anak ini, selalu bilang nggak apa-apa, mau Daddy kirim ke benua Antartika sana ?” tanya Corradeo


“Ih anak ini, kamu yang Daddy kirim kesana” bentak Dominico


“Jangan Nonno” ucap Michelle tertawa lirih


“Kamu nggak kerja Xel ?” tanya Leonore


“Nggak Aunty, aku mau jaga Michelle sampai Michelle sembuh dan kayak dulu lagi” jawab Axel


“Nggak usah, habis gue selesaiin apa yang mau gue bicarain sama lo, lo bisa pulang” ucap Michelle


“Nggak Cel..” ucap Axel


“Udah udah, sekarang kamu sarapan ya” ucap Leonore


“Iya Mom” ucap Michelle


“Darling, Daddy boleh kerja nggak ?” tanya Corradeo


“Anak ini bener-bener ya ! anak lagi sakit malah mentingin kerjaan, sana lompat jongkok diluar” ketus Dominico menjewer Corradeo keluar kamar Michelle


“Mom, apa-apaan duo pak tua itu ?” gerutu Michelle


“Biarin aja, wajar Nonno kamu kayak gitu karena kangen hukum anaknya” jawab Leonore menahan senyumnya


“Kamu sarapan ya, Mommy tinggal” ucap Leonore mengecup lembut kening Michelle


Leonore keluar kamar bersama Arya dan para pelayannya sementara Axel menyuapkan sesendok sarapan untuk Michelle.


“Gue bisa makan sendiri, kakaknya Kyra” ucap Michelle sedikit ketus


“Michelle, aku minta maaf” ucap Axel sungguh-sungguh


“Nggak salah minta maaf sama pengkhianat ?” sindir Michelle


“Cel, aku salah paham, maafin aku, ijinin aku jelasin semuanya” pinta Axel


“Udah dimaafin, gue cuma mau bilang lo jangan salah paham sama ucapan Nonno semalem, gue lakuin itu bukan karena lo, tapi kemauan gue sendiri” ucap Michelle


“Michelle.. aku cinta kamu..” ucap Axel lirih


“Jangan ngomong kayak gitu, lo udah mau nikah, istri lo nantinya bakalan sakit hati kalau tahu lo kayak gini” ucap Michelle


“Itu bohongan Cel, aku nggak beneran mau nikah, maaf harus bohongin kamu..


Michelle, saat itu aku cemburu buta lihat kamu ngobrol sama Simon, aku nggak suka kamu ngobrol dan senyum-senyum sama cowok lain, apalagi sama cowok yang suka sama kamu, aku trauma sama kejadian Alya dulu, aku tahu dia bohongin aku tapi aku masih pertahanin cinta aku buat dia, aku takut kamu kayak gitu.. aku bener-bener cinta sama kamu Michelle, maafin aku” jelas Axel memeluk erat Michelle


Michelle menangis mendengar ucapan Axel terlebih hatinya yang lemah karena Axel membuatnya terasa sesak.


“Lo jahat Xel, padahal gue udah bilang gue cinta sama lo, gue nggak main-main sama perasaan gue tapi lo bilang gue pengkhianat” ucap Michelle menangis dalam pelukan Axel


“Maafin aku Cel, maafin aku” ucap Axel mengelap air mata Michelle


Michelle memukul dada Axel tapi Axel malah terkekeh karena pukulan Michelle tidak seperti dulu kala.


“Kamu barusan mukul ? pelan banget, kayak pukulan Greta aja” ledek Axel


“Gue benci lo Xel !” ketus Michelle


“Iya iya, aku juga cinta mati sama kamu Michelle” goda Axel memeluk Michelle


“Gue nggak bilang begitu ! gue benci lo !” ucap Michelle lagi


“Iya iya aku juga kangen banget sama kamu cewek bar-bar” ucap Axel


“Gue benci Xel, gue benci lo” lirih Michelle


Axel mengelus lembut rambut Michelle lalu memegang kedua pipi Michelle.


“Aku minta maaf ya, kasih aku satu kesempatan lagi buat perbaikin hubungan kita” ucap Axel sungguh-sungguh


“Nggak, makasih, gue nggak mau sama pengkhianat” ketus Michelle


“Kamu kan juga pengkhianat, cie samaan pengkhianat juga” goda Axel


Malu bercampur kesal, Michelle memilih mengambil sarapannya tapi Axel merebutnya dan menyuapi Michelle.


“Nonjok aja nggak kuat, sok-sok an mau makan sendiri, buruan makan aku suapin” ucap Axel


Terpaksa Michelle menerima suapan Axel dengan wajah cemberut kesalnya.


“Uuu pinternya bayi besar aku” goda Axel


Benci banget sama manusia licik ini -batin Michelle menggerutu kesal

__ADS_1


**


__ADS_2