
Hari ini adalah hari yang Michelle tunggu-tunggu..
Nicholas menawarkan diri untuk ikut Michelle ke perusahaan X, tapi Michelle menolaknya.
Michelle, Nicholas, dan Corradeo berangkat dijemput dengan sekertaris pribadi mereka masing-masing.
..
Sampai perusahaan..
Masuk ruangan, Michelle meminum hot mint tea nya yang sudah Emily siapkan.
“Semuanya udah disiapin Ly ?” tanya Michelle tanpa menjeda kegiatan lainnya
“Sudah Nona, semuanya sudah saya siapkan” jawab Emily menunduk sopan
“Oke.. kita jalan sekarang ya” ajak Michelle
“Baik Nona” jawab Emily
..
Michelle pamit ke Nicholas.
Nicholas memberi dukungan penuh untuk Michelle dan percaya kalau Michelle bisa melakukannya.
Keluar dari ruangan Nicholas, Emily sudah menghubungi pengawal Michelle untuk menyiapkan mobil.
..
“Lo grogi ?” tanya Michelle yang sudah duduk di samping pengemudi
“Sedikit Nona” jawab Emily
“Hahahaha.. jangan grogi, gue aja nggak grogi” ucap Michelle menenangkan Emily
“Bagaimana Nona bisa tidak grogi seperti saya ? bahkan Nona yang akan menjelaskan sendiri langsung ke CEO perusahaan X” tanya Emily penasaran
“Iya ya ? gimana ya ? hemm.. nggak tahu Ly, gue malah suka kalau ada tantangan kayak gini.. rasanya bikin gue tambah PD aja, dan gue paling suka target, pertanyaan, kritikan, debat, eum..
dan waktu yang sedikit banget buat belajar, karena kalau misal kayak gue mau ke perusahaan X ini nih minggu depan apa bulan depan yang ada otak gue nggak konsen..
makannya kenapa gue baru pelajarin perusahaan X ini baru hari jumat dan rabu udah langsung ajuin kerjasama ya itu” jelas Michelle
“Tapi, apa tidak terlalu sedikit waktu ? maksud saya, apa tidak sebaiknya lebih banyak waktu biar bisa dipelajari ulang lagi Nona ?” tanya Emily sopan
“Eum.. bisa sih kalau buat orang lain, tapi gue nggak.. gue yakin sama diri gue sendiri kalau gue bisa.. intinya PD aja udaahh.. yakin kalau diri lo pasti bisa, kalau gagal ya udah, yang penting lo udah usaha” jawab Michelle
“Baik Nona, terima kasih banyak” ucap Emily sopan
..
Sampai perusahaan X, Michelle dan Emily sudah disambut baik dengan sekertaris disana dan langsung diantar ke ruang tunggu.
Michelle dan Emily duduk dengan santainya, di tambah suguhan teh dan beberapa kue kering di atas meja.
..
Sekertaris tadi kembali masuk lalu memandu Michelle dan Emily ke ruangan CEO perusahaan X.
Masuk ruangan yang besar itu, Michelle disambut dengan jabat tangan yang hangat dari laki-laki tampan dan muda yang tidak lain adalah CEO di perusahaan X.
“Selamat Pagi Tuan Mario.. perkenalkan nama saya Michelle, asisten CEO dari perusahaan Melviano Corp., dan ini sekertaris Emily, sekertaris pribadi saya” sapa Michelle sopan dan ramah
“Selamat pagi juga Nona Michelle, silahkan duduk Nona Michelle, dan sekertaris Emily” sapa Mario ramah
“Terima kasih banyak sudah memberikan waktunya untuk perusahaan kami, Tuan Mario” ucap Michelle yang tidak hentinya sopan dan ramah
Mario tersenyum lembut dan sedikit menganggukkan kepalanya.
Seorang sekertaris lainnya masuk membawakan minuman dan kue baru untuk Mario, Michelle, dan kedua sekertaris mereka lalu keluar ruangan lagi.
“Silahkan dinikmati suguhannya Nona Michelle dan sekertaris Emily” ucap Rian, sekertarisnya Mario
__ADS_1
“Terima kasih sekertaris Rian” ucap Michelle menggangguk sopan lalu meminum teh nya
..
“Jadi, apa saya bisa langsung ke tujuan saya kesini Tuan Mario ?” tanya Michelle
“Ya, silahkan Nona Michelle” jawab Mario lembut
“Ly” panggil Michelle pelan
“Silahkan Nona” ucap Emily memberikan proposalnya ke Michelle
“Makasih Ly” ucap Michelle
“Silahkan Tuan Mario, sekertaris Rian.. ini proposal kerja dari perusahaan kami.. saya akan menjelaskan langsung isi dari proposal itu, saya akan sangat senang bila ada banyak pertanyaan dan kritikan untuk hasil kerja saya hari ini..” ucap Michelle sopan dan ramah sambil memberikan proposalnya ke Mario dan Rian
..
“.. Bagaimana menurut Tuan Mario dan sekertaris Rian ? mungkin akan banyak kritikan untuk saya ?” tanya Michelle sopan dan ramah setelah menjelaskan isi proposal yang dia buat
“Hemm.. menarik.. kenapa perusahaan Melviano Corp. mau menjalin kerjasama dengan perusahaan kami ?” tanya Mario
“Siapa yang tidak mau bekerjasama dengan perusahaan besar seperti perusahaan X ini ? perusahaan yang sangat sulit untuk menjalin kerjasama yang pastinya menghasilkan hasil kinerja yang sangat memuaskan bukan ?” tanya Michelle membalikkan
“Ya.. ya.. apa yang akan perusahaan X dapat kalau bekerjasama dengan perusahaan Melviano Corp. ?” tanya Mario
“Baik Tuan Mario, saya tidak akan menjelaskan keuntungannya.. tapi sebaliknya, saya akan menjelaskan hal lainnya..” ucap Michelle
..
“Apa dengan begitu masih diragukan lagi kemajuan kedua perusahaan ? untuk perusahaan X sendiri saja sudah berada di atas angin, bagaimana kalau dua perusahaan besar bekerjasama ?” jelas Michelle panjang lebar
Nona Michelle ini menarik.. -batin Mario dan Rian
“Berapa persen keuntungan yang akan perusahaan X terima bila bekerjasama dengan perusahaan Melviano Corp. ?” tanya Mario
“Maaf Tuan Mario, untuk itu bukan bagian dari tugas saya.. saya hanya mengajukan proposal kerjasamanya dan menjelaskan bagaimana prosesnya bila bekerjasama” jawab Michelle sopan dan ramah
“Dan bukankah itu termasuk hal yang intim ? yang cuma bisa dibicarakan saat kerjasama terjalin ? bagaimana kalau saya jelaskan sekarang dan akhirnya Tuan Mario menolak untuk diajak kerjasama ?” tanya Michelle
Benar-benar tidak ada celah untuk membuat Nona Michelle kalah.. sejauh ini selalu bisa menjelaskan dan menjawab dengan tepat tanpa hilang fokus -batin Mario
“Ya, itu benar.. dan bagaimana saya bisa mempertimbangkan proposal ini dengan anak perusahaan saya lainnya kalau saya masih tidak tahu seberapa banyak perusahaan X akan mendapatkan keuntungannya ?” tanya Mario masih tidak mau kalah
“Apa isi dari proposal perusahaan Melviano Corp. masih kurang meyakinkan sampai Tuan Mario harus bertanya tentang keuntungan dua kali ? apa terlihat banyak kesalahan dari perusahaan Melviano Corp. yang membuat Tuan Mario ragu untuk bekerjasama ?” tanya Michelle dengan tenangnya
“Hemm.. sangat menarik.. baiklah, bagaimana kalau kita lanjutkan setelah coffee break bersama di cafe ?” tanya Mario
“Terima kasih banyak, tapi kami mohon maaf karena harus menolak kebaikan Tuan Mario” jawab Michelle sopan
“Baiklah.. bisa saya tanya sesuatu ?” tanya Mario
“Silahkan, saya akan menjawab semampu saya” jawab Michelle
“Kenapa harus Nona Michelle yang mengajukan proposal ini ? apa terlalu meremehkan perusahaan X sampai CEO nya pun tidak mau langsung kesini ?” tanya Mario
Michelle tersenyum manis, sedikit menundukkan kepalanya.
“Mohon maaf bila perusahaan kami menyinggung anda, Tuan Mario.. tapi Tuan Besar Corradeo mempercayai kinerja saya dan Tuan Nicholas.. tidak ada hubungannya dengan jabatan saya yang dibawah Tuan Besar dan Tuan Nicholas sehingga meremehkan perusahaan X” jawab Michelle
Mario menganggukkan kepalanya.
“Apa saya boleh bertanya Tuan Mario ?” tanya Michelle
“Silahkan Nona Michelle” jawab Mario
“Apa sejauh ini penjelasan saya kurang meyakinkan Tuan Mario sehingga Tuan Mario merasa diremehkan ?” tanya Michelle
“Tidak sama sekali Nona Michelle.. saya sangat puas dengan penjelasan dan proposal yang Nona Michelle berikan” jawab Mario
“Apa perusahaan Melviano Corp. bisa mendapatkan keputusannya ?” tanya Michelle lagi
“Saya akan hubungi dalam waktu satu minggu ini” jawab Mario
__ADS_1
“Apa bedanya dengan keputusan hari ini dan satu minggu nanti ?” tanya Michelle
“Beri saya pertimbangan untuk memutuskan kerjasama ini” jawab Mario
“Apa bisa lebih cepat lagi ?” tanya Michelle
“Berapa lama waktu yang Nona Michelle berikan ?” tanya Mario
“Tiga hari, cukup kan ?” tanya Michelle
“Hemm.. baiklah, saya akan segera menghubungi perusahaan Melviano Corp. secepatnya” jawab Mario
Michelle berdiri, diikuti Emily, Mario, dan Rian.
“Sekali lagi kami ucapkan terima kasih banyak atas waktu yang sudah Tuan Mario dan sekertaris Rian berikan.. kami akan menunggu keputusan dari perusahaan X secepatnya” ucap Michelle menjabat tangan Mario
“Apa boleh saya bertanya lagi Nona Michelle ?” tanya Mario
“Silahkan Tuan Mario” jawab Michelle
“Sebenarnya siapa Nona Michelle ini ? jujur, saya sudah menyuruh sekertaris saya untuk mencari tahu tentang Nona Michelle, tapi profil anda begitu tertutup” jelas Mario frustasi
“Saya cuma manusia biasa yang bekerja sebagai asisten CEO di perusahaan Melviano Corp., Tuan Mario” jawab Michelle tanpa ragu
“Kenapa profil anda begitu tertutup kalau anda cuma manusia biasa ?” tanya Mario
“Apa cuma para petinggi penting yang bisa menutup profilnya Tuan Mario ?” tanya Michelle balik
“Hemm.. apa pengalaman Nona Michelle sampai bisa menjabat sebagai asisten CEO di usia yang masih muda ini ? terlebih lagi, penjelasan anda begitu menarik” tanya Mario
“Maaf Tuan Mario, tapi saya rasa ini pertanyaan pribadi yang tidak ada hubungannya dengan tujuan kami kesini” jawab Michelle sopan
“Kenapa ? apa saya tidak boleh tahu tentang hal itu ?” tanya Mario
“Kalau saya kasih tahu lalu untuk apa saya menutup rapat profil saya, Tuan Mario ?” tanya Michelle
Perfect.. -batin Mario
“Baiklah kalau begitu terima kasih untuk hari ini, saya akan hubungi perusahaan Melviano Corp. secepatnya” ucap Mario mengakhiri percakapan dengan jabat tangan
“Terima kasih banyak Tuan Mario.. semoga keputusan dari Tuan Mario sesuai harapan perusahaan X dan perusahaan Melviano Corp. sendiri” ucap Michelle
“Selamat pagi Tuan Mario” ucap Michelle pamit
Michelle dan Emily membungkukkan kepalanya dan tersenyum ramah lalu keluar ruangan setelah Rian membukakan pintu ruangan.
Rian mengantar Michelle dan Emily sampai lobby.
Emily mengambil mobil Michelle di basement sementara Michelle duduk di lobby dengan Rian.
Emily sudah memarkirkan mobil Michelle di halaman lobby.
“Nona, mobil sudah siap” lapor Emily berdiri menundukkan kepalanya di samping Michelle
“Oke” jawab Michelle ramah
“Sekertaris Rian, terima kasih sudah mengantar kami, selamat pagi” ucap Michelle ramah menjabat tangan Rian
“Sama-sama Nona Michelle.. hati-hati dijalan” ucap Rian
Michelle dan Emily pamit lalu masuk mobil dan berlalu begitu saja.
..
“Boleh saya memuji Nona ?” tanya Emily sambil mengendarai mobilnya
“Nggak boleh, gue nggak mau pujian Ly” tolak Michelle dengan ketusnya
“Sayang sekali, padahal banyak hal yang mau saya puji dari Nona Michele” ucap Emily merasa kecewa
“Hahahaha.. apaan sih Ly astaga” tawa Michelle sambil menggelengkan kepalanya
**
__ADS_1