Ms. Perfect

Ms. Perfect
Berita Buruk


__ADS_3

Senin, meeting setiap awal bulan dilakukan di induk perusahaan Melviano Corp. dan dipimpin oleh Nicholas.


Michelle tetap profesional walaupun para CEO terlihat enggan melirik Michelle padahal biasanya Michelle menjadi pusat perhatian disana.


..


Istirahat tiba, Jeremy menghampiri Michelle yang tengah berjalan keluar ruangan meeting bersama Emily.


“Nona Michelle, kabar buruk itu sudah banyak yang melaporkannya ke perusahaan saya tapi sampai sekarang belum saya terbitkan” lapor Jeremy


Michelle menghentikan langkahnya lalu tersenyum tipis sambil menepuk pelan bahu Jeremy.


“Lakuin aja apa yang mereka mau, lagian mereka nggak tahu tentang saya, sama seperti Tuan Jeremy” ucap Michelle dengan tenangnya


“Ya, itu benar, tapi bukankah itu berpengaruh ke perusahaan Melviano Corp. ? tempat Nona Michelle bekerja ?” tanya Jeremy


“Hemm.. nggak apa-apa, lakuin aja, I know what I have to do” jawab Michelle tersenyum ramah


“Apa Nona Michelle yakin ? saya siap membantu Nona kapanpun Nona membutuhkan saya” ucap Jeremy sungguh-sungguh


“Mungkin setelah ini saya akan minta bantuan Tuan Jeremy, ah saya nggak mau menahan waktu makan siang Tuan Jeremy” ucap Michelle mengakhiri obrolannya


“Baiklah, saya yakin Nona Michelle punya rencana lain dibalik ini semua, selamat makan siang Nona Michelle, saya permisi” pamit Jeremy tersenyum tipis


Michelle masuk ke ruangannya diikuti Emily lalu membuka jasnya, mengikat rambutnya, menggulung lengan kemeja sampai siku dan mengganti sepatunya.


“Nona, apa tidak sebaiknya makan siang di ruangan ?” tanya Emily


“Kenapa ? lo khawatir gue dinyinyirin ?” ledek Michelle


“Yaa.. apa Nona tidak khawatir ?” tanya Emily


“Males, udah ayo kita makan” ajak Michelle


Michelle menyuruh Emily mengganti penampilan saat istirahatnya lalu berjalan keluar ruangan.


“Hai Nona Michelle” sapa Mario


“Kaku banget, panggil Michelle aja” ucap Michelle


“Hem.. aku udah lihat beritanya, kenapa tidak buat konferensi pers tentang kamu Michelle ?” tanya Mario


“Tentang aku ?” tanya Michelle menaikkan satu alisnya


“Iya, kamu bisa jelaskan kalau kamu putri Tuan Melviano” jawab Mario


“Terus tentang empat laki-laki lainnya ?” tanya Michelle


“Eum.. yaa.. bukankah kalian berteman ? aku pernah lihat Tuan Axel, Tuan Fares, dan Tuan Joshua di rumah kamu, pasti mereka berteman dengan Tuan Nicholas kan ? dan kalau tidak salah saat kamu buat mural bukankah dua laki-laki itu Tuan Saddam si ‘God Eye’ ? dan Tuan Daffin arsitek muda yang sangat berbakat ? aku bekerjasama dengannya dan sama sekali tidak meragukan kemampuannya” jelas Mario


“Yaa kamu benar, tapi mungkin lain kali aja, hahaha.. aku mau tahu sepuas apa orang diluar sana yang sama sekali nggak tahu tentang aku menyebarkan kabar itu” ucap Michelle dengan tenangnya

__ADS_1


“Aku yakin kamu tahu apa yang harus dilakukan” ucap Mario tersenyum tulus


“Makasih banyak Mario” ucap Michelle


“No problem.. mau makan siang bareng ?” tawar Mario


“Hei.. aku lagi digosipin yang nggak nggak, jangan sampai kamu juga kena masalah” tolak Michelle


“Oke baiklah, selamat makan siang Michelle” ucap Mario tersenyum lembut dan menghilang di balik lift


..


Michelle meluncur ke restorannya untuk makan siang bersama Emily. Ke empat pengawal setianya pun ikut makan siang setiap Michelle dan Emily makan di restoran atau kafe miliknya walaupun tetap harus mengawasi Nona mudanya.


Di tengah makan siang Michelle mengangkat telefon dari Saddam.


“Kenapa Dam ?” tanya Michelle


“Kok lo nanya kenapa sih ? berita lo udah kesebar kemana-mana dan lo masih tenang aja ?” tanya Saddam kesal


“Sabar Dam sabar” ucap Michelle dengan tenangnya


“Astaga Michelle.. lo tahu nggak ? Pak Richard manggil gue tadi, gara-gara lihat berita itu pas gue dansa sama lo dia mikir gue ada hubungan sama lo, gila kan ?” gerutu Saddam


“Ya kan emang kita ada hubungan, emang lo bukan temen gue lagi ? tega lo” ucap Michelle


“Bukan gitu maksudnya sialan ! ugh darah tinggi gue” kesal Saddam


“Nggak, kena peringatan doang dan di cuti, mana berani S-ware Company pecat gue” jawab Saddam dengan sombongnya


“Astaga sombong banget.. gue serius Dam, kalau lo nggak mau kerja disana lagi lo bisa kerja di perusahaan gue” ucap Michelle


“No, thanks Cel.. gue pengen usaha sendiri, tapi gue minta lo tetep lakuin segalanya perfect” ucap Saddam


“Iya Dam, paling sebentar lagi Daf telefon gue nih kayak lo juga” ucap Michelle


“Bukan cuma Daf, tapi semuanya !! sekalian tuh Kyra ceramahin lo, ugh gemes banget gue” gerutu Saddam


“Cih, gue emang ngegemesin” ucap Michelle dengan bangganya


“Masa bodo ! ya udah gue mau makan siang dengan tenang, besok gue mulai cuti seminggu, dan oh iya, Pak Richard kayaknya batalin ngajuin kerjasama sama perusahaan lo deh Cel” ucap Saddam melembut


“Ya terus kenapa ? gue mah bodoamat, awas aja kalau sampai dia ngajuin, bakalan gue tolak, sekalipun dia minta bantuin lo Dam” ucap Michelle mengingatkan


“Tega lo Cel, padahal banyak yang mau kerjasama sama lo, lihat aja perbedaan perusahaan orang lain sebelum sama sesudah kerjasama sama lo, beda jauh Cel” keluh Saddam


“Bodoamat, jangan ngemis sama gue, bye !” ucap Michelle mematikan telefonnya


“Nona tidak apa-apa ?” tanya Emily


“Sejauh ini gue baik-baik aja sebelum..” jawab Michelle menggantung

__ADS_1


Matanya melihat layar ponselnya yang berdering, telefon masuk dari Kyra.


“.. sebelum si ratu ini telefon” gerutu Michelle


Michelle menyodorkan ponselnya ke Emily, meminta dia yang mengangkat telefonnya.


“Mmiicchheellleeeee !!” teriak Kyra


“Astaga Nona, saya masih bisa mendengarnya dari jarak sepuluh meter sekalipun” keluh Emily memegang dadanya


“Mana si Michele ? kasih ke dia” ketus Kyra


“Nona Michelle sedang sibuk Nona” jawab Emily


“Sibuk apaan ? ini jam makan siang dan gue lacak ponsel Michelle kalau kalian lagi ada di Black Gold !!! buruan kasih ke Michelle sebelum kesabaran gue habis” bentak Kyra


“Nona tenanglah, Nona Michelle sedang sibuk memeriksa laporan disini, Nona bisa sampaikan ke saya biar saya yang sampaikan ke Nona Michelle” ucap Emily


“Nggak usah, percuma, dia bakalan ngehindar, udahlah bye” ketus Kyra mematikan telefonnya


Michelle tertawa melihat wajah Emily terlebih dia bisa mendengar ocehan Kyra itu.


“Nona, saya mohon jangan biarkan saya menjawab telefon dari Nona Kyra lagi” mohon Emily


“Pftt.. baru sekali aja langsung nyerah, apa kabarnya gue Ly” ledek Michelle


“Saya tidak sekuat Nona, butuh ekstra tenaga menghadapi Nona Kyra” keluh Emily


“Lo harus kuatlah, kayak gue, Young Michelle nya Daddy !” ucap Michelle dengan sombongnya


“Apa Nona tidak sakit telinga setiap kali meladeni amarah Nona Kyra ?” tanya Emily


“Hemm.. mau habis ngobrol langsung apa dari telefon yaa cek THT, cuma harus siapin mental, hahahaha..” ledek Michelle


“Astaga Nona jahat sekali” ucap Emily tercengang


“Mau gimana lagi” ucap Michelle menaikkan kedua bahunya


..


Selesai makan siang Michelle kembali ke ruangannya yang berada di induk perusahaan Melviano Corp. yang dibuat semirip mungkin sama ruangannya di anak cabangnya saat ini.


Michelle langsung masuk ke ruangannya, tepatnya ke kamarnya lalu tiduran di atas tempat tidur dengan kedua kakinya lurus bersandar di dinding.


Kedua tangannya sudah sibuk main game dengan headphone terpasang di kepalanya untuk mendengar suara dari dalam gamenya.


Sementara Emily duduk di sofa sambil membaca kembali materi meeting setelah ini.


Tok.. Tok.. Tok..


Emily melihat ke layar CCTV sebelum membuka pintu ruangan dan setelah tahu siapa yang mengetuknya Emily segera bangun dan membukakan pintu ruangan.

__ADS_1


**


__ADS_2