
Pulang kerja hari ini Michelle terpaksa mengikuti ketiga teman Kakaknya yang sengaja datang menjemputnya tanpa sepengetahuannya sendiri. Michelle dibawa ke sebuah kafe yang mereka sengaja sudah pesan malam ini.
Mereka duduk melingkar dengan tatapan tajam menatap Michelle.
“Michelle, jujur aja, lo ada hubungan apa sama Uncle Corre ?” tanya Joshua dengan wajah kecewa
“Gue nggak ada hubungan apa-apa” elak Michelle
“Cih, gue pikir lo beda dari cewek lainnya, ternyata sama aja” ucap Axel tersenyum sinis
“Maksud lo apaan Xel ?” tanya Michelle merasa tersinggung
“Lo deketin Uncle Corre buat dapetin hartanya doang kan ? iya kan ? lo kerja di perusahaan Uncle Corre sampai jadi CEO karena bantuan Uncle Corre kan ?” desak Fares
Michelle tercengang dan menggelengkan kepalanya memikirkan betapa liarnya pemikiran mereka terhadapnya.
“Michelle, jujur gue kecewa sama lo, bener kata Axel, gue pikir lo beda dari cewek lainnya, ternyata sama aja” ucap Fares kecewa
“Oke terserah kalian mau bilang gue kayak gimana, gue emang orangnya kayak gini” ucap Michelle dengan tenangnya
“Sumpah Cel, lo nggak ada rasa bersalahnya banget” ucap Axel kecewa
“Gue nggak ngerasa bersalah karena emang gue nggak salah” ucap Michelle membela dirinya
“Michelle, ngaku aja, kita bakalan bicarain baik-baik” bujuk Joshua
“Yang baik-baik kan lo doang, daritadi mereka berdua ngegas mojokkin gue” protes Michelle
“Murahan !” ucap Fares tiba-tiba
Michelle terkejut sampai memicingkan matanya menatap Fares. Michelle memilih bangun dari duduknya..
“Gue rasa lebih baik kalian kenal gue yang kayak gini, apa sekarang lo jijik karena pernah suka sama gue ?” tanya Michelle tajam
“Iya gue jijik sama lo, lo buang harga diri lo demi uang” ucap Fares kesal
“Oke terserah lo Fares, cuma inget kata-kata gue, jangan pernah nyesel sama ucapan lo sendiri tentang gue, gue nggak segampang itu maafin kesalahan orang lain” ucap Michelle tajam
Michelle keluar kafe dan langsung pulang dengan Noval yang sedari tadi menunggunya diluar bersama Alec dan pengawal setia Michelle lainnya.
Ternyata seburuk itu gue dimata kalian kalau kalian nggak tahu tentang gue sama sekali -batin Michelle kecewa
**
Selama beberapa hari ini Michelle kurang fokus bekerja karena pikiran itu menghantuinya terlebih badannya kembali drop.
..
Pulang kerja, Michelle memutuskan ke rumah sakit dengan niatan mau meminta Xavier memeriksa kesehatannya sebelum menjenguk Kyra.
Michelle berada di dalam ruangan Xavier. Disana Michelle merebahkan kepalanya di pangkuan Xavier sambil meluruskan tubuhnya di atas sofa.
__ADS_1
“Kamu drop honey, kamu istirahat dulu aja dirumah, nanti Kakak yang bilang ke Daddy ya” ucap Xavier khawatir
“Aku nggak apa-apa Kak, aku masih kuat” jawab Michelle
“Bagi kamu kuat, tapi sebenernya nggak, minum vitamin aja nggak cukup honey, kamu kurang istirahat juga” ucap Xavier
Michelle duduk lalu mengusap kasar wajahnya.
“Makasih Kak, aku mau jenguk Kyra dulu ya” ucap Michelle bangun dari duduknya
“Bareng aja, Kakak juga mau periksa keadaan Kyra” ajak Xavier
“Oke” jawab Michelle tersenyum lembut
Sepanjang jalan Xavier merangkul lembut bahu Michelle sambil tersenyum puas karena tidak ada Nicholas yang akan merebut adik kesayangannya itu.
Michelle masuk ke dalam ruangan Kyra bersama Xavier dan dua orang suster yang Xavier utus untuk membantunya memeriksa keadaan Kyra.
“Cel, ajak ngobrol Kyra terus ya, dia denger cerita kamu, dia pasti bangun” ucap Xavier setelah selesai memeriksa keadaan Kyra
“Ra, bangun Ra, Hermes ngeluarin tas terbaru, ayo buruan bangun terus beli biar lo nggak nangis darah, hahaha..” ledek Michelle
“Astaga Michelle, masa kayak gitu banguninnya” gerutu Xavier
“Hehehehe, biarin aja Kak, dia tuh langsung kalap kalau denger ada tas keluaran terbaru” ucap Michelle tersenyum tipis
“Dasar, Kakak tinggal ya, Kakak mau pulang, kamu nggak apa-apa kan Kakak tinggal ?” tanya Xavier lembut
“Iya nanti Kakak salamin, Kakak pulang ya, kamu jaga kesehatan kamu juga” ucap Xavier tegas
“Iya Kakakku sayang” jawab Michelle merayu Xavier
Xavier tersenyum gemas lalu mengecup lembut kening dan kedua pipi Michelle sebelum keluar ruangan.
Michelle kembali menatap Kyra lalu duduk di samping ranjang pasien milik Kyra.
“Ra, bangun dong, gue sedih nih, Kakak lo sama temen-temennya salah sangka kalau gue simpenan Daddy gue sendiri, gila kan ? bangun dong Ra, lo harus emosi kayak biasanya, gue sedih banget Ra apalagi tatapan mereka yang kecewa dan jijik sama gue, Fares bilang gue murahan Ra, gue sedih banget dengernya..
Tapi nggak apa-apa, gue pikir dengan kayak gini Fares berhenti suka sama gue lagi, dan juga.. Begini lebih baik kan Ra ?” ucap Michelle tersenyum lirih
“Oh iya jangan ngomongin yang sedih-sedih tentang gue lagi ah..
Anak-anak kangen main bareng sama lo lagi Ra, setiap kali ngomongin lo pasti mereka kangen sama kebawelan lo itu.. Setiap kali mereka jenguk lo mereka sedih banget lihat kondisi lo ini..
Gue nggak nyangka die-diem Ezra jenguk lo sendirian, cie ciieeee..
Yaa gue pikir kalau Ezra move onnya sama lo gue bakalan bahagia banget” ucap Michelle mengelus lembut punggung tangan Kyra
“Ugh gue capek nih, gue pulang dulu ya Ra, pokoknya pas nanti gue kesini lagi lo harus bangun” ucap Michelle menekankan ucapannya
..
__ADS_1
Kyra menggerakkan sedikit jemari tangannya saat Michelle keluar dari ruangannya.
**
Esok harinya, Michelle yang lagi pergi ke mall bersama Nicholas untuk membeli beberapa alat lukis untuk Michelle dan tidak sengaja berpapasan dengan Axel yang lagi jalan dengan Alya, pacarnya.
“Nick !” panggil Axel terkejut
Nggak mungkin kan ?! apa-apaan sih Nicho sama Uncle Corre kenapa gampang banget dipermainin sama cewek ini ? -batin Axel kesal
“Hai Nicholas” sapa Alya dengan manjanya
Siapa nih cewek ? kok ganjen gitu sama Kak Nicho ? -batin Michelle curiga
“Lo sama Axel balikan ?” tanya Nicholas datar
“Iya nih, dia siapa Nick ? pacar lo ya ?” goda Alya
“Iya, kenalin, ini Michelle, dia pacar gue” ucap Nicholas tegas
“What ?! tapi Nick, dia..” ucap Axel mencoba protes
“Dia cantik, pinter, dan dia segalanya buat gue” ucap Nicholas memotong ucapan Axel
“Udah yuk, aku laper nih” keluh Michelle cemberut manja
“Oke, kita makan sekarang my little princess.. Xel, Alya, gue duluan ya” pamit Nicholas
“Kita bareng aja gimana ? boleh kan sayang ?” tanya Alya dengan manjanya
Belum menjawab Alya langsung merangkul tangan Michelle dan mengajaknya jalan lebih dulu.
“Hai Michelle, gue Alya pacarnya Axel, kita temenan ya” ucap Alya
Michelle yang risih tidak menanggapi ucapan Alya dan melepaskan tangannya dari tangan Alya.
Ini cewek nggak beres, gue nggak suka sama dia -batin Michelle risih
“Oh iya, gue baru pulang dari Bangkok minggu lalu, dan sejak kepulangan gue, gue balikan lagi sama Axel..
Yaa emang sih waktu itu salah gue mutusin Axel secara sepihak dan pergi ninggalin dia gitu aja, tapi sampai sekarang Axel masih sayang sama gue, bego banget kan ? ups sorry, ini rahasia kita aja ya” bisik Alya
Michelle sempat geram namun tetap bersikap biasa saja.
“Nick, lo kenapa sih ? jelas-jelas lo tahu sendiri dia simpenan Uncle Corre, kenapa lo pacaran sama dia ?” tanya Axel kesal
“Gue cinta mati sama Michelle, apapun kesalahan dia bakalan gue maafin kayak lo sama Alya” ucap Nicholas tajam
“Beda Nick, Alya ninggalin gue karena dia dapat kerjaan disana, sedangkan Michelle..” ucap Axel menggantung
“Terserah, tapi bagi gue Michelle itu sempurna” ucap Nicholas menekankan ucapannya
__ADS_1
**