Ms. Perfect

Ms. Perfect
Rencana Balas Dendam


__ADS_3

Michelle duduk di kursi di dalam ruang pakaian Axel menonton Axel yang mengganti satu persatu pakaiannya.


Oh god.. kuatin imanku.. -batin Michelle menelan salivanya susah payah


“Apa yang kamu lihat baby ?” tanya Axel menggoda


“Nggak ada, udah kan ? aku mau ganti baju” elak Michele


“Gantian dong” ucap Axel


“Maksudnya ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya


Axel tersenyum dan kembali menarik tangan Michelle ke ruang pakaian Michelle lalu duduk di kursi seperti yang tadi Michelle lakukan.


“Baby, habis latihan tembak, kita tanding muai thai lagi ya, aku tahu kamu kuat kok, aku pengen bantu kamu makin kuat” ucap Axel


“Setuju, kalau gitu aku pakai baju fitness aja kali ya ?” tanya Michelle


“Ya, pakai aja” ucap Axel


“Oke” jawab Michelle


Michelle langsung membuka kaos dan celana jeansnya serta bra nya membuat birahi Axel memuncak.


Axel menarik tangan Michelle lalu memangkunya dan meremas dada Michelle.


“Babyyyy..” lenguh Michelle


Axel langsung ******* dada Michelle dan sesekali menggigit kecil putingnya membuat Michelle melengkungkan tubuhnya dan melenguh keras.


“Baby, I need you” bisik Axel dengan wajah merah padam penuh gairah


“Tapi waktunya nggak pas baby” ucap Michelle


“Oh god..” keluh Axel mendengus kesal


Dia ke kamar mandi meninggalkan Michelle yang mengganti pakaiannya sendiri.


..


“Kalian mau ngapain ?” tanya Hugo


“Latihan nembak, Grandpa” jawab Axel


“Im in” ucap Dominico


“Yeah, me too” sahut Hugo


Mereka pun masuk ke ruangan khusus yang terhubung ke ruang bawah tanah dimana disana tempat latihan menembak maupun bela diri dunia bawah dan sudah ada beberapa pengawal yang berjaga.


“Aku bakalan bikin ruang kayak gini nanti” ucap Michelle berdecak kagum


“Uncle nggak bakalan ijinin baby” ucap Axel


“Kakak pasti ijinin” ucap Michelle penuh keyakinan


“Mana ada, udah jangan aneh-aneh” ucap Axel


..


Mereka bersiap di poskonya masing-masing. Tembakan demi tembakan menggema di ruangan itu secara bergantian.


Di tembakan terakhir, papan target didekatkan ke mereka berempat untuk melihat hasil tembakan mereka.


“Baby, kamu curang ya, kamu cuma nembak sekali” protes Axel


“Mana ada, nih lihat peluru aku habis” protes Michelle menunjukkan magasinnya


Seorang pengawal yang mengecek latar papan target melaporkan kalau tidak ada tembakan yang keluar dari papan target.


“Mio nipote e davvero fantastico


(cucuku hebat sekali)” puji Dominico


“Nonno, aku itu nggak terima pujian” protes Michelle


“Young Michelle, tapi kamu emang hebat, kamu bisa tembak target di satu titik sempurna” ucap Hugo


“Tapi hebatan Axel, dia bisa nembak di segala titik target” ledek Michelle


“Hei ! itu namanya ngeledek, dasar cewek bar-bar” gerutu Axel


“Cih, iceberg” ucap Michelle


Selanjutnya Michelle pindah ke dart pisau bersama Axel sementara Dominico dan Hugo masih adu skor menembak.


Dengan cara otodidak Michelle mengajari Axel walaupun masih banyak gagal tapi beberapa kali Axel mengenai papan target.


Mereka beralih ke ring.


Sudah lengkap memakai hand dan foot wrap masing-masing.


“Apa yang mau kalian lakuin ?” tanya Hugo


“Latihan” jawab Michelle

__ADS_1


“Latihan apa ?” tanya Dominico


“Muai thai Nonno” jawab Michelle lagi


“Wow, Nonno akan lihat kemampuan kalian” ucap Dominico


Michelle dan Axel mulai berlatih, seperti ucapan awal, Axel cuma mau melatih Michelle agar lebih kuat lagi tapi Dominico dan Hugo memintanya tanding setelah melihat kemampuan Michelle.


“Baby, I win” ucap Axel tersenyum sinis


Cup..


Michelle mengecup lembut bibir Axel sehingga bisa membalikkan keadaan dan kembali tanding.


“Ohh mau main curang ya” goda Axel


“Aku akan cium kamu kayak tadi kalau kamu berhasil kunci aku lagi” ucap Michelle


“Oke deal, siapin aja bibir manis kamu itu baby” goda Axel


“Oh god, kamu mesum banget” gerutu Michelle


Axel ingin mengunci Michelle lagi dan lagi demi kecupan manis pacarnya itu tapi ternyata Michelle licik dan memfokuskannya ke pertandingan mereka.


“Wow, cucuku keren banget” gumam Dominico


“Axel lebih keren, tapi dia ngalah karena Michelle cewek” protes Hugo


“Cih, sirik aja” keluh Dominico


Pertandingan pun selesai, mereka mandi lalu makan siang.


Setelahnya mereka berkumpul membicarakan pembebasan keluarganya dan mengakhiri dendam mereka.


..


Sore tiba, Michelle bisa memeluk keponakannya lagi begitu juga dengan Kyra yang langsung memeluk Axel.


Teman-teman mereka juga datang bersama Simon membuat Michelle dan Axel bingung.


“Tenang guys, Simon ini ahli software juga kayak gue, keren kan ? gue sama Simon bakalan kerjasama dibalik layar” ucap Saddam


“Gue berharap bantuan lo Simon” ucap Michelle menepuk pelan bahu Simon


“Gue nggak bakalan ngecewain lo Cel, Kakak gue dalam bahaya juga” ucap Simon


“Thanks” ucap Michelle


“So.. apa rencananya ?” tanya Fares


“Gue ikut” ucap Kyra


“Nggak !!” ucap Michelle tegas


“Tapi Cel..” ucap Kyra terputus


“Lo disini aja sama Ezra dan tolong temenin Zeira” ucap Michelle


“Terus buat apaan gue kesini Cel ?” protes Ezra


“Tugas lo sama, cuma beda tempat aja” jawab Michelle


“Cel, gue juga bagian dari keluarga Oliver sekarang, lo nggak boleh egois” ucap Ezra


Michelle pun menimbang keputusannya lalu menghela nafas pelan.


“Gue minta lo harus janji jaga kesehatan lo sama janin lo” ucap Michelle menatap Kyra serius


“Janji Cel, gue janji” ucap Kyra sungguh-sungguh


Terpaksa Michelle ke markas membawa Zeira juga.


..


Saat sudah di dalam ruangan yang dipenuhi banyak sekutu, Michelle masih menemani Zeira.


“Ms. perfect junior, Aunty punya tantangan buat kamu” ucap Michelle


“Oke, aku suka tantangan kayak Aunty” ucap Zeira penuh semangat


“Kamu gambar desain Melvs Hotel and Resort pas di Korea harus mirip semuanya, gimana ?” tantang Michelle


“Deal” jawab Zeira


Emily sudah menaruh dua buku gambar tebal di atas meja beserta alat tulis dan pensil warnanya.


Lalu Michelle memakaikan headphone ke telinga Zeira.


“Ini buat apa Aunty ? aku telefon siapa ?” tanya Zeira bingung


“Bukan buat telefon, tapi dengerin lagu” jawab Michelle


“Oh iya Daddy pelnah bilang kalau Aunty suka dengelin lagu pakai ini” ucap Zeira


“Iya, kamu mau jadi kayak Aunty kan ?” tanya Michelle

__ADS_1


“Mau !” jawab Zeira melebarkan senyumnya


“Kalau gitu jangan dibuka headphonenya ya, kalau lagunya nggak suka diganti aja pencet gambar ini, kalau lagunya mati tunjukin ponselnya ke arah Aunty ya” ucap Michelle


“Oke, kalau aku belhasil gimana ?” tanya Zeira


“Aunty akan turutin satu permintaan kamu” jawab Michelle


“Deal” ucap Zeira mengangkat jari kelingkingnya


“Deal junior” ucap Michelle menyatukan janji kelingkingnya


Michelle menyalakan draft lagunya yang berisi ratusan lagu sebelum meninggalkan Zeira.


..


“Sorry everyone” ucap Michelle membuka suara


*Anggap aja obrolan ini pakai bahasa Inggris ya..


“Terima kasih udah bersedia hadir dan membantu kami.. kita langsung aja ya, saya nggak suka basa basi” ucap Michelle


“Sesuai hasil pelacakan dari temen saya, lokasi musuh berada di Amerika, tepatnya di Miami..


Mereka juga melakukan penjagaan ketat bukan cuma di markas mereka tapi di beberapa titik di sekitar lokasi juga” ucap Michelle


“Gimana caranya kita bisa masuk markas ?” tanya seorang sekutu


“Kita akan bagi tim, empat tim sesuai kompas, satu tim dari atas dan menyergap ke dalam markas buat menjemput sandera..


Beberapa tim menyebar mengurus mata-mata, dan sisanya berjaga diluar kalau-kalau musuh memanggil sekutunya” jelas Michelle


“Musuh akan curiga saat mata-matanya tidak menjawab atau memberikan laporan Nona” ucap salah seorang sekutu


“Kita punya mereka berdua, mereka akan menggunakan gelombang frekuensi juga agar suara dari tim kita sama seperti suara musuh disana” ucap Michelle menunjuk Saddam dan Simon


“Apa kita akan menyerang hari ini Nona ?” tanya Emily


“Lo kan tahu gue nggak suka belajar lama-lama.. persiapkan diri kalian, malam ini kita serang Laurent sialan itu !” ucap Michelle


Michelle pun mulai membagikan tim nya dan rencana detailnya sambil melihat peta lokasi target di atas meja besar.


“Oh tambahan, Mario Laurent milikku ! jangan sentuh dia sedikitpun” ucap Michelle dengan aura gelapnya


Oh god.. darahku bener-bener mengalir di Young Michelle.. atau mungkin darah Daddy juga ? Dad, lihatlah keturunanmu ini, berikan dia perlindungan buat membalaskan dendamnya ke Laurent.. -batin Dominico


..


“Nonno, Grandpa, kalian disini aja ya jangan ikut nyerang” ucap Michelle


“Nggak !” tolak Dominico tegas


“Young Michelle, anak Grandpa dalam bahaya karena Grandpa sendiri, nggak mungkin Grandpa duduk diem disini gitu aja” ucap Hugo


“Tapi.. aku cuma mau kalian nggak kenapa-napa, aku.. aku baru aja bisa habisin waktu aku sama Nonno, sama Grandpa, aku nggak mau kehilangan kalian lagi” ucap Michelle dengan mata berkaca-kaca


“Michelle.. Nonno sama Hugo ini lebih lama berada di dunia bawah, kita tahu apa yang harus dilakuin, kamu jangan khawatir, Nonno janji nggak akan ada korban di antara kita” ucap Dominico memeluk Michelle


“Nonno, ti amo


(Nonno, aku mencintaimu)” ucap Michelle memeluk erat Dominico


Dominico merasa tersentuh mendengarnya, dia melepaskan pelukannya lalu mengecup lembut kening Michelle.


“anche il Nonno ti ama


(Nonno juga mencintaimu)” ucap Dominico tersenyum haru


“Aunty” panggil Zeira


Michelle duduk di samping Zeira lalu mematikan lagu dan melepaskan headphone yang Zeira pakai.


“You done junior ?” tanya Michelle lembut


“Yes, I do” jawab Zeira


Michelle melihatnya dengan detail, keponakannya itu benar-benar serius melakukan apa yang dia minta tadi.


“Perfect !” ucap Michelle mengacungkan ibu jarinya


“Iya doonggg, aku minta sekalang ya” pinta Zeira


“Oke, kamu mau minta apa junior ?” tanya Michelle


“Aku mau Aunty ajalin aku jadi CEO” jawab Zeira


“Deal.. tapi sekarang kamu mandi dulu ya” ucap Michelle


“Sama Aunty ya” pinta Zeira


“Ya udah, habis itu kita makan terus kamu tidur ya” ucap Michelle


“Aye aye kapten” jawab Zeira hormat


Michelle tersenyum lalu mengecup lembut kening Zeira

__ADS_1


**


__ADS_2