
Di ruangan lain Dominico, Hugo, Corradeo, maupun Daniel tampak khawatir dengan anak-anak dan cucu-cucu mereka.
Emily membukakan pintu ruangan untuk Michelle, Nicholas, Xavier, dan Axel.
“Daddy, Nonno, Grandpa !!” teriak Michelle seperti anak kecil
“Kak turunin aku” pinta Michelle
“Nggak” jawab Nicholas datar
“Kaakkkk” rengek Michelle
Corradeo langsung mendekat dan mengambil Michelle dari gendongan Nicholas lalu memutar putri bungsunya itu membuat Michelle tertawa.
“Daddy, aku bukan anak kecil lagi” protes Michelle
Corradeo menurunkan Michelle dari gendongannya lalu memeluknya erat sambil menciumi puncak kepala Michelle.
“My baby girl, jangan pergi lagi, Daddy yang akan nemenin kamu kemanapun mulai sekarang” ucap Corradeo sungguh-sungguh
“Nggak bisa Dad !” protes Axel, Nicholas, dan Xavier
“Mereka bener Dad, nggak bisa” ucap Michelle
“Kenapa ? kamu nggak mau Daddy temenin terus ?” tanya Corradeo kecewa
“Aku mau ditemenin sama Nonno sama Grandpa per detik ini” jawab Michelle sedikit manja
“What ?! baby, kamu nggak kangen aku ?” tanya Axel lirih
“Honey, kamu tega sama aku” keluh Nicholas lirih
“Padahal selama ini aku sedih nungguin kamu honey” keluh Xavier cemberut
“Stop kids ! my Young Michelle udah bikin keputusan, sekarang, come on Young Michelle kita pulang” ajak Dominico penuh semangat
“Yeeayyy come on !!” jawab Michelle tidak kalah semangat
Michelle pun berpaling ke Dominico dan Hugo lalu berjalan bersama keluar ruangan meninggalkan para lelakinya yang cemberut kesal.
“Udahlah, yang penting Michelle udah kembali dan dia baik-baik aja” ucap Daniel
“Mereka ambil istriku Dad” keluh Axel
“Tenang aja Xel, gue bakalan ambil my Michelle dari mereka” ucap Nicholas tersenyum licik
“Kakak urus Nonno sama Grandpa dan aku culik Michelle” ucap Xavier
“Deal” ucap Nicholas sungguh-sungguh
Dan gue tinggal ambil Michelle dari kalian, hahaha !! -batin Axel tertawa jahat
..
Sampai di kediaman Dominico, semua penjaga dan pelayan langsung tersenyum melihat kembalinya Michelle.
Leonore yang mendengar kabar kepulangan putrinya dari kepala pelayan pun langsung berjalan dengan langkah besar ke arah pintu masuk.
__ADS_1
“My daughter” lirih Leonore dengan air mata membanjiri pipinya
Michelle tersenyum melihat Leonore yang sejenak berdiri tidak percaya di depannya.
“Mommy, Im home” ucap Michelle tersenyum lirih
Leonore langsung memeluk erat Michelle dan menciumi wajah Michelle yang dia rindukan selama ini.
Seketika ruangan itu ramai karena adanya keluarga dan teman-teman Michelle yang tersenyum lirih melihat kepulangan Michelle.
“Kemana kamu selama ini darling ?” tanya Leonore memegang kedua pipi Michelle
“Aku tinggal sama Agustine, Mom” jawab Michelle dengan tenangnya
Sontak semuanya terkejut dan geram mendengar jawaban Michelle. Karena mereka tahu kalau Liboria dalang dibalik kematian Michelle.
“Aku akan jelasin semuanya” ucap Michelle tampak serius
Mereka pindah ke ruang tengah, duduk bersama sementara Michelle memulai ceritanya.
“Saat kejadian itu yang aku inget sebelum mobilku masuk jurang aku dipindah ke mobil yang nggak aku kenal, aku teriak kencang karena aku masih telefon kakak, aku nggak sempet bilang sebagian kejadiannya atau bilang aku baik-baik aja karena mobil itu berhasil masuk jurang dan meledak..
Pas aku sadar aku ada di dalam kamar, Syls yang pertama kali aku lihat disana.. Syls juga yang kasih tahu ke aku kalau aku hamil, dia minta maaf karena Libs yang mau bunuh aku..
Jujur, Syls baik selama aku disana, malah dari awal dia bilang mau kembaliin aku ke kalian, ke keluargaku lagi tapi aku tolak, aku butuh sedikit waktu buat tahu apa yang mau Libs rencanain lagi..
Di depan Libs, aku pura-pura lupa ingatan, kalian tahu Libs bilang apa ? dia bilang kalau aku ini istrinya Syls.. aku ketawa dalam hati karena ternyata akting ratu Kyra jauh lebih bagus dari dia..
Dia nggak tahu sama sekali kalau aku hamil.. dia dan Jack yang kaget lihat aku masih hidup itu minta aku buat jadi pion rencana mereka..
Mereka mau aku bunuh kakak aku sendiri karena mereka bilang kakak yang berencana mau bunuh aku, dan bikin pecah keluarga Melviano sama Oliver..
Seandainya waktu itu aku udah nggak bisa sabar lagi, aku binasain mereka sama tanganku sendiri sebelum mereka berhasil celakain keluarga dan temen-temen aku” jelas Michelle panjang lebar
Corradeo langsung memeluk erat Michelle dengan mata berkaca-kacanya.
“Yang terpenting sekarang keselamatan kamu dan calon cucu Daddy, darling.. dont leave us again, I love you so much” ucap Corradeo lirih
Michelle pun membalas pelukan Corradeo lebih erat dan membenamkan wajahnya di dada Corradeo.
“Daddy, I love you so much” ucap Michelle lirih
Michelle pun berpaling memeluk anggota keluarganya yang lain sekaligus teman-temannya dan berakhir pada pelukan hangat Axel.
“I miss you so much baby, I miss you” lirih Axel menciumi puncak kepala Michelle
Michelle tersenyum lirih dalam pelukannya, dia merasa hidup setelah kembali ke keluarganya lagi.
Setelah sekian menit berada dalam pelukan Axel, Michelle melepaskannya dan berpaling menatap Dominico dan Hugo.
“Nonno, Grandpa, apa kalian mau temenin aku tidur ?” tanya Michelle penuh harap
Semuanya terkejut mendengar permintaan Michelle terutama Nicholas dan Xavier yang merasa tersingkirkan juga Axel yang sudah memasang wajah cemberut kesalnya.
“Honey, kamu nggak mau kakak temenin lagi ?” tanya Nicholas sedih
“No” jawab Michelle datar
__ADS_1
“Sama aku ya ?” tawar Xavier dengan tatapan memohon
“No” jawab Michelle menggelengkan kepalanya
“With me baby, aku suami kamu, aku temenin ya” ajak Axel memasang senyum penuh harapnya
“No” jawab Michelle cemberut kesal
“Aku mau sama Nonno dan Grandpa, aku mau minum susu hangat dan dibacain dongeng sebelum tidur, aku mau ditemenin mereka” ucap Michelle cemberut kesal sambil menjejakkan kedua kakinya seperti anak kecil ngambek
Aku gemes !! -batin Axel, Nicholas, dan Xavier
Dominico dan Hugo bangun dari duduknya lalu berjalan dengan senyum sejuta wattnya ke arah Michelle.
“Come on Nonno akan lakuin apapun buat cucu kesayangan Nonno” ucap Dominico mengecup lembut kening Michelle
“Cepat buatkan segelas susu hangat yang aman buat ibu hamil dan siapkan buku dongeng yang banyak” perintah Hugo ke para pelayan yang sedari tadi berdiri berjajar
“Nggak Grandpa, aku mau Axel yang buatin susunya” pinta Michelle sedikit merengek
“Aku bikinin sekarang baby, tunggu ya” ucap Axel penuh semangat
“Baby jangan lupa susunya yang rasa mint” ucap Michelle mengingatkan
Michelle langsung menggandeng kedua tangan lelaki paruh baya yang berdiri mengapitnya itu lalu berjalan naik tangga ke kamarnya.
Sementara Axel sudah kabur ke dapur untuk membuatkan Michelle susu.
..
“Michelle, kenapa nggak minta aku yang temenin lagi ?” gumam Nicholas lirih
“My Michelle lupain aku” keluh Xavier lirih
“Astaga kak, istri sama anak kalian lihat masa nggak malu” celetuk Kyra
“Kakak nggak peduli.. Michelle..” ucap Nicholas
..
Axel kembali dengan raut wajah gelisahnya membuat semua mata disana menatapnya.
“Susu rasa mint nggak ada, gimana nih ?” tanya Axel menjambak rambutnya sendiri
“Ya belilah Xel” jawab Xavier menggelengkan kepalanya
Tanpa pikir panjang Axel langsung keluar dan mengendarai mobilnya mencari keberadaan susu rasa mint permintaan istrinya itu.
“Kenapa lakak suruh kak Axel beli ? padahal kan bisa pakai daun mint yang di kulkas aja, di rebus dulu apa ditumbuk yang penting kan ada rasa mint nya” ucap Kyra bingung
“Sengaja, mau lihat usaha dia gimana demi adik kesayangan kakak” jawab Xavier dengan tenangnya
“Kamu emang adik kakak, pinter” ucap Nicholas membanggakan Xavier
“Kasihan anakku” keluh Daniel
“Biarin aja, sesekali” ledek Corradeo
__ADS_1
**