
Beberapa hari setelahnya Michelle dan kedua bayi tampannya dibolehkan pulang.
..
Sampai di rumah kejutan dari keluarganya sangat meriah untuk keluarga kecil Michelle dan Axel. Keluarganya menyiapkan pesta sambutan yang dihadiri oleh keluarga, teman-teman, sekertaris, serta beberapa pengawal dan pelayan setia mereka.
Dominico dan Hugo langsung mengambil cicit-cicit tampannya dari gendongan Michelle dan Axel sebelum anak-anak mereka lebih dulu merebutnya.
Benar saja, Corradeo dan Daniel langsung memicingkan matanya menatap setiap pergerakan kedua laki-laki paruh baya itu sementara yang dilihat malah sibuk mengoceh dan fokus ke cicitnya.
“Udah nggak usah dipikirin, ayo makan” ajak Kyra merangkul bahu Michelle
“Gue nggak mau makan Ra, gue mau kerja aja” ucap Michelle sepelan mungkin
Sayangnya telinga keluarganya terutama laki-laki super protectivenya mendengar ucapannya dan menoleh menatap dirinya yang langsung mengumpat dibalik Kyra.
“Nggak boleh kerja !” ucap setiap laki-laki super protective itu serempak dengan sorot mata tajamnya
Michelle cemberut kesal dan memilih duduk di taman halaman belakang rumah meninggalkan semuanya.
Emily menyusulnya dan menaruh segelas mint tea dan beberapa potong croissant yang tertata di piring di atas meja untuk Michelle.
“Silahkan Nona” ucap Emily yang berdiri setia di sisi Michelle
Michelle menghela nafas pelan lalu menepuk-nepuk bangku taman di sampingnya sebelum dia meminum mint tea nya.
Emily pun duduk di samping Michelle yang mulai memakan croissantnya.
“Gue cuma kangen kerja Ly” ucap Michelle dengan pandangan lurus ke hamparan bunga di depannya
“Saya mengerti Nona” ucap Emily
“Kenapa mereka nggak ijinin gue kerja lagi sih ?” gerutu Michelle
“Itu semua demi kesehatan Nona, bukankah Nona sendiri yang seringkali bilang mau merawat Tuan muda sendiri ?” tanya Emily dengan tenangnya
“Iya sih tapi gue juga mau kerja, jiwa pembisnis gue nggak tenang” ucap Michelle frustasi
“Sudahlah Nona, perusahaan biar saya yang kerjakan semuanya” ucap Emily
“Gue percaya sama lo, masalahnya itu sampai sekarang lo nggak temuin jodoh lo padahal lo kalah taruhan sama gue, dan lo malah enak-enakkan kerja sendiri” gerutu Michelle sambil memakan croissantnya
__ADS_1
Emily terkekeh mendengarnya, dari awal pertemuan mereka sampai sekarang Nona mudanya itu masih dan tambah bersemangat berbisnis, terlebih diam-diam mereka membuka usaha bersama di beberapa kota di Italia yang tentu saja Michelle memaksanya dengan ide gilanya itu.
“Sepertinya saya akan memilih hidup seperti ini Nona, bagi saya tidak apa-apa tidak punya pasangan hidup selama saya bisa mengabdikan diri saya untuk Tuan besar Dom terutama Nona yang sudah memberikan banyak pelajaran untuk saya” jelas Emily sungguh-sungguh
Michelle tersentuh mendengarnya, dia segera melahap croissant di tangannya lalu memeluk erat Emily dengan mulut penuh croissant membuat Emily bingung harus terharu atau tertawa.
“Jangan ngomong gitu Ly, walaupun lo sekertaris pribadi pertama dan terakhir gue tapi lo udah gue anggap adik sendiri, gue nggak mau anggap lo kakak karena kakak gue udah banyak, dan gue sebagai kakak lo minta lo buat cari pasangan hidup, gue nggak mau lo hidup sendirian terus” ucap Michelle setelah croissant dimulutnya sudah habis
Emily tetap diam bahkan dia masih belum berani membalas pelukan Michelle saat ada keluarganya disana.
“Peluk gue sialan ! kok malah diem aja” gerutu Michelle
“Saya tidak bisa Nona” ucap Emily
Michelle melepaskan pelukannya lalu menatap tajam Emily.
“Lo tuh ya.. kita ulang ya, gue nggak mau tahu lo harus peluk gue juga, karena selain sebagai rekan kerja, lo sahabat sekaligus adik gue, ngerti ?” ucap Michelle tegas
Emily tersenyum lirih membuat Michelle langsung memeluknya dan dia pun membalas pelukan Michelle.
Tanpa terasa air mata Emily menetes, Michelle tahu Emily menahan tangisannya saat ini karena tubuhnya yang bergetar.
“Nangis aja Ly nggak apa-apa” ucap Michelle sambil mengelus lembut punggung Emily
“Nona, saya akan mengirim laporan setiap hari untuk Nona” ucap Emily
“Akhirnya..” ucap Michelle merasa terharu
“Saya tahu apa yang Nona mau, sekalipun saya akan dapat masalah saya tidak peduli asalkan tugas saya membahagiakan dan menuruti ucapan Nona tetap saya lakukan dengan baik” jelas Emily
Michelle merangkul bahu Emily sambil menepuk-nepuk pelan.
“Lo bikin gue terharu aja” ucap Michelle
..
Michelle dan Emily masuk setelah keduanya sudah bisa menenangkan diri mereka masing-masing.
Bukan menemui keluarganya, Michelle lebih tertarik menghampiri para sekertaris lainnya bersama Emily.
“Ngobrolin apa ? kayaknya seru banget” celetuk Michelle sambil membenarkan duduknya
__ADS_1
Semua sekertaris itu pun langsung terkejut melihat Michelle duduk bersama mereka dan memilih untuk bangun dari duduknya namun Michelle melarangnya.
“Nona, nanti kami dimarahi” ucap Dion lirih
“Nggak akan, udah duduk diem dan lanjutin obrolan kalian, gue sama Emily mau gabung” ucap Michelle sedikit memaksa
Mereka saling menatap sambil mengusap tengkuknya dan melirik Emily yang menganggukkan kepalanya pelan membuat atmosfir mereka sedikit lega.
“Nona ingat perusahaan X ? selama ini perusahaan itu dipimpin oleh sekertaris Rian, kerjanya juga bagus bisa menstabilkan perusahaan besar itu selama ini walaupun peringkatnya turun” jelas Dion
“Terus kenapa ?” tanya Michelle bingung
“Kami mau membelinya Nona, tentu saja kami akan tetap bekerja sebagai sekertaris pribadi, kami membelinya untuk Rian, bagaimanapun dia bersih dan tidak tahu apa-apa atas kejadian Laurent” jelas Roy
“Emang selama ini belum pindah tangan ke Rian ?” tanya Michelle
“Belum Nona, publik akan beranggapan kalau Rian mengambil keuntungan atas kematian Laurent” jawab Gery
“Lagipula Rian sendiri masih ragu menerima tanggung jawab yang besar itu tanpa alasan yang logis” tambah Roy
Michelle duduk dengan tenangnya sambil memakan keripik kentang di atas meja.
“Saya tahu apa yang harus saya lakukan Nona” ucap Emily
“Nona Michelle saja tidak bilang apa-apa Emily” ucap Dion bingung
“Tapi saya tahu isi pikiran Nona Michelle, hanya saja saya butuh persetujuan Nona Michelle untuk melakukannya” jelas Emily penuh keyakinan
“Accept.. nanti gue bilang ke Ezra” ucap Michelle
“Terima kasih banyak Nona Michelle” ucap Emily
“Kalian lanjutin aja, gue mau temuin yang lain” ucap Michelle sambil bangun dari duduknya
..
Sepeninggal Michelle, para sekertaris itu langsung menatap Emily seperti meminta penjelasan karena memang sedari tadi mereka tidak tahu apa yang Michelle dan Emily bicarakan lewat telepati mereka.
“Nona Michelle akan membantu kalian untuk membeli perusahaan X, Tuan Ezra kan pengacaranya jadi Nona akan memberitahukan ke Tuan Ezra untuk membantu kalian juga” jelas Emily
“Tapi nanti Tuan muda tahu, padahal rencana kita tanpa sepengetahuan atasan kita sendiri” ucap Roy panik
__ADS_1
“Nona Michelle dan Tuan Ezra tidak sejahat itu, saya yakin mereka akan merahasiakannya” ucap Emily dengan tenangnya
**