
Pagi hari, Kyra sudah membangunkan Michelle padahal Michelle masih malas untuk membuka matanya.
“Argh.. bangunin gue tiga jam lagi” keluh Michelle yang masih memejamkan matanya
“Nggak ! lo harus bangun sekarang” ucap Kyra menggoyangkan tubuh Michelle agar bangun
“Ngantuk Ra.. please tiga jam lagi aja, oke” ucap Michelle memohon
“Tiga menit dari sekarang” ucap Kyra yang langsung berhenti mengganggu Michelle dan menyalakan timer di Hp nya
Anak gila.. gimana bisa tidur kalau cuma tiga menit -batin Michelle kesal
Michelle terpaksa langsung bangun sebelum Kyra mulai meneriaki telinganya lagi.
..
Setelah mereka mandi, keduanya turun dan sarapan.
Kedua orang tua Michelle dan Nicholas sudah sarapan lebih dulu bahkan Corradeo dan Nicholas sudah berangkat kerja.
Michelle dan Kyra sarapan bersama Xavier.
“Kyra, mau Kakak operasi kelamin Kakak kamu itu ?” tanya Xavier serius
“Hahahahahaha..” tawa Michelle dan Kyra terbahak-bahak
“Hei, Kakak serius” ucap Xavier menekankan ucapannya lagi
“Kakak ada-ada aja” jawab Kyra mengelap air matanya karena tertawa
“Duuhh, mulut ku kram” keluh Michelle menggoyang-goyangkan rahangnya
“Loh kalian kenapa sih ? Kakak berani kok operasi kelamin Kakak kamu itu” ucap Xavier masih belum menyerah
“Udah Kak, nggak usah sampai segitunya.. Kyra nggak apa-apa kok” jawab Kyra dengan tenangnya
..
Siang hari, Michelle mengantar Kyra pulang.
“Lo udah nggak apa-apa ?” tanya Michelle khawatir
“Nggak apa-apa Cel, mungkin gue bakalan ngehindar dari Kakak gue dulu” jawab Kyra dengan tenangnya
“Apa gue temuin langsung aja Kakak lo ?” tanya Michelle menahan kesalnya
“Jangan Cel.. gue nggak mau lo ikut ke masalah gue ini, biarin gue yang selesaiin sendiri ya” jawab Kyra setengah memohon
“Kalau gitu biar kedua Kakak gue yang ganteng-ganteng yang nolongin lo ya ? mereka bilang kenal sama Kakak lo itu dan bisa bantuin kok” tanya Michelle menyarankan
“Nggak Cel, jangan.. gue nggak enak sama mereka, lo bertiga udah banyak bantuin gue” jawab Kyra memohon dengan wajah sedihnya
“Tapi janji kalau ada apa-apa langsung kasih tahu gue ya” ucap Michelle mengalah
“Iya Cel, pasti.. makasih banyak ya” ucap Kyra tulus
Michelle tersenyum lembut dan melanjutkan perjalanannya ke kediaman Oliver bersama pengawal yang mengikuti Michelle dari mobil belakang.
..
Sampai di kediaman Oliver, Paula langsung memeluk Kyra dengan mata berkaca-kaca lalu memeluk Michelle seperti anaknya sendiri.
Michelle ikut masuk untuk menenangkan Paula agar tidak mengkhawatirkan Kyra lagi.
Hampir sore, Michelle pamit pulang ke Kyra dan Paula.
**
__ADS_1
Sudah beberapa hari ini Kyra bercerita ke Michelle kalau dia terus menghindar dari Kakaknya yang sama sekali tidak menghiraukan sikapnya itu.
Michelle pun sudah kembali kuliah dan bertemu dengan ketiga temannya saat pulang kuliah.
Mereka makan bakso di tempat langganannya sambil Michelle memberikan oleh-oleh ke ketiga temannya itu.
“Thank you banget ya Cel oleh-olehnya” ucap Saddam dengan senangnya
“Iya sama-sama” jawab Michelle dengan lembutnya
“Gimana disana ?” tanya Ezra penasaran
“Gimana apanya ?” tanya Michelle bingung
“Gimana liburnya lemot ?” celetuk Daffin
“Oh, hehehe.. seru banget sih, rasanya disana tuh sehari aja lama banget” jawab Michelle sambil makan bakso
Puas Michelle bercerita tentang liburannya, mereka berpisah dan pulang ke rumah masing-masing.
**
Tidak terasa semester akhir Michelle hampir selesai.
Michelle dan ketiga temannya itu berkutat dengan persiapan skripsi dan wisuda kelulusannya.
Di depan ruang pembimbing Ezra, Michelle menemani Ezra yang gelisah itu.
“Tenang dong woi.. jangan bolak balik gitu, gue yang pusing lihatnya” protes Michelle yang kesal Ezra bolak balik gelisah di depannya
“Lo nggak tahu gue lagi panik ?” tanya Ezra memicingkan matanya
“Sini duduk, tenangin diri lo.. percuma panik sekarang, biasa aja Zra.. yakin deh sama gue, kalau lo nggak panik pasti bisa kok” jawab Michelle menenangkan Ezra
“Gampang buat lo Cel karena lo udah tenang nggak ngurus revisi” gerutu Ezra cemberut
“Justru itu coba lo ikutin cara gue” ucap Michelle menepuk-nepuk pelan bahu Ezra
..
Dari jauh, Daffin dan Saddam berjalan berdampingan ke arah Michelle lalu duduk menghimpitnya.
“Gimana ?” tanya Michelle tidak sabar
“Revisi lagi Cel” jawab Saddam tertunduk sedih
“Sama” jawab Daffin menyandarkan kepalanya pasrah ke dinding
“Sabar ya.. semoga bisa lulus bareng” ucap Michelle menepuk-nepuk pelan kedua bahu temannya itu
Saddam dan Daffin hanya menghela nafas berat dan terlihat raut wajah pasrah disana.
**
Beberapa Minggu, Ezra, Daffin, dan Saddam masih berkutat merevisi skripsinya.
Sebelumnya Michelle pernah menawarkan bantuan pada mereka tapi ditolak karena mereka mau menyelesaikannya sendiri.
Michelle mengalah dan cuma bisa memberikan dukungan dan semangat kepada ketiga temannya itu.
Saat ketiganya lulus dari revisi, mereka berkumpul bersama Michelle merayakan kebebasannya dari dunia perkuliahan.
..
“Nick, minggu depan sibuk nggak ? liburan yuk, ajak Vier, Fares, sama Josh juga” ajak Axel yang sedang berada di kediaman Melviano
“Nggak bisa ! gue sibuk mau nemenin adik kesayangan gue wisuda” jawab Nicholas ketus
__ADS_1
“Oh ya ? lo nggak ngajak gue Nick ?” tanya Axel pura-pura sedih
“Ngapain ? emang waktu adik lo wisuda lo dateng ?” tanya Nicholas tajam
“Huftt.. udahlah Nick, itu udah lama” jawab Axel yang malas membicarakan hubungannya dengan Kyra
“Ya udah kalau gitu jangan ngomongin wisuda adik kesayangan gue juga” ucap Nicholas datar
“Nick, adik lo mana sih ? kok lo nggak pernah kasih lihat ke gue ?” tanya Axel penasaran
“Adik lo mana ? lo sendiri juga nggak pernah ngenalin adik lo ke gue” jawab Nicholas tajam
“Lo kenapa sih Nick ? apa-apa adik gue, padahal gue nanya tentang adik lo” tanya Axel kesal
“Kenapa marah ? emang gue marah lo nanyain tentang adik kesayangan gue terus ?” tanya Nicholas datar
“Tapi nggak gitu juga Nick.. gue tahu hubungan gue sama adik gue nggak kayak lo sama adik kesayangan yang sering lo ceritain itu” jawab Axel kesal
Gengsi mengakui kesalahannya, Axel pulang meninggalkan Nicholas yang bersikap biasa saja.
**
Wisuda Michelle dan ketiga temannya terlewati dengan baik.
Banyak juga mahasiswa yang memberikan hadiah kelulusan untuk Michelle dan foto bersama.
Di kejauhan, orang tua Michelle bersama Kyra yang ikut datang merasa kagum dan tersentuh dengan banyaknya mahasiswa yang berdatangan memberikan selamat dan hadiah untuk Michelle.
Beda dengan kedua Kakak Michelle yang menatap kesal, iri, cemburu, dan rasa ingin mengajak Michelle langsung pulang.
..
Selesai sudah drama kampus hari ini, Michelle dan keluarganya pergi dari keramaian disana lalu makan siang bersama di sebuah restoran.
Michelle sudah menghapus riasannya dan mengganti pakaiannya sebelum pergi meninggalkan kampusnya.
..
Setelah makan siang, Nicholas dan Xavier mengantar Kyra pulang sementara Michelle sudah langsung pulang bersama kedua orang tuanya.
**
Hari ini Michelle bertemu dengan Ezra di sebuah kafe..
“Cel, lo pasti langsung kerja di perusahaan Uncle Corre ya ?” tanya Ezra datar
“Mungkin.. atau gue mau istirahat dulu” jawab Michelle
“Cel.. lo tahu kan perasaan gue selama ini ke lo gimana ?” tanya Ezra langsung ke permasalahan utamanya dengan tatapan sendu
“Iya, gue tahu kok” jawab Michelle dengan senyum tipisnya
“Cel, gue bener-bener suka sama lo.. gue sayang sama lo Cel.. apa lo sama sekali nggak bisa anggap gue lebih dari temen lo ? apa hati lo bener-bener tertutup buat gue ?” tanya Ezra serius sambil memegang kedua tangan Michelle
“Zra, gue minta maaf ya.. gue nggak bisa lebih dari temen sama lo.. lo tahu sendiri gimana sikap kedua Kakak gue.. lagian gue nggak mau lo tersinggung dan akhirnya hubungan kita jadi canggung.. gue nyaman temenan sama lo Zra” jawab Michelle lembut
“Tapi paling nggak kasih gue kesempatan buat ketemu sama kedua Kakak lo langsung Cel.. gue bakalan terima apapun jawabannya” ucap Ezra meyakinkan
“Dan hubungan pertemanan kita ?” tanya Michelle ragu
“Gue nggak bakalan ganggu hubungan pertemanan kita.. gue tetep profesional sama hubungan pertemanan kita mau ditolak atau diterima.. please ijinin gue buat ketemu kedua Kakak lo Cel” jawab Ezra serius dan memohon
“Gue bakalan coba bilang sama Kak Nicho dan Kak Vier, tapi please Zra jangan ubah pertemanan kita, gue nggak bisa.. gue nggak mau kita jadi canggung dan ngejauh” ucap Michelle sedih
“Iya Cel gue janji nggak bakalan ada yang berubah dari sebelumnya” jawab Ezra tersenyum hangat
Setelah pembicaraan serius itu, Michelle pamit pergi lebih dulu meninggalkan Ezra yang menatap punggung Michelle yang makin menjauh dari pandangannya.
__ADS_1
Gue tahu hasil akhirnya apa, tapi gue bakalan lega kalau gue udah ngelakuin itu Michelle -batin Ezra menatap foto Michelle di Hp nya
**