
Sore ini Michelle menemui Ezra dan Saddam. Dia menitipkan Zeira dan Elfata ke Axel agar Axel tidak bisa mengikutinya.
Mereka bertemu di kafe Brown Gold, kali ini mereka duduk di dalam ruangan khusus Michelle.
“Jadi lo udah dapet Dam ?” tanya Michelle to the point
“Udah, dan gue seratus persen yakin dia kirim ke Ezra doang Cel” jawab Saddam serius
“Jadi siapa pelakunya ?” tanya Ezra
“Lo berdua pasti tahu, dia Liboria Agustine” jawab Saddam
“Tapi kenapa dia kirim ke gue ?” tanya Ezra bingung
“Dia pasti udah cari tahu hubungan kalian sebagai temen deket dan jadi ipar, dan dia juga orang yang udah bantu Jack Xu Jing kabur dari penjara” jelas Saddam
“Hah !!” ucap Michelle dan Ezra terkejut
“Gue minta kalian jaga diri baik-baik, Jack Xu Jing masih belum bisa dilacak keberadaannya, ini pasti karena Liboria yang bantu dia” ucap Saddam serius
“Cel, jangan peduliin gue, gue yakin dia ngirim email itu ke gue buat pengalihan doang biar lo khawatir sama gue, padahal targetnya itu lo” ucap Ezra khawatir
“Itu bener Cel, pengalihan emang sering banget ada biar berhasil dapetin target, lo mesti lebih hati-hati sekarang” ucap Saddam serius
Michelle menghela nafas berat dan menyandarkan kepalanya di sofa, sungguh ironis hidupnya yang tidak lepas dari masalah.
**
Hari berganti hari minggu berganti minggu Michelle masih menutupi hal itu dari keluarganya terutama Axel, begitu juga dengan Ezra maupun Saddam.
Walaupun Axel masih kesal karena belum mendapatkan jawaban dari Michelle tapi dia tetap perhatian walaupun menunjukkan sikap cueknya pada Michelle.
Mereka selalu berangkat dan pulang kerja bersama walaupun sepanjang jalan terasa sunyi.
**
Hari ini Michelle dan Axel harus terbang ke Berlin karena ada pekerjaan yang harus mereka selesaikan.
Sepanjang perjalanan Michelle cuma bisa duduk diam karena tubuhnya terasa lemah.
“You okay baby ?” tanya Axel khawatir
Michelle tersenyum lirih dan menyandarkan kepalanya ke sandaran mobil sambil memejamkan matanya.
..
Sampai di perusahaan, Michelle diminta untuk beristirahat di kamar membiarkan Axel menyelesaikan pekerjaannya sendiri.
“Aku mau ke rumah sakit aja ya” ucap Michelle lirih
“Biar dokternya aja yang kesini ya” ucap Axel khawatir
“Nggak, aku kangen aroma rumah sakit” ucap Michelle
“Ya udah nanti aja ya sama aku kesananya” ucap Axel
“Nggak mau, aku janji aku langsung kesini lagi habis periksa” ucap Michelle dengan tatapan memohon
Axel langsung memeluk erat Michelle.
“Aku khawatir, please nanti aja ya sama aku” ucap Axel lirih
“Axel, I love you so much, jangan marah lagi ya, aku kangen kamu, aku cuma mau periksa sebentar, aku janji” ucap Michelle sungguh-sungguh
Axel melepaskan pelukannya lalu menatap dalam-dalam mata Michelle dan mencium lembut bibir Michelle sebelum mengijinkan istrinya itu pergi meninggalkannya.
“I love you so much baby, aku minta maaf, aku khawatir sama kamu” ucap Axel lirih
“Thanks Xel, sana kamu kerja lagi, aku janji sebelum kamu selesai aku udah sampai sini lagi” ucap Michelle tersenyum tipis
__ADS_1
..
Michelle pun keluar ruangan. Di luar ruangan sudah ada Emily dan Roy yang menunggu mereka.
“Kalian berdua disini aja” ucap Michelle
“Saya harus menemani Nona” ucap Emily
Michelle memutar bola matanya.
“Ya udah” ucapnya malas
“Kabarin gue kalau kerjaan Axel udah mau selesai” bisik Michelle
“Baik Nona” jawab Roy
Michelle pun berjalan bersama Emily ke rumah sakit besar disana.
..
Sampai rumah sakit Michelle langsung diperiksa mengingat dia menemui dokter pribadi Hugo disana.
“Nona, sepertinya Tuan Axel hampir menyelesaikan pekerjaannya” lapor Roy
“Okay thanks” jawab Michelle
Michelle langsung mengambil kunci mobil dari Emily.
“Lo tunggu hasilnya sendirian, gue mau ke kantor duluan sebelum Axel selesai kerja oke” ucap Michelle melebarkan senyumnya
“Tapi Nona.. baiklah kalau begitu kita kembali sekarang, saya akan sampaikan agar mengirim hasil pemeriksaan Nona ke kediaman Oliver” ucap Emily
“Nggak ada ! tunggu sini dan jangan pulang sebelum bawa hasil pemeriksaan gue, semoga gue nggak kenapa-kenapa, bye Emily” pamit Michelle berjalan meninggalkan Emily begitu saja
..
Dia hendak menepi dan meminta Alec untuk memimpin jalan namun saat melihat dari kaca spion mobil Alec tidak ada, namun ada mobil lain yang mengikuti mobilnya.
Michelle berusaha menghindar sambil mengingat-ingat jalan namun dia merasa mobil yang mengikutinya itu menggiringnya ke dalam hutan yang mana ada dua mobil lainnya yang menghimpit mobil Michelle.
“Emily !” teriak Michelle
“Nona dimana ? saya dapat kabar kalau mobil pengawal dialihkan” ucap Emily khawatir
“Gue nggak tahu, ini di dalem hutan, ada tiga mobil himpit gue” ucap Michelle panik
“Saya segera kirim pasukan kesana Nona” ucap Emily
Mobil Michelle diadu oleh mobil-mobil yang menghimpitnya membuat Michelle harus bisa menyeimbanginya. Berkali-kali dia menghubungi Axel namun tidak satupun Axel angkat.
“Roy !!” teriak Michelle
“Nona tenanglah, saya menuju lokasi” ucap Roy
“Axel mana ? kenapa gue telefonin nggak diangkat ?” tanya Michelle panik
“Sepertinya Tuan muda menunggu Nona di kamar” jawab Roy
“Aaaaaaaa !!” teriak Michelle
“Bertahan Nona, saya segera kesana” ucap Roy
Michelle langsung mematikan telefonnya dan kembali menghubungi Axel.
“Baby, aku udah selesai, aku udah nunggu kamu di kamar, apa kamu udah selesai diperiksa ?” tanya Axel tidak sabar
“Axel, Im sorry” ucap Michelle lirih
“Maksud kamu apa ? kamu udah dijalan ? kamu dimana ?” tanya Axel khawatir
__ADS_1
“Aku nggak tahu” jawab Michelle menahan tangisannya
Axel langsung mematikan telefonnya dengan tujuan melacak keberadaan Michelle dan langsung menyusulnya.
“Lo dimana Roy ?” tanya Axel
“Maafkan saya Tuan, saya harus menyusul Nona Michelle, Nona Michelle dalam bahaya” lapor Roy
“Ya dimana ? kenapa nggak kasih tahu gue ?” bentak Axel
“Maaf Tuan, saya juga panik, jadi saat saya dapat kabar dari Emily saya langsung bergegas meninggalkan perusahaan” jawab Roy
“Arrggghhhh !” geram Axel
Axel langsung menyusul ke lokasi pelacakan dan tidak mempedulikan rambu lalu lintas maupun kendaraan yang ada di sekitarnya.
..
Michelle masih terus berusaha menyelamatkan diri dari sana namun ketiga mobil itu tidak berpaling untuk tetap menghimpit mobilnya membuat Michelle harus melaju sesuai arahan ketiga mobil misterius itu.
Michelle menekan tombol khusus yang langsung tersambung ke ponsel Nicholas dan Xavier.
Tidak butuh waktu lama Nicholas maupun Xavier langsung mengangkat telefon dari Michelle sesaat Michelle dapat melihat jurang diujung jalan.
“Kakak !!” teriak Michelle
“Honey, kamu kenapa ?” tanya Nicholas panik
“Kakak, aku takut” ucap Michelle panik
“Honey rileks, kasih tahu kakak ada apa” ucap Xavier berusaha menahan kepanikannya
“Kaakaakkkkkkkk !!” teriak Michelle
Mobil yang Michelle kendarai langsung masuk jurang yang berujung sungai.
“Dduuaarrrt !!”
Nicholas maupun Xavier langsung lemas mendengar suara ledakan besar dari seberang sana.
“Michelle..” panggil Nicholas dan Xavier lirih
Tidak ada jawaban sampai sambungan telefon mereka putus.
“Kak..” panggil Xavier bergetar
Nicholas dan Xavier langsung pulang menemui keluarganya dan menunggu kabar dari Axel maupun Emily dan Roy.
..
Axel berhasil menemukan keberadaan Michelle sekalipun dia sudah mendengar ledakan besar itu yang membuat hatinya sesak namun dia tetap berpikir positif.
Di ujung jurang sudah ada Emily, Roy, dan para pasukan yang melacak keberadaan Michelle.
Axel langsung turun dari mobil dengan mata berkaca-kaca membuat Roy menahan tubuh Axel yang hendak mendekati jurang.
“Michelle mana ?!!!” bentak Axel mencengkeram kerah jas Roy
Roy menundukkan kepalanya, begitu juga saat Axel melihat Emily dan yang lainnya membuat dia berlutut lemas dan menangis sejadi-jadinya.
“Maafkan kami Tuan” ucap Roy
Axel segera bangun dan berjalan mendekati jurang, dia melihat mobil Michelle sudah hangus terbakar menyisakan kerangka mobil yang sudah rapuh.
Dia menyandarkan kepalanya di bahu Roy yang berdiri setia di sampingnya.
Media langsung berkumpul saat mendengar ledakan tadi membuat Axel dan yang lainnya segera meninggalkan tempat itu.
**
__ADS_1