Ms. Perfect

Ms. Perfect
Rencana Michelle


__ADS_3

Sepeninggalnya Clara keluar dari ruangan Nicholas dengan Gery yang mengantarnya turun sampai lobby, Michelle langsung merebahkan tubuhnya di sofa.


“Kenapa kamu lakuin ini semua ? kenapa nggak ijinin Kakak buat turun tangan ?” tanya Nicholas duduk di sofa sambil mengelus pipi Michelle yang tertampar


“Karena aku sayang sama Kak Nicho, aku nggak mau cewek kayak dia ganggu Kak Nicho.. aku nggak ijinin Kak Nicho buat turun tangan karena dia bakalan ngerasa kalau Kak Nicho belain dia” jawab Michelle tanpa menatap Nicholas


Nona Michelle baik sekali.. tapi auranya tadi bener-bener gelap.. apa Nona Michelle sekarang baik-baik aja ? -batin Emily


“Michelle.. Kakak khawatir sama kamu, apalagi pas kamu di tampar sama Clara” ucap Nicholas benar-benar khawatir


“Hahahahaha.. aku makin cinta mati sama Kak Nicho.. aku khawatirin Kakak tapi Kakak malah khawatirin aku” ucap Michelle dengan senyum lebarnya


Loh kok Nona Michelle tidak marah ? dia tidak sakit hati ? -batin Emily


“Iya, Kakak juga cinta mati sama kamu.. heemm, enaknya kalau nggak ada Vier.. bisa milikin kamu sendiri” ucap Nicholas memeluk erat Michelle


“Kak berhenti.. aku mau lepas barang-barang nggak jelas ini dulu” gerutu Michelle


“Lagian ngapain pakai ini segala ?” tanya Nicholas sambil membantu melepaskan kalung di leher Michelle


“Yaa aku kan mau nolongin Kak Nicho.. kebetulan aku dapet hadiah lagi, ya udah aku pakai” jawab Michelle jujur


“Makasih ya honey udah nolongin Kakak” ucap Nicholas tulus


“Sama-sama Kak.. tapi aku risih nih dikirimin terus” keluh Michelle


“Ya udah nanti biar Kakak yang urus” ucap Nicholas mengecup lembut puncak kepala Michelle


“Okee, aku ke ruangan ku lagi ya.. kalau ada hama kayak tadi aku siap berada di garda paling depan buat Kak Nicho” ucap Michelle serius


“Dasar.. ya udah sana kerja lagi” ucap Nicholas mengecup kening Michelle sebelum Michelle keluar ruangan bersama Emily


..


Di dalam ruangan Michelle, Emily membereskan hadiah-hadiah yang tadi Michelle pakai ke tempatnya lagi.


“Ly.. semua barang-barang itu balikin ke pengirimnya lagi ya.. dan kalau ada yang ngirim kayak gini lagi langsung tolak aja, bilangin ke resepsionis sama penjaga juga” ucap Michelle tegas


“Baik Nona Michelle” jawab Emily menundukkan kepalanya sopan


“Ly..” panggil Michelle yang duduk mendongakkan kepalanya di kursi kerjanya


“Ya Nona ?” jawab Emily


“Jangan sampai Daddy sama Dion tahu masalah tadi” ucap Michelle khawatir


“Baik Nona” jawab Emily tegas


“Aaahhh.. kerja lagi.. gara-gara hama tadi kerjaan gue jadi terlantar” keluh Michelle


“Saya akan membantu Nona” ucap Emily sigap


“Selesaiin itu dulu aja” ucap Michelle melirik hadiah-hadiah di atas meja depan sofanya

__ADS_1


“Baik Nona” jawab Emily


..


Malam hari setelah makan malam, Michelle menemui Corradeo di ruang kerja Corradeo.


Michelle meminta profil perusahaan XX sekaligus meminta ijin untuk mem blacklist perusahaan itu atas kerjasamanya dengan perusahaannya.


“Kenapa kamu mau mem blacklist perusahaan itu ?” tanya Corradeo bingung


“Apa perusahaan itu ada gunanya buat perusahaan Daddy ?” tanya Michelle balik


“Hemm.. tapi kita butuh perusahaan itu Michelle” jawab Corradeo setelah menghela nafas berat


“Kenapa Daddy butuh ? apa yang bisa mereka kasih ke perusahaan Daddy sampai Daddy butuh mereka ?” tanya Michelle tegas


“Young Michelle, perusahaan ini emang baru lima tahun kerjasama sama perusahaan kita, tapi mereka sedikit membantu dengan menciptakan produk baru dari mereka sendiri” jawab Corradeo lembut


“Jadi mereka perusahaan yang bikin produk ? apa hasilnya bagus ? berapa banyak produk yang udah mereka produksi selama lima tahun ini ?” tanya Michelle tegas


“Nggak banyak, tapi kita tetap butuh mereka Cel” jawab Corradeo khawatir


“Kenapa nggak cari perusahaan lain yang lebih baik kinerjanya daripada mereka ?” tanya Michelle lagi


“Susah buat kerjasama dengan perusahaan lain, mereka cukup kuat bersaing” jawab Corradeo putus asa


“Perusahaan mana yang Daddy maksud ? aku bakalan bantu buat ajuin kerjasama ke mereka” ucap Michelle serius


“Aku serius Daddy.. lagian siapa yang mau kerjasama sama perusahaan yang cuma jadi benalu ? sama aja kita kerja sendiri kan ?” tanya Michelle menahan kesal


“Hemm.. besok Daddy akan kasih profil perusahaan yang kamu minta, dan profil perusahaan yang mungkin kamu bisa atur kerjasama dengan mereka” jawab Corradeo mengalah


“Thanks Daddy.. aku bakalan selesaiin secepetnya” ucap Michelle lembut


“Iya sama-sama.. Daddy trust you darl” ucap Corradeo lembut


“Ya udah, aku mau masuk kamar dulu ya Dad” ucap Michelle pamit keluar dari ruang kerja Corradeo


**


Tok.. Tok.. Tok..


Pintu ruangan Michelle terketuk pelan, Michelle mempersilahkan masuk.


“Loh, Kak Nicho.. kenapa Kak ? tumben pagi-pagi udah kesini ?” tanya Michelle bingung


“Apa yang kamu rencanain ?” tanya Nicholas langsung to the point


“Aku mau pelajarin profil perusahaan X karena kata Daddy perusahaan itu susah buat diajak kerjasama, dan aku mau mutusin kerjasama sama perusahaan XX” jawab Michelle dengan tenangnya


“Kamu tahu kenapa perusahaan X susah buat diajak kerjasama ?” tanya Nicholas


“Belum tahu, makannya aku mau cari tahu” jawab Michelle

__ADS_1


“Cel, Kakak belum pernah coba ajuin langsung ke mereka, tapi Axel pernah, dan dia gagal” ucap Nicholas khawatir


“Ide bagus.. aku bakalan minta tolong sama Axel sekalian buat pelajarin tentang perusahaan itu” ucap Michelle langsung semangat


“Astaga Michelle.. maksud Kakak bukan begitu.. tapi karena Axel aja nggak berhasil, gimana kamu ? Kakak khawatir Cel” jelas Nicholas


“Aku kan belum coba, Kak Nicho juga belum coba.. kita sama-sama belum tahu hasilnya kayak gimana, jangan putus asa dulu dong Kak” ucap Michelle lembut


“Michelle” panggil Nicholas dengan wajah khawatir


“Kak Nicho percaya sama aku ?” tanya Michelle lembut


“Iya Kakak percaya” jawab Nicholas gelisah


“Ya udah ijinin aku buat usaha dulu, kalau gagal ya udah, seenggaknya aku udah usaha buat perusahaan Daddy” jelas Michelle serius


“Kakak akan bantu kamu” ucap Nicholas lembut


“Iya Kak, makasih” jawab Michelle tersenyum lembut


“Ya udah selamat bekerja ya honey” ucap Nicholas mengecup kening Michelle lembut lalu kembali ke ruangannya


..


Selepas Nicholas kembali ke ruangannya, Dion membawakan profil dua perusahaan yang akan jadi target Michelle.


Michelle menyuruh Emily untuk membantunya menyelesaikan pekerjaan hariannya sementara dia mulai mencicil mempelajari tentang perusahaan X.


Perusahaan yang menarik, udah di rangkum aja masih setebel ini.. hemm, kayaknya susah juga -batin Michelle


..


Seperti saat Michelle menyelesaikan tugasnya membuat presentasi, Michelle mempelajari profil perusahaan X di pagi hari dan setelah makan siang dia kembali berkutat dengan pekerjaan hariannya.


“Ly, bikin janji ke perusahaan X buat ajuin kerjasama perusahaan, hari Rabu pagi” ucap Michelle sambil membaca profil tentang perusahaan X


“Baik Nona” jawab Emily


“Dan gue minta lo juga pelajarin tentang perusahaan X ini, jangan sampai nggak ngerti apapun.. ingetin gue kalau proposal gue disetujuin Tuan Besar, cetak beberapa rangkap buat lo pelajarin, dan sisanya kasih ke Kak Nicho” ucap Michelle dengan tenangnya


“Baik Nona Michelle” jawab Emily lagi


..


Setelah makan malam, Michelle dan Nicholas masuk ke ruang kerja Nicholas, mempelajari bersama tentang profil perusahaan X sampai waktunya mereka tidur.


**


Michelle fokus dengan tugasnya sendiri, mempelajari kedua profil perusahaan secara otodidak berdasarkan teori yang Emily siapkan untuknya.


Awalnya Michelle mau minta tolong ke Axel untuk mengajarinya namun laki-laki dingin itu menolak.


**

__ADS_1


__ADS_2