Ms. Perfect

Ms. Perfect
Kembalinya Michelle


__ADS_3

Michelle membuka topengnya membuat semua terkejut akan kehadirannya di pesta itu.


“Young Michelle, apa yang kamu lakuin ?” tanya Dominico


“Percuma kalian bicara sama Michelle, karena dia lupa ingatan, hahaha !!” ucap Jack tertawa puas sambil melepas topengnya


Jelas Michelle cuma bohongin mereka -batin Nicholas


“Michelle, apa kamu lupa sama Daddy ?” tanya Corradeo lirih


Mata tajam Michelle menolak untuk luluh dan menitikkan air matanya, dia segera menghela nafas kasar dan memutar bola matanya demi menjaga perannya disana.


“Michelle, uccidili tutti


(Michelle, bunuh mereka semua)” ucap Liboria tersenyum licik


“questo non è il piano (ini bukan rencananya)” ucap Michelle menurunkan pistolnya


“Apa yang lo lakuin ? lo cuma pion kita dan lo harus bunuh mereka semua !” bentak Jack


Michelle tetap diam dengan tatapan datarnya membuat Jack mendekat dan memukul rahangnya.


“Michelle !!” teriak Axel


“Lo berhadapan sama orang yang salah bajingan” ucap Michelle tersenyum sinis


Liboria maupun Jack terkejut melihat fakta kalau selama ini mereka dibohongi oleh Michelle.


Dorr..


“Aarrgghhhhh !!” teriak Jack meringis kesakitan


“Sei pazzo ! gli hai sparato alla gamba!


(Kamu gila ! kamu menembak kakinya !)” bentak Liboria


“Perché ? non è così che è Liboria


(kenapa ? itu belum seberapa Liboria)” ucap Michelle dengan senyum liciknya


“Michelle, lascia che ti porti via Libs da qui, da te e dalla tua famiglia


(Michelle, ijinin aku bawa Libs pergi jauh-jauh dari sini ya, dari kamu dan keluarga kamu)” pinta Sylvester khawatir


“per favore, ma se anche lui è ancora così, non posso prometterti quello che ti ho detto prima


(Silahkan, tapi kalau dia masih kayak gini, aku nggak janji buat tepatin ucapanku tadi sama kamu)” ucap Michelle

__ADS_1


“per tutto questo tempo sapevi che stava fingendo ma non me l’hai detto?


(selama ini kakak tahu dia pura-pura tapi nggak kasih tahu aku ?)” bentak Liboria


Sylvester tidak mempedulikan ocehan Liboria dan berusaha membawanya keluar dari sana namun Liboria menahan dirinya untuk tetap berada disana.


“Kakak, tolong bawa Daddy, Nonno, sama Grandpa keluar dari sini, aku nggak mau kalian kenapa-napa” pinta Michelle


“Terus kamu sendiri gimana ?” tanya Xavier khawatir


“Aku.. kita akan baik-baik aja” jawab Michelle tersenyum lirih


“non stare zitto! Uccidili rapidamente tutti! (Jangan diam aja ! cepat bunuh mereka semua !)” perintah Liboria


Michelle segera berlari ke sisi keluarganya dan membantu melindungi mereka dengan cara menembaki musuh di depannya.


“Biar kakak yang urus” ucap Nicholas tajam


Nicholas langsung mengambil pistol yang berada di paha Michelle lalu melindungi adik kesayangannya dari musuh.


“Vie, bawa Michelle dan yang lainnya ke tempat yang aman” ucap Nicholas tegas


“Kak” ucap Michelle dan Xavier khawatir


“Pergilah, aku akan bantu Nicho disini” ucap Axel tersenyum lirih


Xavier langsung membawa Michelle menjauh dari sana namun tiba-tiba sebuah tangan memegang kedua bahu Michelle dari belakang.


Dorr..


Sylvester langsung jatuh saat mendapatkan peluru mengenai punggungnya demi melindungi Michelle.


Seketika baku tembak pun berhenti melihat Liboria berlari ke arah Michelle dengan tangisannya.


Michelle berbalik dan menopang kepala Sylvester di pangkuannya.


“Syls..” panggil Michelle lirih


“Me lo merito Michelle, scusa se ho fallito con quello che ho detto


(aku pantas mendapatkannya Michelle, maaf aku gagal akan ucapanku)” uap Sylvester lirih


“Fratello (kakak)” ucap Liboria langsung menarik kepala Sylvester ke pangkuannya


“già abbastanza Libs, devi accettare la realtà (udah cukup Libs, kamu harus terima kenyataan)” ucap Sylvester lirih


“ma questo è tutto a causa sua Sorella, se non lo proteggi, sicuramente non sei tu che finirai così

__ADS_1


(Ini gara-gara dia kak, kalau kakak nggak lindungin dia pasti kakak nggak akan kayak gini)” ucap Liboria menatap tajam Michelle


“Michelle, perdona le parole Libs, grazie perché mi hai fatto capire i miei errori per tutto questo tempo, anche se ti amo ancora ho capito che non posso averti


(Michelle, maafin ucapan Libs ya, makasih karena kamu udah bikin aku sadar sama kesalahanku selama ini, sekalipun aku tetap mencintaimu aku nggak bisa milikin kamu)” ucap Sylvester


“Ti ho detto molte volte di non avere più a che fare con Michelle, sei preoccupato per te Libs, sei l’unica famiglia che hai.


(kakak udah berkali-kali bilang sama kamu buat nggak berurusan sama Michelle lagi Libs, kakak khawatir sama kamu, cuma kamu satu-satunya keluarga yang kakak punya)” ucap Sylvester makin lirih


“perdonami sorellina (maafin aku kak)” ucap Liboria dalam tangisannya


Sylvester langsung terbatuk dan mati dalam pangkuan Liboria membuat tangisan Liboria makin pecah.


Axel memegang kedua bahu Michelle dan membantunya berdiri dari sana.


“Libs, vai, ho promesso a Syls di non ucciderti, qualunque cosa accada


(Libs, pergilah, aku udah janji sama Syls buat nggak bunuh kamu apapun yang terjadi)” ucap Michelle dengan mata berkaca-kaca


Liboria langsung berdiri dengan tatapan tajamnya menatap Michelle.


“È tutto a causa tua! Ti farò incontrare la tua fine!


(Ini semua karena kamu ! aku akan bikin kamu temuin ajalmu !)” teriak Liboria


“Guardati intorno, i tuoi subordinati che non sanno niente muoiono e quel bastardo è scappato, lasciandoti solo qui, dovresti sapere che quello che hai fatto era sbagliato


(Lihat sekeliling kamu, anak buah kamu yang nggak tahu apa-apa mati gitu aja, dan bajingan itu udah kabur ninggalin kamu sendirian disini, harusnya kamu tahu kalau yang kamu lakuin itu salah)” ucap Michelle lirih


Liboria mencari keberadaan Jack namun benar, Jack sudah pergi meninggalkannya.


“grazie, non mi hai ucciso (makasih, kamu nggak bunuh aku)” ucap Liboria


“L’ho fatto per la gentilezza di Silvestro, colui che mi ha pregato di non ucciderti, ora che puoi, vai via dalla mia vita, inizia la tua nuova bella vita


(aku lakuin itu karena kebaikan Sylvester, dia yang memohon sama aku buat nggak bunuh kamu, sekarang selagi bisa, kamu pergi jauh-jauh dari kehidupanku, mulailah kehidupan baru kamu yang baik)” ucap Michelle


Liboria mengelap air matanya lalu meminta anak buahnya yang tersisa untuk membawa mayat Sylvester pergi dari sana bersamanya.


“Kenapa kamu lepasin gitu aja ?” tanya Nicholas menggerutu kesal


“Sylvester baik sama aku kak, selama ini aku banyak dibantu sama dia, aku nggak mau kebaikannya aku bales sama kejahatan karena ulah adiknya itu” ucap Michelle


“Nick, gue bener-bener nggak peduli hal lain selain kepulangan Michelle” ucap Axel


“Iya kak, mending kita pergi dari sini” ajak Xavier

__ADS_1


Tanpa aba-aba Nicholas langsung menggendong Michelle meninggalkan Axel dan Xavier yang menggerutu kesal di belakangnya.


**


__ADS_2