
Sore tiba, Michelle mencium aroma maskulin tepat di depan hidungnya. Dengan mata terpejam dan kesadaran yang belum penuh dia mencium dan menggesekkan hidungnya kesana kemari membuat pemiliknya yang sedari tadi sudah bangun tersenyum sambil menahan gairahnya.
“Its you baby, this is your perfume, I miss you so much, padahal aku beneran cinta mati sama kamu, kenapa kamu nggak percaya ?” gumam Michelle lirih
“Baby, can you stop doing this ?” tanya Axel
“Axel..” panggil Michelle menjauhkan tubuhnya dari Axel
“Sorry” ucap Michelle turun dari tempat tidur
“Baby bukan gitu, aku nggak nolak kamu lakuin hal itu tapi look at this” ucap Axel menunjukkan celananya
“Mesum !” ketus Michelle keluar kamar
..
“Baby, I love you so much, I will do everything for you, I want to correct my mistakes, I want you to be mine, only mine.. Michelle Dominica Melviano, will you marry me ?” tanya Axel berlutut dengan satu kakinya di depan Michelle
“Bercandanya nggak lucu” ucap Michelle
Axel mengambil kotak kecil di saku celananya lalu membukanya dan menunjukkan isinya di depan Michelle.
“Aku sungguh-sungguh Michelle” ucap Axel
“Gue ini pengkhianat Xel” ucap Michelle
“No ! maafin aku, please.. kita masih sama-sama saling cinta, kamu tersiksa kan selama berpisah sama aku ? aku juga Michelle, kita bahagia kalau kita jadi satu” ucap Axel
Michelle mendengus kesal dan duduk di sofa sambil mengganti sepatunya tanpa menghiraukan ucapan Axel.
“Baby, kalau kamu nolak, aku akan kasih cincin ini ke cewek lain sekarang juga” ancam Axel
“Kasih aja” ketus Michelle
“Bukan cuma aku kasih, tapi aku akan nikahin cewek itu” ancam Axel lagi
“Nggak peduli” ucap Michelle
“Aku akan nikah di Piedmont dan bulan madu di Clinque Terre, naik motor vespa di blok desa sana, dan aku akan punya tiga anak yang lucu-lucu, dua cowok dan terakhir cewek” ucap Axel tersenyum sinis
“Heii !!! itu cita-cita gue, lo nggak boleh nyontek dong” gerutu Michelle
“Nggak peduli” ucap Axel berjalan ke pintu ruangan
“Axxeelllllll !!” teriak Michelle
Axel tersenyum lalu berbalik dan mendekati Michelle.
“Gue terima karena cita-cita gue aja, gue nggak sudi nikah sama lo” ketus Michelle
“Iya iya Nona Michelle” ucap Axel memakaikan cincin berlian itu di jari manis Michelle
Axel meminta Roy untuk menghubungi keluarga mereka berkumpul di kediaman Melviano tanpa sepengetahuan Michelle.
Sepanjang jalan senyum Axel tidak hilang dari wajah tampannya, berbeda dengan Michelle yang cemberut kesal.
..
Sampai rumah, Michelle tetap mempertahankan kekesalannya dan berjalan melewati keluarganya.
“Apa Axel nyakitin kamu ?” tanya Nicholas
__ADS_1
“Hei honey, kenapa cemberut ?” tanya Xavier
“Dia licik” ketus Michelle melirik tajam Axel
“Baby, sini dulu, masa keluarga kita semuanya kumpul kamu malah pergi” ucap Axel dengan lembutnya
“Kakak kenapa ?” tanya Kyra mengernyitkan dahinya
“Kenapa apanya ? orang nggak kenapa-napa” jawab Axel melebarkan senyumnya
“Honey, ayo cerita sama kakak, apa yang dia lakuin ke kamu ?” tanya Nicholas curiga
“Dia ngancem aku kak” jawab Michelle menjejakkan kakinya
“Ngancem apa honey ?” tanya Xavier menahan senyumnya melihat tingkah gemas Michelle
“Pokoknya dia mau ambil cita-cita aku” ketus Michelle
“Duduk dulu yuk, kita bicarain bareng-bareng” ajak Xavier
Michelle pun duduk di antara kedua kakaknya sambil cemberut kesal menatap Axel dan melipat kedua tangan di dadanya.
“Darling, kamu pergi sama pulang mukanya begitu terus, ayo cerita kamu kenapa ?” tanya Corradeo khawatir
“Dad, dia ngancem aku, dia ambil cita-cita aku, semuanya” jawab Michelle penuh penekanan
“Emang cita-cita kamu apa young Michelle ?” goda Hugo
“Nggak tahu” ketus Michelle
“Honey..” rayu Nicholas mengelus lembut rambut Michelle
“Terus apa lagi ?” tanya Xavier dengan lembutnya
“Dia bilang dia mau nikah cewek lain tadi kalau aku nolak lamarannya” jawab Michelle cemberut
“Oh ya ? dia ngelamar kamu ?” tanya Xavier menahan senyumnya
“Hemm.. tadi aku tolak tapi dia ancem aku kayak gitu” jawab Michelle memindahkan kepalanya di dada Xavier
“Emang lo tahu cewek mana yang mau kak Axel lamar selain lo ?” tanya Ezra
“Oh iya, gue nggak kepikiran” ucap Michelle tercengang
“Ya terus kalau gitu gimana akhirnya ?” tanya Daniel
“Mau nggak mau aku terima Uncle demi cita-cita aku” jawab Michelle menunjukkan cincinnya
“Bilang aja emang lo mau nikah sama kak Axel, Micheelleee” gerutu Kyra kesal
“Nggak ! gue lakuin ini demi cita-cita gue” protes Michelle
“Udahlah Cel, cinta ya cinta aja, jangan alibi cita-cita” ucap Ezra
“Beneran Zra, gue bilang sama kakak ipar lo itu kalau gue terima demi cita-cita gue doang, tanya aja orangnya” ucap Michelle
“Jangan bohong baby, kamu sendiri yang bilang kalau kamu kangen banget sama aku, cinta mati sama aku, dan kamu itu cemburu kalau aku nikah sama cewek lain, soal cita-cita kan waktu itu kamu bilang kalau aku nikahnya sama cewek lain dan ngikutin cita-cita kamu itu kamu bakalan bakar aku, cewek itu, dan tempat-tempat yang kita datengin” ucap Axel dengan tenangnya
“I really hate you” ucap Michelle memicingkan matanya menatap Axel
“Halah, dasar bucin” ledek Kyra
__ADS_1
“Kak, aku pengen batalin aja” ucap Michelle hendak melepaskan cincinnya
“Eee jangan dilepas” ucap Axel panik
“Kenapa ?” tanya Michelle dengan wajah polosnya
“Cincinnya itu udah dilengkapin sama alat peledak, kalau dilepas nanti kamu ikut meledak” jawab Axel
“Kak, gimana nih ?” tanya Michelle panik
Nicholas dan Xavir cuma bisa menggelengkan kepalanya melihat sikap Michelle yang kepintarannya mulai luntur.
“Emang dari dulu temen kamu itu pinternya bisnis doang” bisik Ezra
“Emang, dibegoin masalah cincin aja dia panik gitu” bisik Kyra
“Nah, sekarang, bisa kita bicarain tentang pernikahan mereka ?” tanya Daniel melebarkan senyumnya
“Gimana kalau minggu ini ?” tanya Corradeo
“Nggak bisa” tolak Michelle
“Kenapa ?” tanya semuanya
“Aku ada perform di Italia” jawab Michelle
“Kamu lebih milih perform daripada nikah sama aku ?” tanya Axel
“Ini perform terpenting disana” ucap Michelle
“Emang nggak bisa kamu nggak hadir aja ?” tanya Nicholas
“Justru karena aku pemeran utamanya kak jadi aku yang bakalan disorot terus” jawab Michelle
“Kalau gitu gimana kalau lusa ? sekarang kita berangkat ke Italia” ucap Dominico
“Nonno, itu kecepetan, belum siapin semuanya” protes Michelle
“Kamu tenang aja, Nonno kamu ini tinggal jentikkan jari semua beres” ucap Hugo
“Kalau gitu ayo berangkat” ajak Axel penuh semangat
“Lo ikut kita ke atas” ucap Nicholas tegas
Nicholas berjalan naik tangga bersama Xavier dengan tegas dan gagahnya diikuti Axel.
“Susahnya jadi pasangan Michelle, seleksinya banyak” ucap Ezra
“Emang mereka mau ngapain ?” tanya Hugo
“Paling kak Axel mau di sidang lagi” jawab Kyra
Dominico dan Hugo langsung bangun dan naik tangga, bukan masuk ke dalam ruang kerja Nicholas tapi mereka menguping dari luar.
“Mereka beda saat jadi temen sama jadi kakaknya Michelle, denger kan mereka mau siksa Axel sampai cucuku minta dibunuh aja” bisik Hugo
“Mereka cucu-cucu hebatku” ucap Dominico dengan bangganya
Setelah menunggu para lelaki itu, mereka pun terbang ke Italia.
**
__ADS_1