
Tring..
Michelle merogoh ponselnya lalu membuka pesan dari Iceberg.
“Panas !” sindir Axel
“Tapi kan kamu iceberg, masa kepanasan” goda Michelle
“Boleh nggak sih aku kesana ?” ketus Axel
“Nggak boleh dong” jawab Michelle
“What ? kenapa ? oh, takut ganggu sama cowok itu ya ? pantes aja betah, pantes aja nggak protes pas dia geser duduknya ke deket kamu.. kamu suka sama dia ? iya ? kamu mau selingkuhin aku ? tega kamu Cel” gerutu Axel dengan kecemburuannya
“Aku sakit hati, padahal aku cintanya sama kamu, padahal semalem kita udah gembok cinta kita di Namsan tapi kamu malah kayak gini.. aku sedih jadinya” drama Michelle
Michelle cemberut sedih membuat Simon memegang tangan Michelle sementara Axel diambang kegalauan antara kesal atau ikut sedih.
“Hei, lo kenapa ?” tanya Simon
“Just a little problem” jawab Michelle
“Lo bisa cerita kalau mau, gue pendengar yang baik” ucap Simon tersenyum lembut
“Thanks, tapi gue udah punya banyak pendengar yang baik” ucap Michelle
“Eum, kalau gitu.. boleh gue minta nomor ponsel lo ?” tanya Simon menyodorkan ponselnya
Michelle menerima ponsel Simon lalu mengetikkan nomor bisnisnya seperti biasa yang Emily simpan lalu mengembalikannya lagi ke Simon.
“Kamu lihat kan ? dia minta nomor ponsel aku, he is so cute” ucap Michelle mengirim pesan ke Axel
Axel membacanya dan nafasnya memburu membuat Kyra mengintip isi pesan dari Michelle.
“Astaga Kak, pacar Kakak itu emang licik, dia cuma mau bikin Kakak cemburu” ucap Kyra
“Lihat tuh, dia malah senyum-senyum” gerutu Axel
“Eh bucin, biasa aja kali” celetuk Joshua
“Kak, Kyra bener, Michelle cuma mau bikin Kakak cemburu doang, gue udah sering denger cerita Michelle sama kedua Kakaknya yang ganteng-ganteng itu” ucap Ezra
“Nyebelin ! Dam, lo bisa retas isi pikiran Michelle nggak sih ? gue geregetan” ucap Axel
“Mana bisa Kak” jawab Saddam memutar bola matanya
“Ugh, lo deh Daf, gue minta lo bangun benteng buat Michelle dan setiap ada cowok yang mau masuk benteng bakalan kesetrum sampai gosong” ucap Axel
“Boleh aja” jawab Daffin menuruti kecemburuan Axel
“Ish, udah gila temen gue ini, lo nggak mikir apa lo sendiri bisa kena setrum” ucap Fares
“Kecuali gue Daf, inget !” ucap Axel tajam
..
Keluarga angkat Nadine pun pamit undur diri mengingat hari sudah sore memaksa Michelle dan Zeira harus mengakhiri perkenalannya sama Shania yang sama sedihnya sama mereka.
Saat keluarga angkat Nadine keluar, Axel langsung berjalan ke arah Michelle dan memeluknya erat.
“Kenapa lagi tuh orang ?” tanya Xavier
“Cemburu Vie” celetuk Joshua
“Halah, lebay” sindir Nicholas
Axel tidak peduli dan memilih tetap memeluk Michelle yang membuatnya tenang dan nyaman sekaligus merasa takut kehilangan.
Sepanjang jalan pulang Axel tidak pernah melepas genggaman tangannya di tangan Michelle, malah menarik kepala Michelle untuk bersandar di dadanya.
“Xel, pegel” keluh Michelle
Bukannya dilepas, Axel malah mengangkat tubuh Michelle untuk bertukar tempat duduk dan kembali melakukan hal yang sama sampai mereka tiba di rumah.
“Kamu kenapa sih ?” tanya Michelle
“Maafin aku baby, jangan selingkuh ya” pinta Axel
“Siapa yang selingkuh ?” tanya Michelle bingung
__ADS_1
“Kamu sama cowok tadi” jawab Axel sedikit ketus
“Aku nggak suka sama dia” ucap Michelle
“Tapi aku takut baby” ucap Axel mengeratkan rangkulan dan genggaman tangannya
Michelle menepuk-nepuk pelan tangan Axel.
“Inget umur Kak, bucin banget” ucap Kyra
“Kayaknya Kak Axel telat puber sayang” ledek Ezra
Axel baru saja mau melepaskan rangkulannya dan hendak protes tapi Michelle langsung menggerakkan pipinya di dada Axel sementara tangannya melingkar di perut Axel membuat Axel makin nyaman dan mengurungkan niatnya.
..
Malam hari, mereka sudah bersiap untuk pulang.
Axel tidak hentinya berada di dekat Michelle terus dan menggenggam tangan Michelle ke dalam genggaman tangannya membuat Kakak dan adik mereka sudah pasrah terlebih kedua Kakak Michelle itu sudah mengijinkan mereka memiliki hubungan spesial.
..
Sekitar jam sepuluh malam, mereka tiba di Indonesia. Semuanya berpisah ke rumah masing-masing karena pengawal mereka sudah menunggu kepulangan mereka.
Begitu juga dengan Axel yang terpaksa pulang bersama adik dan adik iparnya.
Axel memeluk erat Michelle seakan tidak ada hari besok untuk bertemu dengan Michelle lagi.
“Udah woi !” celetuk Xavier
“Lo nggak ngerti Vie” ucap Axel lirih
“Michelle, putusin Axel sekarang juga” perintah Nicholas
“What ?!! nggak nggak nggak, nggak bisa Nick, gue cinta Michelle” tolak Axel makin erat memeluk Michelle
“Xel makannya lepasin pelukannya” ucap Michelle
“But Im already miss you baby” rengek Axel
“Ya udah kalau gitu putus aja ya” ancam Michelle
“Ugh Kak kayaknya kita salah udah ijinin Axel” ucap Xavier
“Hemm, makannya Kakak suruh Michelle buat putusin si bucin itu” gerutu Nicholas
“Axel” panggil Michelle pelan
“Ya udah oke aku ngalah, besok aku jemput ya” ucap Axel terpaksa melepaskan pelukannya
“Iya, aku pulang ya iceberg” pamit Michelle
Michelle masuk mobil bersama kedua Kakaknya yang masih menatap tajam Axel sementara Axel masih berdiri disana menonton Michelle yang pergi meninggalkannya.
**
Sesuai ucapannya, pagi ini Axel datang menjemput Michelle berangkat kerja.
“Good morning” sapa Axel dengan riangnya
Axel langsung duduk di samping Michelle yang masih menyantap sarapannya lalu memangku dagunya dengan satu tangannya di atas meja menatap Michelle sambil tersenyum.
“Jangan lihatin Michelle terus Axel, ayo ikut sarapan” ucap Corradeo
“Aku cukup lihatin Michelle sama aja ngisi energi aku Uncle” jawab Axel
“Halah, bucin” gerutu Nicholas
“Iri aja Kakak ipar” goda Axel
Ingin rasa roti tawar dengan selai nanas di tangan Nicholas mendarat di wajah Axel yang tersenyum tanpa dosa.
“Sabar Kak, nanti aku culik dia biar aku operasi hapus ingatan sekalian” ucap Xavier
“Buang aja Vie sekalian, kesel banget lihat dia tuh” gerutu Nicholas
“Udah ayo berangkat aja” ajak Michelle setelah menghabiskan sarapannya
“Okay baby” jawab Axel dengan riangnya
__ADS_1
“Daddy, Mommy, Kakak ipar yang ganteng-ganteng dan Kakak ipar yang cantik, aku pergi dulu ya sama my baby Michelle” pamit Axel
“Bye all” pamit Michelle
Roti tawar sudah terkepal membentuk bola di tangan Nicholas dan Xavier menatap tajam Axel yang berjalan keluar dari ruang makan sambil merangkul manja bahu Michelle.
“Aku nyesel ngijinin Axel, Kak” ucap Xavier meremas roti tawarnya
“Sama, kirain sih orangnya normal tahunya kurang makan minyak ikan” gerutu Nicholas merobek-robek roti tawarnya
“Hei, udahlah.. lihat tuh sarapan kalian jadi kayak gitu” ucap Leonore
..
Sekitar jam tiga sore, Dominico kembali ke kediaman Melviano, begitu juga dengan Hugo yang kembali ke kediaman Oliver karena pekerjaan mereka sudah bisa ditinggal dan dialihkan ke anak buah mereka.
Corradeo sengaja meliburkan dirinya bergantian dengan ketiga anaknya yang kembali bekerja.
Terdengar suara cekikikan anak kecil dari dalam sana membuat Dominico mempercepat jalannya.
“Zeira, here darling” panggil Corradeo
“Yes Glandpa” jawab Zeira yang duduk di pangkuan Corradeo
“Ayo sapa Bisnonno kamu” ucap Corradeo
“Bisnonno ?” tanya Zeira
“Iya, itu Bisnonno kamu, Daddynya Grandpa, Bisnonno Dominico” jawab Corradeo
Zeira menatap Dominico yang tersenyum haru melihat gadis kecil itu.
“Glandpa, may I call Aunty Michelle ?” tanya Zeira
“Mau apa sayang ?” tanya Corradeo
“Dalling, Glandpa” protes Zeira cemberut kesal
“Iya, little darling” ucap Corradeo dengan lembutnya
“Jadi Glandpa, aku mau telefon Aunty” ucap Zeira
“Mau ngapain little darling ?” tanya Corradeo
“Mau kasih tahu Aunty dulu kalau ada Bisnonno disini” jawab Zeira
“Jangan kasih tahu dong, kan surprise buat Aunty” ucap Corradeo
“Kalau gitu aku mau main aja, nanti aku anggap ini sulplise buat aku juga” ucap Zeira
“Nggak boleh begitu sayang” ucap Amber
“Mommy, aku kan Ms. pelfect juniol” protes Zeira mengerucutkan bibirnya
“Ms. perfect junior ? terus seniornya siapa ?” tanya Dominico
“My Aunty Michelle.. aku mau jadi kayak Aunty, mau jadi CEO telus bos..
Glandpa GlandMom, waktu di Seoul aku ikut Aunty ketemu klien di kantolnya, aku cantik deh pakai jas kayak Aunty, telus habis itu aku diajak ke setiap luangan disana sama hotel Aunty.. disana banyak olang yang kayak gini pas aku sama Aunty lewat, Aunty kelen banget” jelas Zeira dengan gemasnya sambil mencontohkan seorang karyawan yang membungkukkan setengah badannya
“Wow, kamu beneran mirip Aunty Michelle” puji Leonore
“GlandMom, aku nggak suka dipuji” ucap Zeira menggelengkan kepalanya
“Ya ya ya, my Granddaughter like my Own daughter” keluh Leonore
“Glandpa, nanti aku mau gambal hotel kayak Aunty ya, Glandpa harus bikinin kayak gambal Aunty” ucap Zeira
“Maksudnya gimana ?” tanya Dominico
“Michelle pernah gambar desain hotel waktu umur sepuluh tahun Dad, aku bangun hotelnya sesuai desain Michelle sebagai hadiah ulang tahunnya yang ke sepuluh” jawab Corradeo
“Oh god, she is georgeous” ucap Dominico
“Dad, Michelle nggak suka pujian” ucap Corradeo mengingatkan
“Whatever” ketus Dominico
**
__ADS_1