Ms. Perfect

Ms. Perfect
Tangisan Kyra


__ADS_3

Seorang pelayan yang melihatnya langsung melaporkannya ke kepala pelayan dan dilaporkan lagi ke kedua orang tua Kyra.


Paula langsung menangisi sikap kedua anaknya itu dan langsung naik tangga menghampiri Kyra diikuti Daniel yang menenangkan Kyra.


Merasa tersakiti melihat putrinya menangis, Daniel langsung menggedor-gedor pintu kamar Axel sementara Paula sudah membantu Kyra untuk berdiri.


Plak !!


Tamparan keras mendarat di pipi Axel saat membuka pintu kamarnya.


“Kenapa sih Dad ? aku salah apa lagi sama Daddy ?” tanya Axel menahan kesal


“Apa yang kamu lakuin sampai bikin adik kamu nangis ?” tanya Daniel membentak Axel sementara Kyra masih terisak di rangkulan Paula


“Aku nggak lakuin apa-apa Dad.. emang anak kesayangan Daddy aja yang kelewat manja dan cengeng” jawab Axel kesal


“Axel !!” bentak Daniel kesal


“Apa Dad ? Daddy terlalu manjain dia.. ngebiarin dia hidup dengan banyak uang, ngehabisin uang yang Daddy cari sendiri selama ini.. kehidupan mewah, kuliah di luar negeri dan sengaja nggak mau pulang karena masih betah ngehabisin uang Daddy.. sampai sekarang bukannya kerja malah liburan ke luar negeri” jelas Axel meluapkan emosinya


Mendengar perkataan Axel, Kyra langsung berlari turun dengan tangisannya yang langsung pecah begitu saja.


Kyra langsung masuk mobil dan meminta ke supir untuk mengantarnya ke kediaman Melviano.


..


“Udah puas nyakitin adik kamu sendiri !” bentak Paula yang terisak dan langsung berjalan cepat turun tangga mencari Kyra


“Daddy bener-bener kecewa sama kamu ! Daddy berhasil didik kamu jadi penerus perusahaan Daddy, tapi ternyata Daddy gagal didik kamu sebagai seorang Kakak !” jelas Daniel benar-benar kecewa dan pergi meninggalkan Axel begitu saja


Axel mengunci pintu kamarnya. Dia membanting barang-barang diatas meja riasnya dan terduduk menjambak rambutnya sekuat tenaganya.


“Aarrrggghhhhh !!” teriak Axel meluapkan emosinya


..


Sampai di kediaman Melviano, Kyra langsung masuk rumah setelah Arya menyiapkan sandal rumah untuknya.


Michelle yang sedang duduk di ruang keluarga bersama kedua orang tua dan Nicholas sambil memberikan oleh-oleh untuk mereka langsung terkejut dan berlari menghampiri Kyra.


Melihat Kyra menangis dengan mata sembabnya, Michelle langsung memeluk erat Kyra.


“Kyra kenapa ?” tanya Nicholas lembut


Michelle melepaskan pelukannya pada Kyra dan membiarkan Nicholas memeluk Kyra.


Tangisan Kyra makin nggak terbendung lagi dalam pelukan hangat seorang Kakak.


“Michelle” panggil Leonore khawatir

__ADS_1


“Kyra boleh nginep disini kan Mom ?” tanya Michelle lirih


“Boleh darling” jawab Leonore mengelus lembut rambut Michelle


“Kamu ajak Kyra ke kamar dulu aja, mungkin dia bisa nenangin dirinya kalau sama kamu” ucap Corradeo khawatir


“Iya Dad, makasih ya” jawab Michelle lembut


“Ra, ke kamar yuk” ajak Michelle lembut


Kyra melepaskan pelukannya dari Nicholas.


Michelle membopong lembut bahu Kyra, menaiki satu persatu anak tangga sambil sesekali mengelap air mata Kyra dengan ibu jarinya.


..


Di dalam kamar Michelle, dua orang pelayan yang sudah menyiapkan minuman dan es krim menaruhnya dengan hati-hati di atas meja depan sofa kamar Michelle lalu keluar kamar tanpa meninggalkan suara kecil.


Michelle mengambil beberapa helai tissue dan mengelap air mata Kyra, lalu memberikan Kyra minuman hangat yang bisa membuat Kyra tenang.


Dengan sabar Michelle membiarkan Kyra menyandarkan kepalanya di bahu Michelle sambil Michelle mengelus lembut rambut Kyra.


Saat Kyra sudah menenangkan dirinya, Kyra mulai bicara.


Dia bercerita tentang alasan kenapa dia sampai menangis dan memilih pergi dari rumahnya.


..


Arya mengetuk pelan pintu kamar Michelle. Michelle membukakan pintu kamarnya sementara Kyra sudah tertidur di tempat tidur Michelle setelah puas menceritakan semuanya ke Michelle.


“Kenapa Pak ?” tanya Michelle lembut


“Nyonya Paula menelefon dan mau bicara dengan Nona Michelle” jawab Arya sopan memberikan telefon ke Michelle


“Oke, sebentar ya Pak, aku terima telefon dulu” ucap Michelle mengambil telefon dari tangan Arya


“Silahkan Nona, saya menunggu disini” jawab Pak Arya sopan


Michelle menutup pintu kamarnya dan berjalan ke balkon.


“Ya Aunty” ucap Michelle lembut


“Michele.. apa bener Kyra dirumah kamu ?” tanya Paula khawatir dan terdengar isak tangisnya


“Iya Aunty.. tapi Kyra udah tidur” jawab Michelle lembut


“Michelle.. maafin Aunty ya udah ngerepotin kamu dan keluarga kamu” ucap Paula merasa tidak enak


“Nggak sama sekali kok Aunty, jangan mikir kayak gitu ya.. aku seneng Kyra percaya sama aku, dan aku seneng bisa bantu Kyra” ucap Michelle tulus

__ADS_1


“Makasih banyak ya Cel.. besok Aunty kerumah kamu ya, jemput Kyra” ucap Paula terharu


“Nggak usah Aunty, nanti biar aku yang nganterin Kyra pulang” jawab Michelle ramah


“Aunty makin nggak enak sama keluarga kamu kalau kamu kayak gitu Cel” ucap Paula merasa tidak enak


“Udah ya Aunty, jangan mikir kayak gitu lagi.. eum, udah dulu ya Aunty, aku mau nemenin Kyra sebelum ratu bangun dan nangis lagi, hehehe..” ucap Michelle dengan tawa kecilnya agar Paula berhenti menangisi Kyra


“Dasar kamu.. ya udah sekali lagi makasih banyak ya Cel, bye” ucap Paula lembut dan mematikan telefonnya


Michelle keluar kembali dan memberikan telefonnya ke Arya lagi.


Belum juga pintu tertutup, Nicholas memanggil Michelle dan mengajaknya bicara di ruang kerjanya.


Sebelum keluar kamar, Michelle menyelimuti Kyra dengan benar lalu mengecup lembut kening Kyra dan menutup pintu kamarnya perlahan.


..


Di dalam ruang kerja Nicholas, Michelle duduk di sofa sambil menyandarkan kepalanya melihat ke langit-langit ruangan itu bersama Nicholas di sebelahnya.


“Cel.. apa kamu yakin nggak butuh bantuan Kakak ? Kakak juga sedih lihat Kyra kayak gitu” tanya Nicholas pelan


“Aku sih butuh, tapi tadi aku udah bicarain sama Kyra dan dia nolak” jawab Michelle


“Terus gimana Cel ? apa yang bisa Kakak lakuin buat bantuin kamu ?” tanya Nicholas khawatir


“Kakak jadi Kakak yang baik aja buat Kyra juga.. sayangin Kyra kayak Kakak sayang sama aku, tapi nggak boleh banyak-banyak, nggak boleh cium-cium Kyra juga, aku nggak suka” ucap Michelle langsung mengerucutkan bibirnya


“Ah my honey cemburu.. imutnyaaaa.. sini Kakak ciumin kamu mumpung Daddy sama Vier nggak ganggu” ucap Nicholas gemas dan langsung menciumi seluruh wajah Michelle kecuali bibirnya bertubi-tubi


“Kaakk.. udaahhh” protes Michelle karena Nicholas tidak berhenti menciuminya


“Nggak mau, Kakak kangen banget sama kamu” ucap Nicholas melanjutkan kegiatannya


“Aaaaa udaahh” rengek Michelle menjauhi wajahnya dari ciuman Nicholas


“Kakak makin gemes sama kamu.. ayo lagi.. terusin rengekkan kamu” ucap Nicholas makin semangat menciumi Michelle


Michelle langsung memeluk erat Nicholas, membenamkan wajahnya di dada Nicholas.


“Kamu curang” keluh Nicholas cemberut


“Kakak nggak berhenti ciumin aku lagian” ucap Michelle mengerucutkan bibirnya


“Kakak kangen banget sama kamu honey.. Kakak nggak mau jauh dari kamu” ucap Nicholas lembut sambil memeluk Michelle lebih erat


“Bikin terharu aja” ucap Michelle terkekeh pelan


**

__ADS_1


__ADS_2