
Tengah malam, Michelle terbangun dari tidurnya dan memilih membuat segelas susu hangat seperti biasa setiap dia terbangun dari tidurnya sebelum pagi hari.
“Kenapa belum tidur ?” tanya Axel yang berjalan ke arahnya
“Aku kebangun dan mesti minum susu biar perutnya anget terus gampang tidur deh, kamu sendiri kenapa belum tidur ?” tanya Michelle balik
“Aku udah sempet tidur tapi malah kebangun dan susah tidur lagi, aku pikir mau bikin minuman anget dulu biar bisa tidur lagi kayak kamu” jawab Axel
“Mau minum apa ?” tanya Michelle
“Eum.. cokelat panas” jawab Axel
“Ya udah duduk aja, aku bikinin dulu” ucap Michelld
Axel pun duduk sambil menonton wajah cantik Michelle yang tengah serius membuat susu dan cokelat panas untuk mereka.
Tak..
Michelle menaruh secangkir cokelat panas di depan Axel lalu dia duduk di sampingnya.
“Michelle, boleh aku tanya sesuatu ?” tanya Axel
“Tanya aja” jawab Michelle setelah menyeruput susu hangatnya
“Apa kamu merasa sedih dan kehilangan karena Nicho yang mau menikah ?” tanya Axel hati-hati
“Hemm, iya sih, tapi demi kebahagiaan Kakak aku nggak apa-apa, aku nggak boleh egois dan lagi aku bukan anak kecil lagi walaupun bagi Kakak aku tetep adik kecilnya itu” jawab Michelle
“Aku akan nemenin kamu terus Cel” ucap Axel lembut
“Thanks Axel” ucap Michelle tersenyum haru
Setelah mereka berdua menikmati minumannya, Axel mengantar Michelle sampai depan pintu kamarnya.
“Sweet dreams baby” ucap Axel mengecup lembut kening Michelle
Tanpa aba-aba Michelle menarik kaos Axel membuat pemiliknya masuk ke dalam kamar Michelle lalu Michelle menutup pintu kamarnya.
“Aku masih kangen sama kamu” ucap Michelle cemberut
“Aku juga baby, tapi kamu mesti tidur” ucap Axel memegang kedua pipi Michelle
Michelle langsung melingkarkan tangannya di leher Axel, menariknya, dan sedikit berjinjit agar dia sampai untuk mencium bibir Axel.
Axel pun langsung membalasnya dan memegang pinggul Michelle dengan mesranya.
Dia menghimpit tubuh mungil Michelle ke balik pintu kamar sambil mengelus pinggul dan paha Michelle yang terbuka tanpa melepaskan ciuman mereka.
“I love you baby” bisik Axel disela ciumannya
“Jangan sekarang, jangan lepas, aku masih kangen bibir kamu” ucap Michelle dengan wajah sendu dan nafas memburunya
Michelle melenguh menikmati sentuhan tangan Axel tapi juga geram karena tangan besar itu tidak memegang dada atau bokongnya membuat Michelle mulai menelusupkan jemari tangannya di balik kaos Axel.
“Baby..” ucap Axel lirih
Michelle merapatkan tubuh mereka membiarkan dadanya tersentuh tubuh Axel walaupun masih terhalang kaos.
“Babyy..” ucap Michelle lirih
Axel menurunkan ciumannya ke leher jenjang Michelle lalu menciumi telinga Michelle membuat pemiliknya menarik rambut Axel kesana kemari dengan lenguhannya.
Michelle menarik kedua tangan Axel memegang dadanya itu, membiarkan tangan besar itu memainkan dadanya.
“Ohhhh, rasanya enak baby” ucap Michelle memejamkan matanya
“Kamu belajar dari mana ?” tanya Axel sambil menciumi leher Michelle
“Eemmmhhhhh.. baby.. Kyra..” jawab Michelle melenguh panjang saat Axel menggigit kecil telinga Michelle
“Udah ya..” ucap Axel melepaskan kedua tangannya dari dada Michelle yang sudah mengeras itu
“Kenapa ? kamu nggak suka ya ?” tanya Michelle cemberut
“Nggak gitu baby, inget kan kalau aku mau jaga kamu bukan ngerusak kamu, udah ya aku ke kamar” ucap Axel
“Boleh minta satu hal sebelum kamu keluar ?” tanya Michelle
“Apa ?” tanya Axel tersenyum lembut
Michelle membuka tanktopnya menyisakan bra hitam dengan isi yang penuh membuat Axel menelan salivanya susah payah.
“I need your mouth, no, maybe your tongue play with them” ucap Michelle
“Baby, apa kamu tahu dari Kyra lagi ?” tanya Axel
“Iya” jawab Michelle
“Apa lagi yang Kyra kasih tahu ke kamu ?” tanya Axel
“Banyak” jawab Michelle lagi
“Dont do this baby, please” pinta Axel menahan gairahnya
“Tapi sekali ini aja bisa kan ? aku nggak akan minta lagi, aku penasaran, dia bilang rasanya lebih enak daripada pakai tangan” ucap Michelle sungguh-sungguh
__ADS_1
Argh sumpah anak itu.. kenapa juga dia mesti jelasin semuanya ke Michelle, dan kamu juga Cel, kenapa jadi begini ?? -batin Axel gelisah
“Please baby” mohon Michelle lirih
“Baby, aku belum bisa” tolak Axel
“Sekalipun ?” tanya Michelle kecewa
“Iya” jawab Axel
Michelle menghela nafas kasar lalu berjalan ke tempat tidurnya tapi Axel langsung menarik Michelle ke dalam pelukannya sambil mencium bibir manis Michelle itu.
“Jangan ngambek dong baby” rayu Axel
“Nggak kok, ya udah sana katanya mau ke kamar” usir Michelle
Axel langsung menggendong Michelle dan menghimpitnya kembali ke pintu kamar. Kedua tangannya menopang bokong Michelle.
“Kamu mau aku kayak gini ?” tanya Axel
Axel pun menciumi wajah Michelle lalu turun ke leher dan dada Michelle, menghirup aroma dada Michelle dalam-dalam.
“Kelamaan” keluh Michelle melepas pengait bra nya
Axel tercengang melihat dada Michelle tepat di depan matanya, dia menelan salivanya dengan susah payah dan mengedipkan matanya.
“Baby, come on” ucap Michelle membuyarkan lamunan Axel
“Apa kamu yakin ?” tanya Axel dengan wajah merah padam
“Baby..” gerutu Michelle
Axel menciumi sekitar dada Michelle, menjilatinya sampai puncaknya membuat Michelle kembali melenguh dan melengkungkan tubuhnya seakan menyodorkan dadanya lebih dalam ke bibir Axel.
“Emmmhhh bbabbyyyy..” lenguh Michelle
Hampir hilang kesadaran, Axel segera melepaskan mulutnya dari dada Michelle lalu menurunkan tubuh Michelle.
“Ayo pakai baju kamu dulu” ucap Axel memberikan bra dan tanktop Michelle
Michelle memeluk erat Axel sebelum akhirnya dia kembali memakai bajunya lagi.
“Thank you iceberg, good night and sweet dreams” ucap Michelle mengecup lembut pipi Axel
Axel langsung keluar kamar Michelle begitu saja dan mengunci pintu kamarnya.
“Ini gila !! ah shit !” gerutu Axel melirik ke bagian tubuh bawahnya
Axel beranjak ke kamar mandi, menyelesaikan perangnya sendiri disana.
**
“Aunty bisa main ski ?” tanya Zeira
“Bisa dong.. Aunty sama Aunty Michelle kamu itu jago main ski” jawab Kyra dengan sombongnya
“Coba Aunty coba” pinta Zeira dengan gemasnya
“Michelle !” panggil Kyra
Michelle yang sedang mencontohkan cara bermain ski untuk teman-temannya yang belum pernah main ski itu berhenti dan menghampiri Kyra.
“Tanding yuk” ajak Kyra dengan sombongnya
“Males ah” ketus Michelle
“Aunty aku mau lihat” pinta Zeira
Michelle menatap tajam Kyra yang tersenyum tanpa dosa. Dia sudah tahu pasti kalau keponakannya itu pasti sudah dihasut oleh Kyra.
“Aunty nggak terlalu jago sayang” ucap Michelle
“Tapi kata Aunty Kyla, Aunty jago banget” ucap Zeira
“Eum.. gimana kalau Aunty ajarin kamu aja ?” tawar Michelle
“No, Aunty” tolak Zeira cemberut kesal
“Ya udah oke demi kamu” ucap Michelle mengalah
Zeira langsung mengembangkan senyum gemas dari pipi merah tembamnya.
“Mau gimana ?” tanya Michelle malas
“Kita balapan tapi harus pakai gaya kayak yang udah-udah gitu, oke” ucap Kyra penuh semangat
“Hemm, paling lo kalah lagi” ucap Michelle
“Nggak akan” ketus Kyra
Michelle dan Kyra berjalan dengan papan ski nya ke arah kursi gantung yang akan membawa mereka ke puncak.
“Pasti kalian mau tanding” ucap Xavier
“Dia licik, dia hasut keponakan cantik aku” adu Michelle cemberut kesal
__ADS_1
“Nggak apa-apa, kamu pasti keren honey” ucap Nicholas
“Apanya yang keren nih ?” celetuk Fares
“Mereka mau tanding ski” jawab Nicholas
“Oh wow ! gue bakal pilih siapa yang menang” ucap Joshua
“Tapi Kakak harus adil ya” pinta Kyra
“Kalian mau ikut ?” tanya Michelle menatap Ezra, Saddam, dan Daffin
“Nggak !” jawab ketiganya dengan wajah panik
“Kamu nggak ngajak aku ?” tanya Axel
“Nanti ya, habis sama adik ngeselin kamu ini” jawab Michelle memainkan janggut Axel
“Ayo buruannnn” gerutu Kyra
“Tunggu ! kalian kan jago, gimana kalau nggak usah pakai ski poles nya ?” tantang Xavier
Michelle langsung menyerahkan ski poles nya ke Xavier begitu juga dengan Kyra lalu berbalik dan naik kursi gantung meninggalkan yang lainnya.
“Kak, apa nggak bahaya ?” tanya Ezra khawatir
“Kenapa ? mereka jago kok, lihat aja nanti” jawab Nicholas
..
Sudah sampai puncaknya, Michelle maupun Kyra memakai kacamatanya. Di kejauhan bawah sana terlihat para Kakaknya memberikan aba-aba.
“Kalau gue menang lo mesti beliin gue Hermes Birkin Bag ya” tantang Kyra
“Tapi kalau gue yang menang lo beliin gue jam tangan merk Patek Phillippe yang Grandmaster Chime Ref. 6300A-010 ya ?” tantang Michelle balik
“Oke, deal ! waktunya cuma sampai akhir liburan ya, sebelum pulang harus udah dikasih hadiahnya” ucap Kyra
“Nggak masalah” jawab Michelle tersenyum licik
Mereka saling bertatap tajam lalu memulai ski nya.
Michelle berhasil memimpin namun tiba-tiba Kyra menyalip dengan sikap kayangnya di antara kedua kaki Michelle.
“Shit, keren banget Kyra” puji Fares
Michelle masih santai lalu menyusul Kyra yang berada di depannya dan langsung melompat dengan punggung Kyra sebagai tumpuannya.
“Hahahaha..” ledek Michelle berhasil melewati Kyra
“Puja bos mafia Michelle” ucap Saddam tercengang
..
“Hahahahaha !!” ucap Michelle tertawa jahat
“Lo licik” gerutu Kyra
“Kayak biasa, nggak nerima kekalahan, jangan lupa hadiah gue” ucap Michelle tersenyum sinis
“Aunty kelen banget bisa lompatin Aunty Kyla gitu” ucap Zeira
“Hehehehe, kerenan Aunty Kyra kan ?” ledek Michelle
“Kelenan Aunty lah, kan Aunty yang menang” jawab Zeira
“Ayo lagi, gue nggak bakalan kalah” tantang Kyra
“Males ah” jawab Michelle
“Ayo, Kakak juga ikut” ucap Xavier penuh semangat
“Gimana kalau kita tanding bareng semuanya ?” tawar Kyra melebarkan senyumnya
“Kalian aja, gue dibawah sama keponakan cantik gue” tolak Michelle
“Aku mau ikut juga Aunty” pinta Zeira
“Kamu sama Uncle aja yuk” ajak Nicholas
“No, Uncle, aku mau sama Aunty Michelle” tolak Zeira
“Ayolah Cel” bujuk Joshua
“Yang menang boleh minta apa aja sama yang kalah deh” tantang Axel
“Deal ! aku mau minta sesuatu sama kamu, kamu nggak boleh nolak dan harus siapin permintaan aku” ucap Michelle tersenyum licik
My god, bahaya kalau Michelle menang.. lebih bahaya lagi kalau Michelle sampai minta yang semalem.. -batin Axel
Michelle berbaris naik kursi gantung bersama Nicholas, Xavier, Axel, Kyra, Zeira, Fares, dan Joshua.
Sementara Ezra, Saddam, Daffin, Nadine, dan Amber memilih menonton mereka dari bawah sana.
**
__ADS_1