
Besok harinya, Michelle kembali bekerja karena Paula dan Daniel yang memaksa.
Michelle pulang lebih awal dari jam pulang kerjanya lalu pergi ke rumah sakit diantar Noval dan pengawal setianya sementara Emily masih bekerja di kantor menggantikan Michelle.
..
Sampai di rumah sakit, Paula dan Daniel sudah berdiri menatap Kyra dari luar ruangan sementara Axel masih bekerja.
“Apa Kyra udah mendingan Aunty ?” tanya Michelle lembut
“Udah, tapi Kyra masih lemah dan belum ada gerakan dari dia Cel” jawab Paula sedih
“Tadi Mommy sama Daddy kamu kesini, kenapa nggak bareng ?” tanya Daniel
“Pengen ikut nggak jadi Uncle, lagian sekarang aku bisa nemenin Kyra lebih lama” jawab Michelle tersenyum lembut melihat Kyra
Michelle melihat layar ponselnya, Xavier mengiriminya pesan menyuruh Michelle ke ruangannya.
Michelle terpaksa pamit meninggalkan Paula dan Daniel sebentar lalu berjalan masuk lift dan berjalan ke lantai ruangan Xavier.
..
“Maaf Nona, ada urusan apa ?” tanya seorang pengawal menghadang jalan Michelle
“Gue mau ketemu Kak Vier” jawab Michelle dengan tenangnya
“Biarkan Nona Michelle masuk.. kalian lihat baik-baik, Nona Michelle ini adik Tuan Xavier, ngerti” ucap seorang laki-laki yang berjalan ke arah Michelle
“Maaf Nona Michelle” ucap pengawal tadi
“Nggak apa-apa, permisi ya” jawab Michelle dengan ramahnya
“Mari Nona” ajak laki-laki tadi
“Iya, makasih.. tapi lo siapa ya ?” tanya Michelle mengikuti langkah kaki laki-laki disampingnya
“Maaf, perkenalkan saya Nathan, asisten Tuan Xavier” jawab Nathan dengan sopan
“Ohh.. kalau dokter itu punya asisten juga ya ternyata” gumam Michelle menganggukkan kepalanya
Nona Michelle ini polos sekali.. tapi kenapa menggemaskan -batin Nathan
..
Sampailah Michelle di dalam ruangan Xavier.
Xavier langsung mendekat dengan senyum lebarnya dan memeluk Michelle erat.
Mereka duduk di sofa ruangan Xavier sementara Nathan menyuruh yang lain menyiapkan minuman untuk Michelle dan Xavier lalu berdiri di sisi Xavier.
“Kak, Kakak ngiri ya karena aku sama Kak Nicho punya sekertaris pribadi yang selalu ada di deket aku sampai Kakak punya asisten segala yang cara kerjanya kayak sekertaris aku ?” gerutu Michelle memicingkan matanya
“Hahahaha.. my Michelle.. sebelum kamu kerja Kakak udah punya asisten duluan, Kakak kan kepala rumah sakit disini, jadi Kakak wajib punya asisten pribadi buat bantu kerjaan Kakak” jawab Xavier mengelus lembut rambut Michelle
“Masa sih Kak ? aku nggak percaya” ucap Michelle masih memicingkan matanya
“Ya udah kalau nggak percaya” jawab Xavier sedikit ketus
__ADS_1
“Hehehe, jangan marah dong, makasih ya my baby udah rahasiain kejadian itu” ucap Michelle dengan lembutnya
“Itu bahaya tahu nggak ? kenapa kamu kekeuh nggak mau yang lain tahu ?” tanya Xavier khawatir
“Belum selesai Kak, nanti kalau udah selesai aku bilang” jawab Michelle
“Udah lah, Kakak minta kamu kesini buat kasih tahu keadaan Kyra” ucap Xavier serius
“Kok kasih tahu aku Kak ? keluarga Kyra nggak dikasih tahu ?” tanya Michelle bingung
“Michelle.. maafin Kakak.. Kakak nggak tahu harus bilang apa ke kamu” ucap Xavier menyandarkan kepalanya di bahu Michelle
“Kak, kenapa ? kenapa rasanya bukan berita baik ?” tanya Michelle khawatir
“Honey.. Kyra koma karena terlalu syok dan kehilangan banyak darah” jawab Xavier memeluk erat Michelle
Deg !
“Nggak mungkin kan Kak ?” tanya Michelle tidak percaya dan menitikkan air matanya
“Im sorry honey” jawab Xavier lirih
“Berapa lama Kyra bakalan koma ?” tanya Michelle dengan tatapan kosong
“Kakak juga nggak tahu honey.. kita harus banyak berdoa dan kasih Kyra kekuatan” jawab Xavier merasa bersalah
“Apa Kakak udah tolongin aku tentang Sandi ?” tanya Michelle langsung dingin dan melepaskan pelukan Kakaknya
“Udah honey, Kakak udah pecat dia dan Kakak udah pastiin dia nggak punya apa-apa lagi sekarang” jawab Xavier khawatir menatap Michelle
Michelle bangun dari duduknya dan berjalan keluar ruangan Xavier dengan langkah kasarnya.
Xavier mau menyusul Michelle tapi karena tahu bagaimana perasaan Michelle saat ini akhirnya Xavier mengalah dan frustasi sendiri.
“Nat, panggil keluarga Oliver kesini sekarang” perintah Xavier gelisah di kursi kerjanya
“Baik Tuan” jawab Nathan sopan
..
“Lo sibuk nggak Zra ?” tanya Michelle menelefon Ezra
“Nggak, kenapa Cel ?” tanya Ezra balik
“Bisa ketemu sekarang ?” tanya Michelle datar
“Oke, dimana ?” tanya Ezra lembut
“Restoran Black Gold gue ya Zra, gue lagi pengen tenang” jawab Michelle sedih
“Iya, gue kesana sekarang ya, lo hati-hati dijalan” ucap Ezra tulus
“Iya, lo juga hati-hati dijalan” jawab Michelle lalu mematikan telefonnya
..
Michelle sudah sampai lebih dulu, dia memesan minuman sambil menunggu Ezra datang.
__ADS_1
“Sorry Cel, telat” ucap Ezra yang baru datang
“Nggak apa-apa, makan dulu ya Zra” ajak Michelle dengan tenangnya
“Tapi biarin gue yang bayar ya Cel” ucap Ezra tulus
“Yang duitnya banyak sombongnyaa” goda Michelle
“Miicchheelleeeee” ucap Ezra mencubit gemas kedua pipi Michelle
“Oke oke ampun.. gue ngalah oke” ucap Michelle mengalah
..
Setelah pesanan makanan mereka datang, Michelle maupun Ezra makan dengan tenangnya walaupun Ezra seringkali mencuri kesempatan melirik Michelle dan tersenyum tulus.
Selesai makan, Michelle mulai menceritakan tentang kejadian yang dialami Kyra dan alasan Sandi melakukannya.
“Gue ikut sedih ya Cel” ucap Ezra tulus dan memegang tangan Michelle erat
“Makasih Zra” jawab Michelle tersenyum tipis
“Jadi Zra, gue minta ketemu lo karena mau nanya hukuman buat pelakunya itu.. kalau dipenjarain apa gue bisa tuntut dia lebih berat dari masa hukumannya ?” tanya Michelle serius
“Biasanya buat tersangka kena hukuman masuk penjara tujuh tahun dan denda dua puluh empat juta Cel.. dan kalau lo mau ajuin tuntutan juga bisa, gue bakalan bantuin lo” jawab Ezra serius
“Gue pengen lo ikut gue ke rumah sakit buat lihat kondisi Kyra, dan gue juga mau kasih rekaman sama foto-foto CCTV pas kecelakaannya terjadi, gue dapet dari Saddam, Zra” jelas Michelle sedih memegang kepalanya dengan kedua tangannya di atas meja
“Gue tahu kok Cel.. tenang ya, gue pasti bantuin lo, gue bakalan nemenin lo sampai akhir” ucap Ezra tulus merangkul lembut bahu Michelle
“Makasih banyak ya Zra” ucap Michelle tanpa sadar merebahkan kepalanya di bahu Ezra
Kenapa gue susah banget lupain lo Cel ? gue sayang banget sama lo -batin Ezra lirih
**
Hampir satu minggu setelahnya, Michelle disibukkan bertemu dengan Ezra setelah pulang kerja.
Membicarakan tentang tuntutan yang akan Michelle ajukan demi Kyra sementara Sandi sudah Michelle bebaskan sejak pertemuan pertamanya dengan Ezra namun tetap dipantau dari jauh oleh para pengawal Michelle tanpa sepengetahuan orang lain agar pihak yang berwajib menangkapnya sendiri.
Dan Michelle juga seringkali ke rumah sakit, mengajak ngobrol Kyra berharap mata Kyra langsung terbuka dan menjawab obrolannya.
Michelle memberitahukan ke keluarga Oliver tentang ajuan tuntutannya itu, keluarga Oliver mengucapkan banyak terima kasih ke Michelle, karena seharusnya itu tugas mereka.
Michelle mengajukan tuntutannya menjadi dua kali lipat. Ezra yang sudah terkenal dalam bidangnya itu punya banyak teman senior yang ikut membantu kasus Michelle sehingga proses tuntutan Michelle berjalan lancar.
Sejak kasus Kyra, Michelle beberapa kali berkumpul bersama Ezra dan teman-teman sebidangnya. Mereka cepat akrab terlebih Michelle menunjukkan sikapnya seperti sedang bersama teman lama sendiri.
Berbeda dengan Michelle yang seringkali meluangkan waktunya untuk menjenguk Kyra, Axel lebih memilih untuk fokus ke pekerjaannya karena Daniel cuti menemani Istrinya menunggu Kyra sadar.
**
Sudah dua bulan lamanya Kyra koma membuat Michelle pribadi sedih dan kesepian.
Tidak ada hentinya setiap kali Michelle datang menjenguknya akan mengajak Kyra ngobrol seakan Kyra bisa mendengar setiap ucapan Michelle.
**
__ADS_1