Ms. Perfect

Ms. Perfect
Menyekap Pelaku Kecelakaan Kyra


__ADS_3

Pagi ini Michelle ijin tidak berangkat kerja karena mau ke rumah sakit.


Corradeo juga memahami bagaimana perasaan Michelle dan membiarkan anaknya itu menemani Kyra selama beberapa hari.


Michelle berangkat bersama Noval dan juga empat pengawal pribadinya yang seperti biasa mengikutinya dari mobil lain.


..


Sampai rumah sakit, Michelle memeluk Daniel dan Paula bergantian.


“Kata Kak Vier, Kyra masih belum sadar ya Aunty ?” tanya Michelle lirih


“Iya Cel, Kyra masih terlalu lemah” jawab Paula dengan lemasnya


Terdengar dering telefon masuk di ponsel Michelle. Michelle segera merogohnya dan dilihatnya Gery menelefonnya. Michelle langsung bangun dan berjalan menjauh dari keluarga Oliver untuk mengangkat telefon Gery.


“Saya sudah menemukan pelakunya Nona” lapor Gery


“Dimana dia sekarang ?” tanya Michelle dingin


“Di gudang lama tempat dulu Tuan Nicholas menyimpan koleksi mobilnya” jawab Gery memberi laporan


“Kak Nicho tahu ?” tanya Michelle khawatir


“Tidak Nona.. apa perlu saya kasih tahu ?” tanya Gery balik


“Jangan, makasih banyak ya” jawab Michelle lalu mematikan telefonnya


Michelle menoleh melihat kesedihan keluarga Oliver.


Dia tertunduk sedih di tempatnya berdiri dan mengepalkan erat kedua tangannya.


Gue nggak bisa lihat orang-orang yang gue sayang disakitin -batin Michelle kecewa


Michelle langsung berjalan cepat memasuki lift dan meninggalkan Paula dan Daniel disana.


..


Sementara itu di tempat lain dua orang laki-laki yang terkenal kejam di dunia bawah mendapatkan laporan akan kecelakaan yang menimpa Kyra beserta rekaman kejadiannya.


Tidak hanya itu, mereka juga mendapatkan laporan kalau Michelle menyekap pelaku yang mencelakai Kyra.


Mereka geram bahkan berniat mau ke Indonesia namun mereka kembali mengingat ucapan anak-anak mereka juga janji mereka sendiri yang membuat kehidupan mereka sendiri jadi kesepian.


..


Michelle masuk mobil dan menyuruh Noval buat mengantarkannya ke gudang itu.


Percuma bagi Michelle menyuruh pengawalnya berhenti mengikutinya karena mereka tidak akan melepaskan Michelle dari pandangan mereka.


..


Michelle sudah sampai di depan gudang itu. Banyak pengawal di luar dan langsung memberikan salam hormat ke Michelle.


“Berapa orang yang jaga ?” tanya Michelle dengan tatapan dingin


“Dua puluh orang, Nona.. dua belas orang di luar dan delapan orang di dalam” jawab seorang pengawal


“Buka pintunya !” perintah Michelle


“Nona, apa saya perlu menghubungi Tuan Besar ?” tanya Noval hati-hati


“Nggak ! jangan sampai Daddy tahu” jawab Michelle tegas

__ADS_1


“Baik Nona” jawab Noval menundukkan kepalanya


Para pengawal langsung membukakan pintu gudang itu dan menutupnya lagi setelah Michelle bersama Noval dan ke empat pengawal setianya masuk.


Para pengawal yang menjaga di dalam langsung membungkukkan kepalanya memberi hormat ke Michelle lalu memberikan kursi untuk Michelle duduk.


Michelle duduk di depan seorang laki-laki yang sudah berdiri dengan tangan dan kaki sudah di rentangkan dan di rantai, juga mulutnya yang dilakban.


“Buka lakbannya” perintah Michelle dingin


Seorang pengawal dengan sigap langsung menuruti keinginan Michelle.


“Nama lo siapa ?” tanya Michelle dingin menatap laki-laki yang di rantai itu


“Lepasin gue !!” bentak laki-laki itu menatap Michelle


Bugg !!


Michelle bangun dan memukul rahang laki-laki itu.


Para pengawal langsung takut dan hendak melindungi Michelle, tapi Michelle menatap tajam ke mereka seakan memberikan isyarat kalau mereka harus tetap di tempatnya.


Aura gelap Michelle sudah menyelimuti ruangan itu membuat para pengawal ketakutan.


“Gue nanyanya apaan tadi ?” tanya Michelle datar


“Lo siapa !” teriak laki-laki itu lagi


Bugg !!


Michelle terus-terusan memukul laki-laki itu setiap pertanyaannya tidak dijawab.


“Oke oke.. gue Sandi” jawab laki-laki itu setelah menerima beberapa kali pukulan keras dari Michelle


“G.. g.. gimana bisa tahu ?” gumam Sandi ketakutan


“Jawab sialan !” bentak Michelle membuat semua yang ada di ruangan itu ketakutan


“Ky.. Kyra..” ucap Sandi ketakutan


Bugg !!!


“Lo belum mau jelasin ?” tanya Michelle dingin


“M.. maafkan saya” ucap Sandi memohon


“Jelasin” ucap Michelle dingin


“S.. saya suka sama Kyra tapi di tolak.. saya ngikutin Kyra saat itu.. dia masuk ke toko laki-laki terus Kyra keluar bawa sekotak hadiah dan memeluknya erat.. saya pikir itu hadiah untuk laki-laki yang dia suka.. saya tidak terima Kyra lakuin itu.. dia harus milik saya.. maafin saya Nona” jelas Sandi ketakutan


Mendengarnya membuat Michelle geram menatap Sandi yang sudah gemetar ketakutan.


Michelle memukuli dan menendang tubuh Sandi sampai babak belur.


“Dimana lo kenal sama Kyra ?” tanya Michelle dengan dinginnya


“Kita.. satu tempat kerja” jawab Sandi dengan wajah babak belurnya


“Lo kerja sebagai apa ?” tanya Michelle datar


“Dokter” jawab Sandi melemah


Michelle langsung merogoh ponsel nya dan menelefon Xavier dengan loudspeaker.

__ADS_1


“Kamu dimana honey ? jangan bikin aku khawatir” tanya Xavier


“Maaf.. aku mau minta tolong sama kamu” ucap Michelle lembut


“Apa ? minta tolong apa ? pulang sekarang honey, aku khawatirin kamu.. Kak Nicho juga daritadi telefonin aku” jelas Xavier khawatir


“*Aku aman kok, nanti aku pulang” jawab Michel*le


“Jadi, kamu mau minta tolong apa ?” tanya Xavier mengalah


“Ada dokter yang namanya Sandi disana ?” tanya Michelle lembut


“Sandi siapa ?” tanya Xavier bingung


“Kasih tahu lo siapa ? bilang yang bener” tanya Michelle dingin


“Siapa ?” tanya Xavier tajam


“Lo nggak tahu ya lagi ngomong sama siapa ? yang gue telefon ini kepala rumah sakit tempat lo kerja, Xavier Melviano” jelas Michelle dengan bangganya


“T.. Tuan Xavier” ucap Sandi ketakutan


“Sebutin lo siapa !” tanya Xavier dingin


“S.. saya Sandi.. dokter gigi” jawab Sandi makin takut


“Hahahahahaha..” tawa jahat Xavier terdengar membuat semua yang di ruangan itu ketakutan kecuali Michelle


“Honey” panggil Xavier lembut


“Yes, baby ?” jawab Michelle lembut


“Nggak usah khawatir, aku bisa bantu kamu langsung.. mau apa ? dipecat ? di operasi kelaminnya ? di ambil organ tubuhnya ? dibikin laporan kematian ? sebutin aja honey, aku pasti bantu” jelas Xavier dengan tenangnya


“Laporan kematian ? berarti aku bisa matiin beneran ?” tanya Michelle dengan senyum lebar penuh harap


“Kalau mau matiin dia jangan kotorin tangan kamu sendiri, biar itu jadi tugas mereka” jawab Xavier dengan lembutnya


“Nggak asik.. ya udah tolong siapin semuanya ya my baby Vier” ucap Michele makin lembut


“Oke.. bye honey.. besok aku pulang ya” ucap Xavier dengan manjanya


“Oke, aku tunggu ya baby, bye” jawab Michelle dan langsung mematikan telefonnya


Michelle menendang dada Sandi sampai tubuhnya terbentur dinding.


“Nggak perlu di operasi !!” ucap Michelle dingin


Michelle kembali memukuli Sandi seakan Sandi adalah samsak hidupnya sampai Sandi lemas dan hampir pingsan.


“Kalian jagain dia yang bener.. boleh sakitin dia asal ada alesannya dan bilang dulu.. kalau sampai dia lolos, gue lakuin semuanya yang tadi itu ke kalian, ngerti ?” tanya Michelle tegas


“Baik Nona” jawab para pengawal


Michelle berbalik dan hendak keluar ruangan dengan Noval dan para pengawal pribadi di belakangnya.


“Kasih dia makan, jangan sampai dia mati gara-gara kelaperan, kalau mau mati biar gue bantuin, hahahaha !!” ucap Michelle dengan tawa yang membuat semuanya merinding


“B.. baik Nona” jawab para pengawal


Diluar gudang Michelle pun mengancam para anak buah yang berjaga seperti tadi di dalam sebelum meninggalkan lokasi bersama Noval dan ke empat pengawal setianya.


**

__ADS_1


__ADS_2