Ms. Perfect

Ms. Perfect
Darah Mendidih Michelle


__ADS_3

Pagi pun tiba, suasana sarapan pagi ini sangat ramai karena dua keluarga besar dan teman-teman Michelle maupun Axel berkumpul.


“Gimana semalem ?” tanya Amber


“Gimana apanya ?” tanya Michelle bingung


“Malu-malu banget, biasanya juga malah malu-maluin” ledek Kyra


“Ya emang ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya


“Malem pertama kamu sama Axel gimana ?” tanya Nadine


“Seru kak, tanya aja orangnya” jawab Michelle dengan senyumnya


Axel mendengus kesal dan tidak mempedulikan orang-orang yang menatapnya itu, dia masih kesal karena malam pertamanya gagal.


“Xel, cerita dong, buat pengalaman gue nanti pas nikah” ucap Fares


“Jangan sama gue, tanya sama Nicho sama Vier sana, kalau perlu sama Ezra juga” ucap Axel sedikit ketus


“Sombongnya, nggak boleh banget tahu sedikit” ucap Joshua


“Masalahnya gue juga belum punya pengalaman” ucap Axel


Sontak semuanya menjeda sarapannya dan menatap Axel dengan serius.


“Apa ?” ketus Axel


“Apa yang Nonno ajarin gagal ?” tanya Dominico


“Boro-boro gagal, coba aja belum” keluh Axel


“Kenapa ?” tanya Hugo


“Ditinggal tidur” jawab Axel ketus


“Pftt, hahahahahahahahaha..”


Semuanya menertawakan nasib malam pertama Axel yang kurang beruntung itu sementara Michelle sibuk sarapan karena dia melewatkan makan malamnya.


..


“signorina, il signor Sylvester è venuto a cercarla


(Nona muda, Tuan Sylvester datang mencari Nona)” lapor Emily


Michelle bangun dari duduknya setelah menenggak habis minumannya.


“Jangan ada yang keluar ya” ucap Michelle mengedarkan pandangan


Axel ikut keluar dan menggenggam tangan Michelle tidak mempedulikan keluhan Michelle.


..


Sylvester sudah berdiri di sisi mobilnya karena Dominico melarang dia maupun keluarganya masuk ke dalam rumahnya.


“Hai detto che non avevi più una relazione con lui, ma improvvisamente lo hai sposato in questo paese


(kamu bilang kamu nggak punya hubungan lagi sama dia, tapi tiba-tiba kamu menikah sama dia di negara ini)” ucap Sylvester


Seorang perempuan cantik mengenakan mini dress sexy keluar dari dalam mobil dan berjalan cepat sambil fokus menatap Axel.


“Axel..” panggil perempuan itu dengan manjanya


Michelle langsung berdiri di depan Axel dengan mata tajamnya.

__ADS_1


“non stare vicino a mio marito (jangan dekat-dekat sama Suami ku)” ucap Michelle tegas


Axel menarik tangan Michelle dan melingkarkan tangannya di pinggul Michelle dengan mesranya.


“Sei un traditore (kamu pengkhianat)” ucap Sylvester


“mia moglie non è una traditrice, la minacci perché vuoi vendicarti con me (Istri ku nggak berkhianat, kamu mengancamnya karena mau balas dendam denganku)” ucap Axel tegas


“No ! Mi piace (nggak ! Aku menyukainya)” ucap Sylvester


“non meriti che ti piaccia mia moglie


(kamu nggak pantas menyukai Istri ku)” ucap Axel


“Axel ! Ti amo, perché mi stai rifiutando ?


(aku mencintaimu, kenapa kamu menolakku ?)” tanya perempuan itu lirih


“Non mi sei mai piaciuto, dall’inizio ho detto che amo una donna, e questa è mia moglie


(aku nggak pernah suka sama kamu, dari awal aku udah bilang kalau aku mencintai satu wanita, dan itu Istriku)” ucap Axel penuh penekanan


“Michelle” panggil Sylvester


“Mi dispiace, fin dall’inizio volevi vendicarti con Axel, non posso semplicemente accettarlo


(aku minta maaf, dari awal niat kamu emang mau balas dendam sama Axel, aku nggak bisa terima gitu aja)” ucap Michelle datar


“Ma ora mi rendo conto che mi piaci, Michelle (tapi sekarang aku sadar aku suka sama kamu, Michelle)” ucap Sylvester


“è meglio che tu vada ora, e non disturbare mai più le nostre vite


(mending kalian pergi sekarang juga, dan jangan ganggu kehidupan kami lagi)” ucap Axel tegas


Perempuan itu mendekat dan langsung mengecup bibir Axel membuat darah Michelle mendidih dan langsung memukul bibirnya sampai terjatuh dan berdarah.


“Sei troppo Michelle (kamu keterlaluan Michelle)” ucap Sylvester membantu adiknya itu bangun


“è troppo, finché non darai fastidio a chi viene di nuovo in contatto con me, non aspettarti che la tua vita sia calma


(dia yang keterlaluan, sampai kalian ganggu siapapun yang berhubungan denganku lagi, jangan harap hidup kalian tenang)” ucap Michelle tajam


“ok, non ti darò più fastidio, ammesso che non ci conosciamo mai più in futuro


(baiklah, aku nggak akan menganggu kalian lagi, anggap kita nggak pernah kenal lagi di masa yang akan datang)” ucap Sylvester membopong adiknya masuk mobil


Tangan Michelle masih terkepal erat melihat mobil itu keluar dari halaman rumahnya.


“Baby” panggil Axel hati-hati


Michelle berjalan masuk dengan langkah kasarnya dan langsung masuk kamar sementara Axel yang sedari tadi mengekornya tidak bisa masuk karena Michelle menguncinya dari dalam.


Bisa saja dia mendobrak atau meminta kunci master ke kepala pelayan tapi dia menghargai privasi Michelle yang sedang marah itu.


Tidak lama Michelle keluar dengan pakaian fitnessnya.


“Baby, jangan marah” rayu Axel


“Jangan ganggu aku kalau nggak mau jadi samsak hidup” ancam Michelle tajam


“Baby, please, kamu lihat sendiri aku nolak dia dan menjauh dari dia” ucap Axel mengikuti langkah kaki Michelle


Michelle tidak mempedulikan ucapan Axel dan berjalan turun ke ruang gym.


“Aunty” panggil Zeira

__ADS_1


Langkah kaki Michelle pun terhenti dan menatap Zeira yang lagi mengucek matanya.


“Aunty mau pukul-pukul ?” tanya Zeira


“Iya” jawab Michelle


“Tapi Daddy sama Uncle kok nggak ganti baju ?” tanya Zeira lagi


“Aunty mau pukul-pukul sendiri” jawab Michelle


“Kamu kenapa honey ?” tanya Xavier


“Tanyain aja sama adik ipar kakak itu” ketus Michelle melanjutkan jalannya ke ruang gym


Nicholas dan Xavier menatap tajam Axel dan langsung mensidangnya di ruang tengah dimana ruangan itu berdekatan dengan ruang gym.


“Sylvester dateng sama Liboria, adiknya, Sylvester bilang kalau dia suka sama Michelle, gue sama Michelle udah usir mereka tapi tiba-tiba Liboria deketin gue dan cium gue, Michelle langsung marah dan nonjok bibirnya” ucap Axel


“Lo dicium apanya ?” tanya Nicholas dengan aura gelapnya


“Sorry Nick, bibir” jawab Axel


Bugg.. Bugg.. Bugg..


Terdengar suara pukulan samsak dari dalam sana.


“Lo denger sendiri kan ? lo bisa bayangin berat samsak 40 kg dan Michelle pukul sampai kedengeran gitu” ucap Xavier tajam


“Ya ampun Vie, gue udah nolak dan jauh-jauhin muka gue dari Liboria, gue sengaja nggak mau megang-megang cewek lain apalagi di depan Michelle” ucap Axel gelisah


..


Zeira masuk ke dalam ruang gym sendirian dan menghampiri Michelle yang sudah mandi keringat.


“Aunty” panggil Zeira


“Kamu sama siapa kesini ?” tanya Michelle yang masih tetap memukul samsak


“Alone, Aunty.. aku mau nemenin Aunty” ucap Zeira


Michelle menghentikan pukulan dan tendangannya lalu mengatur nafasnya yang tersengal dan duduk di matras.


“Aunty, kalau Mommy lihat Aunty keringetan kayak gini, Mommy bakalan marahin Aunty” ucap Zeira mengelap keringat Michelle dengan handuk sedang


“Emang kenapa ?” tanya Michelle


“Daddy pernah dimarahin sama Mommy soalnya gara-gara keringetan, padahal keringetnya sedikit banget nggak kayak Aunty gini” jawab Zeira


“Bilang sama Mommy kamu, keringetan itu bagus” ucap Michelle menahan senyumnya


“Mommy bilang keringetan itu jorok, bau, kumannya banyak” ucap Zeira


“Mommy sama Daddy kamu itu dokter, coba tanya Daddy yang bener itu ucapan Aunty apa Mommy” ucap Michelle


“Okay..” jawab Zeira dengan gemasnya


“Kamu udah mandi ?” tanya Michelle


“Belum” jawab Zeira


“Mandi gih, Aunty juga mau mandi, habis itu Aunty mau ajak kamu ke ruang rahasia Aunty” ucap Michelle


“Woowwww, like spy Aunty ?” tanya Zeira


“Nggak dong, ruangan ini nggak ada yang masuk kecuali Aunty, dan Aunty mau junior Aunty ini masuk kesana” jawab Michelle

__ADS_1


“Lets go kita mandi Aunty” ajak Zeira penuh semangat


**


__ADS_2