
Sampai di lokasi, para pengawal yang berjaga di luar langsung menahan Michelle dan Axel masuk.
“Maaf Nona, Tuan Besar melarang Nona Michelle untuk masuk ke kawasan ini” tolak salah satu pengawal
“Lo telat ! kalaupun gue balik lagi, gue bakalan kasih tahu Tuan Besar kalau gue udah tahu lokasinya disini” ancam Michelle
“Maafkan kami Nona” ucap pengawal itu menundukkan kepalanya
Kesal, Michelle mendengus kesal, lalu..
Bug !
Michelle langsung memukul wajah pengawal itu dan langsung lari ke dalam halaman gudang.
“Axel buruan !” teriak Michelle tanpa menoleh ke belakang
Axel terkejut melihat pukulan Michelle yang berhasil membuat pengawal itu hampir terjatuh langsung tersadar dan menyusul Michelle.
Sudah di depan pintu gudang ada pengawal lagi sementara pengawal tadi ikut mengejar Michelle dan Axel.
Michelle sudah mengancang-ancangkan tangannya bersiap memukul pengawal yang akan menahannya tapi ternyata pengawal sebelumnya sudah mengabari para sekertaris membuat Gery keluar.
“Nona Michelle, Tuan Axel, tolong pulang saja, Nona dilarang kesini” ucap Gery memohon
“Gue mau masuk” ucap Michelle datar
“Maaf Nona.. Tuan Axel, sebaiknya Tuan mengantar Nona Michelle pulang” pinta Dion yang ikut keluar
“Kita pulang yuk Cel, gue anter” bujuk Axel
“Gue mau masuk !” ucap Michelle mulai mengeluarkan aura gelapnya
“Nona..” ucap Gery terputus
Bug !
Setelah Michelle berhasil memukul rahang Gery, dia berusaha masuk namun ditahan Dion.
“Lo mau gue tonjok juga ?” tanya Michelle mengepalkan tangannya
“Tidak seharusnya Nona berada disini” ucap Dion tanpa mempedulikan pertanyaan konyol Michelle
“Michelle” panggil Axel khawatir
Dion memberikan ponselnya ke Michelle dimana Corradeo sedari tadi menelefon dan sengaja mendengarkan ucapan mereka.
“Michelle, pulang sekarang !” bentak Corradeo
“Percuma, aku udah tahu tempatnya, aku nggak akan pulang sebelum aku hancurin makhluk itu !” ucap Michelle tegas
“Pulang ! kamu udah bohongin Daddy, kamu bilang kamu mau ke rumah Oliver, sekarang kamu malah di gudang” ucap Corradeo dengan nada kesal
“Aku nggak bohong, aku ke rumah Uncle Oliver, sekarang ijinin aku masuk” pinta Michelle melembut
“Kamu mau apa hah ? udah cukup Nicho yang luka Michelle !” bentak Corradeo lagi
“Aku nggak akan kenapa-napa, disini banyak pengawal, lagian ada Axel dan sekertaris kita yang bakalan jagain aku” jawab Michelle berusaha meyakinkan Corradeo
“Young Michelle, please, pulang darling” ucap Corradeo memohon
“Aku bakalan tetep disini walaupun nggak diijinin masuk” ucap Michelle penuh keyakinan
“Huhhh.. kasih ponselnya ke Dion” ucap Corradeo pasrah
__ADS_1
Michelle pun menurutinya, tidak lama Gery memanggil Emily untuk keluar sementara Michelle diperbolehkan masuk.
Ponsel di mode speaker sehingga Axel dan ketiga sekertaris itu bisa mendengarnya bersama-sama.
“Axel” panggil Corradeo
“Ya Uncle” jawab Axel
“Tolong jagain Michelle, dia bisa ngelewatin batesnya kalau tentang Nicho sama Vier” pinta Corradeo
Maksudnya apa ya ? gue bingung sendiri sama hubungan mereka berempat tuh apaan ?! -batin Axel bingung
“Iya Uncle, aku akan jagain Michelle” ucap Axel sungguh-sungguh
“Makasih Axel.. dan kalian bertiga” panggil Corradeo lagi
“Ya Tuan Besar” jawab Emily, Gery, dan Dion
“Jangan biarin orang itu mati di tangan Michelle” ucap Corradeo tegas
“Baik Tuan Besar” jawab Emily, Gery, dan Dion
Telefon dimatikan, semuanya menelan salivanya susah payah mengingat ucapan Corradeo yang membuat Michelle terlihat kejam.
Axel dan ketiga sekertaris itu masuk dan mendapati Michelle tengah duduk di depan Ilyas yang tangan dan kakinya terikat menggantung.
“Cel, jangan terlalu deket, bahaya” ucap Axel memegang bahu Michelle
“Cih, dia ? bahaya ?” tanya Michelle meremehkan
Axel duduk di dekat Michelle sementara ketiga sekertaris tadi berdiri di belakang Axel.
“Buruan jelasin ke gue sialan !” bentak Michelle
“Cih, udah saya bilang saya akan bunuh anda Michelle !” ucap Ilyas menatap nanar Michelle
“Nicholas ? fia cuma pengalihan, tapi sayang banget nggak kena jantungnya, kurang kebawah sedikit kayaknya” ucap Ilyas tersenyum sinis
“Oh.. jadi lo ngincer gue ? ayo sebutin siapa lagi yang ngikutin lo, gue bakalan kumpulin kalian dan gue keluarin semua organ tubuh kalian buat makanan serigala” ancam Michelle
“Anda pikir saya takut sama gertakan anda, Nona Michelle yang terhormat ?” ucap Ilyas menantang
Michelle bangun dari duduknya lalu berjalan ke para pengawal yang berdiri berjajar di sisi lain ruangan.
“Pisau” pinta Michelle menadahkan tangannya
“Tapi Nona..” ucap pengawal itu berusaha menolak
“Michelle, nggak gini caranya, udah ayo kita pulang” ucap Axel menarik tangan Michelle
Michelle langsung menghempaskannya dan menatap tajam Axel.
“Pisau !” pinta Michelle sekali lagi dengan suara datar
“Nona..” panggil Emily hendak membujuk Michelle
Kembali Michelle menatap tajam Emily dan kembali menadahkan tangannya ke pengawal di depannya itu membuat pengawal itu terpaksa memberikan pisau belati yang ada di kakinya ke tangan Michelle.
Michelle berbalik dan melemparkannya ke Ilyas tepat mengenai dada Ilyas bagian atas seperti luka tusuk yang diterima Nicholas.
“Aaarrggghhhhhh !!” teriak Ilyas meringis kesakitan
Astaga Michelle ! -batin Axel terkejut
__ADS_1
Michelle berjalan mendekati Ilyas, dicabutnya dengan kasar pisau itu dari tubuh Ilyas lalu melemparkannya ke sudut ruangan yang jauh dari jangkauan orang lain.
Bug !
Sekali lagi Michelle memukul Ilyas tanpa ampun.
“Udah siap mati Ilyas ?” tanya Michelle mencengkeram erat rahang Ilyas
“Saya nggak akan mati di tangan anda !” bentak Ilyas
Bug ! Bug ! Bug !
Michelle memukuli wajah Ilyas sampai babak belur mengeluarkan darah tapi laki-laki itu masih senang membangun emosi Michelle.
“Anda tahu Nona Michelle ? saya akan binasakan keluarga Melviano, hahahahaha !” ucap Ilyas dengan tawa jahatnya
Brakk !!
Michelle membanting kursi kayu yang tadi didudukinya ke tubuh Ilyas sampai patah tidak beraturan dan membuat Ilyas melemah.
Michelle menendang ulu hati Ilyas sampai terbentur dinding lalu mencekik leher Ilyas sampai Ilyas memberontak sesak nafas.
“Nggak akan gue biarin lo ganggu mereka lagi !” ucap Michelle dengan aura gelapnya
Emily segera mendekati Michelle dan menarik tangan Michelle menjauh dari sana namun Michelle malah memberontak dan memukul rahang Emily membuat darah segar keluar dari sudut mulutnya seperti Gery tadi.
Michelle langsung sadar dan memeluk erat Emily.
“Sorry please sorry banget, gue nggak sengaja Ly” ucap Michelle dengan tubuh gemetar
“Saya tidak apa-apa Nona” ucap Emily
Michelle menyeka darah Emily dengan jemari tangannya.
“Nona, tangan Nona jadi kotor” ucap Emily mengelak tangan Michelle
“Bodo amat” ucap Michelle datar
“Michelle, pulang yuk, ternyata kesini yang bahaya bukan dia, tapi lo sendiri” ucap Axel dengan wajah khawatirnya
“Sorry Axel” ucap Michelle kecewa dengan dirinya sendiri
“Nona, lebih baik Nona pulang dengan Tuan Axel, biar Ilyas kami yang urus” ucap Dion
“Ya udah, tapi jangan seneng-seneng tanpa gue ya.. Gery, sorry” ucap Michelle
“Saya tidak apa-apa Nona, saya lebih kuat dari sekertaris Emily” ucap Gery
“Terserah.. dan lo Ly, lo dilarang masuk kerja sebelum luka lo sembuh” ucap Michelle tegas
“Nona Michelle tega sekali” keluh Emily
Astaga si Emily ini dikasih libur kenapa malah ngeluh ? -batin Axel, Gery, dan Dion
“Makannya cepet sembuh, nanti gue sisain banyak kerjaan buat lo” ucap Michelle
“Baik, terima kasih banyak Nona Michelle” jawab Emily penuh semangat
Michelle hendak keluar gudang namun terhenti dan kembali ke dekat Ilyas yang mungkin sudah pingsan lalu Michelle menendang kencang layaknya menendang bola ke bagian sensitif Ilyas membuat semuanya meringis merapatkan kakinya kecuali Emily.
Michelle kembali berjalan ke arah Axel.
“Ayo” ajak Michelle tersenyum lembut
__ADS_1
Beneran cewek bar-bar !! -batin Axel bergidik ngeri
**