
Pagi ini, Dominico terlihat lebih ceria dari biasanya.
Sepertinya bayang-bayang akan kebersamaan bersama cucunya sukses meluluhkan hatinya yang setajam karang.
“Dad, what is going in with you ?” tanya Corradeo menyelidik
“Apa maksud kamu ?” tanya Dominico balik
“Dad, I know you” ucap Corradeo
“Ya terus kenapa ? emang Daddy kenapa ?” tanya Dominico sedikit kesal
“Nonno, jangan marah-marah, masih pagi” ucap Michelle
“Daddy kamu itu nyebelin, masa pagi-pagi Nonno udah di interogasi” gerutu Dominico
“Daddy kangen sama Nonno kali tuh” goda Michelle
“Never, dia nggak pernah kangen sama Daddynya sendiri” keluh Dominico
“Jangan sedih-sedihan ah, ayo kita berangkat kerja” ajak Dominico penuh semangat
“Nonno nggak perlu ke kantor, aku bisa urus sendiri, Nonno main aja ke rumah Kak Vier apa ketemu Commander Hugo” ucap Michelle menahan senyumnya
“Michelle, Nonno berusaha lepasin dunia itu, jangan diungkit lagi ya” pinta Dominico
“Okay, Im sorry” ucap Michelle
..
Sampai perusahaan, Michelle memulai pekerjaannya seperti biasa.
Dia bersama Emily tidak perlu banyak adaptasi dengan ruangannya sendiri karena Dominico mendesain ruangan mereka sama persis seperti ruangan lamanya di Melviano Corp.
“I miss you” ucap Axel mengirim pesan ke Michelle
“I miss you too baby iceberg” balas Michelle
“Aww you are so sweet, I want to hug and kiss you” ucap Axel
“Kalau gitu kamu kesini aja” ucap Michelle
“Okay, deal” balas Axel
“Hei aku bercanda” ucap Michelle
“I dont care, see you baby, muach” ucap Axel
“Oh no.. Uncle Oliver, anakmu nyebelin” gumam Michelle
..
Sepersekian menit Axel benar-benar sudah berada di Compagnie del Cora Re bersama Roy.
Karena sudah mendapatkan ijin langsung dari Dominico, jadi Axel bebas datang ke perusahaannya kapanpun yang dia mau tapi sayangnya Michelle tetap tidak memberikan aksesnya untuk sembarangan keluar masuk ke dalam ruangannya membuat Axel menyuruh Roy untuk menghubungi Emily.
“My baby Michelleee..” panggil Axel dengan manjanya saat Emily baru saja membuka pintu ruangan Michelle
“Roy bisa kerja di ruangan Emily” ucap Michelle
“Terima kasih Nona” jawab Roy
“Mau saya buatkan minuman terlebih dahulu Nona ?” tanya Emily
“Nggak usah Ly, gue aja, lagian sekarang kan enak nggak perlu ke pantry lagi” jawab Michelle
“Baiklah Nona, saya permisi” pamit Emily
..
Michelle berjalan ke mini bar nya.
“Black coffee baby ?” tanya Michelle
“No, I just want something new” bisik Axel lirih dan memeluk Michelle dari belakang
“Mesum, cepetan, aku mau bikin minum” ketus Michelle
“Hahahaha, ya udah black coffee” ucap Axel
“Baby, Grandpa minta aku buat pegang perusahaannya juga kayak kamu” ucap Axel
“Terus ?” tanya Michelle
“Aku tolak baby, Daddy udah ngajarin aku dari kecil buat mimpin Oliver Corp. nggak mungkin aku tinggalin sekarang” jelas Axel
__ADS_1
“Masuk akal sih, terus apalagi ?” tanya Michelle
“Udah, aku jadi ngerasa bersalah” jawab Axel
“Axel, kenapa nggak kalian bicarain lagi ? entah perusahaan Uncle yang digabung ke perusahaan Grandpa apa sebaliknya ? perusahaan itu jadi satu dan kamu, Uncle, maupun Grandpa bisa kerja bareng” ucap Michelle memveri saran
“Baby, you are genius, I love you so much” ucap Axel
Axel langsung menciumi wajah Michelle bertubi-tubi.
..
“I love you to death baby” ucap Axel
“Kamu udah bilang dua puluh kali” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya
“Aku nggak peduli, aku cinta mati sama kamu Michelle” ucap Axel mengecup lembut pipi Michelle
“Thanks for loving me baby” ucap Michelle
“Baby, I need you” bisik Axel
“Tuh kan.. aku aduin ke Kakak loh” ancam Michelle
“Hehehehe, kalau aku minta bantuan kamu gimana ?” tanya Axel
“Bantuan apaan ?” tanya Michelle bingung
Axel langsung menggendong Michelle dan membawanya ke kamar.
“Mau ngapain ?” tanya Michelle curiga
“Aku butuh bantuan kamu baby” bisik Axel lirih
Axel mencium bibir Michelle, ********** dengan lembut cukup lama sampai keduanya diambang kesadarannya.
Tangan besar Axel menuntun tangan Michelle memegang celananya yang sesak.
“Axel” ucap Michelle menarik tangannya
Tidak menjawab, Axel menarik kembali tangan Michelle dan memintanya mengelusnya dari luar sana sementara tangannya sendiri sudah meremas dada Michelle yang masih terbungkus kemeja.
Perlahan Axel membuka kancing kemeja Michelle dan langsung menerkam dada Michelle membuat pemiliknya melenguh.
“Duduk baby” bisik Axel
“Oh-my-god !” ucap Michelle tercengang
“Come on baby” ucap Axel lirih
Axel menarik tangan Michelle untuk memegang kendali setelah dia mencontohkannya.
“Aaaaahhhh..” lenguh Axel
Axel menyodorkan miliknya ke wajah Michelle, menggerakkannya di sekitar bibir Michelle lalu memasukkannya ke dalam mulut mungil Michelle.
“Move baby” pinta Axel
Michelle menggerakkan mulutnya yang penuh itu.
“Aww ngilu, jangan kena gigi baby” pinta Axel lagi
Dengan hati-hati Michelle melakukannya sampai mulutnya kram dan akhirnya dia berinisiatif menyelinginya dengan tangannya.
Oh god, enak banget.. -batin Axel
Entah sudah berapa lama waktu berjalan, Axel memperdalam miliknya di dalam mulut Michelle.
“Aaaaaaagggggghhhhhhhhh..” Axel merasakan kebebasannya
Michelle langsung berlari ke kamar mandi, memuntahkan cairan yang ada di dalam mulutnya lalu berkumur dan sikat gigi.
“Kamu jorok, kamu pipis di mulut aku” gerutu Michelle
“Beda my lovely.. makasih ya” bisik Axel membantu merapihkan pakaian Michelle
Michelle cemberut kesal membuat Axel terkekeh lalu mengecup lembut pipi Michelle.
..
Makan siang tiba, Michelle makan siang bersama Axel lalu kembali ke kantornya lagi.
“Kamu mau sampai kapan disini ?” ketus Michelle
“Sampai kamu pulang” jawab Axel menahan senyumnya
__ADS_1
“Aku mau kerja, kamu kerja juga sana” usir Michelle
“Mau aku kerjain lagi baby ?” goda Axel
“Kamu bener-bener mesum” ucap Michelle memicingkan matanya
Axel terkekeh lalu bangun dari duduknya.
“Tidur yuk” ajak Axel
“Hah ? aku mau kerja, kamu ngerti kerja nggak sih ?” gerutu Michelle
“Baby, kerjaan kita udah di handle sama mereka berdua, ayo tidur siang bareng” ajak Axel lagi
“Nggak mau” tolak Michelle
“Aku nggak mesum baby, mau tidur siang doang sama kamu, bener deh” ucap Axel
Belum sempat dijawab, Axel menggendong Michelle membawanya ke kamar lalu membaringkan tubuh Michelle disana sementara dia sendiri menyusul di samping Michelle dan memeluknya dari samping sambil wajahnya menempel di leher Michelle.
“Aku nggak mau tidur” protes Michelle
“Ssttt baby” bisik Axel
Axel tersenyum tipis sambil memejamkan matanya mendengar gerutuan Michelle yang makin lama makin pelan dan hilang.
“Dasar, bilang nggak mau tidur tapi tidur duluan” ledek Axel
Axel pun menyusul Michelle tidur dan tidak merubah posisi tidurnya tadi.
..
Sore pun tiba, Axel membuka matanya dan melihat Michelle yang masih tertidur di sampingnya.
Dia tersenyum sambil jemari tangannya menyingkirkan rambut yang menutupi sebagian wajah Michelle.
“Bangun baby” ucap Axel
Tidak ada jawaban, Axel menekuk tangannya menopang kepalanya lalu mencubit pelan pipi Michelle.
“Bangun my baby..” ucapnya lagi
Michelle menggeliat dan malah memeluk Axel.
“Baby, udah sore, kamu nggak mau pulang ?” tanya Axel
“Kamu ganggu banget” gumam Michelle berdecak kesal
“Ayo bangun, kalau kamu mau, aku bisa kesini setiap hari dan nemenin kamu tidur siang” goda Axel
“Hemm” gumam Michelle
“Tapi setiap sebelum tidur aku minta bantuan kamu ya” ucap Axel
Michelle langsung membelalakkan matanya dan bangun dari tidurnya.
“Kamu mesum, aku bakalan bilang ke Kakak” ancam Michelle
“Baby, kalau kamu bilang nanti kita nggak boleh pacaran lagi, kamu mau kita jauh ?” tanya Axel menahan senyumnya
Michelle memilih cuci muka dan keluar kamar tanpa menjawab pertanyaan Axel tadi.
..
Sekertaris mereka pun masuk ke dalam ruangan Michelle mengingat sudah sore dan sudah waktunya pulang.
“Sorry ya Ly bikin lo yang selesaiin kerjaan gue” ucap Michelle
“Bukan masalah Nona, saya senang mengerjakannya” ucap Emily
“Gimana kerjaan hari ini ?” tanya Axel
“Sudah aman dan semua beres Tuan” jawab Roy
“Ya udah sana pulang sama Emily, gue pulang sama Michelle” usir Axel
“Kata siapa ? aku pulang sama Emily” protes Michelle
“Kamu pulang sama aku baby” ucap Axel dengan lembutnya
“Aku nggak mau” tolak Michelle
“Aku nggak minta jawaban kamu, ayo pulang” ajak Axel tersenyum lembut
I hate you Axel !! -batin Michelle menggerutu
__ADS_1
**