Ms. Perfect

Ms. Perfect
Pembalasan (1)


__ADS_3

Seperti biasa, Michelle menyuruh Emily mencari tahu tentang beberapa laki-laki yang sudah Michelle pilihkan yang menurutnya bisa membantunya.


Emily pun diberikan waktu selama tiga hari dan selama tiga hari juga Michelle melarang Emily mengerjakan pekerjaan hariannya karena Michelle yang akan menyelesaikannya sendiri.


..


Sepulang kerja, Michelle ke kediaman keluarga Oliver karena Kyra sudah boleh pulang.


Seperti biasa, Michelle menceritakan rencananya ke Kyra.


“Cel, gue ikut ya” ucap Kyra memelas


“Ikut apaan ?” tanya Michelle datar


“Ikut bantuin lo, ya please ya ?” ucap Kyra memohon


“Gue belum ketemu mereka, dan lagi lo belum bener-bener sembuh” jawab Michelle dengan tenangnya


“Cel, lo tega banget sih ? gimanapun ini ada hubungannya sama Kak Axel, sama kayak lo, gue nggak mau Kakak gue kenapa-napa” jelas Kyra dengan tatapan sedihnya


“Gue nggak janji, gue lihat profil yang bakalan gue temuin dulu, kalau aman lo boleh ikut” ucap Michelle tegas


“Iya Cel, makasih banyak” jawab Kyra langsung memeluk Michelle


“Tapi jangan kasih tahu ke Kakak lo dulu sebelum gue bolehin cerita, ngerti ?” tanya Michelle tajam


“Iya Cel iyaa.. gue janji nggak kasih tahu ke Kak Axel” jawab Kyra mengacungkan kedua jari tangannya tanda sumpah


“Ya udah gue balik ya, lo jangan capek-capek sampai lo bener-bener sembuh” ucap Michelle bangun dari duduknya


“Nanti aja Cel, ikut makan malem disini dulu” ucap Kyra menahan Michelle pulang


“Gue makan dirumah aja Ra, makasih ajakannya” jawab Michelle yang berjalan ke luar kamar Kyra diikuti oleh temannya itu


Kyra mengantar Michelle pulang sampai halaman rumahnya, tidak lupa Michelle pamit ke Paula sebelum pulang.


**


Dua hari setelahnya, Emily berhasil mengumpulkan empat orang laki-laki yang diminta Michelle. Michelle membaca satu persatu file yang diberikan Emily dan mempelajari profil ke empat laki-laki itu.


“Ly, hubungin mereka dan bikin janji ketemu sabtu ini di jam makan malem” jelas Michelle dengan ramahnya


“Saya akan ikut kan Nona ?” tanya Emily


“Kenapa lo ? mau kenalan sama mereka ? hahaha..” ledek Michelle


“Bukan begitu Nona, saya khawatir Nona bertemu laki-laki yang tidak dikenal” jawab Emily menghela nafas pasrah


“Halah.. alibi aja lo” ledek Michelle lagi


“Nona..” ucap Emily terputus

__ADS_1


“.. Iya iya lo ikut, cepetan bikin janji, semuanya mesti ikut dateng ya, gue nggak mau salah satu dari mereka nggak dateng” ucap Michelle sedikit tegas


“Baik Nona, terima kasih” jawab Emily tersenyum tipis


Tidak sulit mengajak ke empat laki-laki itu membuat pertemuan, terlebih saat Emily bilang kalau ini tentang Alya dan Anisa. Mereka langsung antusias menerima ajakan Michelle.


**


Sabtu, sekitar setengah jam dari waktu janjian, Michelle ditemani Kyra, Emily, Ezra, dan pengawal setia Michelle sudah datang di tempat janjian.


Michelle memesan ruang privat di restoran Black Gold miliknya sendiri agar percakapan mereka lebih fokus dari suara bising para pelanggan lainnya.


Tidak lupa mengingatkan para karyawannya untuk tutup mulut tentang pertemuannya ini dari keluarganya.


“Nona Michelle” sapa seorang laki-laki menjabat tangan Michelle


“Tuan Arnold” sapa Michelle dengan ramahnya


“Selamat malam Nona Michelle” sapa laki-laki di sebelahnya


“Malam juga Tuan Hans” sapa Michelle menjabat tangan laki-laki itu


“Senang bisa bertemu langsung dengan Nona Michelle” ucap laki-laki lainnya


“Senang bisa bertemu Tuan Riley juga” ucap Michelle menjabat tangan Riley


“Halo Nona Michelle” sapa laki-laki terakhir


“Halo juga Tuan Jeremy” sapa Michelle dengan ramahnya


“Perkenalkan Tuan-Tuan.. ini Nona Kyra, dia salah satu adik korban Nona Alya, ini Nona Emily, sekertaris pribadi saya, dan ini Tuan Ezra, dia pengacara sekaligus teman dekat saya” jelas Michelle mengenalkan dengan ramah


“Selamat malam semuanya” sapa Tuan Jeremy dengan ramah


..


Sebelum membicarakan tujuan mereka, Michelle mengajak mereka makan malam.


Emily menjelaskan tujuan awal Michelle, setelahnya Arnold, Hans, Riley, dan Jeremy menjelaskan keluhannya juga atas perbuatan Alya dan Anisa pada mereka.


Bagi kedua belah pihak, rencana ini sangat menguntungkan.


Arnold merupakan salah satu CEO dari perusahaan besar, Hans CEO dapur rekaman yang terkenal, Riley seorang model papan atas, dan Jeremy CEO perusahaan media yang menduduki peringkat atas.


Setelah membuat rencana besarnya, ke empat laki-laki tadi meninggalkan ruangan lebih dulu diikuti para pengawal mereka meninggalkan kelompok Michelle yang masih ada di dalam ruangan itu.


“Gue yakin pasti berhasil Cel” ucap Ezra penuh percaya diri


“Semoga ya Zra, makasih banyak udah bantuin gue” ucap Michelle tulus


“Sama-sama Cel, udah gue bilang gue bakalan selalu ada buat lo” ucap Ezra mengacak-acak rambut Michelle

__ADS_1


“Ezra ih” gerutu Michelle merapihkan rambutnya lagi


“Udah yuk, kita pulang” ajak Kyra merangkul bahu Michelle


“Zra, bisa tolong anterin Kyra pulang ? gue ada urusan lain lagi” tanya Michelle sedikit memohon


“Oke.. ayo Ra, gue anter pulang” ajak Ezra ramah


“Tapi Cel.. lo tega jemput gue tapi nggak anter gue lagi ?” tanya Kyra gelisah


“Lo tenang aja, Ezra nggak bakalan macem-macem sama lo, kecuali dia udah move on, hahahaha..” ledek Michelle sambil merangkul bahu Emily


“Nona, apa kita pergi sekarang ?” tanya Emily


“Ide bagus.. ayo kita pergi ! Zra, anterin Kyra sampai rumahnya, jagain pokoknya ya !” ancam Michelle tajam


“Iya Cel, Kyra aman sama gue” jawab Ezra melebarkan senyumnya


“Oke bye ! hati-hati dijalan kalian berdua” pamit Michelle langsung keluar ruangan diikuti Emily


**


Senin, Michelle bekerja seperti biasanya begitupun Kyra yang sudah bosan dirumah dan memilih kembali bekerja.


Michelle pun masih merahasiakan hal ini dari kedua Kakaknya, begitu juga dengan Kyra, Emily, dan Ezra yang sudah Michelle ingatkan untuk tidak membocorkannya ke orang lain.


“Nona, Tuan Riley akan melakukan konferensi persnya jam sepuluh pagi nanti” ucap Emily memberikan laporan


“Oke” jawab Michelle sekenanya dan kembali ke pekerjaannya


..


Jam sepuluh pagi..


“Michelle ! lo harus tonton sekarang juga ! gue nggak mau lo ketinggalan berita ini” ucap Kyra berteriak dengan semangatnya menelefon Michelle


“Hemm” gumam Michelle langsung mematikan telefonnya


“Cih, ngeselin” gumam Kyra menatap kesal ke layar ponselnya


..


Konferensi pers berjalan lancar. Riley menceritakan tentang dirinya yang masuk perangkap Anisa. Dia juga memberikan beberapa bukti dari pesan chat dan foto-foto yang terbukti Anisa telah menggoda dan mengambil hartanya, juga kedekatan mereka yang dinilai menaikkan ketenaran Anisa saat itu.


Good job -batin Michelle tersenyum licik


Tidak butuh waktu lama, Jeremy melangsungkan rencana besarnya sesaat setelah Riley mengadakan konferensi pers.


Jeremy membuat dua artikel tentang Alya dan Anisa. Semua berisi foto aib Alya dan Anisa yang tentunya foto laki-lakinya full blur.


Ada bukti pesan chat, dan beberapa foto Alya dan Anisa keluar masuk hotel dan apartemen dengan laki-laki yang berbeda hampir setiap harinya.

__ADS_1


Hal itu dilakukan atas kemauan Jeremy, Riley, Hans, dan Arnold sendiri. Merekalah yang menunjukkan semua fakta dan bekerjasama melalui Michelle karena di posisi itu Michelle hanyalah perantara mereka dan tetap mendapatkan keuntungan karena tidak butuh banyak tenaga untuk membalaskan kekesalannya ke Alya dan Anisa.


**


__ADS_2