Ms. Perfect

Ms. Perfect
Amarah Corradeo


__ADS_3

Beberapa jam kemudian operasi berjalan sukses. Nathan mencabut jarum suntik yang tertanam di tangan Nicholas sebagai alat mentransfusi darah ke tubuh Michelle tadi lalu Nicholas duduk di tepi ranjang pasiennya bersama Xavier di sampingnya.


“Kita berhasil selamatin nyawa adik kesayangan kita Kak” ucap Xavier menangis


Nicholas merangkul bahu Xavier dan menundukkan kepalanya membiarkan air matanya keluar.


My children.. Daddy berharap besar sama kalian berdua tetep jaga Michelle dan sebisa mungkin jauhin Michelle dari hal mafia begini.. Daddy nggak mau anak Daddy jadi penerus Pak Tua itu.. -batin Corradeo


..


Michelle sudah dipindahkan ke ruang rawat inap VVIP. Semua temannya sudah pulang meninggalkan Michelle yang ditemani keluarganya sendiri.


Corradeo memerintahkan lima orang pengawal di rumahnya untuk berjaga di luar ruangan Michelle ditambah empat pengawal Michelle yang berjaga di dalam ruangan.


Kedua orang tuanya duduk di sisi kanan dan kiri Michelle begitu juga dengan kedua Kakaknya yang terlihat masih lemas terutama Nicholas.


“Michelle udah baik-baik aja kan Vie ?” tanya Leonore dengan khawatirnya


“Udah Mom, pelurunya berhasil aku keluarin dengan aman dari tubuh Michelle” jawab Xavier


“Peluru ? maksud kamu ?” tanya Corradeo mulai kesal


“Michelle ditembak sama Clara pas kita mau pergi dari tempat itu Dad” jawab Nicholas


“Apa lagi yang mereka lakuin sama my Young Michelle ?” tanya Corradeo dengan aura gelapnya


“Daddy.. Mommy.. Im so sorry.. Michelle hampir dilecehkan sama Christian lagi.. aku nggak bisa lakuin apa-apa pas Michelle teriak sambil nangis, posisinya aku masih diiket disana sama Kyra, Axel, Fares, dan Josh.. dia juga mukulin Michelle sampai Michelle lebam gini” jelas Nicholas melirik wajah Michelle yang memar dan membiru


Corradeo langsung memegang dadanya yang sesak sementara Leonore langsung menangis dalam rangkulan Nicholas. Xavier langsung mengambil stetoskop yang dia simpan di laci ruangan itu lalu memeriksa denyut nadi dan jantung Corradeo.


“Daddy jangan syok, aku takut Daddy kenapa-napa” pinta Xavier


“Gimana Daddy nggak syok, adik kesayangan kalian, putri satu-satunya Daddy dilecehkan !” bentak Corradeo geram


“Dad.. Michelle masih harus istirahat” ucap Nicholas melirik Michelle


“Daddy, Mommy, sama kamu Vie, pulang aja, biar aku yang nemenin Michelle” ucap Nicholas


“Aku disini aja Kak” ucap Xavier


“Amber sama Zeira pasti nungguin kamu Vie, mereka khawatirin kamu, kamu pulang aja temenin mereka, besok kamu bisa kesini lagi” ucap Nicholas


“Jaga Michelle ya Nick, kalau ada apa-apa telefon Mommy ya” pinta Leonore sendu


“Iya Mom, aku bakalan jagain Michelle dan telefon kalau ada apa-apa” jawab Nicholas


..


Sepeninggal keluarganya, Nicholas merebahkan tubuhnya di ranjang samping ranjang pasien Michelelle sambil menunggu pengawal mengantar pakaiannya.


..


Sementara itu di rumah, Kyra tengah menceritakan kejadian masalalunya bersama Michelle dan Christian ke keluarganya.


“Waktu itu Michelle nggak mau dateng tapi aku paksa karena selama ini dia nggak pernah ikut kalau ada pesta..


Aku cuma tinggal sebentar ke toilet dan pas balik lagi Michelle udah nggak ada di tempat.. aku panik dan langsung panggil pengawal aja buat bantu cari Michelle, dan aku temuin Michelle udah nggak sadar di atas tempat tidur, untungnya pakaiannya masih lengkap tapi si Christian itu udah telanjang dada.. aku nggak tahu kelanjutannya kayak gimana lagi soalnya aku sama satu pengawalku langsung bawa Michelle pulang kesini dan sisanya masih disana buat kasih Christian pelajaran” jelas Kyra panjang lebar


“Kakak nggak akan ngebiarin kamu sama Michelle kenapa-napa lagi” ucap Axel penuh keyakinan


“Kenapa baru sekarang Xel ?” sindir Daniel


“Ya maaf Dad.. aku berusaha perbaikin semuanya lagi” ucap Axel tegas

__ADS_1


Gue bakalan minta ijin langsung ke Nicho sama Vier buat dapetin Michelle, kalau perlu ke Uncle Corre sama Aunty Leonore sekalian -batin Axel sungguh-sungguh


**


Dua hari setelahnya Michelle baru mulai membuka matanya mengingat obat bius yang Xavier berikan cukup banyak demi menghilangkan rasa sakit di tubuh adik kesayangannya dan lemahnya tubuh Michelle karena kehilangan banyak darah.


Leonore yang sedang menunggunya sadar bersama Nadine langsung menatap haru.


“Alec, cepet panggil Xavier, Michelle udah sadar” perintah Leonore dengan mata berkaca-kaca


“Baik Nyonya Besar” jawab Alec dengan sigap


..


Xavier datang dengan tergesa-gesa saat mendengar adik kesayangannya sudah sadar.


Dia langsung mendekati ranjang pasien dan memeriksa keadaan Michelle lalu menciumi kening Michelle.


“Kenapa bangunnya lama banget ? aku kangen” rengek Xavier


“Tenggorokan aku kering” ucap Michelle lirih


Dengan cepat Xavier menopang punggung Michelle hati-hati dengan satu tangannya lalu mengambil segelas air mineral di atas nakas dan membantu Michelle minum.


Pintu terbuka dan masuklah Nicholas bersama Corradeo. Nicholas langsung berjalan cepat meninggalkan Corradeo begitu saja dan memeluk Michelle.


“Masih sakit ?” tanya Nicholas penuh kekhawatiran


“Masih” jawab Michelle tersenyum lirih


“Kalian minggir !” usir Corradeo mengibaskan tangannya ke Nicholas dan Xavier


Walaupun tetap minggir tapi keduanya cemberut kesal karena Corradeo mengganggu momen mereka.


“Daaddyyyy, udah” rengek Michelle


“Apa ? gitu doang ? Daddy khawatir sama kamu, kangen sama kamu” gerutu Corradeo


Nicholas dan Xavier langsung menyelak, mereka duduk di tepi ranjang pasien sambil tangan Nicholas merangkul bahu Michelle dan Xavier memegang lembut tangan Michelle yang tidak diinfus sambil cemberut kesal menatap Daddynya.


Corradeo memutar bola matanya dan duduk di depan Leonore dan Nadine.


“Maaf ya Nad, kamu jadi lihat sikap pacar kamu yang kekanakan itu” sindir Corradeo


“Nggak apa-apa Uncle, aku tahu kok Nicho sama Vier dari dulu emang kayak gitu ke Michelle” ucap Nadine tersenyum lembut


“Kak, Kakak luka nggak ? Kakak nggak kenapa-napa kan ?” tanya Michelle menatap ke kedua Kakaknya bergantian


“Aku nggak apa-apa honey” jawab Nicholas mengecup lembut pelipis Michelle


“Aku juga honey, aku kan kuat, aku nggak bakalan kenapa-napa” jawab Xavier dengan sombongnya


“Cih, PD banget ngomongnya” gumam Nicholas


“Emang aku kuat kok, Kakak ngiri sama aku ?” ledek Xavier


“Mana ada ! kamu nggak kenapa-napa karena kamu nggak ngapa-ngapain dan datengnya belakangan, beda sama Kakak yang lindungin my little princess Michelle” protes Nicholas penuh penekanan


“Itu karena aku jagain orang tua, istri, dan anakku.. kalau nggak aku pasti udah di garda paling depan buat lindungin My Michelle” protes Xavier menatap tajam Nicholas


“Kalau Kakak berantem aku nggak mau ngomong sama Kakak lagi” ancam Michelle


Kedua Kakaknya langsung menyandarkan kepalanya di bahu Michelle sambil memeluk Michelle dari samping dengan hati-hati.

__ADS_1


“Sorry honey” ucap Nicholas dan Xavier melembut


Kedua laki-laki gagah yang dulu aku kenal selalu kelihatan dewasa dan tegas ternyata jinak sama adiknya sendiri, lucunya.. -batin Nadine gemas


..


Malam hari keluarganya sudah Michelle paksa pulang karena ke empat temannya mau datang menjenguknya.


Ke empatnya sudah hafal kalau Michelle tidak suka dibawakan bunga ataupun buah, dia lebih suka teman-temannya datang tanpa membawakan apa-apa untuknya karena dia akan merasa merepotkan teman-temannya itu.


“Lo udah dikasih makan belum ?” tanya Kyra


“Belum, palingan sebentar lagi” jawab Michelle yang duduk di ranjangnya


“Lukanya masih basah ?” tanya Daffin


“Kayaknya, gue aja ngilu kalau gerak sedikit” jawab Michelle bergidik ngeri


Seorang suster masuk mendorong trolli makan lalu memasang meja makan di atas ranjang pasien Michelle.


“Tinggalin aja, saya bisa makan sendiri” ucap Michelle


“Baik Nona” jawab suster itu segera keluar ruangan setelah menundukkan kepalanya


Kyra duduk di tepi ranjang pasien Michelle lalu membuka plastik wrap makanan Michelle.


“Biar gue yang suapin, kan tadi lo bilang gerak aja ngilu” ucap Kyra mengarahkan sesendok makanan ke mulut Michelle


“Pacarku baik banget” puji Ezra


“Bucin” celetuk Saddam


“Bilang aja lo sirik” ledek Daffin


“Idih, gue mah ada cewek walaupun LDR, lah lo jomblo mau nandingin Michelle” ledek Saddam


“Sialan, salah ngomong gue” gerutu Daffin


“Jangan nanjak mulu makannya Daf, padahal kerja udah enak jadi arsitek, harusnya sih cewek pada deketin lo tuh” ucap Michelle


“Beda kalau Daf orangnya Cel, dia lebih milih nanjak daripada cari pacar yang ada” ledek Ezra


“Bodoah malah gue di bully” keluh Daffin


“Cel, pokoknya lo harus cepet sembuh ya, kita mesti keliling dunia kalau perlu buat liburan” ucap Kyra penuh penekanan


“Ogah, emang gue kurang kerjaan” tolak Michelle ketus


“Lo janji mau liburan sama gue lagi Cel” ucap Kyra memohon


“Liburan bukan berarti keliling dunia ratu Kyra” keluh Michelle menghela nafas kasar


“Ikut dong kalau liburan, tapi main ke laut gitu yuk” ajak Daffin penuh semangat


“Nggak ngajak nanjak nih Daf ?” ledek Saddam


“Nggak dulu, sesekali main ke bawah jangan ke atas mulu” jawab Daffin


“Pokoknya gue bakalan tentuin kemana kita bakalan liburan” ucap Kyra tegas


“Atur aja, biasanya juga emang lo yang nentuin” ucap Michelle memutar bola matanya


**

__ADS_1


__ADS_2