Ms. Perfect

Ms. Perfect
Dominico & Hugo


__ADS_3

Pagi hari Michelle terbangun dengan kepala masih pusing. Dia menyingkirkan tangan Kyra yang memegang tangannya perlahan lalu duduk di tepi tempat tidur dan melepaskan handuk kompresnya.


Ugh, sakit banget.. -batin Michelle mengeluh


Michelle bangun dan hendak ke kamar mandi tapi pusingnya membuat penglihatannya tidak seimbang.


Ezra yang baru saja membuka matanya langsung menghampiri Michelle dengan cepat dan memegang kedua bahu Michelle yang hampir jatuh itu.


“Duduk dulu Cel” ucap Ezra


“Gue mau ke kamar mandi” pinta Michelle lirih


Mendengar suara membuat yang lainnya terbangun dan langsung mendekati Michelle.


Michelle duduk di tepi tempat tidur sementara Xavier memeriksa tubuhnya yang masih lemah.


“Pengaruh obatnya udah hilang, demamnya juga nggak sepanas semalem” ucap Xavier


“Tapi kepala aku pusing Kak” keluh Michelle


“Iya itu karena efek obat ditambah kamu demam, nanti Kakak siapin obat sama vitamin buat kamu” ucap Xavier mengelus pipi Michelle


“Boleh aku ke kamar mandi ?” tanya Michelle


“Jangan sendirian, biar Kyra temenin” ucap Nicholas


Dengan cepat Axel menggendong tubuh Michelle ke dalam kamar mandi, didudukkannya di atas closet lalu keluar meninggalkan Michelle bersama Kyra di dalam sana.


“Lo jangan lihat sialan” gerutu Michelle


“Bawel, gue nggak lihat, cuma mau bantuin lo” ucap Kyra serius


“Ra, apa semalem gue lakuin hal yang nggak nggak ?” tanya Michelle


“Hemm.. lo ciumin Kak Axel” jawab Kyra


“Shit ! bilang gue cuma lakuin itu doang kan ?” tanya Michelle panik


“Kata siapa ? lo tahu ? lo nggak lepasin tangan lo dari leher Kak Axel, nyosor terus ke Kak Axel.. dan yang parahnya..” jawab Kyra menggantung


“Apaan Ra ?” tanya Michelle serius


“Tangan lo masuk-masuk ke dalem kaos Kak Axel” jawab Kyra


“Astaga.. gue malu” keluh Michelle


“Sebelum itu Cel, semalem gue langsung ke kamar mandi gara-gara mules dan posisinya baju lo belum gue ganti, coba tanya Kak Axel deh, soalnya gue tinggalin lo berdua disana” jelas Kyra


“Haahhh !!” teriak Michelle panik


“Hei kalian kenapa di dalem sana ?” tanya Axel khawatir


“Nggak apa-apa Kak” jawab Kyra


Cklek..


Kyra membopong tubuh Michelle keluar dari kamar mandi karena Michelle menolak bantuan Axel mengingat merasa malu karena ucapan Kyra tadi.


“Honey, are you okay ?” tanya Nicholas lembut


“Hemm, just a little dizzy” jawab Michelle


“Honey, Mommy sama Daddy nunggu kita dibawah, kalau kamu masih pusing kamu di kamar aja ditemenin sama Kyra ya” ucap Xavier


“Aku mau ikut turun Kak” ucap Michelle


“Aku gendong ya” ucap Axel sigap


“No ! gue Kakaknya, biar gue yang gendong adik kesayangan gue” protes Nicholas memicingkan matanya menatap Axel


“Nggak sama kalian, aku mau digendong sama Kak Vier aja, aku kangen Kak Vier” ucap Michelle cemberut sedih


“Oh honey.. I love you so muach muach muach” ucap Xavier mengecup kening dan kedua pipi Michelle


Michelle di gendong seperti bayi koala oleh Xavier sementara dua lelaki dewasa itu saling menatap tajam dan mengumpat.


..


Sampai di ruang tengah, Michelle dibuat terkejut menatap dua orang laki-laki paruh baya yang tengah duduk bersama Corradeo, Leonore, Daniel, Paula, dan para sekertaris pribadi mereka.

__ADS_1


Berbeda dengan yang lainnya yang mengernyitkan dahinya bingung menatap dua orang laki-laki itu.


“Oh my god..” gumam Michelle dengan mata berbinar-binar


“Daddy, who is them ?” tanya Nicholas


“Kak, mereka Nonno ! maksud aku.. argh..” ucap Michelle terlalu senang


Michelle langsung turun dari gendongan Xavier dan menubruk dada salah seorang laki-laki paruh baya itu yang tengah berdiri menatapnya.


“Michelle !” panggil Xavier dengan suara rendahnya


Michelle melepaskan pelukannya lalu tersenyum lebar menatap Axel dan Kyra.


“Hei, kalian nggak kangen sama Nonno ? argh, maksudnya Grandpa kalian ? ini Grandpa kalian, Grandpa Hugo” ucap Michelle menunjuk seorang laki-laki paruh baya di samping Daniel


Axel dan Kyra menatap serius laki-laki bernama Hugo itu lalu melirik orang tuanya yang menganggukkan kepalanya membuat Kyra segera berjalan cepat dan melompat ke dalam gendongan Hugo.


“Grandpa, aku Kyra, aku cucu Grandpa yang paling cantik” ucap Kyra memeluk erat Hugo


“Tambahan, yang paling bawel juga” celetuk Michelle


“Diem lo !” ketus Kyra


“Hahaha .. er ist so süß (hahaha.. dia lucu sekali)” ucap Hugo


“und nervig (dan nyebelin)” ucap Michelle


“Hei ! kalian bicara apa ? Michelle, lo bilang apaan sama Grandpa gue ?” tanya Kyra memicingkan matanya


“Kata Nonno Hugo, lo lucu, gue bilang lo juga cantik, gitu” jawab Michelle


“Ehem.. Mom, Dad, apa dia beneran Grandpa Melviano ?” tanya Nicholas


“Iya Nick, dia Dominico Melviano, Nonno kalian” jawab Corradeo


Nicholas dan Xavier langsung berjalan mendekati Michelle dan Dominico lalu saling berpelukan. Begitu juga dengan Axel dan Ezra yang menghampiri Kyra dan Hugo.


“Michelle, tolong kasih tahu Grandpa kalau Ezra ini Suami gue” ucap Kyra


“Grandpa udah tahu sayang” ucap Hugo


Hugo cuma tersenyum lalu menatap Daniel dan Paula.


“Kenapa kalian bikin Kyra cuma satu ?” tanya Hugo


“Grandpa..” panggil Nicholas canggung


“Kalian bisa panggil Nonno, kayak Young Michelle ini” ucap Dominico


“Nonno, ayo duduk sama aku” ajak Michelle dengan riangnya


Mereka semua pun kembali duduk. Michelle duduk bersama Dominico begitu juga dengan Kyra yang duduk bersama Hugo.


“Grandpa selama ini kemana aja ?” tanya Kyra cemberut


“Maaf ya sayang” jawab Hugo


“Kenapa Nonno sama Grandpa Hugo baru temuin kita sekarang ?” tanya Ezra mengernyitkan dahinya


“Itu karena Nonno sama Hugo yang bikin anak-anak kita pergi ninggalin kita dan melarang kita buat temuin kalian” jawab Dominico


“Maksudnya ?” tanya Axel


“Grandpa sama Dom bukan orang baik-baik, musuh kita banyak dan your Daddy milih ninggalin kita demi keselamatan dirinya dan membagun keluarga di negara ini” jawab Hugo


“Maksud Grandpa bukan orang baik-baik ?” tanya Ezra menggantung


“Lupain.. sekarang kita kembali ke permasalahan Michelle, apa kamu baik-baik aja ?” tanya Hugo menatap Michelle


“Hemm, aku lebih dari sekedar baik-baik aja walaupun masih sedikit pusing” jawab Michelle dengan tenangnya


“Young Michelle, Nonno udah tahu semuanya, Nonno udah bilang sama Daddy kamu tapi rasanya percuma, sekarang Nonno tanya sama kamu, apa kamu punya rencana buat orang itu ?” tanya Dominico


“Of course Nonno..” jawab Michelle membenarkan posisi duduknya jadi lebih serius


“Daddy, where is the bastard ?” tanya Michelle


“Maksud kamu Jack ?” tanya Corradeo memastikan

__ADS_1


“Ugh, ya” jawab Michelle memutar bola matanya


“Dia ada di tempat yang aman sekarang” ucap Corradeo


“Nggak ada tempat yang aman buat dia Dad, apa Daddy aniaya dia ?” tanya Michelle lagi


“Nah, jadi gini ya rencana aku jangan aniaya dia, cukup introgasi aja kenapa dia lakuin itu ke aku, habis itu.. ah haus” keluh Michelle


Emily langsung bangun dari duduknya dan meminta pelayan membuatkan secangkir mint tea untuk Michelle.


Selang beberapa menit pelayan pun masuk mengantarkan minuman Michelle dan kembali keluar.


“Terus apaan lagi Cel ? kebiasaan nih orang kalau ngomong setengah-setengah bikin orang penasaran” gerutu Kyra


“Biar saya yang lanjutkan Nona” ucap Emily


Michelle mengacungkan ibu jari tangannya sambil menyeruput minumannya lalu duduk bersandar di bahu Dominico dengan manjanya.


“Nona Michelle mau bermain drama dengan Jack, Nona mengatakan kalau kita harus pintar mengelabui musuh..


Rencana Nona Michelle adalah para pengawal yang berjaga sibuk mengintrogasi Jack dan Nona akan mengirim pengawal lainnya datang ke gudang penyekapan dengan memakai penutup wajah dan senjata mainan” ucap Emily


“Bisa intinya aja Ly ? gue nggak ngerti” ucap Xavier


“Jadi sebagian pengawal kita bakalan nyamar jadi sekutu si bajingan itu buat nyelametin dia, singkatnya secara nggak langsung aku mau lepasin dia gitu aja” ucap Michelle


“Tapi kenapa dilepas Young Michelle ?” tanya Hugo


“Karena aku punya rencana selanjutnya” jawab Michelle kembali menyeruput minumannya


“Apa rencana kamu ?” tanya Corradeo


“Simple kok Dad, aku mau kasih tahu dunia kalau aku anak Daddy, aku mau bikin konferensi pers tentang aku sendiri dan aku sengaja buka sedikit profil aku” jawab Michelle dengan tenangnya


“Kapan kamu mau lakuin itu ?” tanya Nicholas


“Hari ini pun bisa, gimana Ly ?” tanya Michelle


“Semua sudah dipersiapkan Nona, tinggal menunggu konfirmasi dari Nona selanjutnya” jawab Emily


“Nggak ada ya Michelle ! tubuh kamu masih lemah dan Mommy larang kamu buat keluar rumah, apalagi kerja” ucap Leonore tegas


“Oh no, Mom” keluh Michelle


“Michelle, yang Leonore bilang bener, kamu istirahat aja di rumah” ucap Paula


“Itu bukan Michelle banget Mom” ucap Kyra


“Kakak” panggil Michelle dengan wajah cemberut imutnya


Nicholas maupun Xavier menolak menatap Michelle karena mereka tahu mereka akan luluh dengan wajah menggemaskan adik kesayangannya itu.


“Mommy bener honey” ucap Nicholas


“Ya, dan kamu masih butuh istirahat” ucap Xavier


Michelle cemberut kesal lalu berpaling ke Corradeo.


“Daddy..” panggilnya dengan wajah cemberut manja


“Nggak mempan” ucap Corradeo yang tidak menatap Michelle


“Nonno..” rengek Michelle


“sei così carino (kamu ngegemesin banget)” ucap Dominico tersenyum gemas


“Ugh, Nonno masuk perangkap Michelle” gumam Xavier


“Buat kamu apapun akan Nonno kasih” ucap Dominico


“Nggak !!” ucap Corradeo, Nicholas, dan Xavier tegas


Michelle cemberut kesal menatap Corradeo dan kedua Kakaknya.


“Michelle, kamu di rumah aja ya, aku khawatir Jack bakalan lukain kamu lagi” ucap Axel


“Dasar iceberg nyebelin” gerutu Michelle


**

__ADS_1


__ADS_2