
Sampai di rumah Emily keduanya langsung masuk.
Tidak lama koper-koper milik Roy pun datang diantar oleh orang suruhan Roy yang langsung pergi lagi.
"Kamu benar-benar mau menginap disini ?" tanya Emily
"Iya, aku tahu kamu kesepian dan kamu pasti merindukanku jadi ku putuskan untuk menginap disini demi kamu" jawab Roy penuh percaya diri
Emily memutar bola matanya, Roy yang dulu sudah kembali.
"Kamu bisa pakai kamarku karena aku akan pakai kamar orang tuaku" ucap Emily sambil menunjuk kamar yang dimaksud
"Ya sudah aku akan istirahat sekarang, kamu juga istirahatlah" ucap Roy sambil membawa koper-kopernya ke dalam kamar Emily
Emily pun masuk ke dalam kamar orang tuanya setelah membereskan barang belanjaannya tadi dan mengecek keadaan rumahnya.
**
Pagi menyapa, Emily sudah bangun lebih dulu dan menyiapkan sarapan untuknya dan Roy.
Roy yang keluar sambil membawa handuk dan peralatan mandinya dibuat kagum melihat Emily yang tengah sibuk menyiapkan sarapan untuk mereka berdua.
"Kamu sudah seperti istriku saja" goda Roy sambil berlalu ke kamar mandi
Sementara Emily yang mendengarnya melongo menatap Roy yang dengan entengnya bicara seperti itu padanya.
Welcome to old Roy !! -batin Emily
..
Setelah Roy mandi, mereka sarapan bersama lalu untuk mengisi pagi pertama mereka jalan-jalan menyusuri sekitar daerah rumah Emily yang berada di desa di Chicago itu.
Sampai sore hari mereka baru pulang karena mereka juga pergi ke beberapa tempat yang sudah lama mau mereka kunjungi.
Rumah pun sudah bersih dan rapih karena petugas jasa kebersihan masih Emily sewa.
Mereka bergantian untuk mandi karena kamar mandi di rumah Emily cuma satu. Lalu mereka duduk di sofa sambil menikmati secangkir teh yang dibumbui obrolan nostalgia mereka sebelum makan malam.
..
__ADS_1
Tengah malam Roy keluar kamar karena mendengar suara Emily. Roy mengetuk pintu kamar sebelum masuk ke kamar Emily karena Emily tidak menjawabnya.
"Emil bangun" ucap Roy sambil menepuk pelan pipi Emily
Beberapa kali Roy lakukan hal itu sampai akhirnya Emily membuka matanya dan langsung terduduk sambil mengusap kasar wajahnya.
"Kamu mimpi buruk ?" tanya Roy khawatir
Emily menggelengkan kepalanya pelan lalu Roy menyodorkan segelas air mineral yang ada di atas nakas untuk Emily.
"Makasih" ucap Emily setelah berhasil menghabiskan airnya
"Tidurlah, aku akan berjaga di luar agar aku bisa cepat membangunkanmu kalau kamu mimpi buruk lagi" ucap Roy
Emily mengangguk pelan dan mulai merebahkan tubuhnya sementara Roy pun keluar kamar dan duduk di sofa.
"Apa selama ini kamu masih mimpi hal itu Emil ?" gumam Roy sambil memejamkan matanya
..
Jam tiga pagi Emily kembali mengigau dan meracau tidak jelas. Roy yang sedari tadi tidak tidur pun langsung masuk ke kamar dan membangunkan Emily.
Emily bangun dan langsung memeluk erat Roy dengan tubuh gemetar ketakutan dan mandi keringat. Roy sama sekali tidak mempermasalahkan pelukan Emily karena dia sendiri sangat mengharapkan pelukan itu bahkan membalas pelukan Emily.
"Sstt, mereka udah bahagia di dunia sana Emil" ucap Roy sambil mengelus lembut punggung Emily
"Aku takut, mereka menangis dan memanggilku" ucap Emily menitikkan air matanya
"Tegarlah Emil, aku tahu bagaimana perasaanmu sampai sekarang, kamu sudah cukup berada dalam keadaan ini, kamu harus kuat seperti Nona Michelle, aku tahu kamu sekuat Nona Michelle, keluarlah dari lingkaran gelapmu itu Emil" ucap Roy
"Sekarang tidurlah lagi" ucap Roy
"Bisakah kamu menemaniku ?" tanya Emily melepaskan pelukannya
"Baiklah, aku akan menemanimu disini" jawab Roy tersenyum tulus
Mereka pun tidur bersebelahan, Emily memeluk tangan Roy berharap tidurnya kali ini tidak terganggu mimpi itu lagi setelah memintanya langsung ke Roy tentunya.
Aku akan membantumu sampai kamu lepas dari mimpi buruk itu Emil..
__ADS_1
Kamu perempuan yang kuat, bertahun-tahun kamu mengalami ini tapi kamu tidak pernah mengeluh setelah bekerja bersama Nona Michelle..
Kamu tahu aku selalu ada untukmu, kamu bisa berbagi padaku untuk semua kesedihan dan kesakitanmu, aku ikhlas menerimanya demi kamu.. -batin Roy
Roy menatap wajah Emily yang sudah tertidur pulas lalu dia pun mulai memejamkan matanya dan menyusul Emily tidur.
**
Roy terbangun lebih dulu, dia langsung keluar kamar sebelum Emily bangun dan menyadari sikapnya yang meminta Roy untuk menemaninya.
Pagi ini Roy lah yang menyiapkan sarapan, Roy sendiri bisa memasak karena sudah bertahun-tahun hidup sendiri di apartment membuatnya terbiasa memasak.
Emily keluar kamar dan merasa malu sendiri dengan apa yang terjadi sebelumnya. Roy yang bisa melihatnya pun pura-pura tidak tahu dan membiarkan Emily melanjutkan sikap pemalunya itu.
..
Siang ini mereka putuskan untuk mengunjungi makam keluarga Emily, Emily menangis sepuasnya disana, Roy tahu Emily pasti menceritakan segala tentangnya yang ingin dia sampaikan ke makam keluarganya dari dalam hatinya karena Emily tidak mungkin mengungkapkannya langsung karena selain ada Roy dia juga lebih merasa tenang berbicara dari dalam hatinya.
Roy tetap setia duduk di samping Emily sambil merangkul bahu Emily dan memberikan kekuatan dari usapan lembut tangan kekarnya.
Bukan tidak peduli, tapi Roy sama sekali tidak memberikan tissue ataupun saputangan untuk menghapus air mata Emily karena baginya biarlah air mata Emily membasahi makam keluarganya, dengan begitu dirinya akan lebih tenang dari sebelumnya.
..
Puas menangis, Roy mengajak Emily ke tepi danau. Mereka duduk di atas rerumputan sambil menikmati minuman dan beberapa cemilan yang Roy beli di minimarket sebelum mereka tiba di danau.
Tidak lupa Roy juga membeli tissue agar Emily bisa menghapus jejak air matanya dan melupakan kesedihannya itu.
"Kamu tahu bagaimana kehidupanku sebelumnya, aku berharap kamu bisa bebas dari kesedihanmu itu sepertiku" ucap Roy menatap lurus ke danau
"Bagaimana caranya ? setiap aku tidur aku selalu bermimpi adik-adikku yang menangis dan berteriak meminta pertolonganku, bahkan aku melihatnya sendiri bagaimana terakhir kali aku bisa melihat keluargaku hidup di detik-detik terakhir mereka" ucap Emily
"Kamu pasti bisa Emil, kamu pasti bisa menemukan caranya" ucap Roy sungguh-sungguh
"Aku sama sekali tidak tahu Roy" ucap Emily frustasi
"Tidakkah kamu sadar saat aku menemanimu tidur kamu tidak mimpi buruk ?" tanya Roy
Emily menundukkan kepalanya dan melihat botol minuman di tangannya, dia ingin membenarkan ucapan Roy namun rasanya terlalu malu.
__ADS_1
"Aku tidak akan memaksamu Emil, tapi kamu tahu sejak dulu aku selalu ada untukmu, kamu bisa ceritakan apapun yang kamu mau padaku, kamu bisa mengeluh padaku, aku akan menerimanya agar kamu lebih tenang dan merasa aman" ucap Roy menatap Emily sungguh-sungguh
**