
Sampai di halaman lobby perusahaan induk Melviano Corp.
Michelle baru saja keluar dari mobilnya dan banyak media yang langsung mengambil fotonya membuat Emily, Noval, Alec, dan pengawal lainnya membuka jalan agar Michelle bisa masuk.
Masuk ke dalam ballroom, Michelle memeluk Nicholas, Xavier, dan Corradeo yang sudah menunggunya. Tidak lupa ketiga lelaki dewasa itu memberikan kecupan lembut ke kening dan kedua pipi Michelle membuat para media berebut mengambil foto mereka.
“You ready ?” tanya Corradeo lembut
Michelle menganggukkan kepalanya sambil tersenyum lalu berjalan ke atas panggung, berdiri tepat di depan podium lalu tersenyum sambil mengedarkan pandangannya di depan banyaknya sorotan kamera.
“Selamat pagi rekan media yang sudah bersedia datang di konferensi pers saya hari ini..
Saya tidak suka basa basi jadi saya akan langsung jelaskan ke inti permasalahannya..
Tapi sebelumnya saya akan memperkenalkan diri saya secara resmi di depan publik, perkenalkan nama saya.. Michelle Melviano” ucap Michelle
Semua media makin memfoto Michelle sebanyak-banyaknya terlebih konferensinya ini ditayangkan di beberapa TV swasta atas permintaan Corradeo.
“Nona Michelle, kalau anda dari keluarga Melviano kenapa harus menutupinya dan membuka faktanya sekarang ?” tanya seorang awak media sedikit curiga
“Maaf sebelumnya, dari dulu saya tidak suka memamerkan sesuatu terlebih tentang saya sendiri” jawab Michelle
“Kalau begitu apa selama ini Nona Michelpe membohongi semuanya ?” tanya awak media lainnya
“Tidak semuanya.. teman-teman saya dan para sekertaris tahu tentang siapa saya.. maaf untuk para karyawan Melviano Corp. dan para rekan dari perusahaan lainnya kalau selama ini saya menutupi hal ini” jelas Michelle
“Maaf Nona Michelle, tapi bisa dijelaskan lebih detail alasan Nona menutupi identitas Nona ?” tanya awak media
“Saya tidak suka orang lain melihat diri saya sebagai bagian dari keluarga Melviano, saya mau dikenal sebagai diri saya sendiri, sebagai Michelle..
Saya tidak membutuhkan perhatian orang lain karena saya seorang Melviano, saya mencari yang tulus, yang menerima diri saya apa adanya” jelas Michelle
“Tapi dengan menutupi identitas Nona Michelle, publik berasumsi kalau Nona maaf, wanita murahan” ucap seorang awak media
“Kelihatan jelas kan ? bagaimana diri saya dianggap sebagai orang biasa dan langsung jadi pembicaraan publik ? mereka tidak kenal saya dan tidak tahu apapun tentang saya..
Lihat setelah ini, apa mereka tetap menghina saya atau malah sebaliknya ?” ucap Michelle
“Nona, bagaimana publik bisa percaya kalau Nona Michelle benar-benar putri dari keluarga Melviano ?” tanya awal media
__ADS_1
“Bagus, saya menunggu pertanyaan ini daritadi.. sekertaris Emily tolong nyalakan proyektornya” perintah Michelle
Proyektor dengan layar besar pun menyala menjadi sorotan di balik tubuh Michelle.
“Ini beberapa foto dan video saya bersama keluarga saya.. keluarga Melviano memiliki tanda khusus terutama saya dan kedua Kakak saya, Kak Nicholas dan Kak Xavier..
Saya tidak perlu menjelaskan atau memperlihatkan tanda itu ke publik karena itu privasi keluarga..
Selanjutnya ada data kelahiran dan data keluarga Melviano..
Kalau kalian masih tidak percaya juga, silahkan datang ke rumah sakit Melvs hospital dan minta bukti kelahiran saya ke kepala rumah sakit itu sendiri, apa saya lahir dari rahim Leonore Melviano apa bukan” jelas Michelle mulai menahan kesalnya
“Baiklah Nona Michelle, terlepas dari identitas asli Nona, bagaimana dengan kasus Nona akhir-akhir ini ?” tanya seorang awak media
“Sebenarnya dari awal berita itu diterbitkan, saya sudah tahu siapa yang melakukannya, saya cuma diam dan meladeni kemauannya karena saya pribadi masih mau menutupi identitas saya, tapi disisi lain keluarga dan teman-teman saya kena imbasnya jadi saya harus membersihkan masalah ini” jawab Michelle
“Siapa pelakunya Nona Michelle ? bisakah Nona memberitahukannya di depan publik ?” tanya awak media
Michele tersenyum sinis dan melihat ke tiga lelakinya yang tersenyum dan menganggukkan kepalanya.
“Maaf Tuan Jing saya harus mempermalukan keluarga anda.. Jack Xu Jing adalah pelakunya, saya baru melihatnya saat di acara pesta pernikahan teman saya, saat itu saya menolak pernyataan cinta Tuan Jack tapi.. dia mengancam saya kalau dia akan mendapatkan saya” ucap Michelle
Para media langsung berbisik membicarakan Jack.
Michelle cuma melirik Emily dan layar proyektor langsung menampakkan CCTV saat di pesta pernikahan Kyra dan Ezra.
Dengan teknologi kamera CCTV yang canggih, gambar yang bisa di zoom dan kualitas suaranya pun jernih. Publik bisa melihat dan mendengar langsung apa yang Michelle dan Jack bicarakan.
Dan di beberapa menit sebelumnya terlihat Jack menyuruh orang untuk memfoto Michelle yang berdansa, dipeluk, dicium, dan mencium para teman-temannya.
“Oh iya, kalau selama beberapa hari ini kalian tidak lihat saya bekerja itu karena saya berada di rumah bersama Mommy Leonore, saya baru saja hampir menjadi korban pelecehan” ucap Michelle
“Apa Nona Michelle juga tahu siapa pelakunya ?” tanya awak media
“Saya selalu gerak cepat menyelesaikan masalah, dengan bantuan keluarga, teman, dan sekertaris saya bisa menemukan pelaku dan berbagai bukti busuk tentang dia selama ini” ucap Michelle
Michelle memberikan kode ke Emily lalu Emily segera mengawal seorang perempuan naik panggung dan berdiri di samping Michele lalu Emily kembali turun.
“Silahkan” ucap Michelle tersenyum ramah
__ADS_1
“Bisakah Nona menemani saya ?” tanya perempuan itu
Michelle pun tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya lalu berdiri di samping perempuan itu.
“Perkenalkan saya Elena, saya seorang pelayan yang dibayar oleh Tuan Jack untuk memasukkan obat perangsang ke dalam minuman Nona Michelle Minggu lalu..
Saya melakukan ini tanpa paksaan sedikitpun dari Nona Michelle, saya juga punya bukti foto-foto yang Tuan Jack suruh ke saya..” ucap perempuan bernama Elena itu menggantung
“Lanjut aja, buktinya udah ditayangin di belakang” ucap Michelle
“.. Eum, jujur awalnya saya menolak permintaan Tuan Jack tapi saya diancam akan dilecehkan kalau menolak.. Mau tidak mau saya menurutinya, tapi sebelum hal itu terjadi, Tuan Jack.. dia.. dia tetap melecehkan saya” ucap Elena menangis
Michelle merangkul lembut bahu Elena dan mengelap air mata Elena.
“Jadi gini ya semuanya, Tuan Jack sering menghubungi sekertaris Emily untuk meminta dipertemukan bersama saya, awalnya saya menolak sampai akhirnya saya risih dan menerima ajakannya sekalipun para lelaki tampan saya melarangnya..
Hari Sabtu lalu saya makan malam bersama Tuan Jack seperti yang kalian lihat sampai saya masuk ke dalam jebakannya, beruntungnya ketiga lelaki saya langsung datang dan menggagalkan rencana busuk Tuan Jack..
Setelahnya Daddy Melviano memerintahkan anak buahnya untuk menyekap Tuan Jack dengan tujuan mengintrogasinya dan menanyakan motif dibalik kelakuannya itu tapi sebelum mendapatkan jawaban, Tuan Jack berhasil lolos dengan bantuan sekutunya” jelas Michelle
“Apa yang akan Nona Michelle lakukan setelah ini ?” tanya awak media
“Tentang Tuan Jack ? saya menyerahkannya ke Kakak saya, saya percaya mereka melakukan hal yang terbaik untuk saya” jawab Michelle
“Maaf Nona Michelle, dalam berita yang beredar, Nona berdansa bahkan berpelukan dengan Tuan Fares dan mencium Tuan Axel, apa Nona ada hubungan khusus dengan mereka ?” tanya seorang awak media
“Mereka temen-teman Kakak saya, anggaplah saya berpelukan dan mencium Kakak saya sendiri..
Tapi, untuk urusan asmara, saya masih mau menutupinya” jawab Michelle
“Apa Nona Michelle sudah punya pasangan ?” tanya awak media lainnya
“Hei, kan sudah dibilang masih privasi..
Terima kasih banyak untuk semua awak media yang sudah membantu saya mengisi konfetensi pers pertama dan terakhir saya hari ini, semoga segala sesuatu yang saya ucapkan bisa membuat netizen berpikir dengan jernih” ucap Michelle mengakhiri konferensi persnya
..
Setelah semuanya sudah jelas, Michelle berkumpul bersama ke tiga lelaki posesifnya di ruang Corradeo. Mereka tidak henti-hentinya memuji Michelle dan mengucapkan selamat karena konferensinya berjalan lancar.
__ADS_1
Di tempat lain, Jack membuang semua barang-barang yang ada di ruangannya, dia marah akan berita yang menimpanya itu sampai-sampai Jing datang ke ruangannya dan menampar keras wajah anaknya sendiri.
**