Ms. Perfect

Ms. Perfect
Compagnia Del Cora Re


__ADS_3

Malam harinya Michelle tengah duduk bersama keluarganya di ruang keluarga karena Dominico meminta mereka untuk berkumpul.


“Corre, Daddy mau minta Michelle terusin perusahaan Daddy, gimanapun perusahaan Daddy emang buat cucu-cucu Daddy” ucap Dominico


“But Dad, Michelle udah kerja di perusahaan aku” ucap Corradeo


“Kamu kan ada Nicho, dia sama hebatnya sama Michelle” ucap Dominico


“Jangan khawatir, perusahaan Daddy ini bersih sama kayak perusahaan kamu, selama ini Daddy bangun perusahaan itu sendiri, sekarang Daddy udah berumur dan mau habisin waktu Daddy sama cucu dan cicit Daddy” ucap Dominico


“Apa kamu mau gantiin Nonno ?” tanya Nicholas


“Selama Kakak ngijinin dan Kakak nggak apa-apa aku tinggal” jawab Michelle


“Tapi jauh honey, kamu harus tinggal di Italia” keluh Xavier


“Nggak Vie, disini juga ada, masa kalian nggak tahu ?” tanya Dominico


“Aku tahu kok, Campagnia del Cora Re kan Nonno ?” tanya Michelle memastikan


“Esatto ! (benar sekali)” jawab Dominico


“Gimana kamu bisa tahu darling ?” tanya Leonore


“Mommy, your daughter is smart” jawab Michelle dengan sombongnya


“And my perfect lady” tambah Dominico


“Jadi ?” tanya Dominico menggantung


“You sure darling ?” tanya Corradeo memastikan


“Daddy, putrimu ini penyuka tantangan, lagipula aku sedih kalau Nonno harus pimpin perusahaannya sendiri” jawab Michelle cemberut


“Michelle.. Kakak ijinin” ucap Nicholas


“Hemm, Kakak nggak berminat sama bisnis, kalau Kak Nicho aja ijinin, Kakak juga ijinin honey” ucap Xavier


“Yeeayyyyyy !!!” ucap Michelle langsung bersorak


“Hei !! Daddy belum kasih keputusan” protes Daddy


“Oh come on Dad, kedua Kakakku yang ganteng-ganteng ini cinta mati mati mati mati matinya aku” ucap Michelle


“Cih.. Dad, bawa aja Michelle jauh-jauh dari kedua Kakaknya itu” gerutu Corradeo ketus


“As you wish kid” jawab Dominico


“Noooo !!” protes Nicholas dan Xavier menatap tajam Corradeo


“Mommy, look at your husband” keluh Michelle cemberut


“Mommy, please tell your husband” sindir Xavier


“Daddy, kalau Daddy kayak gitu, aku bakalan ikut adik kesayangan aku kemanapun dia pergi !” protes Nicholas


Aww.. mereka manis sekali.. -batin Dominico


“I hate you kids” ketus Corradeo


“I love you too Daddy” goda Michelle, Nicholas, dan Xavier


**


Setelah memutuskan perpindahan Michelle ke perusahaan Dominico, Michelle mulai mempelajari tentang perusahaan Dominico bersama Emily walaupun pekerjaan mereka semakin berat karena perusahaan Dominico lebih besar.


Selama ini perusahaan Dominico di Indonesia dikelola oleh anak buah terpercayanya yang sudah mengabdi puluhan tahun padanya itu.


Compagnia del Cora Re tidak terkenal di dunia bawah karena selama ini Dominico selalu berada dibalik layar, dia menutup semua akses tentang dirinya sebagai pemilik perusahaan besar itu. Setiap kali ada pertemuan atau hal lainnya yang berhubungan dengan CEO, Dominico akan mengutus sekertaris pribadinya.


Sekertaris pribadinya sendiri adalah anak dari anak buahnya yang sudah tiada akibat musuh. Orang tuanya mati membuat dia hidup sebatang kara dan Dominico yang membesarkannya layaknya cucunya sendiri.


**


Satu bulan lamanya Michelle menyelesaikan pekerjaannya di Melviano Corp. dan hari ini dia resmi menjabat sebagai CEO di Compagnia del Cora Re negara Indonesia.


Dominico pun sampai menyiapkan pesta perayaan perpindahan cucunya itu yang tentunya dia cuma bisa melihat dari balik ruangan khusus pemantau CCTV ballroom.


Tidak perlu perkenalan pun hampir semua tamu undangan sudah tahu siapa Michelle.

__ADS_1


Dominico sendiri selama ini tidak pernah menyebutkan nama keluarganya, setiap kali berhadapan dengan musuh dia akan menyebutkan nama depannya, yang lebih dikenal sebagai KingDom.


Tapi semenjak Michelle memulai jabatannya di Compagnia del Cora Re, dia resmi menyelipkan nama Dominico di namanya, begitu juga dengan Nicholas dan Xavier.


Teman-teman Michelle pun datang, begitu juga dengan Daniel dan Paula. Sementara Hugo menemani Dominico.


..


“Baby, jangan terlalu cantik gini, aku nggak suka banyak mata keranjang yang lihat kamu” gerutu Axel


“But my eyes locked only for you baby” goda Michelle mengelus janggut Axel


“Baby jangan godain aku” ucap Axel


“Kenapa ? cemen banget” ledek Michelle


“Hei.. aku nggak mau terjadi hal yang iya iya baby” ucap Axel mengingatkan


“Iya iya ? maksudnya ?” tanya Michelle bingung


“Anak kecil belum boleh tahu” jawab Axel


“Jadi kamu pacaran sama anak kecil selama ini ?” ketus Michelle


“Maybe.. but I love you so much baby” bisik Axel lirih


“Kamu licik, aku nggak boleh godain kamu tapi kamu sendiri godain aku, nanti kalau terjadi hal yang iya iya gimana ?” gerutu Michelle


Axel terkekeh mendengar ocehan Michelle yang cemberut kesal itu membuatnya gemas dan segera memeluknya erat.


“I love you so much baby, I love you” ucap Axel


“Aku nggak mau kalau cuma cinta, aku maunya cinta mati” protes Michelle


“Per detik ini aku cinta mati sama kamu Michelle Dominico Melviano” bisik Axel


Michelle tersenyum lalu membenamkan wajahnya di dada Axel dan memeluknya begitu erat.


“Baby.. I cant breath” keluh Axel


“Sorry baby..” ucap Michelle melepaskan pelukannya


“No !! dont leave me, Im sorry baby” ucap Michelle lirih


Axel terkekeh melihat wajah sedih Michelle lalu mengecup lembut kening dan kedua pipi Michelle.


“Michelle..” panggil Axel


“Hemm” gumam Michelle


“Nikah yuk” ajak Axel


“Tapi kan Kak Nicho mau nikah sama Kak Nadine” ucap Michelle


“Habis itu, mau ya nikah sama aku ? aku mau punya Michelle junior baby” ucap Axel


“Iihhh, mikirin anak doang, nyebelin” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya


Lagi-lagi Axel terkekeh melihat wajah menggemaskan Michelle. Dia memeluknya dan masih tersenyum menahan tawanya karena Michelle yang ngambek itu.


..


“Cucumu itu nyebelin ya, bisa-bisanya bikin cucuku menggemaskan begitu” ucap Dominico


“Cucumu cantik Dom, wajar kalau cucuku jatuh cinta sama cucumu itu” ucap Hugo


“Hahahaha.. hei, gimana nasib perusahaanmu itu ?” tanya Dominico


“Itu bukan perusahaanku Dom, dari awal itu punya kamu, aku cuma membesarkannya dan sekarang udah waktunya aku kembalikan” jawab Hugo


“Oh I hate this !! denger ya Hugo, itu perusahaan punya kamu, aku udah kasih buat kamu.. selama puluhan tahun kamu udah setia bersamaku, anggap itu sebagai hadiah dariku” ucap Dominico


“Dom, kamu itu bos mafia, jangan terlalu baik” ucap Hugo


“Hugo, aku ingin kita hentikan perjalanan dunia bawah kita, aku nggak mau menyakiti keluargaku” ucap Dominico


“Me too Dom.. apa rencanamu selanjutnya ?” tanya Hugo


“Operasi plastik dan ganti nama terus hidup bahagia sama keluarga” jawab Dominico

__ADS_1


“Oh god !! kalau pak tua ini bukan pemimpinku, ijinkan aku memukulnya sekali aja Tuhan” gerutu Hugo


Dominico tertawa mendengar keluhan Hugo, sedari kecil mereka sudah bersama dan mulai mengisi dunia bawah saat remaja karena mau membalas dendam akan kematian tragis seluruh anggota keluarga mereka dari keluarga Laurent tapi sampai kini mereka gagal menemukan cucu dari James Laurent yang berhasil James sembunyikan sebelum dia dan Mark, anaknya, mati di tangan Dominico dan Hugo.


**


Hari ini Dominico mengumpulkan para CEO dari berbagai anak cabang perusahaannya di hampir seluruh dunia untuk mengenalkan Michelle sebagai CEO baru dan cucunya.


Para CEO dan petinggi di seluruh Compagnie del Cora Re tahu dengan siapa mereka harus bekerja karena Dominico merekrut para CEO dari anak buah terbaik dan setianya yang tentunya dari dunia bawah.


Mereka bersedia mengabdi dan memberikan nyawa mereka sekalipun ke Dominico karena Dominico lah yang menyelamatkan mereka dari kejaran musuh dan membantu mereka membalaskan dendam mereka sendiri.


Dari sekian banyak CEO muda dan mapan yang dominan ke laki-laki, ternyata ada dua orang CEO perempuan yang terlihat lebih tua dari Michelle.


Mereka semua memberikan salam hormatnya untuk Michelle dan Dominico.


“Everyone, meet with my Grand Daughter, Michelle Dominico Melviano” ucap Dominico


“Welcome Ms. Michelle” sapa semua CEO dengan sopannya


“Thanks guys” ucap Michelle tersenyum ramah


“Anak ini nggak bisa tegas kayak biasanya aja” protes Dominico pura-pura marah


“Hehehehe, Nonno, can I be friends with them ?” tanya Michelle


Sontak semua CEO yang ada disana langsung tersentak kaget mendengar ucapan Michelle karena selama ini mereka tahu bagaimana rumor tentang Michelle di bidang bisnis.


“Up to you” jawab Dominico


“Yeeaayyy !! listen.. you all are my friends now” ucap Michelle


“Michelle” panggil Dominico datar


“Sorry Nonno” ucap Michelle


I thing Ms. Michelle is good..


Ms. Michelle look charming..


How can the rumors say that Ms. Michelle is strict and cruel in the business world even though she looks friendly now..


Ms. Michelle so beautiful..


Lihatlah Nona, semua mata tersenyum melihat sisi malaikat Nona.. -batin Emily


“Nonno, sebagai tanda pertemanan aku sama mereka gimana kalau kita makan siang bareng ? pasti seru makan rame-rame” ucap Michelle penuh harap


“But lady.. Nonno nggak pernah makan ditemani orang lain” ucap Dominico


“Kalau gitu Nonno harus coba, aku aja sering banget makan siang sama Emily, sama temen-temen aku dan temen-temennya Kak Nicho juga” ucap Michelle


“Next time ya” ucap Dominico


“Nnonnooo..” rengek Michelle


Dominico menghela nafas pasrah melihat rengekan cucu perempuan satu-satunya itu yang terlihat menggemaskan sementara para CEO lagi-lagi dibuat tercengang dari sikap Michelle.


“You win” ucap Dominicp pasrah


“Yeeayyyy !! we have lunch together, in one table..


Eum Ly, hubungin Bayu dan kosongin restoran buat hari ini” ucap Michelle tegas


“Sudah saya lakukan Nona, tinggal menunggu kedatangan Nona, Tuan Besar, dan para CEO ke Black Gold Restaurant” ucap Emily


“vedi il Nonno? Lui sa quello che voglio (lihat kan Nonno ? dia tahu apa yang aku mau)” ucap Michelle


“sì, sei adatto (iya, kalian cocok)” jawab Dominico


Michelle keluar ruangan dan mengganti penampilannya bersama Emily dan Dominico lalu berjalan turun menemui para CEO yang sudah menunggu mereka di lobby.


“Nonno, nanti makan malem sama aku mau nggak ? kita makan pecel lele” ajak Michelle penuh semangat


“Pecel-lele ?” tanya Dominico bingung


“Iya, pokoknya enak deh Nonno” ucap Michelle


Dominico melirik Emily meminta penjelasan tapi Emily malah menundukkan kepalanya tanpa memberikan penjelasan sedikitpun.

__ADS_1


**


__ADS_2