Ms. Perfect

Ms. Perfect
Sikap Dingin Axel


__ADS_3

Hari kepulangan Michelle dan Kyra, Kyra terus menatap foto masa kecilnya di dalam dompetnya.


Foto dimana dia masih bermain dengan Kakaknya, Axel.


Michelle yang melihatnya langsung memeluk Kyra dari samping, menghangatkan tubuh temannya itu dan menghiburnya agar tidak sedih lagi.


..


Tiba di landasan, Nicholas dan Xavier sudah berdiri dengan penampilannya masing-masing dengan senyum lebar menunggu kepulangan adik kesayangannya.


Michelle yang baru turun dari pesawat jet langsung dipeluk hangat oleh kedua Kakaknya.


Sementara Kyra memilih berdiri sendiri memalingkan wajahnya dari mereka.


“I miss you so much my little girl” ucap Nicholas memeluk Michelle erat


“I miss you too my first handsome boy” jawab Michelle membalas pelukan Nicholas


Michelle melepaskan pelukannya dan langsung berpaling ke Xavier.


“Kenapa lama banget pulangnya ? kamu nggak tahu hati aku hancur nggak lihat kamu sehari aja” tanya Xavier memeluk Michelle erat


“Maaf ya baby” jawab Michelle memeluk erat Xavier


Melihat Kyra memalingkan wajahnya dari Michelle yang mendapatkan kasih sayang dari kedua Kakaknya membuat hati Kyra semakin teriris.


Michelle menatap sedih ke Kyra. Nicholas dan Xavier yang melihat tatapan Michelle itu langsung paham apa yang harus mereka lakukan.


Nicholas langsung memeluk Kyra erat sama seperti yang dia lakukan ke Michelle tadi.


Kyra langsung terkejut. Hatinya terasa sesak dan dengan tubuh bergetarnya Kyra memberanikan diri memeluk Nicholas.


“Nangis aja nggak apa-apa Ra” ucap Nicholas lembut


Tanpa menjawab, Kyra langsung menangis membanjiri wajahnya.


Selang beberapa saat, Xavier bergantian memeluk Kyra erat dan Kyra mulai menenangkan tangisannya.


“Kyra.. kamu juga adik Kakak sama Kak Nicho, sama kayak Michelle.. jangan sedih lagi ya” ucap Xavier lembut


Kyra mendongak pelan menatap wajah Xavier yang memeluknya lalu melepaskan pelukannya dan langsung memeluk Michelle erat.


“Makasih banyak Cel.. gue.. gue nggak tahu mesti bilang apa lagi” ucap Kyra tulus


“Bilang kalau gue cantik, dan kedua Kakak gue ganteng-ganteng” jawab Michelle dengan nada menyebalkannya


Kyra langsung melepaskan pelukannya dari Michelle dan memasang wajah kesalnya menatap Michelle.


Tidak tahan, Michelle langsung tertawa terbahak-bahak diikuti Kyra dan saling merangkul.


Nicholas dan Xavier yang melihatnya tersenyum haru lalu berjalan bersama Michelle dan Kyra ke dalam mobilnya.


..


Sepanjang jalan sampai selesai makan bersama di luar, Michelle dan Kyra tidak henti-hentinya bercerita tentang liburannya ke kedua Kakak Michelle yang dengan sabarnya menanggapi cerita mereka.


..

__ADS_1


Sampai di kediaman keluarga Oliver, Michelle dan kedua Kakaknya ikut turun dan menyapa Paula lalu langsung pamit lagi.


“Cel, Kakak kenal sama Kakaknya Kyra, apa kamu mau Kakak cerita kesedihannya Kyra ke Kakaknya itu ?” tanya Nicholas khawatir


“Nanti aku tanyain dulu deh ke Kyra nya, Kakak kan tahu sendiri dia kayak gimana” jawab Michelle


..


Sampai di halaman lobby perusahaan Melviano Corp, Nicholas keluar mobil diikuti Michelle setelah penjaga membukakan pintu mobil untuk mereka.


“Kamu langsung pulang ya, istirahat” ucap Nicholas lembut


“Iya.. Kakak cepet pulang ya, aku masih kangen Kakak” ucap Michelle cemberut


“Imut banget sih.. udahlah ayo Kakak ikut pulang aja” ucap Nicholas mencubit kedua pipi Michelle gemas


“Kak, lepasin.. jangan sakitin Michelle ku” celetuk Xavier yang keluar dari mobil


“Cih..” gumam Nicholas ketus


“Udah sana Kakak kerja lagi, aku pulang ya” pamit Michelle mengecup kedua pipi dan kening Nicholas


“Hati-hati dijalan ya honey” ucap Nicholas mengecup kedua pipi dan kening Michelle lembut


Michelle tersenyum lembut lalu masuk mobil bersama Xavier dan meninggalkan anak perusahaan Corradeo itu.


..


Sampai rumah, Michelle langsung mandi dan tidur.


..


Sore hari Michelle dibangunkan oleh Arya. Michelle yang masih setengah sadar turun tangga dan duduk di bangku mini bar nya.


Seorang pelayan membuatkan minuman kesukaan Michelle, ice mint tea.


“Pak Arya, Kak Vier sama Mommy kemana ya ?” tanya Michelle ke Arya yang berdiri tidak jauh dari tempatnya duduk


“Tuan muda Xavier sudah berangkat kerja, Tuan muda berpesan untuk membangunkan Nona Michelle jam lima sore.. sementara Nyonya Besar sedang mandi di kamarnya, Nona” jawab Arya sopan


“Kak Vie berangkat jam berapa ?” tanya Michelle penasaran lalu meminum ice mint tea nya


“Tuan muda berangkat jam empat sore Nona... Tuan muda bilang kalau Tuan muda yang membangunkan Nona, Nona tidak akan mengijinkan Tuan muda berangkat ke rumah sakit” jawab Arya yang paham setelah melihat raut wajah Michelle yang seakan bertanya ‘kenapa nggak Kak Vier aja yang bangunin aku tidur ?’


“Huh.. ya udah makasih Pak, aku mau ke kamar dulu, mau mandi” ucap Michelle sambil bangun dari duduknya


“Baik Nona” jawab Pak Arya menundukkan kepalanya sampai Michelle masuk kamar


..


Michelle mandi lalu duduk di sofa kamarnya sambil membuat sketsa di Ipad nya.


Kyra menelefon Michelle. Michelle meraih ponsel dan headphonenya, mengangkat telefon dari Kyra sambil melanjutkan kegiatan sebelumnya.


“Cel, gue ragu buat kasih ini ke Kakak gue” ucap Kyra gelisah


“Kenapa ragu ? itu kan hadiah yang lo pilih sendiri buat lo kasih ke Kakak lo” tanya Michelle

__ADS_1


“Tapi lo tahu sendiri kan Kakak gue kayak gimana” jawab Kyra khawatir


“Coba lo kasih aja, kalau emang nggak diterima lo bisa kasih gue, haha” ucap Michelle dengan nada menyebalkannya


“Ngeselin banget sih.. gue lagi kayak gini juga” keluh Kyra ketus


“Ya udah maaf dong.. intinya lo kasih aja baik-baik, paling nggak niat lo baik walaupun Kakak lo kayak gitu” ucap Michelle menenangkan temannya itu


“Tapi gue takut ditolak Cel.. gue takut tatapan dan omongan Kakak gue nyakitin” jawab Kyra gelisah


“Kalau dia berani kayak gitu, kasih tahu gue biar gue pukulin Kakak lo” ucap Michelle kesal


“Tapi Cel..” protes Kyra


“Gini aja, pas lo mau kasih ke Kakak lo, lo telefon gue aja, kalau Kakak lo nolak lo kasih aja Hp lo ke Kakak lo biar gue yang ngomong” ucap Michelle makin kesal


“Lo nggak takut ?” tanya Kyra ragu


“Nggak” jawab Michelle ketus


Terdengar ketukan pintu kamar Kyra. Kyra berjalan membukakan pintu kamarnya tanpa mematikan telefonnya dengan Michelle.


Kepala pelayan di kediaman keluarga Oliver memberitahukan kalau Axel sudah pulang dan sudah masuk kamar lalu kepala pelayan itu pamit undur diri.


“Gue kasih sekarang aja ya Cel” ucap Kyra hati-hati


“Ya udah, jangan dimatiin telefonnya” jawab Michelle mengancam


“Iya bawel” gerutu Kyra


Terdengar Kyra menghela nafas panjang sebelum akhirnya dia mengetuk sebuah pintu di rumahnya.


Michelle mendengar semuanya sampai ucapan Kakak Kyra yang terdengar menyakitkan itu.


Dengan wajah tertunduk, Kyra memberikan ponselnya ke Kakaknya yang sudah berdiri di depan pintu kamar itu.


“Halo” ucap Michelle ketus


“Cih, siapa lagi yang mau kamu kenalin ke Kakak hah ?” tanya Axel ketus ke Kyra


“Heh sialan !! nggak ada yang mau kenalan sama orang kayak lo ! nggak bisa ya terima hadiah dari adik sendiri ? Kyra udah cari sana sini cuma buat Kakaknya ! nggak ada rasa terima kasihnya banget ! terima hadiah dari adik lo itu, sayangin, pakai ! sebelum lo nyesel kalau adik lo dapet kasih sayang dari orang lain sialan !!” bentak Michelle yang makin kesal karena ucapan Axel yang menyebalkan itu dan langsung mematikan telefonnya


Axel dengan wajah kesalnya memberikan ponsel Kyra ke pemiliknya lalu menjulurkan tangannya meminta hadiah dari Kyra itu.


Dengan hati-hati, Kyra memberikan ke Kakaknya tanpa berani menatap wajah Kakaknya itu.


“Apa temen kamu yang barusan ngebentak Kakak itu yang selama ini mau kamu kenalin ke Kakak ?” tanya Axel dingin


“I.. iya Kak” jawab Kyra takut


“Kakak nggak sudi kenalan sama cewek kayak gitu ! jangan pernah minta buat kenalan sama temen kamu lagi” ucap Axel dingin dan menekankan setiap ucapannya lalu menutup pintu kamarnya dengan kasarnya


Kyra langsung menyandarkan tubuhnya ke dinding, menahan sakit hatinya karena sikap Kakaknya sendiri.


Kyra terduduk, melipat kedua kakinya dan membenamkan kepalanya disana, menutupinya dengan kedua tangannya dan mulai menangisi nasibnya.


**

__ADS_1


__ADS_2