
Sore hari, Michelle dan ketiga temannya selesai bekerja dan duduk dengan santainya melihat hasil pekerjaan mereka selama ini.
Michelle sudah melepas bagian atas wearpacknya lagi seperti sebelumnya. Michelle melepas ikat rambutnya sebentar, merapihkan dan mengikatnya ulang.
“Wuaahhh..” gumam Fares dan Joshua melihat keindahan duniawi Michelle
Wuuaahhh.. pesonanya kelihatan banget.. ah shit no Axel, jangan mikirin cewek itu -batin Axel
Michelle my honey please jangan goda mereka.. kamu cuma punya aku sekarang -batin Nicholas sedikit cemberut
“Kita ganti baju duluan ya Mi” ucap Ezra lembut
“Oke, habis itu gue” jawab Michelle menandakan tanda OK di tangannya
Michelle masih terus menatap hasil pekerjaannya dengan bersandar di belakang mobil Nicholas.
Menyilangkan satu kakinya dan melipat kedua tangannya di dadanya dengan wajah dan tangan yang banyak coretan pilox dan keringat membasahi wajah sampai dadanya.
Melihat pemandangan baru itu, Nicholas memfoto Michelle. Tidak mau kalah, Fares ikutan memfoto Michelle yang cuma terlihat dari samping itu.
Sedangkan Axel dan Joshua memilih duduk diam.
..
Sekembalinya ketiga teman Michelle itu, Michelle masuk dan mengganti pakaiannya setelah membersihkan wajah dan tangannya.
Michelle berjalan keluar memakai kaos dengan kemeja flannel over size yang digulung sampai siku, celana jeans panjang dengan sobekan di bagian lutut, dan sepatu boots.
“Mi” gumam Fares kaget
“Hem.. kenapa bos ?” tanya Michelle yang menghentikan langkahnya
“Ng.. nggak apa-apa” jawab Fares yang sadar dari lamunannya
Michelle menaikkan kedua bahunya lalu menoleh melihat keempat sekertaris yang masih berkutat dengan laptopnya itu.
Michelle berjalan mendekati mereka dan berhenti di belakang Gery.
Dia mengetikkan sesuatu di laptop Gery lalu langsung menghapusnya setelah Gery selesai membacanya dan dibalas dengan OK.
Michelle menyalami keempat sekertaris itu sekalian pamit dengan ramahnya lalu berjalan ke Nicholas yang berdiri bersama ketiga temannya, melakukan hal yang sama seperti ke sekertaris mereka.
“Mi ! balik nggak ?” teriak Saddam yang sudah duduk di motornya
“Tungguin dong” teriak Michelle yang berjalan ke motornya
Dikeluarkannya motornya dari parkiran. lalu memakai slayer, sarung tangan, dan helmnya, setelahnya Michelle menyalakan mesin motornya dengan sekali hentakkan kakinya.
“Gila !! demi apa itu Mi yang barusan gue lihat ?” tanya Joshua kaget
__ADS_1
Michelle melambaikan tangannya ke arah Nicholas dan ketiga temannya yang berdiri di depan pintu masuk lalu memindahkan kopling motornya dan keluar halaman bersama ketiga temannya itu.
“Gue mesti cari tahu tentang Mi” ucap Fares berapi-api
“Percuma.. gue udah pernah cari tahu tentang dia tapi nggak ada hasil” jawab Axel dengan datarnya
Axel pernah cari tahu tentang Michelle ? kamu emang menarik banget sih honey.. -batin Nicholas tersenyum tipis
Gery membisiki Nicholas tentang apa yang Michelle ketik di laptopnya tadi. Nicholas tersenyum lembut lalu menyuruh Gery merapihkan tugasnya.
“Gue duluan ya” pamit Nicholas dengan senyum lebarnya
“Mau ngapain sih lo buru-buru ?” tanya Axel ketus
“Adik kesayangan gue nunggu dirumah” jawab Nicholas tersenyum lembut
“Cih, adik” gumam Axel kesal
“Gue bakalan kejar Mi, sumpah baru kali ini gue tertarik sama cewek tomboy” ucap Fares
Nggak akan gue biarin Res !! -batin Nicholas menggerutu kesal
..
Sampai rumah, Michelle dan Nicholas langsung mandi sementara Gery duduk di dalam ruang kerja Nicholas dengan laptop di depannya.
Gery juga ikut makan malam sebelum melanjutkan pekerjaannya lagi bersama Michelle dan Nicholas.
**
Hari pun berganti sampai akhirnya Michelle dan ketiga temannya berhasil menyelesaikan pekerjaannya.
“Nggak bisa ! saya dan ketua saya sudah buat perjanjian dengan sekertaris Evan kalau pembayaran dilakukan hari ini juga, hari dimana pekerjaan saya dan ketiga teman saya selesai ! saya juga udah kasih tahu bos kan kalau jangan mengancam saya dengan masalah pribadi !” jelas Michelle tegas
“Saya tertarik sama kamu, apa saya salah ?” tanya Fares dengan lembutnya
“Selesaikan kerjasama ini sekarang juga dan bicarakan masalah pribadi setelahnya” jawab Michelle tegas
“Sabar Mi” ucap Daffin mengelus lembut punggung Michelle
“Tolong tetap sesuai sama perjanjian awal yang saya, Mi, dan sekertaris Evan buat” ucap Ezra berusaha tegas
“Baiklah Evan, selesaikan masalah ini” ucap Fares mengalah
Setelah kerjasama Michelle dan ketiga temannya selesai, mereka langsung pamit meninggalkan tempat itu.
Michelle dan ketiga temannya berpisah di tengah jalan.
“Nona, ada mobil yang mengikuti Nona” lapor Alec
__ADS_1
“Tolong kecoh mereka ya, jangan sampai mereka ngikutin” jawab Michelle dengan tenangnya
“Baik Nona” jawab Alec
Ini pasti si Fares ! -batin Michelle menebak
..
Malam hari, Nicholas masuk ke kamar Michelle.
Michelle menceritakan semua yang Fares mau darinya. Nicholas dengan lembutnya memeluk Michelle.
“Apa Kakak kasih tahu aja kalau kamu adik Kakak ?” tanya Nicholas khawatir
“Jangan Kak.. sekarang dia pasti nggak ngikutin aku lagi karena udah nggak kerja lagi, kalau dia tahu aku adik Kak Nicho yang ada nanti dia tambah sering ganggu aku” jawab Michelle memeluk Nicholas erat
“Kakak nggak mau kamu kenapa-napa honey” ucap Nicholas tulus
“Kak.. apa yang dia lihat dari aku sih ?” tanya Michelle sedih
“Kamu punya pesona kamu sendiri kalau kamu tomboy.. tanpa kamu lakuin apapun banyak yang suka sama kamu kan ?” tanya Nicholas dengan lembutnya
“Humm.. ini pasti karena aku terlalu cantik kayak Kak Nicho yang terlalu ganteng, ya kan Kak ?” tanya Michelle cemberut menatap Nicholas
“Kenapa ngeselin sih ? Kakak kan lagi sedih tadi malah bikin Kakak ketawa aja” gerutu Nicholas memainkan kedua pipi Michelle
**
Beberapa hari setelahnya, Michelle mendapat kabar baik dari Kyra kalau dia sudah mulai bekerja sebagai dokter di rumah sakit Melviano bersama Xavier.
Kyra ingin membuktikan ke keluarganya terutama Kakaknya kalau dia bisa cari kerja sendiri tanpa bantuan orang lain padahal Michelle sudah sering minta bantuan ke Xavier untuk rekomendasikan Kyra di rumah sakitnya tapi Kyra memilih mengikuti proses seleksi seperti yang lainnya.
**
Seminggu setelahnya Michelle juga sudah mulai bekerja di perusahaan Melviano Corp. sebagai asisten CEO Nicholas. Michelle juga diberikan seorang sekertaris perempuan bernama Emily. Gery mengajari banyak hal ke Emily atas permintaan Nicholas.
Setelah direbutkan oleh kedua Kakaknya, kini Michelle direbutkan oleh Corradeo dan Nicholas.
..
Setelah makan malam, Michelle dan Nicholas dipanggil ke ruang kerja Corradeo di rumahnya.
“Lusa akan dilakukan meeting bulanan, Daddy minta kamu yang presentasi ya Cel, Nick.. kamu ajarin Michele” ucap Corradeo tegas
“Yes Dad” jawab Michelle dan Nicholas bersamaan
Michelle dan Nicholas pamit undur diri lalu masuk ke ruang kerja Nicholas, membahas materi yang akan Michelle presentasikan.
**
__ADS_1