
Michelle masih memukuli wajah Christian yang sudah lemah karena bagian sensitifnya sudah pecah, mungkin.
Xavier langsung menarik dan menggendong tubuh Michelle menjauh dari Christian.
“Brengsek !!” teriak Michelle
“Stop honey ! udah selesai” ucap Xavier menurunkan tubuh Michelle dan memegang kedua bahu Michelle
Michelle menarik nafas dalam-dalam dan menghelanya perlahan sampai perasaannya tenang.
“Maaf Kak” ucap Michelle menundukkan kepalanya
Xavier langsung memeluk erat Michelle dan mengelus punggungnya.
Para sekertaris dan teman-teman Michelle membantu melepaskan ikatan Nicholas, Axel, Kyra, Fares, dan Joshua.
Nicholas langsung memeluk erat Michelle.
“Im so sorry honey.. Im sorry I failed to take care of you” ucap Nicholas
“Yang penting Kakak nggak apa-apa” ucap Michelle
“Tuan, maaf mengganggu, tapi para musuh sudah berhasil dikalahkan” lapor Alec
“Tunggu, ada ceweknya nggak ? gue butuh dia” tanya Michelle mengepalkan kedua tangannya
“Tidak ada Nona, semua laki-laki” jawab Alec
“Cewek siapa honey ? ada ceweknya yang gangguin kamu ?” tanya Xavier penuh kekhawatiran
“Dia Clara, tuh, yang terobsesi sama my first handsome boy” gerutu Michelle cemberut kesal menatap Nicholas
“Hei aku nggak salah apa-apa ya, kan aku nggak suka sama dia” protes Nicholas
“Tetep aja, cih, aku mau sama my second handsome boy aja” ucap Michelle kembali memeluk erat Xavier
Xavier sengaja meledek Nicholas dengan menciumi puncak kepala Michelle, mengelus punggung Michelle, dan menjulurkan lidahnya ke Nicholas.
“Udahlah Nick, Michelle kan adik lo sendiri, masa cemburu” ucap Joshua
“Cih, Kakak nggak tahu aja, mereka udah kayak orang pacaran kalau sama Michelle” gerutu Kyra
“Mereka udah tahu honey ?” tanya Xavier dengan lembutnya
“Udah, gara-gara si brengsek itu” jawab Michelle menunjuk Christian yang sudah di borgol oleh Dion
“Kak, aku minta tolong ya” ucap Michelle melepaskan pelukannya
“Minta tolong apa honey ?” tanya Xavier lembut
“Bikin dia jadi bego, dia yang hapus pelacak, pasti Saddam udah cari tapi gagal kan ? dia pelakunya.. terus habis itu buang aja hatinya buat makanan serigala di hutan, dan terakhir operasi kelaminnya” pinta Michelle datar
“Sorry, tapi gue rasa nggak perlu di operasi juga udah nggak berfungsi lagi tuh bagian sensitifnya” celetuk Axel
“Kok lo tahu ? lo pernah ngalamin ?” tanya Michelle dengan polosnya
“Nggak gitu Michelle” jawab Axel mendengus kesal
“Mending kita pergi dulu deh dari sini biar aman” ajak Daffin
Semuanya menganggukkan kepalanya tanda setuju lalu keluar meninggalkan Emily dan para pengawal Michelle meringkus Christian.
“Oh god, banyak banget orang jahatnya Cel” ucap Kyra terkejut
“Percuma, si sialan itu nggak ikutan babak belur juga” gerutu Michelle
“Nick” panggil Axel
“Hemm” gumam Nicholas
“Lo ijinin gue sama Michelle kan ?” tanya Axel
“Wah gila lo Xel, dulu ngakunya nggak bakalan suka sama Michelle” ketus Fares
“Heemm, malah nolak Michelle habis-habisan” sindir Joshua
“Ijin apaan hah ?” tanya Xavier tegas
__ADS_1
“He is like our little princess” jawab Nicholas
“And our little princess ?” tanya Xavier
“I dont know, I hope she is doesnt like this stupid guy” jawab Nicholas
“I hope so” ucap Xavier mengangukkan kepalanya
“Ijinin sih, gue beneran suka sama Michelle” pinta Axel sedikit memohon
“Cih, seorang Axel mohon-mohon demi cewek” ledek Nicholas
“Tuan, Nona, diluar ada beberapa mobil datang, diduga musuh mendatangkan sekutunya” lapor pengawal Nicholas
“Ezra, tolong jaga Kyra” pinta Michelle
“No ! Ezra, Saddam, Daffin, kalian jaga Michelle sama Kyra” ucap Nicholas tegas
“Kak !” protes Michelle
Nicholas sengaja tidak mendengarkan. Dia bersama yang lainnya sudah mengantongi air gun beserta beberapa isi pelurunya.
Untungnya Michelle diam-diam mengantongi dua buah air gun yang berhasil dia minta dari pengawalnya sebelum keluar dari ruang penyekapan tanpa sepengetahuan yang lainnya.
..
Baku tembak terjadi begitu saja. Ezra, Saddam, dan Daffin membawa Michelle dan Kyra kembali ke ruang penyekapan menemui Emily dan para pengawal Michelle.
“Lec, gotri” pinta Michelle menadahkan tangannya
“Jangan Nona ! terlalu bahaya” ucap Emily
“Justru gue tahu bahaya makannya gue minta” ucap Michelle
“Sudah tugas saya melindungi Nona, biar saya yang melakukannya Nona” ucap Alec
“Iya lo boleh lindungin gue, tapi gue mau lindungin mereka” ucap Michelle melirik ke arah baku tembak terjadi dengan dagunya
“Apa ada senjata lain ? gue juga nggak mau diem-diem aja” ucap Ezra
“Cel, gue berusaha buat jaga Kyra, tapi tanpa senjata gue mana bisa jaga Kyra” ucap Ezra
“Nggak pokoknya nggak” ucap Michelle
Michelle mengintip dari sela pintu melihat keadaan. Syukurlah para lelakinya tidak terluka.
“Ly, ikut gue.. Alec, lo pimpin penjagaan buat mereka, bawa si brengsek juga jangan sampai lolos” perintah Michelle
“Nona, apa yang mau Nona lakukan ?” tanya Emily
“Makin bahaya kalau kita diem aja disini, kita keluar dari jalan lain dan bawa mereka menjauh dari tempat ini” jelas Michelle
“Biar saya yang menggantikan Nona” ucap Alec
“Ini perintah Alec ! mereka temen-temen gue, nyawa gue ada sama mereka” ucap Michelle sedikit tegas
“Maaf Nona” jawab Alec
Akhirnya dengan hati-hati, Emily memimpin jalan menyusup keluar dari jalan lain diikuti Michelle dan teman-temannya. Sementara para pengawal Michelle berjaga di belakang mereka sambil membawa Christian yang sudah pingsan.
Berhasil ! Mereka masuk ke dalam van khusus pengawal dalam mode perang senjata seperti ini.
“Nah, sekarang kalian tunggu sini” ucap Michelle
“Apa-apaan ! udah cukup ya Cel kita dijaga sama cewek, disini banyak senjata dan gue sendiri bakalan turun tangan” ucap Saddam
“Oh god.. up to you lah.. Kyra, gue minta lo jangan ikut-ikutan megang sentaja.. disini tempat peluru gotri, nanti gue minta sama lo aja ya, bisa kan ?” tanya Michelle menunjuk ke bagian peluru yang dia maksud
“Bisa Cel, lagian gue nggak mau megang senjata, serem” jawab Kyra
“Okay, good girl” ucap Michelle memeluk Kyra
“Sekarang kalian siapin senjata kalian, kita mesti bantu mereka biar cepet selesaiin masalah ini” ucap Michelle
Michelle membuat tiga kelompok dimana dia duo bersama Emily, dua pengawalnya bersama Ezra, dan duanya lagi bersama Saddam dan Daffin. Mereka membuat segitiga mengepung musuh.
..
__ADS_1
“Magasin !” teriak Xavier
“Maaf Tuan, peluru habis” jawab salah seorang pengawal
“Oh shit !!” keluh Xavier
“Bertahan ! jangan sampai terluka, peluru habis ! cepat kalian siapkan senjata yang lain !” perintah Nicholas
Dorr.. Dorr..
Nicholas dan yang lainnya mengintip melihat situasi.
“Oh shit !! kalian lihat itu pengawal Michelle kan ? mereka udah disana sama temen-temen Michelle” ucap Axel
“Tuan-Tuan, kalian harus lihat di arah jam dua belas, Nona Michelle duet bersama sekertaris Emily dan sudah di posisi memegang air gun” lapor Roy
“O’ow..” gumam Nicholas dan Xavier
“Sekarang apa ? kita cuma diem disini ?” tanya Fares
“Kalian cari jalan keluar !” perintah Xavier ke para pengawalnya
..
“Kyra ! gotri !” teriak Michelle
Kyra membuka kaca mobil dan meleparkan sebungkus peluru gotri ke arah Michelle.
“Emily, guard me, we will exchange later” perintah Michelle sambil memasukkan peluru ke dalam magasinnya
“Accept Ms” jawab Emily
Michelle kembali menembaki musuh sementara Emily mengisi ulang pelurunya.
“Alec, move ! jemput mereka, gue bakalan guard kalian” teriak Michelle
“Terima kasih banyak Nona” ucap Alec
“Oh damn, Michelle keren banget” gumam Axel
“Two air gun, god ! damn !” gumam Fares
“Kak, ini bahaya” ucap Xavier
“Ya, tapi anak itu keras kepala” gerutu Nicholas
“Like you, big brother” sindir Xavier
Tuan Besar, seandainya anda bisa melihat keturunan anda melakukan hal ini, dunia bawah sudah pasti aman di bawah kekuasaan Nona Michelle -batin Roy
“Tuan, mari ikuti saya” ucap Alec yang sudah sampai di sisi Nicholas dan yang lainnya
Alec memimpin jalan lewat tempat tadi dia menyusup keluar bersama Michelle namun tiba-tiba terhenti.
“Hello ! where are you guys going ?” tanya Clara dengan senyum liciknya
“Lempar semua senjata kalian kesana” perintah Clara menunjuk ke arah sampingnya
Terpaksa Nicholas dan yang lainnya menuruti perintah Clara karena dia datang bersama sekutunya dengan banyak senjata yang sudah bersiap diarahkan ke mereka.
“Ooohh Nicholas.. sayang banget lo mesti nolak gue” ucap Clara
“Gue bersyukur nggak masuk perangkap rubah kayak lo” ucap Nicholas
Dorr.. Dorr.. Dorr..
Suara tembakan dari arah belakang Clara dan berhasil membinasakan para pengikut Clara.
Michelle menunjukkan dirinya. Dia berjalan ke arah Clara perlahan dengan tatapan tajamnya sambil menjatuhkan kedua magasinnya lalu melemparkan kedua air gunnya begitu saja ke belakang.
“Hai bitch” sapa Michelle tersenyum licik
Clara hendak mengambil shotgun di lantai tapi..
Dorr..
**
__ADS_1