
Xavier langsung duduk di tepi ranjang pasien lalu menarik tangan Michelle yang dipegang Nicholas.
“Jangan pegang-pegang my Michelle” ucap Xavier menatap tajam Nicholas
“Vie, gue ijin sama lo mau pacarin Michelle” ucap Fares
“Nggak ! gue rebutan sama Kak Nicho aja pusing, gimana ada lo” tolaknya tegas
“Nggak usah rebutan lagi, kamu udah punya Amber, Michelle punya Kakak” ucap Nicholas dengan tenangnya
“Enak aja ! Kakak udah punya Kak Nadine ya, jangan macem-macem” ucap Xavier memicingkan matanya menatap Nicholas
“Kak, udah dong.. kasihan Kak Nicho dimarahin gitu sama Kakak” ucap Michelle
“Kamu lebih ngebelain Kak Nicho daripada aku ? jahat” ketus Xavier
“Kaakkk.. ya udah Kakak kesini kenapa masih pakai seragam ?” tanya Michelle lembut
“Mau cek keadaan kamu” jawab Xavier ketus
“Uuu bbaabbyyy, jangan cemburu dong, muach muach muach” rayu Michelle mengecup kening dan kedua pipi Xavier
Nicholas sudah jelas cemberut kesal beda dengan ketiga temannya yang tercengang melihat Michelle yang cium-cium Xavier dengan manjanya seperti sama pacarnya sendiri.
Xavier langsung tersenyum lalu mengecek luka Michelle.
“Kamu tuh jangan banyak gerak, lukanya nggak sembuh-sembuh nanti” ucap Xavier
“Tapi pegel Kak” keluh Michelle
“Tahan sebentar lagi honey, kalau kamu nurut pasti cepet sembuh” ucap Xavier dengan lembutnya
“Ya udah, tapi Kak.. kira-kira berapa lama ? aku mau liburan sama temen-temen aku” tanya Michelle
“Kapan ? kemana ? berapa lama ?” tanya Nicholas gelisah
“Nggak tahu pokoknya si ratu yang tentuin, makannya aku nanya dulu kapan aku sembuh total” jawab Michelle dengan tenangnya
“Sama Kyra ? gue ikut ya ? gue khawatir takut adik gue kenapa-napa” ucap Axel
Alibi -batin Nicholas menatap malas Axel
“Gimana kalau kita ikut juga ? liburan bareng, kapan lagi kan ? lagian semuanya udah jelas jadi kita bisa temenan semuanya kan ?” tanya Joshua dengan senyum lebarnya
“Kalau gitu Kakak ikut ya, sekalian liburan keluarga” ucap Xavier
“Ya udah biar rame sekalian, Kak Nicho ajak Kak Nadine juga ya” pinta Michelle
“Pasti dong” jawab Nicholas dengan senyum lembutnya
..
Saat para tamu Michelle pulang, Michelle hendak mengambil ponsel di dalam laci nakasnya untuk mengabari grup pertemanannya namun dia menemukan paper bag kecil di samping ponselnya.
Michelle menaikkan satu alisnya lalu mengambil paper bag itu.
Isinya kotak jam tangan, Michelle tersenyum lalu membukanya. Michelle lagi-lagi dibuat tersenyum melihat jam tangan warna kesukaannya, gold glossy yang sudah sangat langka, Michelle langsung memakainya di pergelangan tangan kirinya dan membuka selembar kertas kecil yang terselip di dalam kotak itu.
“Sorry, dan semoga suka, dipakai terus ya”
Michelle langsung menangkap seorang pelaku yang mengiriminya koleksi barunya itu.
**
Beberapa hari setelahnya Michelle sudah diperbolehkan pulang karena luka jahitannya sudah cukup kering dan Michelle juga diperbolehkan kembali beraktifitas walaupun harus tetap mensortir waktu dan tenaganya.
Pagi ini Michelle sudah rapih dengan kemeja hitam dan setelan jas warna cokelat susu lengkap dengan jam tangan hadiah dari Axel yang masih pura-pura Michelle tidak tahu.
__ADS_1
Rambutnya dibuat bergelombang di bagian bawahnya dengan jepit rambut di sisi kiri rambutnya membuat Michelle terlihat cantik walaupun tegas lebih mendominasi terlebih dengan heels 5 cm warna hitam yang simpel dan menutup jemari kakinya.
Michelle berjalan masuk di samping Nicholas mengikuti langkah kaki Corradeo dan diikuti ketiga sekertaris pribadi mereka memasuki ruang meeting yang sudah dipenuhi para pembisnis yang berdiri serempak menyambut kedatangan keluarga Melviano selaku tuan rumah.
Cantik banget Cel.. -batin Axel terpesona
Michelle dan Nicholas duduk setelah Corradeo duduk di kursi kebesaran di ruang meetingnya.
Michelle melirik Axel yang tengah lengkap memakai hadiah darinya dan Kyra walaupun dia belum lihat Axel memakai sepatu pantofelnya apa tidak.
Ganteng juga Kakak lo Ra.. kalau lagi normal, haha.. -batin Michelle tersenyum tipis
Meeting hari ini Emily yang memimpin karena seharusnya Michelle tapi mengingat Michelle masih harus istirahat jadi Emily lah yang menggantikannya.
Ruang meeting yang luas itu menampilkan dua layar proyektor besar. Meja oval yang berada di tengah ruang di khususkan untuk para CEO yang hadir, sementara meja yang membuat huruf U di setiap sisi ruangan diperuntukkan para sekertaris yang ikut hadir.
..
Jam 10 pagi Corradeo mengisyaratkan Emily untuk melakukan break melalui isyarat tangannya mengingat seharian ini diisi sama meeting karena seharusnya meeting bulanan dilakukan saat Michelle sakit namun tertunda karena Corradeo dan Nicholas fokus ke Michelle walaupun mereka tetap datang ke perusahaan untuk keperluan penting lainnya yang sudah tidak bisa ditunda lagi.
..
“Nona Michelle, saya ikut berduka atas kejadian yang tempo hari menimpa Nona Michelle” ucap Mario
“Terima kasih banyak Tuan Mario” ucap Michelle tersenyum ramah
“Seandainya saya tahu lebih awal, saya akan siap membantu Nona Michelle, maafkan saya Nona” ucap Mario sungguh-sungguh
“Terima kasih atas perhatiannya Tuan Mario, sekarang saya sudah lebih baik” ucap Michelle
“Baiklah, kalau begitu saya akan memberikan waktu untuk Nona Michelle beristirahat” ucap Mario tersenyum lembut sebelum pergi meninggalkan Michelle
“Ehem” dehem Corradeo tersenyum tipis
Michelle menoleh menatap Corradeo lalu tersenyum. Mereka berjalan bersama ke dalam ruangan Corradeo.
“Putri Daddy udah dewasa, Mario khawatir banget sama kamu tuh” goda Corradeo
“Astaga, aku nggak mau Dad” ucap Michelle menghela nafas panjang
“Kenapa ? dia ganteng dan gagah kan kayak Nicho kamu itu ?” ucap Corradeo
“Gantengan Kak Nicho” gerutu Michelle
“Dasar anak ini, lupain dia, dia udah punya Nadine, cari pacar sana” keluh Corradeo berteriak kecil
“Ih Daddy, orang belum pengen malah dipaksa” gerutu Michelle cemberut kesal
Masuk ruangan, Michelle duduk di sofa bersama Corradeo.
“Dad, habis ini aku yang presentasi ya, aku kangen presentasi” pinta Michelle memasang wajah seimut mungkin
“Nggak” jawab Corradeo memalingkan wajahnya
“Dad, come on.. coba lihat putrimu ini Dad, bokongku tipis nih duduk terus” bisik Michelle mengundang tawa Corradeo
“Kamu nyebelin” ucap Corradeo tersenyum sambil mencubit gemas pipi anaknya
“Yeeayyy, ya udah gimana kalau lanjut sekarang ? aku nggak sabar nih” ucap Michelle penuh semangat
“Kamu minum dulu, minum air mineral, inget kata Vier apa” ucap Corradeo penuh penekanan
“Iya Dad.. Daddy minum juga dong, apa mau ngeteh ?” tawar Michelle hendak berdiri
“Nggak usah, Daddy mau minum air mineral aja” jawab Corradeo menahan tangan Michelle
Michelle memberikan segelas air mineral untuk Corradeo sementara dia lebih senang memilih minum langsung dari botolnya namun sayangnya dia masih tidak boleh minum air mineral sparkling kesukaannya itu.
__ADS_1
“Udah habis nih Dad, lanjut ya” pinta Michelle menunjukkan botol beling kosongnya
Corradeo cuma tersenyum melihat tingkah putrinya yang menggemaskan itu. Jiwa pembisnisnya mengalir deras di anaknya ini membuat Corradeo makin semangat bekerja di umurnya yang sudah melewati setengah abad.
..
Beberapa menit terlewati, Michelle kembali ke ruang meeting bersama Corradeo yang langsung duduk sementara dia berdiri di sampingnya memanggil Emily.
“Ada yang Nona butuhkan ? niar saya siapkan” tanya Emily dengan sigapnya
“Ada, lo duduk aja gantian biar gue yang presentasi” jawab Michelle tersenyum lebar
Emily melirik Corradeo meminta perijinan.
“Biarin aja, anak ini emang keras kepala” gerutu Corradeo
“Hehehe, keras keras gini anak Daddy loh, pasti aku warisin keras kepalanya Daddy, nggak mungkin Mommy keras kepala” goda Michelle pelan
“Kalau masih godain Daddy juga mending kamu duduk disini diem-diem” ancam Corradeo
“Nggak nggak nggak, Michelle anak baik” ucap Michelle mengatupkan kedua tangannya sambil membungkukkan sedikit tubuhnya ke depan Corradeo
“Jangan lupa aku juga warisin sifat Daddy yang suka ngancem itu” bisik Michelle
Michelle langsung berjalan cepat menjauhi Corradeo sebelum Corradeo benar-benar memborgol tangannya di kursinya tadi.
“Dad, Michelle ngapain ?” tanya Nicholas yang baru kembali setelah bicara sama ke tiga temannya
“Adik kesayangan kamu itu keras kepala, dia maksa minta gantiin Emily” gerutu Corradeo
“Kok Daddy ijinin ? kan udah perjanjian sebelumnya kalau Michelle cuma boleh duduk disini” keluh Nicholas
“Sana kamu suruh dia balik lagi kalau bisa” tantang Corradeo ketus
Nicholas menghela nafas berat lalu berjalan ke arah Michelle yang tengah membaca beberapa slide materi yang mau dia bawakan bersama Emily di sampingnya.
“Michelle, duduk di samping Daddy lagi” teriak Nicholas pelan
Michelle cemberut sesedih mungkin dengan wajah imutnya menatap Nicholas.
“Aku mau presentasi Kak, aku kangen” rengek Michelle cemberut sedih
Nicholas kembali menghela nafas kasar dan memalingkan wajahnya dari pandangan adik kesayangannya yang sangat imut dan menggemaskan itu.
“Jangan banyak gerak, kalau capek apa sakit langsung duduk jangan dipaksain” ucap Nicholas tegas
“Aye aye kapten” jawab Michelle penuh semangat
“Perhatian, meeting kembali dimulai dan di pimpin Nona Michelle, harap pengertiannya” ucap Nicholas mengedarkan pandangannya
“Lihatlah Nona, sekertaris Gery kelihatan seneng sekali” bisik Emily
“Lo juga kan ? udah sana duduk di samping Roy aja” usir Michelle
“Saya disini saja Nona, membantu Nona presentasi” ucap Emily
“Oke, up to you” ucap Michelle dengan tenangnya
..
Meeting kembali dimulai bersama Michelle dengan ketegasannya yang bergabung dengan senyum ramahnya.
Michelle, lo cantik banget sih, thanks udah pakai jamnya -batin Axel tersenyum menatap Michelle
Matanya Axel.. matanyyyaaaa !!! -batin Nicholas menatap tajam Axel
**
__ADS_1