Ms. Perfect

Ms. Perfect
Hari Pembalasan (2)


__ADS_3

Michelle dan Emily langsung diajak masuk ke ruangan Tuan Charlie, CEO perusahaan XX.


Betapa kagetnya Clara saat melihat Michelle masuk dengan senyum sombongnya dan duduk di sofa ruangan itu bersebelahan dengan Emily.


Ngapain sih dia kesini ? gue baru mau laporin dia ke Daddy karena kelakuannya dia waktu itu -batin Clara kesal


Charlie bangun dari duduknya lalu duduk di sofa di depan Michelle. Menjabat tangan Michelle dengan senyum gelisahnya.


“Ly” ucap Michelle pelan melirik Clara dengan dagunya


“Baik Nona” jawab Emily


“Maaf, apa Nona disana bisa keluar sementara Nona Michelle menjelaskan tujuannya kesini ?” tanya Emily tegas


“Nggak ! gue mau disini” bentak Clara yang langsung duduk disamping Charlie


“Clara, keluar sekarang” bisik Charlie


“Nggak Dad, Daddy tahu.. dia yang usir aku dari kantor Nicholas, dia ngaku-ngaku calon Istrinya Nicholas” lapor Clara setengah membentak sambil menunjuk Michelle


“Apa !” Charlie kaget dan langsung menatap marah ke Michelle


“Hemm.. ya udah silahkan dia duduk disamping orang tuanya, toh dia terlibat dalam tujuan saya kesini” ucap Michelle dengan tenangnya


“Ly” ucap Michelle tegas menatap Clara


“Silahkan Nona” jawab Emily


Emily mengeluarkan sebuah kertas dari tas nya lalu menaruhnya di meja menghadap Charlie.


Wajah Charlie, Clara, dan sekertarisnya yang berdiri di belakang mereka langsung bingung melihat kertas itu.


Diraihnya kertas itu oleh Charlie, dibacanya kertas itu berisi tentang surat perjanjian putus kerjasama antara perusahaannya dengan perusahaan Melviano Corp..


Clara langsung mengambil kertas itu dan merobeknya di depan Michelle.


“Lo nggak bisa lakuin ini !” bentak Clara


“Kenapa nggak bisa ?” tanya Michelle dengan santainya


Michelle menadahkan tangannya ke arah Emily yang sigap mengeluarkan file-file yang Michelle baca dua hari lalu.


Sekertaris tadi langsung duduk di sofa yang berbeda dari Michelle dan Charlie. Dibacanya isi file-file yang Michelle taruh tadi.


Semuanya rincian hasil kerja perusahaan XX selama kerjasama dengan perusahaan Melviano Corp. ! bagaimana bisa Nona Michelle menemukan semua ini ? padahal semuanya sudah ditutupi dengan laporan palsu ? -batin sekertaris itu

__ADS_1


“Nggak usah kaget, silahkan Tuan Charlie dibaca dengan teliti” ucap Michelle datar tapi tajam


Geram, Charlie mengambil file di atas mejanya sambil menatap Michelle kesal karena masalah anaknya itu.


Michelle memberikan waktu keduanya untuk mencerna semuanya.


“Apa saya harus jelaskan lagi semuanya ? oh, mungkin Tuan Charlie dan sekertarisnya bingung bagaimana saya bisa mendapatkan rincian hasil kerja kalian yang sebenarnya ? yang sudah susah payah kalian kubur sedalam mungkin ?” tanya Michelle dengan senyum sinisnya tapi tetap dengan nada suara ramah


Nona Michelle benar-benar hebat -batin Emily


“Tapi bagaimana caranya.. ?” tanya Charlie yang langsung pucat menatap Michelle


“Hahahahaha !! terlalu mudah mencari sampah kayak gini.. apa mau saya tunjukkan pengeluaran bulanan perusahaan ini ? apa Nona Clara sekalian ?” tanya Michelle tajam dengan tawa yang membuat mereka merinding


Siapa sebenarnya Nona Michelle ini ? -batin Charlie dan sekertarisnya


“Saya mewakilkan perusahaan Melviano Corp. untuk mengajukan putusnya kerjasama antara perusahaan XX dengan perusahaan Melviano Corp. ! saya nggak main-main, silahkan langsung tandatangani tanpa bantahan apapun !” ucap Michelle tegas dengan mata tajamnya


“Tapi, kenapa bukan Tuan Besar Melviano yang langsung kesini ?” tanya sekertaris mencoba menahan tujuan Michelle


“Terlalu meremehkan beliau kalau sampai beliau langsung turun mengurusi hal seperti ini, iya kan Nona Clara ?” tanya Michelle dengan senyum sinisnya


Clara langsung menciut. Tertunduk dan tidak berani membantah apa kata Michelle.


“Saya nggak punya banyak waktu !” ucap Michelle tegas


“Berani ikut campur, saya pastiin bukan cuma putus kerjasama perusahaan, tapi menyebarkan bagaimana kelakuan anda ke seluruh perusahaan di negara ini” ucap Michelle tajam tanpa bergerak dari posisi duduknya


“Beri kami waktu Nona Michelle.. kami akan lakukan kinerja kami lebih baik dari ini, tolong jangan putus kerjasama ini” ucap Charlie memohon


“Saya sudah beri kalian waktu satu Minggu ini, tapi mana ? kalian nggak ada perubahan sama sekali” ucap Michelle dengan tenangnya


“Apa yang putri saya lakukan ke Nona Michelle sampai harus memutus kerjasama ini Nona ?” tanya Charlie memelas


“Hemm.. dia merendahkan dan menampar saya” jawab Michelle dengan tenangnya


“Tapi, bukankah itu masalah pribadi Nona ?” tanya sekertaris itu


“Yaa, awalnya.. tapi setelah saya lihat profil perusahaan Tuan Charlie, orang tuanya, ternyata kesalahan besar bekerjasama dengan perusahaan ini.. apa saya harus balas perbuatan Nona Clara dengan dendam pribadi kalau hari ini Nona Clara bahkan meminta bantuan orang tuanya buat menyingkirkan saya ? apa saya nggak tahu itu sama sekali Nona Clara ?” jelas Michelle masih tenang


“Ly” ucap Michelle lagi


“Ini Nona” jawab Emily


Kali ini Emily mengeluarkan beberapa file berisi banyaknya dosa perusahaan XX dan dosa pribadi mereka.

__ADS_1


Charlie langsung menjatuhkan file di tangannya itu setelah membaca lembar pertamanya.


“Silahkan tandatangani perjanjian putus kerjasamanya, saya nggak ada waktu lagi” ucap Michelle


Dengan berat hati, Charlie menandatangani surat perjanjian itu lalu menatap tajam ke anaknya sendiri.


Emily mengambil surat perjanjian itu lalu menyimpannya dengan rapih ke dalam map dan tas nya.


“Terimakasih atas kerjasamanya, semoga perusahaan XX bisa sukses dengan sendirinya dengan cara yang benar juga” ucap Michelle berjabat tangan dengan Charlie dan sekertarisnya


Michelle sudah berdiri diikuti yang lainnya termasuk Clara dengan pandangan takut dan kesal.


“Nona Michelle !” panggil Clara kesal


“Hemm” gumam Michelle tersenyum melihat Clara


“Siapa Nona Michelle sebenarnya ?” tanya Clara tajam


“Cuma asisten CEO Tuan Nicholas dari perusahaan Melviano Corp.” jawab Michelle tersenyum lembut


Sekertaris Charlie sudah memegang gagang pintu bersiap membukakan pintu untuk Michelle dan Emily.


“Gue tahu lo cuma pura-pura pacaran sama Nicholas ! gue tahu Nicholas nggak mungkin suka sama cewek murahan kayak lo !” bentak Clara


“Clara !” bentak Charlie


Michelle berbalik dan mendekati Clara.


“Kalau saya murahan, terus anda apa ?” tanya Michelle datar


“Ah ! saya punya hadiah buat kalian” ucap Michelle tersenyum sinis


Emily mengeluarkan amplop coklat lalu diberikan ke tangan Michelle.


“Silahkan dinikmati” ucap Michelle tersenyum licik sambil melempar amplop itu ke atas meja


Michelle sudah berbalik keluar ruangan diikuti Emily dan sekertaris Charlie tadi.


..


Dibukanya amplop coklat itu di tangan Charlie.


Syok sampai tangannya bergetar dan menjatuhkan banyak foto aib Clara bersama para laki-laki yang pernah dia dekati.


“Dad.. sorry, Dad.. aku lakuin ini semua buat Daddy juga, buat perusahaan Daddy” rengek Clara yang memeluk kaki Charlie

__ADS_1


“Bikin malu !!” bentak Charlie menampar pipi Clara


**


__ADS_2