Ms. Perfect

Ms. Perfect
Oliver Tiga Generasi


__ADS_3

“Baby..” bisik Axel melingkarkan tangannya di perut rata Michelle


“Xel..” ucap Michelle berusaha melepaskan tangan Axel


Axel melepaskan ikat rambut Michelle dan membaringkan tubuh Michelle sambil mencium dan ******* bibir Michelle.


Tangannya pun sudah menyelinap masuk ke balik kemeja Michelle, meraba perut rata Michelle dan berhasil mendapatkan dada Michelle.


Nafas Michelle langsung memburu membuat Axel menurunkan ciumannya dan menciumi setiap inci tubuh Michelle.


Tanpa sadar tubuh Michelle sudah polos, Axel menciumi dan memainkan lidahnya di bagian sensitif Michelle membuat Michelle melenguh keras dan menjambak rambut Axel.


“Ahhh.. stop Xel.. aaaahhhhhh..” teriak Michelle


“Baby, kamu yakin mau berhenti ?” tanya Axel sambil menciumi paha Michelle


Axel kembali melanjutkan permainannya sampai Michelle menarik kepalanya agar makin dalam memainkan lidahnya.


“Oh god.. aku mau pipis Xel” lenguh Michelle


“Do it baby..” ucap Axel lirih


“Oooohhhhhhh..” lenguh Michelle panjang dengan tubuh bergetar lemas


Axel membersihkan mulutnya lalu merebahkan tubuhnya di samping Michelle dan langsung ******* bibir Michelle sementara tangannya bermain di dada Michelle.


Ciumannya pun turun ke dada Michelle dan tangannya pindah bermain di bagian sensitif Michelle terus menerus membuatnya makin semangat karena mendengar lenguhan Michelle.


Entah sudah berapa lama jemari tangan Axel bermain disana sampai akhirnya Michelle menarik kepala Axel dan tubuhnya menegang.


“Axel..” panggil Michelle lirih


“Mau pipis lagi ?” tanya Axel


“I.. yaa.. aaaaahhhhhhhhh” jawab Michelle melenguh keras


“Wow, I like it baby, kita coba yang lain ya” ucap Axel hendak membuka celananya


“Tuan muda” panggil Roy dari luar kamar


“Arrghhh, ganggu banget” gerutu Axel


Axel menyelimuti tubuh Michelle sampai leher lalu mengecup lembut kening Michelle.


“Tunggu ya, aku keluar dulu” ucap Axel lembut


Axel pun terpaksa keluar kamar dan langsung menutup pintu kamarnya.


..


“Apaan sih ? ganggu banget” ketus Axel


“Tuan muda, Tuan Besar Hugo dan Tuan Besar Daniel menunggu Tuan muda di die Gesellschaft einer Fee” lapor Roy


“Bilang jangan sekarang, lagian kan nanti bisa ketemu pas gue mampir pulang” gerutu Axel


“Tuan muda, ini penting” ucap Roy


“Arghh.. ya udah sana pergi, nanti gue kesana” usir Axel


“Saya akan menunggu Tuan muda” ucap Roy


“Tunggu di bawah aja” ketus Axel langsung masuk kamar


..


“Baby..” panggil Axel membangunkan Michelle yang tertidur

__ADS_1


“Bangun dulu baby” ucap Axel


Michelle menggeliat lalu menatap Axel yang duduk di tepi tempat tidur.


“Aku mesti pergi, Daddy sama Grandpa nunggu aku di perusahaan Grandpa” ucap Axel


“Giliran di usir nggak pergi, nggak diusir malah pergi” gerutu Michelle bangun dari tidurannya


Michelle menutupi tubuh polosnya dengan selimut tebal itu lalu berjalan ke kamar mandi.


Keluar dari kamar mandi Michelle masih cemberut kesal dan memakai pakaiannya lagi. Axel memeluknya dari belakang dan menyandarkan dagunya di bahu Michelle.


“Im sorry baby, kata Roy ini penting, nanti aku kesini lagi ya” ucap Axel


Michelle memilih melepaskan pelukan Axel dan merebahkan tubuhnya di atas tempat tidur lalu menyelimuti tubuhnya dan tidur.


Cup..


Axel mengecup lembut pelipis Michelle sambil mengelus rambut Michelle.


“Im already miss you baby” bisik Axel sebelum keluar kamar


..


Sepanjang jalan sampai tiba menemui dua laki-laki yang mengganggu waktunya bersama Michelle itu Axel mempertahankan wajah kesalnya.


“Hei, kamu kenapa ?” tanya Daniel


“Kenapa Daddy sama Grandpa manggil aku kesini ?” ketus Axel


“Jawab dulu kamu kenapa ? mau dikasih kabar baik kok malah kayak gitu” tanya Hugo


“Kalian ganggu aku sama Michelle” ketus Axel


“Wow.. emang kita ganggu apa kid ?” goda Daniel


“Kalau gitu kita ngalah deh, kita bisa bicarain lain waktu, sana temuin Michelle lagi” ucap Hugo


“Percuma, Michelle udah marah, padahal dia udah mau maafin aku tapi gara-gara aku kesini dia jadi marah lagi, gara-gara kalian” ucap Axel memicingkan matanya menatap Daniel dan Hugo


“Hahahahahahaha..” tawa Daniel dan Hugo


“Ya udah oke kita lanjut ya, kita udah sepakat ikutin kemauan kamu, Daddy kamu ini akan kasih perusahaannya ke perusahaan Grandpa dan kita mau kamu yang olah semua ini” ucap Hugo serius


“Jangan sekarang, aku pasti bakalan sibuk ngurusin perusahaan dan nggak ada waktu buat ambil hatinya Michelle lagi” tolak Axel


“Astaga anak ini !” keluh Daniel memijit keningnya


“Hei, perusahaan Grandpa ini Dom yang kasih, kita masih saling terhubung malah Grandpa sama Dom sering ketemu dan pergi ke perusahaan lainnya di luar negeri bareng” ucap Hugo


“Oke deal ! ayo cepetan serah terima” ucap Axel begitu antusias


“Sie ist dein Enkel (dia cucumu)” ucap Daniel


“Mein Enkel ist nicht so, er ist dein Kind (cucuku nggak seperti ini, dia anakmu)” protes Hugo


“Hei !!” keluh Axel


“Sabarlah nak, Daddy sama Grandpa baru bicarain niatnya, kita belum siapin segalanya” ucap Daniel


“Terus ngapain sampai aku di panggil kesiiniiiiii ?” gerutu Axel menjambak rambutnya


“Kamu kan bagian dari ini, kita harus bicarain bareng-bareng biar adil dan tahu kemauan masing-masing” ucap Hugo


“Argghh I hate you two” keluh Axel memicingkan matanya menatap Daniel dan Hugo


“Udah sana temuin Michelle lagi” usir Daniel

__ADS_1


“Xel, kalahin rekor Grandpa sama Daddy kamu ya” goda Hugo


“Anak ini masih perjaka Dad” ucap Daniel


“Oh god, apa yang kamu lakuin selama ini ?” gerutu Hugo


“Aku hargain setiap cewek yang deket sama aku Grandpa” ucap Axel pasrah


“Terus Michelle ?” tanya Daniel menggoda


“Yaa.. eum.. Ich verstehe es nicht, aber er ist perfekt (aku nggak ngerti, tapi dia sempurna)” jawab Axel mengusap tengkuknya


“Berapa kali kamu dikerjain sama Michelle ?” tanya Hugo


“Maksudnya ?” tanya Axel bingung


“Yaa you know kid, masturbation” jawab Hugo menjelaskan maksudnya


“Mungkin setiap kali habis ketemu dia, you know Grandpa ? saat-saat paling berat buat aku pas dia minum obat perangsang, and oh god she damn hot” ucap Axel membayangkan Michelle


“Hei kid, meriammu tegang” ucap Daniel melirik celana Axel


Sontak Axel langsung menyilangkan kakinya dan menutupinya dengan jas yang dipakainya.


“Ehem.. Grandpa, can you teach me ?” tanya Axel sambil mengusap tengkuknya


“Wow wow kid.. kamu ini bahaya” goda Daniel


“Kamu coba minta ajarin Dom, walaupun dia udah tua tapi otaknya itu gila, apalagi tentang Michelle” ucap Hugo


“Itu memalukan Grandpa” keluh Axel


“Melviano itu keluarga yang nggak waras Xel, Dom nggak akan marah, coba aja” ucap Hugo lagi


“Dad, your Dad is crazy” ucap Axel


“Baru tahu ?” ledek Daniel


“Jangan lupa pengaman Xel, dilihat dari Nicholas sama Xavier, mereka bisa habisin kamu gitu aja kalau tahu adiknya sampai lolos dari pantauannya” ucap Hugo mengingatkan


“Nggak, aku putusin buat nggak ngerusak Michelle, aku akan tunggu sampai saatnya tiba, sampai aku berhasil milikin Michelle seutuhnya” ucap Axel penuh keyakinan


“Kamu yakin ? ayolah nak, kamu lihat Michelle pakai pakaian Kyra setiap nginap aja udah gagal kan ?” goda Daniel


“I hate you Dad” ucap Axel


“Hahahahahahahaha..” tawa Daniel


..


Axel keluar dari sana dan kembali menemui Michelle, dilihatnya Michelle masih tertidur seperti bayi.


Dia naik ke tempat tidur perlahan dan mengelus lembut pipi Michelle.


Michelle menggeliat dan mengerjapkan matanya lalu tersenyum melihat Axel.


“Maaf aku bangunin kamu” ucap Axel


Michelle mendekat dan membenamkan wajahnya di dada Axel, dia mencium parfum Axel dan menggesekkan hidungnya disana dan kembali tidur.


“Kamu nggak tanggung jawab baby, bangunin seenaknya dan ditinggalin gitu aja” keluh Axel


“Baby I miss you so much” gumam Michelle


“I miss you too baby” bisik Axel mengecup lembut puncak kepala Michelle


**

__ADS_1


__ADS_2