Ms. Perfect

Ms. Perfect
Emily & Roy


__ADS_3

Axel langsung membawa Michelle ke kamar meninggalkan Emily dan Roy yang masih harus tetap duduk di dalam ruang kerja atas perintah kedua atasannya itu sampai Axel sendiri lupa kalau dia dan Roy masih ada beberapa pekerjaan yang tertunda.


..


Saat pintu kamar terkunci, Axel langsung melahap bibir manis istrinya yang begitu menggiurkan dan lupa diri.


"Baby I need baby girl" bisik Axel menciumi leher Michelle


"As you wish" balas Michelle dengan senyum penuh gairahnya


Olahraga panas pun berlangsung selama satu jam karena selain Roy yang mengetuk pintu kamar Michelle dan Axel untuk menyelesaikan pekerjaan yang sudah tidak ada banyak waktu lagi, kedua bayi tampan mereka pun menangis menunggu makan malamnya yang tidak lain adalah asi Michelle.


Axel yang merasa kurang puas karena jam olahraga bersama istrinya berkurang cuma bisa menahan hasrat saat menonton istrinya tengah menyusui Richard dan Jerry bergantian di dalam kamar tanpa peduli Roy yang masih menunggunya sementara Emily sudah pulang setelah Michelle mengijinkannya selesai olahraga tadi.


..


Axel yang awalnya berpikir kalau kedua anaknya langsung tidur setelah dapat asi dari Michelle memilih duduk menunggu gilirannya namun sepertinya kedua anaknya itu tidak sepemikiran karena mereka masih sibuk mengoceh bersama Michelle di tempat tidur membuat Axel mengalah dan menyelesaikan pekerjaannya bersama Roy di ruang kerjanya.


"Lo kenapa nggak mau jadian sama Emily ? kalian kan udah kerja bareng lama, dari dunia mafia sampai jadi sekertaris" ucap Axel penasaran


"Saya bingung bagaimana harus menjelaskannya Tuan" ucap Roy gelisah


Axel langsung memfokuskan dirinya untuk mendengarkan cerita Roy karena sedari tadi mereka sudah sibuk dengan berkas dan laptop di depan meja kerja mereka.


Roy yang paham dengan isyarat Axel yang menggoyangkan jari telunjuknya langsung menghela nafas panjang karena Axel yang begitu serius menunggu cerita selengkapnya.


"Saya bertemu dengan Emily saat Tuan besar Dom dan Tuan besar Hugo membawanya ke markas..


Tuan besar Dom meminta saya untuk mengajari banyak hal pada Emily, selain untuk kepentingan dunia bawah juga Tuan besar Dom percaya pada Emily kalau dia bisa menjadi spy untuk Nona Michelle, seperti yang saya lakukan untuk Tuan muda..


Kami selalu bersama untuk berlatih dan belajar dalam hal teori maupun praktek sampai satu hari kami bersama anggota lainnya ditugaskan untuk mencegah mafia yang mau menyelundupkan banyak perempuan di bawah umur untuk dijual..


Sebagai seorang perempuan tentunya Emily sangat sakit hati sampai-sampai dia tidak kenal ampun untuk membunuh musuh yang ada di depan matanya..

__ADS_1


Jujur itu kali pertama saya berbagi tugas lapangan bersama seorang perempuan, dan dia berhasil mencuri pandangan saya..


Setelah itu saya harus terbang ke Indonesia untuk menjadi spy Tuan muda, sebelum saya terbang saya sudah bilang ke Emily untuk jaga diri dan sebisa mungkin menjauh dari tugas lapangan karena dalam hati saya begitu khawatir padanya, bagaimana pun dari awal dia datang ke markas sayalah orang yang paling dekat dengannya dan banyak dikitnya tahu tentang dia..


Tapi saat itu dia menolak karena baginya dia berhutang layaknya milyaran berlian yang tidak bisa dia bayar pada Tuan besar Dom dan Tuan besar Hugo sehingga dia mengabdikan dirinya seumur hidup untuk membalas apa yang sudah Tuan besar Dom dan Tuan besar Hugo berikan padanya selama ini..


Sebenarnya saya pernah berniat untuk melamarnya karena pikir saya kalau saya sudah ditugaskan langsung sebagai sekertaris pribadi Tuan muda saya perlahan bisa lepas dari dunia bawah dan bisa menjaga Emily dengan aman dan tenang tapi lagi-lagi saya kembali terpikir akan tekadnya yang sudah bulat untuk mengabdi pada Tuan besar Dom dan Tuan besar Hugo dan membuat saya mengalah pada keinginannya" jelas Roy panjang lebar


"Gila, sedih banget cerita lo" ucap Axel yang sedari tadi terhanyut dalam cerita Roy


"Sudahlah Tuan, saya tidak apa-apa lagipula sekarang Emily sudah hidup lebih baik karena Nona Michelle" ucap Roy tersenyum tulus


"Tapi gue bingung deh, sepanjang cerita lo itu apa Emily sampai sekarang tahu perasaan lo ke dia gimana ?" tanya Axel penasaran


"Saya tidak pernah menyatakan perasaan saya ke Emily, Tuan, jadi saya rasa Emily tidak pernah tahu hal ini" jawab Roy


"Sayang banget dong ya" gumam Axel mengangguk-anggukkan kepalanya


Akhirnya mereka menunda pekerjaan mereka dan beralih makan malam bersama Michelle sementara Richard dan Jerry tengah asik mengoceh di stroller sambil memainkan mainannya.


..


"Ish bego, padahal Emily pernah kayak sedih gitu bilang kalau Roy mana mungkin suka sama dia, aku inget banget" ucap Michelle gemas


"Serius baby ? kita jodohin aja yuk" ajak Axel penuh semangat


"Deal, kita harus bikin rencana biar gimana caranya mereka bisa ungkapin perasaan mereka satu sama lain sampai mereka lega dan tahu apa yang mau mereka lakuin selanjutnya" jelas Michelle


"Aww istriku pinter banget emang, tapi sebelum itu kita fokus sama target baby girl kita dulu ya" ucap Axel langsung menindih Michelle


**


2 bulan setelahnya..

__ADS_1


Pagi ini Michelle sudah rapi dengan setelan jas warna dusty pink yang tidak mungkin dia pakai karena sudah jelas Michelle yang berjiwa tomboy itu tidak akan suka warna-warna soft dan berbau feminin.


Bahkan setelan jas itu sengaja Axel belikan saat pernikahan mereka belum genap sebulan karena berharap Michelle akan memakainya tanpa diminta namun sejauh ini nihil.


Axel turun dari kamarnya setelah dia bersiap-siap untuk sarapan sebelum bekerja. Dia pikir Michelle sedang memandikan kedua anaknya di kamar bayi yang mereka siapkan namun dipakai cuma untuk mandi dan ganti popok itu seperti setiap pagi yang Michelle lakukan.


Matanya terkejut melihat Michelle sudah duduk di ruang makan dan mengajak kedua anaknya bercanda di dalam stroller dan sudah rapih. Namun hal yang lebih mengejutkan baginya adalah penampilan Michelle hari ini yang bertolak belakang dari Michelle biasanya.


"Morning baby" sapa Michelle memberikan kecupan selamat pagi untuk Axel


Axel melongo karena biasanya dia yang melakukannya lebih dulu bahkan harus memaksa Michelle agar membalasnya.


Michelle menarik tangan Axel untuk duduk di meja makan dimana di piring Axel sudah tertata rapih sarapan untuknya.


"Baby" panggil Axel masih bingung menatap Michelle


"Ya baby" jawab Michelle dengan senyum lembutnya


"Did you have a bad dream last night ?" tanya Axel memastikan


Michelle langsung cemberut sedih membuat Axel gelisah.


"Baby Im sorry" ucap Axel memegang tangan Michelle


"Kamu kok gitu sih ?" tanya Michelle sedih


"Iya maafin aku ya baby, aku salah ngomong" ucap Axel mengalah


Michelle masih saja cemberut sedih membuat Axel bangun dari duduknya lalu mendekati Michelle dan mencium lembut kening dan kedua pipi Michelle.


"Im so sorry baby" ucap Axel memegang kedua pipi Michelle


Michelle tersenyum tipis sambil menganggukkan kepalanya membuat Axel tersenyum lega dan kembali duduk untuk memulai sarapannya.

__ADS_1


Ini aneh, gue masih penasaran tapi kenapa Michelle sensitif banget ? nggak biasanya gue tanya gitu doang Michelle langsung kayak anak kecil mau nangis, walaupun gemesin banget sih ya tuhan.. -batin Axel labil


**


__ADS_2