Ms. Perfect

Ms. Perfect
Presentasi Pertama Michelle


__ADS_3

Paginya, Michelle berangkat bersama Nicholas sambil membaca materi yang Corradeo berikan sementara Nicholas menjelaskan secara lisan.


..


Michelle membagi tugasnya dengan Emily, di pagi hari sampai waktu makan siang tiba dia menyelesaikan tugas yang Corradeo berikan sementara Emily menyelesaikan tugas harian Michelle, dan setelah makan siang Michelle kembali berkutat ke tugas hariannya.


..


Malam hari Michelle kembali mempelajari materi yang akan dibahas meeting besok sambil menyiapkan slide presentasinya sementara Nicholas terus menemani Michelle di ruang kerjanya sambil membaca kembali materi meeting.


..


Lewat tengah malam Michelle baru selesai menyelesaikan tugasnya.


Dia meminta Nicholas untuk memeriksa dan merevisi hasil kerjanya sementara Michelle menghafal nama-nama CEO yang akan hadir dalam meeting besok.


“Kak, kenapa ada nama temen-temen Kak Nicho disini ?” tanya Michelle serius


“Semua nama yang ada disana itu perusahaan yang kerjasama sama perusahaan kita Cel.. kamu bisa lihat nama perusahaan mereka, bidangnya apa, lamanya perusahaan mereka kerjasama sama perusahaan kita, dan sedikit detail tentang mereka" jawab Nicholas sambil terus fokus membaca tugas Michelle


“Kok bisa sih Kak ? bukan karena kalian temenan doang kan ?” tanya Michelle curiga


“Nggak Cel.. selain temen, kita juga fokus ke bisnis.. selama kerja juga kita bedain cara bertemen” jawab Nicholas serius


“Eum.. oke deh” ucap Michelle yang percaya ucapan Nicholas


..


Jam tiga pagi Nicholas sudah selesai membaca hasil materi yang Michelle kerjakan.


Michelle sendiri masih duduk menemani Nicholas sambil membaca lagi materi dari Corradeo kemarin.


“Udah yuk tidur” ajak Nicholas meregangkan otot tubuhnya


“Kakak udah selesai ?” tanya Michelle tersenyum lembut


“Udah.. ayo.. Kakak ngantuk nih” keluh Nicholas


“Ya udah ayo” ajak Michelle bangun dari duduknya


**


Pagi harinya, Michelle berangkat bersama Nicholas sambil membicarakan meeting nanti dan langsung berangkat ke perusahaan induk Melviano Corp. tempat dilaksanakannya meeting.


Michelle dan Nicholas berjalan dengan tegap dan dengan aura kepemimpinannya di belakang Corradeo diikuti oleh ketiga sekertaris pribadi mereka saat turun dari mobil.


Semua karyawan yang melihatnya langsung menundukkan kepalanya sopan tanda hormat mereka sampai Michelle dan keluarganya tidak terlihat lagi.


“Gimana persiapannya Cel ?” tanya Corradeo saat di dalam lift


“Perfect Dad.. Kak Nicho ngajarin aku terus” jawab Michelle dengan lembutnya


“Daddy nggak sabar” ucap Corradeo tersenyum tidak sabar


“Kak Nicho kenapa kelihatannya gelisah gitu ?” tanya Michelle mengernyitkan dahinya


“Kakak panik lah.. ini pertama kalinya kamu presentasi” jawab Nicholas memegang tangan Michelle erat


“Nick.. emang Michelle panik ?” ledek Corradeo menahan senyumnya


Nicholas langsung cemberut kesal dan memegang tangan Michelle makin erat.


..


Setelah masuk ke ruangan masing-masing untuk menaruh barang-barang dan menyiapkan diri, mereka langsung berjalan memasuki ruang meeting yang besar itu.

__ADS_1


Michelle dan Nicholas berjalan di belakang Corradeo diikuti ketiga sekertaris pribadi mereka.


Demi apa itu Mi ? -batin Axel terkejut


Itu Mi bukan sih ? -batin Fares terkejut


Itu Mi kan ? -batin Joshua terkejut


Michelle dan Nicholas duduk mengapit Corradeo sementara ketiga sekertaris mereka duduk di barisan para sekertaris.


Nicholas membuka meeting hari ini sekaligus memperkenalkan Michelle.


Tepuk tangan meriah saat Michelle berjalan ke depan mereka menyiapkan presentasinya.


“Selamat pagi semuanya.. saya akan memperkenalkan diri saya langsung.. perkenalkan saya Michelle selaku asisten CEO ganteng Nicholas Melviano dari perusahaan Melviano Corp.” ucap Michelle tersenyum lebar menatap Nicholas setelah mengedarkan matanya


Astaga honey.. jangan kayak gitu dong, aku malu tauk -batin Nicholas menutupi wajahnya


“Cih, ganteng” gumam Axel ketus


“Gantengan juga gue” gumam Fares ketus


“Udah woi” bisik Joshua risih


“Saya akan memulai presentasi hari ini.. saya sangat berharap banyak pertanyaan dan kritikan dari kalian” ucap Michelle memulai presentasinya


Michelle menerangkan materi presentasi dengan caranya sendiri. Tidak terlalu kaku juga tidak terlalu santai.


Para CEO yang hadir pun menganggukkan kepalanya pelan dan tersenyum kagum melihat presentasi Michele.


Aahh.. rasanya cuma di meeting yang Nona Michelle bawakan aku nggak ngerasa ngantuk -batin Gery


Rasanya seger aja padahal biasanya udah ngantuk jam segini -batin Dion


..


“Nggak terasa ya sudah dua jam saya ngomong sendiri, apa ada pertanyaan atau kritikan ?” tanya Michelle dengan tenangnya


“Nona Michelle, apa saya boleh memberikan pujian ?” tanya seorang CEO


“Ah maaf Tuan Frans, saya nggak terima pujian” jawab Michelle tersenyum ramah


“Saya ada pertanyaan buat kamu” ucap CEO lainnya


“Silahkan Tuan Henry” ucap Michelle sopan


Aaaaa.. adik ku keren banget, dia hafal nama-nama CEO itu padahal cuma hafalin semalem -batin Nicholas tersenyum haru


“Apa Nona Michelle sudah punya pacar ? atau sudah menikah ?” tanya CEO itu


What !! -batin Axel terkejut


Apa-apaan pertanyaan itu ! -batin Fares kesal


“Maaf, sepertinya itu nggak ada di materi meeting saya hari ini” jawab Michelle dengan ramahnya


“Aahh.. mungkin ada yang mau tanya lagi ? tentang meeting saya ?” tanya Michelle mengedarkan pandangannya


Semuanya hening dan cuma tersenyum lembut menatap Michelle.


“Kalau nggak ada yang mau bertanya mungkin saya yang akan memilih salah satu dari kalian buat minta pendapat.. seperti.. Tuan Axel Oliver ?” tanya Michelle tersenyum sinis melihat Axel


Mati gue ! daritadi apaan yang gue pikirin sih ! -batin Axel panik


“Hemm sepertinya Tuan Axel nggak ada pendapat ya ? baiklah saya lanjutkan presentasi saya ya” ucap Michelle tersenyum tipis lalu melanjutkan presentasinya

__ADS_1


..


Beberapa menit sebelum jam makan siang tiba Michelle sudah menyelesaikan presentasinya dengan baik.


Ya, Michelle sudah memperhitungkan semuanya.


Para CEO bersalaman dengan Michelle sebelum keluar ruangan.


Banyak pujian dan hampir semuanya memberikan kartu nama perusahaan mereka, meminta Michelle untuk bergabung dengan perusahaan mereka.


Sementara itu, Nicholas masih duduk menatap Michelle sambil tersenyum, begitu juga dengan ketiga temannya yang masih duduk di tempatnya.


Apa yang Tuan akan lakukan ? -batin para sekertaris ketiga teman Nicholas


..


Selesai.. Michelle menghela nafas panjang lalu berjalan ke arah Nicholas.


Nicholas langsung berdiri dan memeluk Michelle erat.


“Im proud of you honey” bisik Nicholas lembut


“Young Michelle” panggil Corradeo dengan senyum lembutnya


“Ah ya Tuan Besar” jawab Michelle menunduk sopan ke Corradeo


Corradeo cuma tersenyum dan menggelengkan kepalanya.


“Kamu hebat.. presentasi kamu, ‘sempurna’.. mau makan siang bareng ?” tanya Corradeo lembut


“Terima kasih banyak Tuan Besar.. tapi saya akan makan siang bersama sekertaris Emily” jawab Michelle melirik sebentar ke ketiga teman Nicholas yang memperhatikannya itu


“Ah.. baiklah.. selamat makan siang Michelle” ucap Corradeo tersenyum lembut


“Selamat makan siang juga ‘Dad’” ucap Michelle tanpa suara


Corradeo tersenyum lembut lalu keluar ruangan diikuti Dion, sekertaris pribadinya, sementara Michelle dan yang lainnya menundukkan kepalanya sampai Corradeo benar-benar keluar ruangan.


“Kita mesti ngomong” ucap Fares serius


“Ngomong apa ?” tanya Nicholas datar


“Michelle ini Mi ? kok bisa kerja disini ?” tanya Fares to the point


“Gue belum kasih tahu ya ?” tanya Nicholas dengan senyum sinisnya


“What ! jadi bener cewek tomboy itu Michelle ?” tanya Axel berapi-api


Yang ditanya malah senyum-senyum sendiri.


Jadi selama ini.. cewek tomboy itu.. ? -batin Axel terkejut


“Kok bisa Mi kerja disini Nick ?” tanya Joshua penasaran


“Lo nggak tahu ya ? dia itu pinter, dia dapat predikat cumclaude, dan kalian tahu ? dia kuliah di kampus yang sama kayak kita” jelas Nicholas dengan bangganya


“Whatt !!!” ucap Axel terkejut


“Demi apa Nick ? Michelle ? dia sepinter lo ?” tanya Fares tidak percaya


“Ya udah kalau nggak percaya” ucap Nicholas dengan tenangnya


Akhirnya Nicholas mengajak ke tiga teman beserta sekertaris mereka masing-masing untuk makan siang diluar sementara Michelle dan sekertaris Emily sudah sejak tadi meninggalkan ruangan dan istirahat di kantin.


**

__ADS_1


__ADS_2