
Hari ini, Michelle tidak masuk kerja karena mau ke pengadilan menyelesaikan urusannya.
Sampai di pengadilan, Michelle dibantu Ezra dan rekan-rekan kerja Ezra itu menyelesaikan tuntutannya.
Emily pun memfoto diam-diam saat sidang berlangsung dan mengirimnya ke Dion. Dari Dion, langsung terkirim ke Gery dan dilanjutkan ke Roy, Evan, dan Randy. Mereka pun memberitahukan ke atasan mereka sendiri.
..
Sampai jam makan siang selesai, sidang Michelle baru selesai karena banyaknya tuntutan yang dia berikan ke Alya dan Anisa.
Sementara pengacara Alya dan Anisa tidak sanggup membela mereka.
Selesai sidang, Michelle makan bersama Emily dan para pengacara yang sudah membantunya.
..
Selesai makan siang yang telat itu, Emily mengendarai mobil kerjanya yang bertugas mengantar Michelle kemana saja itu ke rumah sakit tempat Xavier dan Kyra bekerja.
Setelah menculik Kyra sebentar ke kafetaria untuk menjelaskan semuanya, Kyra kembali bekerja dan Michelle ke ruangan Kakaknya.
“Michelle my honeeyyy.. gimana tadi sidangnya ? Kak Nicho ngirimin beberapa foto ke Kakak” tanya Xavier memeluk erat Michelle yang baru masuk ke ruangannya itu
Michelle menoleh menatap Emily tajam, tapi yang ditatap malah memalingkan wajahnya dari Michelle.
“Jangan marahin Emily, dia lakuin tugasnya.. kamu udah makan ? mau makan nggak ? Kakak temenin ya” tanya Xavier dengan senyum lebarnya
“Aku mau makan croissant isi coklat sama ice mint tea aja Kak” jawab Michelle dengan tenangnya
“Nat, pesen sekarang !” perintah Xavier tegas
“Baik Tuan” jawab Nathan dan langsung melakukan tugasnya
..
Setelah pesanan Michelle sudah datang, dia langsung lahap memakan croissant dan meminum ice mint tea nya.
Astaga Nona, padahal sebelum kesini Nona sudah makan berat -batin Emily menghela nafas berat
“Pelan-pelan honey” ucap Xavier lembut
“Hehehe..” tawa kecil Michelle tanpa dosa dengan mulut penuh croissant
Setelah menghabiskan pesanannya itu, Michelle istirahat sebentar karena kekenyangan lalu menceritakan hasil sidangnya ke Xavier.
..
Hampir jam empat sore, Michelle diantar Emily pulang lalu meminjam ruang kerja Nicholas melanjutkan pekerjaan mereka.
..
Jam setengah enam sorenya Emily pulang karena pekerjaannya sudah selesai sementara Michelle mandi.
Selesai mandi, Michelle mendengarkan lagu lewat mp4 nya dan memakai headphonenya sambil membuat sketsa di ipad nya.
Butuh cemilan, Michelle memilih turun tanpa melepaskan headphone dan melihat sekitarnya lalu membuka kulkas mencari cemilan yang akan dia santap di kamarnya nanti.
“First you gotta forgive me
__ADS_1
Let me know everything gon' be okay
Even if I come out with everything I did
Would you still punish me even though I did a long time ago?
If so, let me know
If I propose, would you say no?
Would you break my heart?
Would you embarrass me or play your part?
Baby, don't fold, my heart is yours
You got the power, pussy power
You got the power, pussy power
The floor is yours, the time is ours
Hey, either believe me or you don't
Choose to believe me or you won't
If you leave me, I'm skull and bones, I'm dead, baby
You told me”
Song by : PartyNextDoor and Rihanna_Believe It
Tiba-tiba sebuah tangan menepuk bahu Michelle dari belakang. Michelle mengalungkan headphone nya di leher lalu berbalik.
“Segede apa volumenya sampai kamu nggak denger aku panggilin dari tadi ?” tanya Nicholas ketus
“Hehehehe, sorry” jawab Michelle dengan tawa kakunya
“Genre yang bagus Cel” puji Joshua
Michelle mengintip ke belakang tubuh besar Nicholas dan terkejut saat melihat Axel sudah berdiri berjajar bersama Fares dan Joshua disana.
“Sayang maaf ya aku telat pulangnya” ucap Nicholas memeluk Michelle
“Iya iya, kenapa mereka ada disini Kak ?” bisik Michelle
Nicholas melepaskan pelukannya pada Michelle lalu memakaikan jasnya untuk menutupi tubuh bagian atas Michelle.
Nicholas berbalik menghadap ketiga temannya itu.
“Sorry gue lupa kasih tahu kalian kalau Michelle nginep disini” ucap Nicholas merangkul bahu Michelle
“Lo sering nginap disini Cel ?” tanya Joshua
“Ya gitu deh” jawab Michelle seadanya
Mereka duduk di sofa kamar Nicholas setelah Michelle mengganti pakaiannya dengan pakaian tertutup mengingat ada tiga laki-laki dewasa lainnya di dalam kamar Kakaknya itu dan sudah pasti Kakaknya melarang tegas dirinya untuk memperlihatkan bentuk tubuhnya di depan orang lain.
__ADS_1
“Gue lihat video lo, lo nggak apa-apa ?” tanya Joshua
“Sama sekali nggak apa-apa, tapi kenapa daritadi dua manusia ini diem aja ?” tanya Michelle melihat Axel dan Fares
“Mereka masih kesel karena kamu simpenan Daddy honey” ucap Nicholas mengecup lembut pipi Michelle
“Oh, hahahaha.. sorry sorry” ucap Michelle dengan tenangnya
“By the way, kalian pasti lihat video itu kan ? buat Axel sama Fares sorry kalau gue mesti penjarain pacar kalian karena kelakuannya itu” ucap Michelle sungguh-sungguh
“Sorry tapi gue udah putusin Alya” ucap Axel acuh
“Sama, nggak ada untungnya minta maaf buat cewek brengsek kayak mereka” tambah Fares
“Oke oke.. oh iya Alya sama Anisa masuk penjara delapan tahun dan denda dua puluh juta, cukup kan ya ?” tanya Michelle serius
“What !!” ucap Axel terkejut
“Dari mana nggak cukupnya Michelle ?” tanya Joshua terkejut
“Segitu aja udah lebih dari cukup Cel” ucap Fares berusaha tenang
“Im very proud of you honey” ucap Nicholas langsung memeluk Michelle dari samping dan merebahkan kepalanya di bahu Michelle
**
Beberapa bulan kehidupan Michelle tenang tanpa ada gangguan dari manapun.
Michelle yang fokus mencari keberadaan perempuan yang selama ini Nicholas tunggu masih nihil membuatnya sedikit frustasi dan butuh penyegaran otak.
Michelle juga masih menutupi identitasnya dari ketiga teman Nicholas dan sekertaris mereka masing-masing.
Walaupun mereka masih menganggap bahwa Michelle main gila dengan Daddy dan kedua Kakaknya sendiri tapi mereka kembali bersikap baik pada Michelle mengingat Michelle pilihan Nicholas dimata mereka.
**
Michelle mengajak Kyra berbelanja untuk menghilangkan penat di kepalanya.
Dia membeli tas dan sepasang sepatu sementara Kyra sudah dipastikan membeli berkali-kali lipat dari yang Michelle beli.
Setelah belanja mereka makan malam di sebuah restoran dengan tenang.
“Cel, lo mau sampai kapan nutupin identitas lo ? lo nggak capek dianggep kayak gitu sama mereka ?” tanya Kyra menatap Michelle dengan wajah sedihnya
“Entah, gue belum mau buka identitas gue” jawab Michelle dengan tenangnya
“Tapi Cel, mereka anggep lo simpenan Uncle Corre, Daddy lo sendiri, terus pacarnya Kak Nicho, selingkuhannya Kak Vier, lo nggak salah ?” tanya Kyra lagi
“Udahlah Ra, gue nggak apa-apa kok, gue lebih fokus ke hal lain, gue harus cari cewek itu” ucap Michelle membulatkan tekadnya
“Mau cari kemana lagi sih Cel ? belum tentu juga kalaupun ketemu dia masih jaga perasaannya buat Kak Nicho” ucap Kyra khawatir
“Paling nggak gue mau temuin mereka berdua Ra, gue nggak mau Kak Nicho masih nunggu cewek itu” ucap Michelle menghela nafas berat
“Ya udah, lo emang susah dibilangin, gue cuma bisa dukung apa yang lo perjuangin” ucap Kyra mengalah pasrah
“Thanks Ra” ucap Michelle tersenyum lembut
__ADS_1
**