Ms. Perfect

Ms. Perfect
Pengaruh Obat


__ADS_3

Kyra datang bersama Ezra setelah mendapat kabar dari Arya. Dengan tangisannya Kyra dan Ezra masuk ke kamar Michelle.


“Michelle” panggil Kyra


“Kak, mumpung udah ada Kyra gimana kalau kita pindahin Michelle ke tempat tidur aja ? Michelle bisa demam Kak” ucap Xavier


Nicholas menganggukkan kepalanya dan segera Axel menggendong tubuh Michelle.


“Baby..” panggil Michelle lirih


“Im here for you” ucap Axel sedih


Michelle melingkarkan ledua tangannya di leher Axel dan membenamkan wajahnya di leher Axel.


“Its so hot baby” bisik Michelle menciumi leher Axel


“Oh come on Michelle.. kamu mesti sadar” ucap Axel menjauhkan lehernya dari Michelle


Axel baru mau menaruh Michelle di tempat tidur, Michelle langsung memeluk erat leher Axel.


“Axel” panggil Nicholas gelisah


“Sorry sorry, gue berusaha lepasin” ucap Axel


“Bukan itu.. gue minta lo temenin Michelle, gue sama yang lain bakalan keluar” ucap Nicholas sungguh-sungguh


“Lo gila Nick ! itu bahaya !” bentak Axel


“Kak..” panggil Xavier lirih


“Gue percaya sama lo Xel” ucap Nicholas


“Kak, kita bisa kasih Michelle segelas susu buat netralin pikirannya” ucap Ezra


“Tapi sebelum itu aku mau gantiin pakaian Michelle, Kak.. Michelle pasti kedinginan, nanti demam” ucap Kyra


Michelle terus menarik wajah Axel untuk meraih bibir Axel itu.


“Guys !! bisa cepet ? Michelle makin parah” celetuk Axel


Nicholas dan Xavier saling menatap lalu Nicholas menghela nafas pelan sementara Xavier menggelengkan kepalanya.


“Kyra, tolong gantiin pakaian Michelle ya, Xel.. tolong jaga Michelle, gue berharap banyak sama lo” ucap Nicholas


“Maksud lo Nick ?” tanya Axel memegangi kedua tangan Michelle


“Bantu Kyra gantiin pakaian Michelle” jawab Nicholas


Axel tercengang mendengarnya tapi dia tetap berusaha menahan gairahnya karena sikap Michelle itu terlebih Nicholas langsung berjalam keluar bersama Xavier dan Ezra.


“Cel, ganti baju dulu yuk” ajak Kyra lembut


“Baby.. I need you” lenguh Michelle


Michelle langsung mencium dan ******* bibir Axel dengan agresifnya lagi dan mengeratkan pelukannya pada leher Axel.


“Gosshh !! Kyra jangan diem aja, cepet bantu Kakak” berontak Axel


“Kak, aku punya ide.. Kakak tolong arahin Michelle ke ruang pakaian ya, aku tunggu disana” ucap Kyra


Kyra langsung berlari masuk ke dalam ruang pakaian Michelle dan mengambil pakaian ganti Michelle sementata Axel, dia tidak bisa lepas dari Michelle yang memaksakan dirinya untuk membalas ciuman Michelle dan mengarahkannya ke ruang pakaian.


“Oh shit ! kalian udah kayak malem pertama” ucap Kyra tercengang

__ADS_1


Michelle memojokkan tubuh Axel ke balik pintu lalu tangannya menyelinap masuk ke balik kaos Axel.


Oh no no no Michelle, ini bahaya.. kamu tahu aku udah tahan yang dibawah tapi kalau kamu kayak gini.. -batin Axel gelisah


“Kyrraaaa !!” teriak Axel


“Oh god, kalau Ezra pasti udah langsung dibales agresif tuh Kak” ucap Kyra


“Kyra, please buruan gantiin pakaian Michelle” mohon Axel


“I.. iya Kak” jawab Kyra


Kyra segera mendekat dan menggantikan celana Michelle dengan celana tidurnya.


“Kak, sorry banget, aku mules, tinggal bajunya doang” ucap Kyra langsung buru-buru ke kamar mandi


“Oh shit, lengkap sudah cobaan malem ini” gumam Axel


“Baby..” panggil Michelle sendu


Tangan Michelle menggerayangi perut Axel dan mencoba menyelinap ke balik celana Axel mencari benda lain di dalam sana.


Axel langsung menarik tangan Michelle dari sana dan menghimpit tubuh Michelle ke pintu lalu melepaskan satu persatu kancing kemeja Michelle.


Axel melepaskan ciumannya dan melihat dada dan perut Michelle yang mengintip dari balik kemeja itu.


“Nggak bisa nggak bisa ! come on Axel, lo pasti bisa !” ucap Axel menyemangati dirinya sendiri


Michelle langsung melepaskan kemejanya dan membuangnya begitu saja ke lantai. Dengan cepat dia langsung meraih kepala Axel dan kembali mencium bibir Axel lalu menariknya turun ke lehernya yang jenjang dan berakhir di antara kedua dada Michelle.


“Baby.. oh my god.. I need more than this” lenguh Michelle


Axel menarik tubuh Michelle lalu mendudukinya di pangkuannya sementara dia sendiri duduk di atas kursi. Dia langsung mengambil baju piyama Michelle dan memakaikannya ke tubuh Michelle.


Tok.. Tok.. Tok..


Axel segera melepaskan ciuman Michelle dan menjernihkan pikirannya.


“Masuk aja” teriak Axel


Nicholas kembali bersama Xavier, Corradeo, Ezra, Arya, dan dua orang pelayan.


“Axel ! apa yang kamu lakukan sama Michelle ?” tanya Corradeo tegas


“Nggak Uncle, sumpah aku nggak macem-macem sama Michelle” jawab Axel


“Kyra mana ?” tanya Ezra


“Ke kamar mandi, panggilan alam” jawab Axel yang masih sibuk menahan wajah Michelle


“Pak Arya, segera kasih susunya ke Michelle” perintah Xavier


“Baik Tuan muda” jawab Arya


Axel meraih segelas susu hangat itu lalu membantu Michelle menenggaknya.


“Baby..” panggil Michelle


“Minum susu dulu” ucap Axel


“Habis itu kiss kiss lagi ya” rengek Michelle dengan manjanya


“Hemm, ayo minum dulu jangan mikirin yang lain” ucap Axel dengan wajah merah padam

__ADS_1


“Oh my god my daughter” ucap Corradeo memijit dahinya


Axel berhasil membantu Michelle menghabiskan susunya walaupun susah karena Michelle menolak orang lain mendekatinya kecuali Axel.


Kyra keluar dari kamar mandi dan duduk di tempat tidur di samping Michelle.


..


“Sakit” keluh Michelle memegang kepalanya


Xavier segera mendekat dan memeriksa denyut jantung Michelle lalu tersenyum lirih ke arah keluarganya.


“Honey, kamu tidur aja ya” ucap Xavier


Michelle menganggukkan kepalanya lalu merebahkan tubuhnya dan memejamkan matanya.


“Kak, Michelle demam, badannya panas” ucap Kyra


“Pak Arya, siapkan air hangat dan handuknya ya” perintah Nicholas


“Baik Tuan muda” jawab Arya


Arya segera keluar kamar bersama dua pelayan tadi sementara Axel dan Kyra turun dari tempat tidur membiarkan keluarga Michelle duduk di sampingnya.


“Apa Michelle sampai disentuh laki-laki itu ?” tanya Corradeo dengan dinginnya


“Kayaknya nggak Dad, posisinya pas aku dateng Michelle nggak deket Jack” jawab Nicholas


“Dimana dia sekarang ?” tanya Corradeo


“Tempat biasa Dad, Alec yang pimpin penjagaan disana” jawab Nicholas lagi


“Jangan lepasin dia !” perintah Corradeo


“Yes Dad” jawab Nicholas


Corradeo kembali ke kamarnya menemani Leonore yang masih pingsan lalu meraih ponselnya dan menelepon seseorang.


“Papà, non fare cose che facciano sapere a tutti che sono il figlio di papà


(Daddy, jangan lakukan hal yang bikin semua orang tahu kalau aku anak Daddy)”


“Hey! Il mio giovane Michelle è stato vittimizzato e quasi molestato, e tu hai chiesto a papà di non fare niente!


(Hei ! Young Michelle ku jadi korban dan hampir dilecehkan, dan kamu minta Daddy nggak lakuin apa-apa !)”


“papà, ti prego ..


(Daddy, aku mohon)”


“Hemm .. va bene papà cede, ma domani se papà vede Michelle traumatizzato, papà manda al diavolo la persona che ha ferito Michelle!


(Hemm.. oke Daddy mengalah, tapi kalau besok Daddy lihat Michelle trauma, Daddy akan kirim orang yang udah celakain Michelle ke neraka !)”


Daddy berharap banyak sama kamu Michelle, Daddy yakin kamu gadis yang kuat dan bisa temuin solusinya sebelum Pak Tua itu bikin masalah.. -batin Corradeo


..


Michelle ditemani Kyra di sampingnya sambil mengkompres dahi Michelle dengan handuk kecil yang sudah dibasahi air hangat.


Akibat terlalu lama diguyur air dingin dalam kondisi tubuh Michelle yang sedang tidak stabil dan sudah malam menjadi penyebab Michelle demam.


Sementara di sofa kamarnya sudah ada ke empat lelaki tadi yang setia menunggunya sampai ketiduran.

__ADS_1


**


__ADS_2