Ms. Perfect

Ms. Perfect
Liburan Rasa Honeymoon


__ADS_3

Dua bulan sudah berlalu sejak kembalinya Michelle dan Alexa.


Dominico maupun Hugo tidak pernah melepaskan pandangannya dari sang istri sekalipun anak mereka yang sudah berumur dan memiliki anak hingga cucu sedang sibuk bermanja pada Michelle dan Alexa.


Entah kenapa sejak kepulangan Michelle dan Alexa, Corradeo maupun Daniel terlihat seperti anak kecil yang kehausan kasih sayang dan perhatian dari ibunya.


Mereka tidak peduli pada ledekan keluarganya yang terpenting bagi mereka bisa kembali memeluk dan bermanja dengan Michelle dan Alexa.


Leonore dan Paula yang melihat tingkah suaminya masih bisa memakluminya, mereka bahkan merasa sedikit senang karena bisa puas menggendong dan bermain bersama cucu-cucu mereka yang menggemaskan.


Masalah Jack, Dominico dan Hugo masih menyimpannya di balik jeruji besi di markas mereka. Mereka sengaja masih membiarkannya hidup namun setiap harinya selalu ada siksaan yang membuat Jack kesakitan sampai akhirnya dia putus asa dan memohon untuk dihabisi saat itu juga tapi tetap jiwa gelap Dominico dan Hugo tidak akan membiarkannya mati begitu saja walaupun mereka tahu Jack hanyalah pion Laurent.


..


Michelle dan Alexa rutin melakukan pemeriksaan agar trauma mereka bisa sembuh dan kesehatannya lebih baik karena Michelle dan Alexa masih sedikit takut melihat orang asing dan tempat yang terang.


**


Hari ini para pasangan anak muda tengah menikmati liburan yang dihadiahkan Dominico dan Hugo karena cucu-cucunya itu terlalu membuatnya serasa di alam surga karena membawa istrinya kembali ke dalam pelukannya.


Tentu saja Dominico dan Hugo membebaskan mereka untuk meninggalkan anak-anaknya di Indonesia karena kedua laki-laki berumur yang sedang berbahagia itu sudah menyiapkan banyak babysitter untuk membantu mengurusi cicit-cicit menggemaskannya.


Hal ini tidak disia-siakan lagi bagi para hot daddy untuk menghabiskan waktu bersama istri tercintanya masing-masing tanpa gangguan anak-anak mereka.


**


Sengaja Dominico dan Hugo mengijinkan mereka berlibur di Perancis namun berbeda kota agar bisa pulang dan pergi ke Indonesia bersama.


Berbeda dengan pasangan Xavier dan Amber, Kyra dan Ezra yang memilih liburan di tengah kota Paris, Michelle, Axel, Nicholas, dan Nadine memilih untuk menghabiskan waktu di kota kecil yang bahkan lebih tepatnya bisa disebut sebagai desa karena mereka mau menikmati alam sejauh mata memandang dengan ketentraman bersama pasangan masing-masing di dalam pelukannya.


..


"Baby" panggil Axel lirih


Laki-laki satu ini tidak pernah mengijinkan Michelle keluar kamar karena untuk melihat pemandangan cukup membuka jendela balkon saja sedangkan kebutuhan lainnya sudah disiapkan pelayan.


"Istirahat dulu dong" keluh Michelle memejamkan matanya


Maklum saja, mereka seperti pengantin baru yang tidak ada habisnya untuk olahraga panas.


"Kapan lagi baby ?" tanya Axel lirih


"Aku capek, kita baru sampai tapi kami udah ngerjain aku tiga kali" gerutu Michelle


"Kurang baby" keluh Axel


"Istirahat dulu ya, aku mau tidur" pinta Michelle memohon


"Ya udah, tapi nanti bangun tidur lagi ya" pinta Axel memastikan


"Hemm"


Michelle cuma bergumam dengan mata terpejam karena memang dia lelah setelah perjalanan panjang dia langsung olahraga tanpa henti berjam-jam lamanya bahkan melewati makan siangnya akibat ulah suaminya itu.


**


Hari ketiga dimana hari terakhir mereka liburan seperti honeymoon, mereka kembali ke Indonesia.

__ADS_1


Sepanjang perjalanan di dalam jet Michelle, Kyra, Nadine, dan Amber langsung tidur di dalam kamar tanpa janjian.


Sementara para laki-laki tengah sibuk membicarakan kehebatan mereka selama berlibur yang mana keempatnya sama saja tidak mengijinkan sang istri melangkah keluar dari kamar.


Mungkin kalau Axel, Nicholas, dan Xavier sudah takdirnya mendapat keturunan seperti itu dari Dominico dan Hugo, tapi Ezra yang pada dasarnya anak baik-baik bisa berubah setelah bergabung dengan keluarga Oliver.


**


Sampai di Indonesia mereka langsung ke kediaman Melviano karena orang tua dan anak-anaknya berkumpul disana menunggu kepulangan mereka.


Ke empat pasangan muda itu langsung menggendong dan menciumi wajah anak-anak mereka meninggalkan ke empat pasangan yang sudah berumur menontonnya dengan wajah jengah.


"Mana oleh-oleh kalian ?" tagih Corradeo


"Oleh-oleh ?" tanya Michelle, Nicholas, dan Xavier menaikkan satu alisnya


"Hei, kalian udah diijinin liburan berduaan terus pulang nggak bawa oleh-oleh ?" gerutu Daniel


"Tapi kan Daddy nggak minta" ucap Kyra membela diri


"Itu benar, jadi jangan salahin kita dong" tambah Axel dengan masa bodohnya


"I hate you kids" gerutu Corradeo dan Daniel memicingkan matanya


"I love you too Daddy" jawab Michelle, Axel, Nicholas, Xavier, dan Kyra dengan senyum menahan tawanya


Michelle dan Alexa terkekeh pelan dalam pelukan Dominico dan Hugo, mereka sungguh tidak menyangka bisa merasakan kehangatan seperti ini, bahkan saat masih di dalam penjara mereka sudah menyerah dengan takdir.


Dominico maupun Hugo ingin sekali mengajak istrinya kembali ke negara asal mereka masing-masing untuk menikmati waktu berdua di usia tuanya namun Michelle dan Alexa menolak lagipula mereka juga butuh keramaian dalam keluarga besarnya.


Mungkin kalau mereka tidak merasakan sesaknya penyekapan saat ini mau saja dibawa suaminya kembali ke kampung halaman karena mereka sudah cukup puas puluhan tahun hidup bersama keluarganya.


**


"Nona saya menyerah" jawab Emily


"Cih, ternyata lo lebih milih liburan sendirian daripada cari pacar" gerutu Michelle


"Biarlah saya mengalah dalam urusan perusahaan walaupun hati saya sakit" ucap Emily memegang dadanya


"Wah wah wah kayaknya sebelum kesini lo temuin Kyra dulu ya minta diajarin ngedrama" ucap Michelle berdecak sambil menggelengkan kepalanya


"Tentu saja tidak Nona" elak Emily


"Halah alesan" ucap Michelle datar


Axel dan Roy memasuki rumah dan langsung ke ruang kerja Michelle karena Elma memberitahukan ke Axel dan Roy kalau Michelle tengah berada di ruang kerjanya bersama Emily.


Axel tidak melarang Michelle kembali bekerja selama istrinya itu tidak mengeluh kelelahan harus disibukkan dengan pekerjaan bisnis dan keluarga kecilnya.


Dia sendiri juga yakin kalau Michelle tidak akan pernah mengeluh dalam hal itu kecuali Axel setiap hari mengajaknya begadang.


..


"Kalian ngapain ?" tanya Axel yang langsung duduk di samping Michelle


"Jangan diri aja, duduk" ucap Michelle melirik tajam Roy

__ADS_1


Roy pun duduk di sofa tunggal setelah melihat tatapan tajam Michelle.


"Kalian belum jawab pertanyaanku" ucap Axel menahan kesal


"Aku lagi sidang Emily, aku minta dia cari pacar" jawab Michelle memicingkan matanya menatap Emily yang duduk di seberangnya


"Pfftt.."


"Kenapa lo ketawa ?" tanya Axel menatap Roy


"Tidak apa-apa Tuan" jawab Roy


Michelle tidak bertanya satu kata pun namun matanya masih menatap datar Roy yang merasa sesak menghirup oksigen di dalam ruangan itu.


"Nona, sungguh anda lebih tajam daripada Tuan Axel" ucap Roy menahan salivanya susah payah


"Kan gue nggak ngapa-ngapain" ucap Michelle datar


"Tapi tatapan Nona pada saya menyeramkan" jujur Roy


"Roy, lo pilih gue apa Axel ?" tanya Michelle tiba-tiba


"Maksud kamu apa baby ?" tanya Axel bingung


"Sstttt" ucap Michelle tajam


Axel langsung diam, dia bahkan beralih menatap Roy seperti menagih jawaban yang Michelle tanyakan padanya.


"Saya tidak bisa memilih salah satu Nona karena kalian atasan saya" jawab Roy


"Emily, lo pilih gue apa Axel ?" tanya Michelle beralih ke Emily


"Tentu saja saya memilih Nona Michelle" jawab Emily dengan pasti


"Cowok tuh harusnya gitu, jawab penuh kepastian bukannya jawaban kayak lo tadi" ucap Michelle datar


"Baiklah saya memilih Tuan Axel" jawab Roy merasa terhina


"Baby, minta dia pacarin Emily" ucap Michelle menunjuk Roy dengan ujung dagunya


Ketiga manusia itu membelalakkan matanya menatap Michelle.


"Nona Michelle.." ucap Emily dan Roy mencoba protes


Michelle sudah menatap tajam keduanya bergantian sebelum protes mereka berlanjut.


"Tapi kenapa kamu minta Roy pacarin Emily ?" tanya Axel penasaran


"Suruh aja, habis ini aku kasih yang panas-panas" bisik Michelle


Gairah Axel langsung bangkit mendengar bisikan Michelle, dia tahu jelas apa maksud dari bisikan Michelle.


"Roy, pacarin Emily mulai sekarang !" perintah Axel


"Tapi Tuan.." ucap Roy berusaha menolak


"Nona, saya sudah menyerah, biarkan saya memilih liburan" pinta Emily

__ADS_1


"Nggak bisa, gue nggak mau lo hidup sendirian terus, lo juga pasti butuh teman hidup, dan karena lo males cari pacar diluar sana jadi nikmatin pacaran sama Roy" jelas Michelle


**


__ADS_2