Ms. Perfect

Ms. Perfect
Sikap Michelle Yang Manja


__ADS_3

Emily masuk mengantar Michelle dan Alexa, keduanya berdecak kagum melihat dekorasi ruangan Michelle.


"Nonna, Grandma ayo sini duduk" ajak Michelle


Mereka pun duduk di samping suaminya masing-masing, Michelle berjalan ke pantry membuatkan minuman untuk Michelle dan Alexa.


"Biar saya saja Nona" ucap Emily


"Nggak usah Ly, kalau lo senggang tolong cek Golds aja, sama Diamonde" bisik Michelle


"Baik Nona" jawab Emily


Emily pun pamit undur diri dari yang lainnya sebelum keluar dari ruangan Michelle.


..


"Silahkan Nonna, Grandma" ucap Michelle setelah meletakkan dua cangkir minuman di atas meja


"Terima kasih Young Michelle" ucap Michelle tersenyum lembut


"Axel, gimana kabar perusahaan ?" tanya Hugo


"Aman Grandpa" jawab Axel dengan bangganya


"Kalau aman harusnya kamu bisa ada di posisi pertama, bukannya kedua" gerutu Hugo


"Michelle ku emang perfect semua Hugo" ucap Dominico terkekeh pelan


"Cih" gerutu Hugo


"Nonno mau lihat perkembangan perusahaan ?" tawar Michelle


"Nonno udah percayain semuanya sama kamu" jawab Dominico tersenyum lembut


"Tapi Michelle harus berhenti kerja, gimanapun dia udah menikah dan punya keluarga, biar Axel aja yang kerja" ucap Alexa


"Aku udah putusin Grandma, kalau aku udah hamil lagi aku akan berhenti kerja pas usia kandunganku udah 6 bulan" ucap Michelle


"Yuk baby" ajak Axel penuh semangat


"Ngapain ?" tanya Michelle bingung


"Kejar target dong" jawab Axel menaik turunkan alisnya


"Keturunan Grandpa nih isinya hal itu terus" gerutu Michelle


"Enak aja, dia kan anaknya Daniel" protes Hugo


"Daniel kan anak kita" ucap Alexa menatap tajam Hugo


"Hahahahahaha" tawa Dominico dan Michelle


"Kalian udah kayak waktu awal ketemu, berantem terus" ledek Michelle


"Grandpa sama Grandma berantem terus pas awal ketemu ?" tanya Michelle terkejut


"Sama kan kayak kita baby" goda Axel


"Enak aja kita, itu kan kamu sendiri yang nggak jelas gitu" protes Michelle


"Enak aja nggak jelas, kamu nggak inget waktu kita nggak sengaja tabrakan ? bukannya minta maaf kamu malah nantangin" gerutu Axel


"Kan kamu yang salah, kamu nabrak aku tapi kamu malah begitu" protes Michelle tidak mau kalah


Sementara sepasang suami istri termuda itu adu mulut, dua pasang suami istri lainnya sibuk menonton sambil memakan cemilan yang ada di atas meja.


**


Sore hari ke tiga pasangan suami istri tadi pulang ke kediaman Melviano.


Corradeo yang sudah pulang lebih awal duduk di halaman rumah bersama Daniel karena keluarga Oliver pun memang ada disana.


"Mamm, kenapa nggak pulang-pulang ?" tanya Corradeo yang langsung memeluk Michelle saat ibunya itu baru turun dari mobil


"Lepasin !" ketus Dominico


"Nggak bisa" protes Corradeo mempererat pelukannya


"My honeeeyyyy" panggil Xavier yang langsung memeluk dan memutar tubuh Michelle

__ADS_1


"Vie, itu istri gue" gerutu Axel


"Terus kenapa ? Michelle adik kesayangan gue" ucap Xavier penuh penekanan


"Micheellleee, my honeeyyy" panggil Nicholas yang baru turun tangga bersama keluarga kecilnya


Nicholas langsung meraih Michelle ke dalam pelukannya sambil menciumi puncak kepala Michelle bertubi-tubi.


"Nick !" panggil Axel menggerutu kesal


"Apaan sih ? ganggu banget" ketus Nicholas


"Kak, tadi Axel marahin aku" ucap Michelle mengadu dengan wajah cemberut manjanya


Nicholas maupun Xavier langsung menatap tajam Axel yang melongo mendengar aduan istrinya sendiri.


"Berani lo marahin adik kesayangan gue ?" tanya Xavier tajam


"Nggak gitu Vie sumpah deh" jawab Axel panik


"Kak, Axel juga ngeluh waktunya berkurang sama aku semenjak ada Richard sama Jerry" adu Michelle lagi


"Oh gitu Xel ?" tanya Nicholas dengan aura gelapnya


"Nggak nggak" jawab Axel sambil menggelengkan kepalanya cepat


Nicholas dan Xavier langsung menggotong Axel dan menceburkannya ke kolam renang sementara Michelle yang berjalan mengikutinya tersenyum puas.


"Hahahahahaha" tawa Michelle melihat Axel tercebur


"Baby" gerutu Axel


"Sukurin, hahahahaha" tawa Michelle lagi


..


"Anak-anak mana Dad ?" tanya Paula


"Anak kamu digotong sama kedua kakaknya Michelle yang ganteng-ganteng" jawab Hugo


"Loh kakak" ucap Kyra langsung panik


"Kakak !!" panggil Kyra terkejut


"Sana susul kakak lo" ucap Michelle mendorong punggung Kyra hingga Kyra tercebur


"Michelle !!" teriak Kyra kesal


Tanpa rasa bersalah Michelle malah menjulurkan lidahnya lalu mengajak Nicholas dan Xavier masuk menemui keluarga besarnya meninggalkan kakak beradik yang basah kuyup itu.


..


Michelle duduk bersama Corradeo dan Leonore. Dia juga mengambil Richard yang tengah bermain di pangkuan Corradeo.


Michelle menciumi wajah putra pertamanya dengan gemas sampai cekikikan sementara putra keduanya, Jerry, langsung menangis melihat kakaknya bermesraan dengan Michelle.


Michelle pun bangun dan mengambil Jerry dari pangkuan Hugo. Kini kedua putranya sudah duduk di pangkuan Michelle, mereka sibuk cekikikan sambil tangan mungilnya menepuk-nepuk wajah Michelle.


"Ya ampun Cel, perasaan dulu lo nggak ada keibuannya banget" ledek Ezra


"Emang lo pikir lo ada sisi kebapakannya dulu ?" ledek Michelle balik


"Bodo ah" ketus Ezra


..


Beberapa menit kemudian Axel masuk bersama Kyra dengan pakaian bersih yang mereka minta sebelumnya ke Arya untuk mandi.


"Lihat lo nanti" ucap Kyra memicingkan matanya menatap Michelle


"Dari sekarang udah gue lihatin" tantang Michelle


"Ish, dasar kakak ipar nyebelin" gerutu Kyra


"Bo-do" jawab Michelle sambil menjulurkan lidahnya


Axel mengambil Richard dari pangkuan Michelle, mereka duduk bersebelahan.


"Anak Daddy" ucap Axel menciumi wajah Richard

__ADS_1


Jerry malah merengek ke Michelle, Michelle tersenyum tipis lalu menciumi putra keduanya dengan gemas.


"Kalau kak Rich anak Daddy berarti Jerry anak Mommy oke ?" ucap Michelle


Jerry pun cekikikan mendengar ucapan Michelle.


"Mma.." panggil Richard


"Whattt !!" ucap Axel terkejut


"Mma.." panggil Jerry


Michelle menitikkan air matanya, dia berpaling menatap keluarganya satu persatu lalu menatap kedua putranya.


"Mommy.. come on kids" ucap Michelle menahan air matanya


"No ! Daddy, ayo panggil Daddy" protes Axel


"Mma.. mmaaa.." jawab Richard dan Jerry dengan gemasnya


"Aduh aku terharu kak" ucap Xavier mengelap air matanya


"Kakak apalagi Vie, keinget waktu Michelle baru bisa ngomong, manggilnya Dada" ucap Nicholas mengingat kenangannya


"Michelle kan anak Daddy, pastilah manggilnya Daddy dulu" celetuk Corradeo dengan bangganya


"Corre, Michelle juga Mamma kamu tahu" ucap Dominico tegas


"Of course Dad, tapi disini my little Michelle is so perfect, oh my god Dad cetakanku berhasil" ucap Corradeo


"He is annoying" ucap Alexa


"Emang, kayak dia" jawab Michelle melirik Dominico


"Hahahahaha.." tawa semuanya


..


"Axel" panggil Michelle


"Ya baby" jawab Axel


"Aku mau makan malam di luar" pinta Michelle


"Yuk !" jawab Axel penuh semangat


"Rich sama Jerry disini aja biar main sama sepupunya" ucap Corradeo


Michelle pun memberikan Jerry ke pangkuan Corradeo begitu juga dengan Axel yang memberikan Richard ke pangkuan Daniel lalu mereka berdua berjalan keluar untuk menikmati makan malam bersama.


..


Makan malam di restoran roof top, tentu saja Axel mengandalkan Roy untuk melakukan segala persiapan makan malamnya.


Bukan sekedar makan malam biasa, namun makan malam romantis yang dibumbui dengan tebaran kelopak mawar segar di sekitar ruangan private itu dan alunan musik melodi yang terdengar romantis membuat suasana malam itu terasa hangat.


"Michelle, I love you so much" ucap Axel mencium lembut punggung tangan Michelle


"Me too, I love you so much Axel" ucap Michelle tersenyum lembut


..


Selesai makan malam, mereka berdansa dan seringkali menunjukkan rasa cintanya lewat ciuman yang menggairahkan sampai Axel tidak kuat menahan hasratnya dan membawa Michelle ke hotelnya.


Di dalam kamar president suite itu terjadi olahraga panas yang sangat membangunkan hasrat mereka berdua karena memang bagi mereka sudah cukup lama tidak melakukannya.


Malam panas itu berakhir 9 jam lamanya.


Michelle sudah tertidur di balik selimut tebal yang menutupi tubuh polosnya sementara Axel masih sibuk merekam wajah cantik istrinya yang ada di sampingnya.


Jemari tangan Axel merambat dengan lembutnya menyusuri wajah Michelle membuat pemiliknya merasa terusik dan merapatkan tubuhnya ke dalam pelukan Axel.


Axel menarik lebih dalam dari pelukannya sampai dia merasakan hal yang mengganjal.


Disingkapnya selimut tebal itu lalu dia duduk dan mulai mengusap lembut perut Michelle yang terlihat padat.


"Kalau aku nggak salah tebak.. kalau perkiraan aku benar.." gumam Axel tersenyum haru


**

__ADS_1


__ADS_2