
“Nonno, Nonno tahu nggak kalau lukisan yang sering dikirim ke Nonno itu dari aku ? Nonno suka nggak ?” tanya Michelle dengan senyum lembutnya
“Pasti dong, makasih banyak ya Young Michelle, Nonno selalu nggak sabar nunggu kiriman lukisan kamu” jawab Dominico
“Young Michelle, kamu harus ke rumah Dom dan lihat sendiri, lukisan kamu ada di semua ruangan” ucap Hugo
“Tunggu, Nonno belum jawab kalau Nonno tahu apa nggak lukisannya aku yang kirim” gerutu Michelle mengerucutkan bibirnya
“Ya Nonno tahulah Young Michelle, Nonno kan pantau keluarga Nonno dari sana” jawab Dominico
“Nonno, Grandpa, ikut yuk, aku mau ajak kalian ke ruangan pribadi aku, aku mau tunjukkin semua koleksi lukisan aku, aku juga mau ngobrol sama kalian” ucap Michelle penuh semangat
“Nggak ada ya Cel ! gue mau ajak Grandpa shopping” gerutu Kyra
“Seorang Commander Hugo diajak shopping sama cucunya mana mau” ledek Michelle
Seketika ruangan itu langsung sunyi dan menatap Michelle dengan wajah seriusnya.
“Ehem.. apa aku punya salah ?” tanya Michelle bingung
“Apa maksud kamu Commander Hugo ?” tanya Axel
“Kakak yakin kamu tahu banyak selain ini” ucap Nicholas
“Dari mana kamu tahu hal sebanyak itu ?” tanya Xavier
“Hei hei, tunggu deh, mungkin Michelle cuma asal ngomong aja dan kasih julukan Commander ke Grandpa biar keren” ucap Kyra
“Kamu nggak tahu apa-apa sayang” ucap Daniel
“Michelle” panggil Corradeo, Nicholas, dan Xavier dengan suara rendahnya
“Maaf, selama ini aku cari tahu tentang Nonno sama Grandpa Hugo, waktu aku masih sekolah aku nggak sengaja denger obrolan Daddy sama Kakak tentang Nonno, aku nggak mau nanya sama kalian karena kalian bakalan nutupin hal itu dari aku, jadi diem-diem aku cari tahu sendiri” jelas Michelle
“Young Michelle, apa kamu tahu kalau Nonno.. ?” tanya Dominico menggantung
“Mafia nomor satu ? of course aku tahu, King Dom.. aku juga tahu kenapa Nonno sama Daddy panggil aku Young Michelle, nama Nonna Michelle juga kan ? Daddy pasti kasih aku nama Michelle karena Daddy kangen sama Mommynya” jawab Michelle
“Kamu nggak takut sama Nonno ?” tanya Dominico ragu-ragu
“Sama sekali nggak Nonno, malah pas aku temenan sama Kyra aku mau ajak Kyra cosplay jadi King Dom sama Commander Hugo” jawab Michelle mengepalkan kedua tangannya ke atas
“Jangan macem-macem kamu Michelle” ucap Corradeo tegas
“Iya Dad aku tahu, lagian Kyra mana mau” gerutu Michelle
“Tapi kenapa Daddy nggak ajak kita kenalan langsung sama keluarga Uncle Daniel ?” tanya Nicholas
“Daddy sama Daniel udah sepakat buat nggak ngenalin kalian langsung, kita maunya kalian kenalan sendiri biar hubungan pertemanan kalian itu murni dari diri kalian bukan karena dikenalin sama Daddy” jawab Corradeo
"Dan untungnya tanpa bantuan dari kita kalian bisa kenal dengan cara kalian sendiri dan temen baik sampai sekarang" tambah Daniel
..
“Nona, apa yang harus saya lakukan ?” tanya Dion
“Ada yang belum nggak Ly ?” tanya Michelle
“Semua sudah dipersiapkan bahkan penyamaran pengawal sudah saya beritahu ke Alec, Alec yang memimpin drama Nona nanti dan tinggal menunggu jentikkan jari Nona” jawab Emily
__ADS_1
“Pelayan yang masukin obat ke kopi gue itu ?” tanya Michelle menggantung
“Perlu saya bawakan kesini Nona ? orangnya sudah meringkuk di dalam bagasi mobil” ucap Emily
“Kulitin aja langsung” perintah Michelle
“Nona yakin ? dia seorang perempuan” tanya Emily
“Michelle !” panggil Leonore sedikit membentak
“Iya iya nggak.. nggak jadi dikulitin Ly, aduk aja jadi satu sama semen pasir” ucap Michelle malas
“Oh my god anak ini” keluh Leonore memijit dahinya
“questa ragazza come te Dom (gadis ini sepertimu Dom)” ucap Hugo
“Nonno, ho un soprannome per me, vale a dire MissChelle (Grandpa, aku punya julukan untukku sendiri, yaitu MissChelle)” ucap Michelle dengan bangganya
“Michelle” panggil Nicholas datar
“Bukan buat dunia bawah kok Kak, cuma bercanda” ucap Michelle tersenyum kaku
“Grandpa emang bilang apa tadi ?” tanya Kyra
“Grandpa Hugo bilang kalau gue lebih cantik dari lo” jawab Michelle
“Gue nggak nanya lo !” ketus Kyra
“Jadi balik ke masalah sebelumnya, semua udah beres, kalian tenang aja” ucap Michelle
“Uncle Corre, dari mana Uncle bisa dapet sekertaris secanggih Emily ?” tanya Ezra berdecak kagum
**
Selama dua hari ini Michelle terpaksa tidak bekerja yang membuat dia bosan berada di rumah tanpa kegiatan terlebih Emily dilarang memberikan laporan dalam bentuk dan kasus apapun ke Michelle.
Dominico maupun Hugo harus tetap menyembunyikan dirinya dan sementara menjauh dari keluarganya sendiri demi menjaga keselamatan keluarga mereka masing-masing padahal Michelle berharap setidaknya walaupun dia berada di rumah tapi dia punya banyak waktu bersama Dominico dan Hugo.
..
Kini, Michelle tengah duduk di dalam ruangan yang baru kali ini dia masuki selama hidupnya padahal ada di dalam rumahnya sendiri.
Sebuah salon, massage and spa yang biasa Leonore pakai sendiri karena selama ini Leonore merasa ketiga anaknya laki-laki semua.
“Mom, aku nggak mau.. ini geli, badan aku dipegang-pegang” keluh Michelle
“Bisa diem aja nggak ? kayak Mommy nih nikmatin aja” ucap Leonore memejamkan matanya
“Mmooommmmm..” rengek Michelle
Leonore tidak menghiraukan keluhan Michelle dan membiarkan putri satu-satunya itu merasakan kenikmatan di massage.
Michelle terpaksa mengalah dan membiarkan dirinya menjadi anak yang baik kali ini untuk Leonore sekalipun dirinya menggeliat kegelian.
..
Sore hari, Michelle sudah duduk melipat kedua tangan di dada dengan wajah cemberut kesalnya sementara Leonore yang duduk di sofa lain sedang sibuk membaca majalah sambil sesekali menyeruput tehnya.
“Daddy is hoommeee..” ucap Corradeo dengan riangnya mengingat siang tadi Leonore mengiriminya pesan kalau hari ini putrinya sudah kembali
__ADS_1
Corradeo melihat Michelle yang tampil berbeda hari ini walaupun wajahnya kusut dan langsung melebarkan senyumnya.
“Aww.. my daughter is so beautiful” puji Corradeo
Michelle langsung mendengus kesal dan memalingkan wajahnya dari kedua orang tuanya.
“Honey.. apa itu kamu ?” tanya Nicholas tercengang
“So beautiful” gumam Axel
Nicholas pulang bersama ketiga temannya yang berniat melihat keadaan Michelle sekarang setelah kejadian tiga hari yang lalu.
Nicholas duduk di samping Michelle sebelum Axel mengambil tempat duduknya itu lalu memegang lembut kedua pipi Michelle.
“Kenapa cemberut honey ?” tanya Nicholas
“Aku nggak suka kayak gini Kak.. badan aku juga tadi dipegang-pegang, aku risih” gerutu Michelle mengadu
“Siapa yang megang-megang kamu ?” tanya Corradeo langsung kesal
“Daddy, seharian ini Mommy ajak putri kita buat perawatan, tadi kita massage bareng jadi yang pegang-pegang Michelle udah pasti perempuan” jelas Leonore dengan tenangnya
“Tumben mau Cel” ledek Fares
“Dipaksa sama Mommy !.. Kak, aku nggak mau lagi, lihat nih muka aku di bikin jelek, rambut aku juga.. nih, Kakak lihat, kuku aku jadi kotor” keluh Michelle menunjukkan jemari tangannya yang dipakai pewarna kuku
“Tapi cantik loh Cel” puji Joshua menahan senyumnya
“Kaakkaakkkkk.. aku nggak suka.. aku nggak mau jadi anak Mommy lagi, aku nggak mau diginiin lagi” rengek Michelle dengan mata berkaca-kaca
Nicholas mengelus lembut pipi Michelle lalu membenamkan wajah adiknya di dada bidangnya.
“Aku udah bilang nggak mau tapi Mommy nggak dengerin aku Kak.. aku mau ganti baju mau hapus semua ini tapi Mommy nggak ijinin” adu Michelle lirih
“Kamu mau hapus sekarang ?” tanya Nicholas lembut
Michelle menganggukkan kepalanya.
“Ya udah kamu boleh ganti baju dan hapus riasan kamu” ucap Nicholas melepaskan pelukannya
“Cengeng” sindir Leonore
“Daddyyy” rengek Michelle
“Biarin aja, nanti Daddy marahin Mommy ya” bujuk Corradeo
“Lihat aja nanti Mommy mau ajak Kyra, Nadine, sama Amber perawatan sama shopping” ucap Leonore
“Aku nggak peduli, aku mendingan seharian dikasih kerjaan di kantor sebanyak apapun daripada harus kayak gini lagi” ketus Michelle memicingkan matanya
“Ya udah, tapi awas aja kalau nanti kamu nikah pakai gaun terus dirias kayak Kyra kemarin” ancam Leonore
“Nggak akan ! aku bakalan pakai jas, iya kan Xel ?” tanya Michelle menatap Axel
“Eh.. eum.. iya” jawab Axel grogi
“Tuh Mom” ucap Michelle meledek
**
__ADS_1