Ms. Perfect

Ms. Perfect
Kepulangan Michelle


__ADS_3

Hari ini Michelle kembali ke kediaman Oliver sebelum dia berangkat kerja.


Tapi sampai sana, Axel dengan dinginnya melewati Michelle begitu saja dan pergi meninggalkan halaman rumahnya.


“Cel..” panggil Kyra merangkul bahu Michelle


“Gue salah apaan Ra ?” tanya Michelle menitikkan air matanya


“Gue coba tanya ke Kak Axel ya Cel, please jangan nangis” pinta Kyra mengelap air mata Michelle dengan ibu jarinya


Michelle pun memilih bergegas pergi bekerja dan memfokuskan dirinya ke pekerjaannya yang menumpuk.


..


“Nona, Tuan Axel datang bersama sekertaris Roy” lapor Emily dari sambungan telefonnya


“Anter ke ruangan gue langsung aja Ly” ucap Michelle


“Baik Nona” jawab Emily


Michelle langsung bersiap-siap untuk menemui Axel, dia meyakini dirinya sendiri kalau Axel cuma berpura-pura marah padanya.


Pintu terbuka, wajah dingin Axel masih ada disana membuat hati Michelle merasa sakit melihatnya.


“Hai Xel, Roy, ayo duduk” ajak Michelle memaksakan senyumnya


“Lo bisa tunggu di luar Roy, gue nggak lama” ucap Axel dengan wajah dinginnya


“Baik Tuan muda, saya permisi” ucap Roy keluar ruangan


“Ly, tolong bikinin minum dulu ya” pinta Michelle dengan lembutnya


“Gue nggak lama, nggak usah repot-repot” tolak Axel tegas


Mendengarnya membuat senyum Michelle hilang dan Emily segera keluar ruangan.


Axel duduk di sofa tunggal, tidak seperti biasanya yang akan duduk di sofa panjang dan meminta Michelle menemaninya duduk di sampingnya.


“Gue tahu lo sibuk dan nggak suka basa basi, jadi gue langsung ke intinya aja.. Michelle, kita putus” ucap Axel sedikit ketus


Michelle merasa sekujur tubuhnya lemas dan menjatuhkan tubuhnya di atas sofa, tidak bisa terbendung lagi air mata Michelle keluar dan tubuhnya bergetar lemas.


“Bisa.. kasih tahu alesannya apa ?” tanya Michelle berusaha tegar


“Gue nggak suka orang pengkhianat, dan lo pengkhianat” jawab Axel tanpa menatap Michelle


“Ya tapi apa ? aku salah apa ?” tanya Michelle sesegukan


“Sekalipun gue jelasin juga lo bakalan bela diri lo sendiri, mulai sekarang anggap aja kita nggak pernah kenal” ucap Axel bangun dari duduknya


“Xel..” panggil Michelle lirih


“Aku cinta mati sama kamu, kamu janji bakalan temenin aku terus saat senang dan duka.. kamu udah janji sama Kakak, kamu juga janji sama Daddy, kenapa kamu ingkar ?” tanya Michelle lirih


“Itu cuma omong kosong” jawab Axel segera keluar dari ruangan


Tangisan Michelle pecah membuat Emily segera masuk dan menenangkan Michelle.


Michelle menangis dalam pelukan Emily sampai air matanya habis dan Michelle kelelahan.


“Saya akan meminta Alec membelikan Nona makan siang setelah itu Nona istirahatlah biar saya yang menyelesaikan pekerjaan Nona” ucap Emily


Michelle cuma mengangguk pasrah dan menuruti ucapan Emily.


**


Hari-hari terlewati begitu saja, keluarganya yang sudah tahu semuanya merasa khawatir melihat Michelle yang menutupi kesedihannya dengan kesibukan dan senyum pura-pura di depan orang lain.


Di keluarga Oliver mereka sibuk membujuk Axel akan hubungannya dengan Michelle tapi nihil karena Axel selalu menghindar.

__ADS_1


Nicholas dan Xavier sudah geram hendak menemui maksud Axel memutuskan hubungannya dengan adik kesayangan mereka tapi Michelle mati-matian melarangnya.


Teman-teman mereka pun ikut sedih dan menyayangkan akhir dari hubungan Michelle dan Axel.


**


Empat bulan lamanya Michelle berusaha tegar setiap kali berada di dalam kamar dan mengingat kembali kebersamaannya dengan Axel.


Michelle sudah menetapkan hatinya untuk menyetujui permintaan Dominico tentang Michelle yang ditunjuk sebagai ahli waris dari Compagnia del Cora Re yang Dominico miliki di berbagai negara, sementara beberapa bisnis lainnya dia sudah bagikan ke Nicholas dan Xavier.


Karena penyerahan tanggung jawab yang makin besar itu membuat Michelle terpaksa ikut Dominico ke Italia untuk acara peresmian dan membawa Michelle keliling dunia mengunjungi perusahaannya satu persatu.


**


Michelle juga memutuskan untuk menetap di Italia bersama Dominico dan ditemani sama Emily karena perusahaan induk berada di Italia yang tentu saja Nicholas dan Xavier melarangnya namun Michelle memohon agar kedua Kakaknya itu luluh dan mengijinkan dirinya pergi.


Dia tetap menjaga komunikasinya bersama keluarga dan teman-temannya dengan syarat tidak membicarakan hubungan tragisnya bersama Axel.


**


Dua tahun lamanya Michelle menetap di Italia dan mengisi kebahagiaannya bersama Dominico dan Emily.


Setiap harinya Michelle akan menghabiskan waktunya untuk bekerja dan mengurus kebun anggur yang akan dijadikan wine milik Dominico. Saat akhir pekan dia akan melatih fisiknya bersama Dominico dan Emily, sesekali jalan-jalan bersama menikmati keindahan kota Roma.


Dalam lubuk hatinya yang terdalam pun dia sangat merindukan keluarga dan teman-temannya terutama dua keponakan yang belum sekalipun dia temui langsung.


Bahkan Xavier seringkali menghubunginya dan memintanya pulang, sampai terakhir kali saat ulang tahun Zeira karena keponakan pertamanya itu mengancamnya akan pergi ke Italia menemuinya dan membawanya pulang ke Indonesia kalau dia tetap tidak mau kembali ke Indonesia.


Akhirnya Michelle terbang ke Indonesia bersama Dominico dan Emily demi permintaan keponakan pertamanya.


**


Tidak banyaj yang berubah dari Michelle, selain tubuhnya yang mulai kurus, juga kini dia mahir meminum wine dan minuman beralkohol lainnya.


..


Mereka sampai di kediaman keluarga Melviano.


“Aunty jahat, Aunty pergi ninggalin aku, Aunty bohong mau ajarin aku jadi CEO” keluh Zeira dalam pelukannya


“Maaf ya junior” ucap Michelle


“Aunty, aku kangen banget sama Aunty, ayo lihat baby” ajak Zeira menunjuk ke arah ruang tengah


Michelle pun berjalan dan tidak hentinya Zeira menciumi pipi Michelle.


Michelle langsung menurunkan Zeira dan duduk di samping Nadine yang tengah memangku anaknya.


“Kak, boleh aku gendong ?” tanya Michelle hati-hati


“Nih” ucap Nadine memberikan anaknya ke pelukan Michelle


“Hei baby Elfata, kenalin aku ini Aunty kamu ya, panggil Aunty Michelle” ucap Michelle


Michelle menciumi wajah dan leher Elfata membuat bayi laki-laki yang tampan itu cekikikan.


Tiba-tiba kaki Michelle terpegang sesuatu yang mungil, Michelle melihatnya dan langsung tersenyum melihat baby Greta, putri Kyra dan Ezra tersenyum melihatnya.


Michelle membantunya naik lalu memangkunya bersama Elfata dan bermain bersama.


“Sayang-sayangnya Aunty, maaf ya selama ini Aunty ninggalin kalian” ucap Michelle lirih


“Tapi nggak apa-apa baby, Aunty Michelle sekarang ada disini dan bakalan cerita tentang Italia, yeeayyy” ucap Zeira


Michelle tersenyum gemas melihat kedua baby di pangkuannya tertawa melihat Zeira kegirangan.


“Where is the boys ?” tanya Michelle baru sadar


“Mereka di halaman belakang Cel, lagi barbequan permintaan junior kamu itu” jawab Amber

__ADS_1


Michelle menganggukkan kepalanya lalu mengembalikan keponakannya ke Mommynya lagi.


“Cel, lo udah pacar ?” tanya Kyra


Michelle cuma tersenyum tipis lalu duduk di samping Leonore dan Paula lalu memeluk Leonore dari samping.


“I miss you so much Mom” ucap Michelle


“I miss you too darling” ucap Leonore mengecup lembut puncak kepala Michelle


“Gimana kabar kamu selama disana Cel ?” tanya Paula


“Im good Aunty, aku seneng bisa habisin waktu sama Nonno” jawab Michelle


“Aunty, ayo ke belakang, kita ambil daging yang banyak” ajak Zeira


“Oke” jawab Michelle melebarkan senyumnya


Zeira menuntun tangan Michelle ke halaman belakang dengan riangnya.


“Michelle !” panggil teman-temannya


Ezra, Saddam, dan Daffin langsung membuat grup hug bersama Michelle.


“Hei girl, I miss you” ucap Ezra mengacak-acak rambut Michelle


“Kenapa sekarang sombong banget sih nggak mau pulang ke Indonesia ?” gerutu Daffin


“Jangan-jangan lo udah punya cowok disana terus lupain kita semua disini ya ? iya kan ? ngaku lo” selidik Saddam


“Sorry sorry.. gue ini sibuk” jawab Michelle merapihkan rambutnya


“Hai Cel, makin cantik aja” goda Fares


“Iya dong, emangnya lo, makin tua, hahahaha..” ledek Michelle


“Sabar Res” ucap Joshua menahan tawanya


Nicholas langsung memeluk erat Michelle dan menciumi puncak kepalanya bertubi-tubi.


“Aku kangen banget sama kamu” ucap Nicholas lirih


“Aku juga kangen Kakak” ucap Michelle tersenyum haru


“Ehem ! bisa gantian ?” ketus Xavier


“Nggak !” ketus Nicholas


“Kak, aku kangen Michelle, lepasin nggak ?” gerutu Xavier


“Nggak” jawab Nicholas


“Kak, gantian dulu ya” rayu Michelle


“Cih, kamu lebih milih dia daripada aku” gerutu Nicholas melepaskan pelukannya


Xavier langsung menyelak dan memeluk Michelle.


“I miss you I miss you I miss youuu” ucap Xavier dengan gemasnya


“I miss you too Kak” jawab Michelle


“Daddyyy.. aku ajak Aunty kesini buat ambil daging yang udah mateng, bukan dipeluk-pelukin” gerutu Zeira mengerucutkan bibirnya


“Sukurin, diganggu kan jadinya sama anak sendiri” sindir Nicholas


Terpaksa Xavier melepaskan pelukannya lalu membiarkan anaknya membawa adik kesayangannya itu.


“Uncle Axel, aku minta dagingnya dong” pinta Zeira

__ADS_1


“Kamu tunggu di dalem aja, nanti Uncle bawa ke dalem” ucap Axel


**


__ADS_2