
Michelle maupun Axel mandi lalu turun untuk sarapan yang telat itu dan tidak lupa sama godaan Kyra yang mencurigai keduanya melihat sikap mereka berbeda.
“Lo jadi mau ke rumah sakit ?” tanya Kyra
“Iya, lo ikut kan ?” tanya Michelle balik
“Nggak, gue mau jalan sama Ezra, kita udah janjian” jawab Kyra dengan tenangnya
“Ezra ? lo berdua.. ??” tanya Michelle menggantung
“Nggak Cel, gue nggak jadian sama Ezra, jalan bareng doang” jawab Kyra menjelaskan hubungannya
“Huhh, ya udah gue telefon Noval aja biar dia jemput gue kesini” ucap Michelle menghela nafas pelan
“Sama Kak Axel aja, lagian pasti temen-temen mereka dateng juga kan ?” tanya Kyra meyakinkan
“Nggak deh” tolak Michelle
“Kenapa ? udah cantik gini pakai mini dress pilihan gue masa malah dianter supir sendiri” goda Kyra
“Bareng aja, lagian gue emang udah janjian sama Fares dan Josh mau jenguk Nicho” ucap Axel
“Tuh Cel, udah bareng Kak Axel aja” bujuk Kyra
“Ya udah” ucap Michelle mengalah
Selesai sarapan, Michelle dan Axel pamit ke Paula dan Daniel lalu berangkat ke rumah sakit.
“Eh kok, ada pengawal dadakan gini ?” tanya Michelle bingung
“Kan lo sendiri yang suruh gue pakai pengawal, mereka pengawal baru gue” jawab Axel menahan kesalnya
“Aku pikir Kakak nggak bakalan dengerin ucapan itu” ucap Michelle masuk ke dalam mobil Axel
Mobil melaju ke rumah sakit. Michelle berjalan berdampingan bersama Axel diikuti pengawal baru Axel sampai lantai dimana Nicholas dirawat.
..
Masuk ruangan, Michelle langsung merasa terintimidasi dari kedua Kakaknya. Michelle menundukkan kepalanya dan berdiri di balik punggung Axel.
“Cel, lo ngapain di belakang Axel ? sini” panggil Joshua
“Michelle.. Nicho sama Vier nggak marah sama kamu” ucap Nadine dengan lembutnya
“Ayo” ajak Axel
Michelle tidak menjawab selain memegang ujung kemeja Axel dari belakang sampai berhenti di dekat ranjang pasien Nicholas dan Michelle tetap berdiri di belakang Axel.
“Michelle” panggil Nicholas dengan suara rendahnya
Mendengar panggilan seperti itu layaknya mantra yang membuat Michelle jadi penurut.
Michelle berdiri di samping Axel sambil menundukkan kepalanya dalam-dalam dan meremas minidress yang dipakainya.
“Kenapa nggak mau dengerin apa kata Daddy ? kenapa kamu kekeuh kesana ?” tanya Nicholas lirih
“Kita khawatir sama kamu honey, dan yang kita khawatirin beneran kejadian” ucap Xavier memegang kedua pipi Michelle
Michelle langsung menangis sesegukan membuat Xavier langsung memeluk erat Michelle sementara Michelle membenamkan wajahnya di dada Xavier.
__ADS_1
“Vie, inget istri lo Vie” celetuk Fares
Michelle langsung melepaskan pelukan Xavier lalu memilih berdiri di samping Nadine yang duduk di seberangnya.
“Sorry” ucap Michelle mengelap air matanya
Nicholas meraih tangan Michelle.
“Kamu nggak mau peluk aku ? seneng ya bikin aku cemburu lihat kamu pelukan sama Vier ?” sindir Nicholas ketus
Michelle menatap Nadine seperti minta ijin dan Nadine tersenyum sambil menganggukkan kepalanya membuat Michelle langsung menubruk tubuh Nicholas, memeluknya erat sampai Nicholas meringis kesakitan dan Michelle langsung melepaskan pelukannya.
“Maaf, nggak sengaja” ucap Michelle berdiri menjauh dari jangkauan Nicholas
“Sorry sorry ganggu, tapi emang apaan yang Michelle lakuin ?” tanya Joshua
Xavier memberikan ponselnya ke Joshua dimana ada video rekaman saat Michelle melakukan kegilaannya ke Ilyas.
“Dion yang rekam, perintah dari Daddy” ucap Xavier
Michelle duduk di samping Nadine dan menundukkan kepalanya sambil meremas kuat tali tas nya membuat Nadine merangkul lembut bahu Michelle sambil memegang kedua tangan Michelle.
“Michelle.. ini beneran lo yang lakuin ?” tanya Fares tercengang
“Ini beneran Michelle, lihat tuh ada Axel segala disana” ucap Joshua
Michelle menatap Nadine dengan mata berkaca-kaca.
“Kakak nggak takut sama aku ? aku monster Kak, aku bahaya” ucap Michelle lirih
Nadine langsung memeluk hangat Michelle membuat Michelle kembali menangis dalam pelukan Nadine.
“Jangan deket-deket sama aku Kak, aku takut celakain Kakak” ucapnya terisak
“Cel” panggil Axel khawatir
Michelle melepaskan pelukan Nadine lalu berdiri ke dekat Axel dan melirik Nicholas dan Xavier yang tersenyum tipis sambil mengangguk kecil.
Michelle langsung memeluk Axel membuat Axel terkejut dan membalas pelukan Michelle sambil mengelus lembut rambut Michelle.
Michelle juga melakukannya ke Fares dan Joshua sebelum akhirnya dia kembali duduk di samping Nadine lagi.
“Makasih udah temenan sama my first handsome boy, dia segalanya buat gue” ucap Michelle tersenyum tulus
“Oh gitu ? sama aku nggak ? jadi aku bukan segalanya buat kamu lagi ?” gerutu Xavier
“Nggak gitu.. pokoknya I love you my boys, you two are my everything” ucap Michelle melebarkan senyumnya
“Sumpah gue nggak ngerti, Nicho bilang Nadine pacarnya yang selama ini dia tunggu, Vier udah punya istri, tapi mereka berdua terang-terangan ungkapin perasaannya ke Michelle ?” tanya Fares curiga
“Kenapa ? anggep aja gue simpenan mereka kayak gue simpenan Tuan Besar sendiri” ucap Michelle menyindir
“Ini gila Cel, nggak seharusnya lo lakuin hal ini” ucap Joshua menggelengkan kepalanya
“Ya terus gimana dong ? kita sama-sama sayang” ucap Michelle
“Lo nggak mikirin perasaan pasangannya ?” tanya Axel tidak sangka
“Tanya aja ke Kak Nadine, Kak Amber, sampai Nyonya Leonore, mereka ijinin gue jadi simpenan lelakinya apa nggak” gerutu Michelle
__ADS_1
“Selama ini Michelle yang nemenin Nicho, aku nggak masalah kalau harus berbagi sama Michelle” ucap Nadine sambil tersenyum karena sudah tahu kalau Michelle menutupi identitasnya dari teman-teman Kakaknya
“What !! lo gila ?” protes Axel kesal
“Asli, gue bener-bener nggak ngerti sama jalan pikir mereka” ucap Joshua menggelengkan kepalanya
“Michelle, kalau lo kayak gitu image lo makin direndahin, sorry gue mesti bilang kayak gini” ucap Fares
“Lo semua tenang aja, gue sama Vier udah sepakat bakalan lepasin Michelle kalau Michelle udah temuin orang yang tepat buat dia dan tulus sayang sama Michelle ngelebihin rasa sayang gue sama Vier ke Michelle” ucap Nicholas dengan tenangnya
“Itu bener.. lagian Michelle udah dewasa” ucap Xavier
**
Hari terus berlalu, Nicholas sudah diperbolehkan pulang dan sudah mulai bekerja walaupun harus tetap hati-hati karena masih harus mengecek jahitan lukanya.
Siang ini Michelle memergoki Kyra yang lagi makan siang bersama Ezra.
Michelle sengaja langsung duduk di meja mereka membuat tangan mereka yang sedari tadi saling memegang lembut langsung mengumpat di balik meja.
“Michelle.. lo ngapain disini ?” tanya Ezra menahan malu
“Kenapa ? gue mau makan siang disini, kebetulan Emily nggak bisa nemenin gue makan siang terus gue lihat kalian jadi gue nebeng disini deh” jawab Michelle dengan tenangnya
“Cel” panggil Kyra pelan
“Gue nggak ganggu kan ?” tanya Michelle dengan polosnya
Lo ganggu banget sialan !!!!! -batin Kyra dan Ezra
Michelle langsung memesan makan siang lalu mulai mengintrogasi kedua temannya itu.
“Jadi, cerita dong hubungan kalian gimana ?” tanya Michelle memangku kedua pipi dengan kedua tangannya di atas meja
“Kita baru jadian” jawab Ezra tegas
“Oh ya ? selamat ya udah ninggalin gue jomblo sendirian, terutama lo Kyra” ucap Michelle memicingkan matanya menatap Kyra
“Ya sorry Cel, kan lo sendiri yang bilang bakalan bahagia kalau Ezra move onnya sama gue” ucap Kyra membela diri
“Ya ya ya.. jadi kapan kalian resmi jadian ?” tanya Michelle lagi
“Semalem” jawab Ezra sedikit ketus
“Wiihhh, biasa aja dong Zra, kok sewot” ledek Michelle
Makan siang mereka tiba, Kyra maupun Ezra terpaksa terganggu makan siangnya karena kehadiran Michelle itu yang tanpa dosa.
..
Selesai makan siang Michelle duduk sebentar lalu bangun dari duduknya.
“Gue duluan ya, makasih traktirannya.. by the way ini traktiran dari Kyra dulu ya, nanti gue minta traktiran dari lo Zra pas kita kumpul sama Saddam sama Daffin” ucap Michelle tanpa rasa bersalah
Michelle berbalik dan berjalan keluar kafe meninggalkan kedua temannya yang memicingkan matanya menatap punggung Michelle itu.
“Temen kamu tuh ngeselin” gerutu Kyra
“Michelle temen kamu duluan sayang” ucap Ezra dengan lembutnya
__ADS_1
Seketika Kyra langsung luluh dan melupakan kekesalannya pada Michelle.
**